Forsan Salaf

Beranda » Artikel » Tabarruk dalam Ajaran Islam

Tabarruk dalam Ajaran Islam

surban1Dalam dunia pesantren di tanah air ini, kita sering menjumpai pemandangan di mana para santri saling berebut untuk bisa menghabiskan kopi atau teh dari cangkir sisa gurunya. Fenomena itu lebih dikenal sebagai ngalap berkah. Ngalap berkah adalah salah satu nilai yang diajarkan dalam agama Islam dan bukanlah hal baru, sebab generasi sahabat dan para salaf telah meneladankan tradisi tersebut.

Telah kita ketahui bersama dalam kitab-kitab sirah nabawiyah bagaimana para sahabat berebut untuk mendapatkan tetesan wudhu Baginda Nabi SAW. Beliau SAW tak sekalipun melarang perbuatan itu. Berkah itu sesungguhnya ada, dan bisa diraih lewat perantara orang-orang yang sangat dekat dengan Allah SWT.

Secara harfiah, berkah bermakna bertambah atau berkembang. Sedangkan dalam terminologi bahasa berkah berarti bertambahnya kebaikan. Jadi ngalap berkah atau tabarruk adalah mengharap tambahan kebaikan dari Allah SWT dengan perantara ruang, waktu, makhluk hidup dan bahkan benda mati.
TABARRUK RASULULLAH dengan tempat mulia
Bertabarruk (mencari berkah) bisa dilakukan dengan perantara tempat-tempat yang mulia, sebagai dalam firman Allah SWT berikut :

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (آل عمران:96)

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (Q.S. ali Imron : 96)

Dalam hadits panjang tentang perjalanan Isra’ Jibril mengajak Rasulullah SAW singgah di beberapa tempat untuk bertabarruk dengan mengerjakan shalat dua rakaat seperti di Bait Lahm tempat kelahiran Nabi Isa a.s., di bukit Thurisina, tempat Nabi Musa ber-mukalamah dengan Allah SWT, dan lain-lain. Sebagaimana dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik berikut :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قال أُتِيتُ بِدَابَّةٍ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ خَطْوُهَا عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهَا فَرَكِبْتُ وَمَعِي جِبْرِيلُ عليه السَّلَام فَسِرْتُ فقال انْزِلْ فَصَلِّ فَفَعَلْتُ فقال أَتَدْرِي أَيْنَ صَلَّيْتَ صَلَّيْتَ بِطَيْبَةَ وَإِلَيْهَا الْمُهَاجَرُ ثُمَّ قال انْزِلْ فَصَلِّ فَصَلَّيْتُ فقال أَتَدْرِي أَيْنَ صَلَّيْتَ صَلَّيْتَ بِطُورِ سَيْنَاءَ حَيْثُ كَلَّمَ الله عز وجل مُوسَى عليه السَّلَام ثُمَّ قال انْزِلْ فَصَلِّ فَنَزَلْتُ فَصَلَّيْتُ فقال أَتَدْرِي أَيْنَ صَلَّيْتَ صَلَّيْتَ بِبَيْتِ لَحْمٍ حَيْثُ وُلِدَ عِيسَى عليه السَّلَام ثُمَّ دَخَلْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ فَجُمِعَ لي الْأَنْبِيَاءُ عليهم السَّلَام فَقَدَّمَنِي جِبْرِيلُ حتى أَمَمْتُهُمْ ، رواه النسائي

“Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Didatangkan kepadaku kendaraan Buraq,’ lebih besar dari keledai, dan lebih kecil dari baghal (peranakan kuda dan keledai), langkahnya sejauh pandangannya. Lalu aku menaikinya dan berangkat bersama Jibril a.s. Tiba-tiba Jibril berkata kepadaku, “Turunlah dan shalatlah.” Aku pun mengerjakannya. Kemudian Jibril berkata “Tahukah engkau di mana engkau shalat, engkau tadi shalat di Tayyibah (Madinah) yang akan menjadi tujuanmu hijrah. Kemudian Jibril berkata: “Turunlah dan shalatlah!”, aku pun mengerjakannya, lalu dia berkata: “Tahukah engkau di mana shalatmu tadi, engkau shalat ada di Thurisina tempat Allah ber-mukalamah dengan Musa a.s.” Lalu berangkat lagi dan Jibril berkata: “Turunlah dan shalatlah!”, maka aku pun mengerjakannya, lalu dia bertanya: “Tahukah engkau di mana engkau shalat, engkau shalat ada di Bait Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa a.s., kemudian aku masuk ke Baitil Maqdis, di sana telah berkumpul para nabi, lalu Jibril memintaku untuk menjadi imam shalat mereka.” (H. R. An-Nasa’i)

BERTABARRUK DENGAN WAKTU
Allah memberi kelebihan dan keberkahan pada waktu-waktu tertentu, seperti dalam firman Allah SWT:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرين

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi (malam lailatul qadr) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (Q.S. ad-Dukhan:3)

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

« إن لربكم عز وجل في أيام دهركم نفحات ، فتعرضوا لها ، لعل أحدكم أن تصيبه منها نفحة لا يشقى بعدها أبدا » رواه الطبراني

“Sesungguhnya Tuhan kalian di hari-hari kalian memiliki anugerah-anugerah, maka carilah augerah itu, mungkin kiranya salah satu diantara kalian mendapatkannya, maka tidak akan celaka selamanya.” (H.R Thabrani)

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN BEKAS-BEKAS RASULULLAH SAW
Sahabat Anas r.a. menceritakan bagaimana para sahabat bertabarruk dengan rambut Rasulullah SAW:

عن أَنَسٍ قال لقد رأيت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالْحَلَّاقُ يَحْلِقُهُ وَأَطَافَ بِهِ أَصْحَابُهُ فما يُرِيدُونَ أَنْ تَقَعَ شَعْرَةٌ إلا في يَدِ رَجُلٍ ، رواه مسلم وكذا رواه احمد والبيهقي في السنن الكبرى

“Aku melihat tukang cukur sedang mencukur Rasulullah SAW dan para sahabat mengitarinya. Tidaklah mereka kehendaki satu helai pun dari rambut beliau terjatuh kecuali telah berada di tangan seseorang.” (H.R Muslim, Ahmad dan Baihaqi)
Aun bin Abi juhaifah menceritakan dari ayahnya para sahabat yang bertabarruk dengan air sisa wudhu’ Rasulullah :

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ حَمْرَاءَ مِنْ أَدَمٍ وَرَأَيْتُ بِلَالًا أَخَذَ وَضُوءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ يَبْتَدِرُونَ الْوَضُوءَ فَمَنْ أَصَابَ مِنْهُ شَيْئًا تَمَسَّحَ بِهِ وَمَنْ لَمْ يُصِبْ مِنْهُ شَيْئًا أَخَذَ مِنْ بَلَلِ يَدِ صَاحِبِهِ ، رواه البخاري ومسلم واحمد

“Aku mendatangi Rasulullah sewaktu beliau ada di kubah hamra’ dari Adam, aku juga melihat Bilal membawa air bekas wudhu’ Rasulullah dan orang-orang berebut mendapatkannya. Orang yang mendapatkannya air bekas wudhu’ itu mengusapkannya ke tubuhnya, sedangkan yang tidak mendapatkannya, mengambil dari tangan temannya yang basah” (H.R. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa para sahabat bertabarruk dengan keringat Rasulullah SAW. Berkata Anas bin Malik :

كان النبي صلى الله عليه وسلم يَدْخُلُ بَيْتَ أُمِّ سُلَيْمٍ فَيَنَامُ على فِرَاشِهَا وَلَيْسَتْ فيه قال فَجَاءَ ذَاتَ يَوْمٍ فَنَامَ على فِرَاشِهَا فَأُتِيَتْ فَقِيلَ لها هذا النبي صلى الله عليه وسلم نَامَ في بَيْتِكِ على فِرَاشِكِ قال فَجَاءَتْ وقد عَرِقَ وَاسْتَنْقَعَ عَرَقُهُ على قِطْعَةِ أَدِيمٍ على الْفِرَاشِ فَفَتَحَتْ عَتِيدَتَهَا فَجَعَلَتْ تُنَشِّفُ ذلك الْعَرَقَ فَتَعْصِرُهُ في قَوَارِيرِهَا فَفَزِعَ النبي صلى الله عليه وسلم فقال ما تَصْنَعِينَ يا أُمَّ سُلَيْمٍ فقالت يا رَسُولَ اللَّهِ نَرْجُو بَرَكَتَهُ لِصِبْيَانِنَا قال أَصَبْتِ ،رواه مسلم واحمد

“Rasulullah SAW masuk rumah Umi Sulaim dan tidur di ranjangnya sewaktu Umi Sulaim tidak ada di rumah, lalu di hari yang lain Beliau datang lagi, lalu Umi Sulaim di beri kabar bahwa Rasulullah tidur di rumahnya di ranjangnya. Maka datanglah Umi Sulaim dan mendapati Nabi berkeringat hingga mengumpul di alas ranjang yang terbuat dari kulit, lalu Umi Sulaim membuka kotaknya dan mengelap keringat Nabi lalu memerasnya dan memasukkan keringat beliau ke dalam botol, Nabi pun terbangun: “Apa yang kau perbuat wahai Umi Sulaim”, tanyanya.” “Ya Rasulullah, kami mengharapkan berkahnya untuk anak-anak kami,”
jawab Umi Sulaim. Rasulullah berkata: “Engkau benar” (H.R. Muslim dan Ahmad)

BERTABARRUK DENGAN RAMBUT RASULULLAH SAW

أَنَّ خَالِدَ بن الْوَلِيدِ فَقَدَ قَلَنْسُوَةً لَهُ يَوْمَ الْيَرْمُوكِ ، فَقَالَ : اطْلُبُوهَا فَلَمْ يَجِدُوها ، فَقَالَ : اطْلُبُوهَا ، فَوَجَدُوهَا فَإِذَا هِي قَلَنْسُوَةٌ خَلَقَةٌ ، فَقَالَ خَالِدٌ : اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَلَقَ رَأْسَهُ ، فَابْتَدَرَ النَّاسُ جَوَانِبَ شَعْرِهِ ، فَسَبَقْتُهُمْ إِلَى نَاصِيَتِهِ فَجَعَلْتُهَا فِي هَذِهِ الْقَلَنْسُوَةِ ، فَلَمْ أَشْهَدْ قِتَالا وَهِيَ مَعِي إِلا رُزِقْتُ النَّصْرَ.

Dari Abdul hamid bin Jakfar berkata : bahwa Khalid bin Walid kehilangan kopyah ketika peperangan Yarmuk, lalu berkata : Carilah!, namun tidak ditemukan, dia meminta untuk mencarinya lagi, dan ternyata didapati berupa kopyah usang, lalu Khalid berkata : “Sewaktu Rasulullah SAW umrah, beliau mencukur rambut kepalanya, maka orang-orang berebut rambut beliau, dan aku bisa mendahului dan mendapat rambut ubun-ubun beliau. Lalu kutaruh rambut itu di kopyah ini. Tidaklah aku menghadiri peperangan dengan membawa kopyah ini kecuali pasti aku menang“
TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN CANGKIR NABI

Hajjaj ibn Hassan berkata: “Kami berada di rumah Anas dan dia membawa cangkir Nabi SAW dari suatu kantong hitam. Dia (Anas) menyuruh agar cangkir itu diisi air dan kami minum air dari situ dan menuangkan sedikit ke atas kepala kami dan juga ke muka kami dan mengirimkan solawat kepada Nabi SAW.” [Hadits riwayat Ahmad, dan Ibn Katsir].

‘Asim berkata: “Aku melihat cangkir itu dan aku minum pula darinya.” [Hadits Riwayat Bukhari]

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN MIMBAR NABI

Ibnu ‘Umar r.a. sering memegang tempat duduk Nabi SAW di mimbar dan menempelkan wajahnya untuk barokah. [al-Mughni 3:559; al-Shifa’ 2:54, Ibn Sa’d, Tabaqat 1:13; Mawsu’at Fiqh ‘Abdullah ibn ‘Umar halaman. 52]

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN UANG YANG DIBERIKAN OLEH RASULULLAH

Jabir menjual seekor unta ke Nabi SAW dan beliau SAW memerintahkan Bilal untuk menambahkan seqirat (1/12 dirham) atas harga yang disepakati. Jabir berkata: “Tambahan yang diberikan Nabi SAW tidak akan pernah meninggalkanku,” dan dia menyimpannya setelah peristiwa itu. [Hadits riwayat Bukhari].

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN TONGKAT RASULULLAH

Ketika ‘Abdullah bin Anis kembali dari suatu peperangan setelah membunuh Khalid ibn Sufyan ibn Nabih, Rasulullah SAW memberi hadiah kepadanya berupa sebuah tongkat dan bersabda kepadanya: “Itu akan menjadi tanda di antara kau dan aku di hari kebangkitan.” Setelah itu, ‘Abdullah ibn Anis tidak pernah berpisah dari tongkat itu dan tongkat itu dikubur dengannya setelah wafatnya. [Hadits riwayat Ahmad 3:496, al-Waqidi 2:533].

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN BAJU RASULULLAH

Jabir berkata: “Nabi SAW datang setelah ‘Abdullah bin Ubay dikuburkan dalam makamnya. Beliau SAW memerintahkan agar mayatnya diangkat lagi. Beliau SAW menaruh kedua tangannya pada kedua lutut ‘Abdullah, bernafas atasnya dan mencampurnya dengan air liurnya serta mengenakan pakaian beliau padanya.” [Hadits riwayat Bukhari dan Muslim]

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN JUBAH RASULULLAH

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Sahihnya Bab al-Libaas pernah bahwa Asma’ binti Abu Bakr pernah menunjukkan pada Abdulah, bekas budaknya jubah Rasulullah yang terbuat dari kain Persia dengan kain leher dari kain brokat, dan lengannya juga dibordir dengan kain brokat seraya berkata “Ini adalah jubah Rasulullah SAW yang disimpan ‘Aisyah hingga wafatnya lalu aku menyimpannya. Nabi SAW dulu biasa memakainya, dan kami mencucinya untuk orang yang sakit hingga mereka dapat sembuh karenanya.”

Imam Nawawi mengomentari hadits ini dalam Syarah Sahih Muslim, karya beliau, juz 37 bab 2,

وفي هذا الحديث دليل على استحباب التبرك بآثار الصالحين وثيابهم

“Hadits ini adalah bukti dianjurkannya mencari barokah lewat bekas dari orang-orang saleh dan pakaian mereka”

Dalam kitab yang sama Imam Nawawi menulis setidaknya 11 kali anjuran untuk mencari berkah dari bekas orang-orang Saleh. Ini adalah dalil akurat bahwa tabarruk tidak terbatas pada masa hidup Rasulullah dan dianjurkannya bertabarruk dengan orang-orang saleh. Hal ini juga dilalakukan Imam Syafii dengan bertabarruk pada gamis Imam Ahmad sebagaimana dalam kitab Tarikh Dimasyqi :

قال لي الربيع: إن الشافعي خرج إلى مصر وأنا معه فقال لي: يا ربيع خذ كتابي هذا ، فامض به وسلمه إلى أبي عبدالله أحمد بن حنبل، وائتني بالجواب. قال الربيع: فدخلت بغداد ومعي الكتاب، فلقيت أحمد بن حنبل صلاة الصبح، فصلّيت معه الفجر، فلما انفتل من المحراب سلّمت إليه الكتاب، وقلت له: هذا كتاب أخيك الشافعي من مصر، فقال أحمد: نظرت فيه قلت: لا، فكسر أبو عبدالله الختم وقرأ الكتاب، وتغرغرت عيناه بالدموع، فقلت: إيش فيه يا أبا عبدالله قال: يذكر أنه رأى النبي (صلى الله عليه وسلم) في النوم، فقال له: اكتب إلى أبي عبدالله أحمد بن حنبل، واقرأ عليه مني السلام، وقل: إنك ستُمتحن وتدعى إلى خلق القرآن فلا تجبهم، فسيرفع الله لك علماً إلى يوم القيامة. قال الربيع: فقلت: البشارة، فخلع أحد قميصيه الذي يلي جلده ودفعهُ إليّ، فأخذته وخرجت إلى مصر، وأخذت جواب الكتاب فسلّمته إلى الشافعي، فقال لي الشافعي: يا ربيع إيش الذي دفع إليك قلت: القميص الذي يلي جلده، قال الشافعي: ليس نفجعك به، ولكن بُلّه وادفع إليّ الماء لأتبرك به.

Berkata Rabi’: “Sesungguhnya Imam Syafi’i pergi ke Mesir bersamaku, lalu berkata kepadaku: “Wahai Rabi’, ambil surat ini dan serahkan kepada Imam Ahmad bin Hanbal, selanjutnya datanglah kepadaku dengan membawa jawabannya!”,
Ketika memasuki kota Baghdad kutemui Imam Ahmad sedang shalat subuh, maka aku pun shalat di belakang beliau. Setelah beliau hendak beranjak dari mihrab, aku serahkan surat itu, “Ini surat dari saudaramu Imam Syafi’i di Mesir,” kataku.
“Kau telah membukanya?” tanya Imam Ahmad. “Tidak, wahai Imam” Beliau membuka dan membaca isi surat itu, sejenak kemudian kulihat beliau berlinang air mata. “Apa isi surat itu wahai Imam?” tanyaku. “Isinya menceritakan bahwa Imam Syafi’i bermimpi Rasulullah SAW, Beliau berkata: “Tulislah surat kepada Ahmad bin Hanbal dan sampaikan salamku kepadanya. Kabarkan padanya bahwa dia akan mendapatkan cobaan, yaitu dipaksa mengakui bahwa al-Qur’an adalah mahluk, maka janganlah diikuti, Allah akan meninggikan benderanya hingga hari kiamat,” tutur Imam Ahmad “Ini suatu kabar gembira,” kataku. Lalu beliau menuliskan surat balasan seraya memberikan padaku qamis yang melekat di kulitnya.
Aku pun mengambil surat itu dan menyerahkannya kepada Imam Syafi’i. “Apa yang diberikan Imam Ahmad padamu?” tanya Imam Syafi’i. “Gamis yang melekat dengan kulit beliau,” jawabku. “Kami tidak akan merisaukanmu, tapi basahi gamis ini dengan air, lalu berikan kepadaku air itu untuk bertabarruk dengannya,” kata beliau.

BERTABARRUK DENGAN BENDA MATI
Bertabarruk terkadang bisa dilakukan dengan benda mati yang pernah dipakai atau disentuh orang saleh sebagaimana kisah Bani Israil, mereka selalu menang dalam peperangan berkat tabut di tangan mereka. Hal ini dijelaskan Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wan-Nihayah juz 2 hal 6 :

قال ابن جرير : وكانوا إذا قاتلوا أحدا من الاعداء يكون معهم تابوت الميثاق الذي كان في قبة الزمان كما تقدم ذكره فكانوا ينصرون ببركته وبما جعل الله فيه من السكينة والبقية مما ترك آل موسى وآل هارون

Berkata Imam Ibnu Jarir: “Bani Israil jika berperang dengan para musuhnya selalu membawa tabut yang ada di qubah zaman, mereka selalu mendapat pertolongan dan kemenangan dengan berkat Tabut itu dan dengan apa yang Allah jadikan di dalamnya berupa ketentraman dan warisan yang ditinggalkan oleh keluarga Musa a.s. dan keluarga Harun a.s.”

Berkata Imam al-Baghawi dalam tafsirnya saat menafsiri firman Allah berikut:

{ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ }

“Dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun.”

يعني موسى وهارون أنفسهما كان فيه لوحان من التوراة ورضاض الألواح التي تكسرت وكان فيه عصا موسى ونعلاه وعمامة هارون وعصاه وقفيز من المن الذي كان ينزل على بني إسرائيل، فكان التابوت عند بني إسرائيل وكانوا إذا اختلفوا في شيء تكلم وحكم بينهم وإذا حضروا القتال قدموه بين أيديهم فيستفتحون به على عدوهم

Peninggalan Musa dan Harun berupa dua papan Taurat, pecahan papan, tongkat dan sandal Nabin Musa, imamah dan tongkat Nabi Harun, serta satu keranjang dari Manna yang diturunkan kepada Bani israil.” .Selain itu, jika di Bani Israil ada permasalahan, maka tabut itu -dengan kehendak Allah- berbicara dan menjadi hakim diantara mereka. Jika berperang mereka letakkan tabut di depan mereka dan mereka pun mendapatkan kemenangan atas musuh mereka” (Lihat Tafsir al-Baghawi juz 1 hal. 667)

Dari paparan keterangan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa bertabarruk sangat dianjurkan guna meraih kebaikan dunia dan akhirat. Berkah bukanlah pepesan kosong belaka, namun benar-benar ada dan bisa kita rasakan. Jangan sekali-kali mengingkari manfaat tabarruk. Ingatlah satu peristiwa yang terjadi di zaman kekhalifahan Sayidina Utsman bin Affan yang diriwayatkan Qadi ‘Iyad dalam kitab asy-Syifa’ . Ketika itu seorang bernama Jihja al-Ghiffari mengambil tongkat Nabi SAW dari tangan Utsman bin Affan. Jihja kemudian berusaha mematahkan tongkat itu dengan lututnya. Upaya itu gagal. Malah kaki Jihjah belakangan mengalami infeksi pada bagian lutut dan harus diamputasi. Dan ia pun akhirnya mati sebelum akhir tahun itu.

Sungguh fatal akibat dari perbuatan Jihja itu. Bagaimana pula dengan perbuatan-perbuatan mereka yang telah membumihanguskan peninggalan-peninggalan Rasulullah SAW?


85 Komentar

  1. riariani mengatakan:

    allohumma solli a’la sayidina muhammad wa’la alisayidina muhammad.

  2. ZEID mengatakan:

    FORSAN yg ngasih barakah di Dunia ini Adalah Allah Subhanuh wattala dan semua hal Tulisan “tabaaraka” di AL Quran menafsir kan ke Allah Subhanuh Watala

    – Rasul dan Nabi2x Barakah

    Mrk org2x yg di berkahin dalam perjalanan mrk … Lihat Selengkapnya

    – Tempat2x beribadat Masjid Al Haram Masjid Al Aqsa

    wahai hamaba2 Allah tempat2x ini yg di berkahin bukan Batu2x yg terbikin dari nya tapi tempat nya keamanan hati waktu kita berada di sana

    kalo kita beribadat di Tempat2x tertentu ini mengasih kita pahala lebih dari tempat2x lain

    – Apa yg Allah Subhanuh Wattala menurun kan kepada kita seperti Buku2x samawiyah

    meminta tabarak selain kepada Rasul dan Nabi2x haram :

    1. Tidak ada orang yang sama dengan Nabi (Sallallaahu wasallam)
    status jadi bagaimana bisa dia mencapai tingkat yang sama barakah dan keunggulan?

    2.Tidak ada Sharee? Ah? Bukti untuk menunjukkan bahwa orang lain selain Nabi
    (wasallam Sallallaahu) memiliki posisi yang sama dengan dia dengan hormat
    untuk tabarruk mencari dari bagian fisik tubuhnya.

    3.Apa yang telah dikatakan oleh abu-Shaatibee dalam al-aku?? Tisaam (2/6-7), “Nabi
    (wasallam Sallallaahu) tidak pernah meninggalkan orang setelah dirinya orang lebih
    unggul dari Abu Bakar as-Siddiq (ra), karena ia nya Khalifah dan tidak ada
    satu melakukan ini melalui dia? dan atau melalui Umar (? ra)? dan dia adalah terbaik
    umat setelah dia. Kemudian juga,? Usman (? Ra) dan kemudian semua
    Sahabat, sehubungan dengan siapa tidak ada orang yang lebih unggul.
    Tidak ada dibentuk dari satu pun dari mereka setiap laporan otentik
    yang menyatakan bahwa seseorang akan membuat tabarruk dari mereka dalam salah satu dari
    cara atau apa yang mirip dengan mereka. Sebaliknya, mereka membatasi diri untuk
    mengikuti dan meniru tindakan dan pernyataan di mana mereka (
    Sahabat) mengikuti Nabi (Sallallaahu wasallam). Ini,
    Oleh karena itu merupakan kesepakatan bulat dari mereka untuk meninggalkan ini
    hal. ”
    Dan juga mereka tidak pernah melakukan ini dengan al-Hasan atau al-Hussain (ra) dan atau
    Fatimah (ra). Jadi barakah sari fisik tidak melanjutkan
    melalui keturunan. Dgn kata lain tidak diwariskan. Dan ini adalah sanggahan terhadap
    itu Shi ekstrem? sebuah?, yang Rafidis, semoga Allah mengutuk mereka yang mengklaim sebaliknya.

    4.Itu berarti mencegah (yang mengarah ke kejahatan itu sendiri) adalah salah satu
    prinsip-prinsip Sharee? ah? dan ini tercantum dalam Al-Qur?? sebuah dan
    Sunnah di berbagai tempat di ratusan tempat. Dan karena alasan inilah
    barakah dari esensi fisik hanya disebutkan sehubungan dengan
    para nabi dan rasul ..

    5.Yang melakukan jenis tabarruk dengan seseorang selain Rasul
    (Shallallahu wasallam) adalah cara fitnah baginya karena ia mungkin
    dituntun untuk takjub dengan jiwa sendiri, kesombongan dan keangkuhan dan menunjukkan
    off. Dan semua hal-hal ini dilarang.

    Tabarruk adalah melalui bekerja pada Kitab dan Sunnah dan ini adalah jenis barakah itu tetap masih ada hari ini. Adapun barakah melalui sisa-sisa Nabi (Sallallaahu wasallam) (yaitu rambut dll), maka siapa pun klaim untuk memiliki peninggalan apapun membutuhkan sanad untuk membuktikan bahwa itu memang begitu, karena ini adalah sebuah arena di mana syirik cukup dapat mudah dilakukan. Namun kepastian membuktikan ini telah berkurang dari waktu ke waktu. Namun demikian, Salaf menegaskan jenis tabarruk dan bahwa nabi dan rasul memiliki barakah dari esensi fisik dan yang berkaitan dengan Akhir Messenger, Muhammad (Sallallaahu wasallam), para sahabat dipakai untuk membuat tabarruk melalui esensi fisik.

    Setiap muslim memiliki barakah sejauh bahwa ia praktik Islaam dan mengikuti Kitab dan Sunnah. Juga apabila seorang Muslim mengajarkan orang lain dan mendatangkan manfaat dengan apa yang dia telah belajar. Dan ini adalah cara kami Ahl-Sunnah, bahwa mereka mempelajari agama dan mengajarkannya kepada orang lain dan mereka bergantung pada ini sebagai sarana untuk mencapai barakah, yang bertentangan dengan bidaah yang cara dan metode yang lain dari ini.

  3. WAHYU mengatakan:

    @Zeid:jaka sembung bawa golok…kagak nyambung (G.*bl*k..).

    mlz ngomong ma km Zeid….

    @ Forsan :Mantab banged tulisan antum….ahsan bwngt subhanallah…q jjd tambah kagum ama FORSAN……

    pkoknya qta tandai mereka para wahabi…..coz mereka ud merajalela…ga bz kita kasih ampun….huft..:(

  4. ZEID mengatakan:

    @ WAHYU :

    maap Wahyu Zeid bukan bawa golok tapi celurut EnshAllah pakai ini bisa basmi semua hal hal jahliah KHURAFAT

    ana emang sengaja copy paste dari google translator kerna ana ngga ada waktu buat hal hal jahliah kyk gini

    Allah dan Rasul nya memprintah kan untuk ngejawab Walikum salam …

    semua kuasa dari Allah Subhanuh Wattala semua barkah dari dia dan semua BEnDA DI BUMI DAN LUAR ANGKASA DI BARAKAHIN sama Allah

    kalian emang kaum hebat ikutin siapa sih imam shiyah mana yg nuruh kalian mempercayai hal ini!

    Imam Syafi’ ngga ngajar atau nuruh kita untuk Tabarruk ana tahu kerna semua ajaran agama ana ambil dari dia

    Allah Yarhamuh Wa yagferlahu kalo emang bener🙂

  5. riariani mengatakan:

    @ zeid
    sengaja COPAS atau emang ngga’ bisa arob???
    ma’af ana cuma tanya ama ente jawab jujur…bohong dosa..

  6. aldj mengatakan:

    @zeid
    kt anda:
    FORSAN yg ngasih barakah di Dunia ini Adalah Allah Subhanuh wattala dan semua hal Tulisan “tabaaraka” di AL Quran menafsir kan ke Allah Subhanuh Watala
    kt sy:
    bagaimana caranya allah mengasih keberkahan?

  7. aldj mengatakan:

    @zeid
    Qs annisa 85.
    Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    qs.thaahaa 109.
    Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.
    Qs;mudatsir 48.
    Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.
    Qs azzumar 44.
    Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan”

    dari dalil quran diatas,jelas lah bhw kepemilikan syafaat adalah milik allah,tapi allah memberikan izin nya utk orang2 tertentu utk memberikan syafaat.
    begitu pula halnya dgn baraqah

  8. riariani mengatakan:

    all salafi wahabi
    kalau kuburanya AMROZI CS di gusur,trus di jadikan terminal bus apa fans clubnya mau diam saja???
    kalau kuburanya ALBANI di gusur,trus di jadikan kandang unta apa pengikutnya diam saja ???
    kalau kuburanya MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB di gusur,trus di jadikan toilet(WC) umum, apa jama’ahnya diam saja ????

    tanya kenapa ????? tanya kenapa???? tanya kenapa???

    ada yang bisa jawab /?????

  9. pemikir mengatakan:

    Imam Syafi’ ngga ngajar atau nuruh kita untuk Tabarruk ana tahu kerna semua ajaran agama ana ambil dari dia

    ——-

    cuba anda baca sampai habis tulisan di atas oleh forsan salaf. Nampak seperti anda kurang membaca and jump to the conclusion..

  10. Dedi mengatakan:

    ada kog yg ngaku sederajat dgn nabi bahkan melebihinya sehingga para pengikutnya sangat getol utk bertabaruk dgnnya yaitu para imam2 yg begitu diagung-agungkan oleh SYIAH.
    ya jadi kalau mau bertabaruk yg ga sesuai dgn yg diajarkan nabi dan para sahabat, ikuti aja cara tabaruk org syiah yg ghuluw itu…
    eunak kan……. Wal I’ya dzubillah min dzalik!!

  11. WAHYU mengatakan:

    @dedi:biarlah mreka itu..yg penting diri.qta….itulah tasawuf..selalu intropeksi diri…,^_^

    INTINYA MEREKA MELAKUKAN TABARUK KARENA DI HATI MEREKA ADA CINTAH DENGAN RASULULLAH SAW….^_^

  12. cah njeporo mengatakan:

    @zeid: Imam Syafi’ ngga ngajar atau nyuruh kita untuk Tabarruk.???? ana tahu kerna semua ajaran agama ana ambil dari dia.

    Masa’ sih, mw ambil semua??? Kalau antm ambil semua, Ketahuilah imam syfi’i jg mengajarkan bertabaruk. Antm harus mengikuti za !!!
    Di artikel diatas dicantumkan perkataanya imam syafi’i,

    “Apa yang diberikan Imam Ahmad padamu?” tanya Imam Syafi’i. “Gamis yang melekat dengan kulit beliau,” jawabku. “Kami tidak akan merisaukanmu, tapi basahi gamis ini dengan air, lalu berikan kepadaku air itu untuk bertabarruk dengannya,” kata beliau.

    Ini juga ada lagi anjuran imam syafi’i untk mencari berkah

    قال الشافعي رضي الله عنه من أراد التبرك بحمل الجنازة من جوانبها الأربعة بدأ بالعمود الأيسر من مقدمها……الخ
    “Barang siapa yg ingin bertabaruk dg membawa jenazah dari sisi 4 arah mk mulailah dri sisi arah kiri bagian depan dst”. Roudhotut tholibin wa ‘umdatul muftiin 1 / 185
    Perhatikan perkataan imam syafi’i من أراد التبرك , apkh ini bukan anjuran imam syafi’i untuk mencari berkah?????

    Yang perlu digaris bawahi adalh ternyata imam syafi’i ra juga mengajarkan kpd kita tentang bertabaruk, atau mungkin kamu mnjadi pgikut imam syafi’i yg mengambil sbagian dn menyingkirkan sbgian yg lain?? Atau jg ajaran imam syafi’i yg ini tdk smpai kpdmu??

    Berkata pula imamul hafidz al’iroqi: mencium tempat2 yg mulya, tanganya org yg sholeh itu perbuatan baik yg terpuji ditinjau dari segi niat dan tujuannya (bugyatul mustarsyidin 296 )

    حَدِيث عِتْبَان وَسُؤَاله النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ لِيَتَّخِذَهُ مُصَلًّى وَإِجَابَة النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ذَلِكَ فَهُوَ حُجَّةٌ فِي التَّبَرُّكِ بِآثَارِ الصَّالِحِينَ .fatahul bari 2/235

    Seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah dirumahnya, maka Rasul saw datang kerumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yang kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits no.1130)

    Imam ibnu hajar dlm hadist ini beliau berkata d dlm fathul bari 2/235: ini adalah hujjah untuk bertabaruk dg bekasnya org2 sholeh

  13. WAHYU mengatakan:

    @Riani:betul bwngt si Zeid ga nyambung ngomongnya…ga sesuai ma topiknya…bsnya cuma COPAS..hehe^_^

  14. ZEID mengatakan:

    ya Akhi Riani ana fasih dalam bahasa arab ana mencopy paste nya dari web English kerna mempercayai kalo org selain Rasul dan anbiya bisa mengasih barakah itu hal jahliah dan ini bisa mengakibat kan Bida’ah

    ya akhi yg mencerita kan hal ini الربيع dan الربيع mencerita kan nya sesudah wafat nya shafei

    Ya Can Njeporo

    قال الشافعي رضي الله عنه من أراد التبرك بحمل الجنازة من جوانبها الأربعة بدأ بالعمود الأيسر من مقدمها……الخ
    “Barang siapa yg ingin bertabaruk dg membawa jenazah dari sisi 4 arah mk mulailah dri sisi arah kiri bagian depan dst”. Roudhotut tholibin wa ‘umdatul muftiin 1 / 185
    Perhatikan perkataan imam syafi’i من أراد التبرك , apkh ini bukan anjuran imam syafi’i untuk mencari berkah?????

    Yang perlu digaris bawahi adalh ternyata imam syafi’i ra juga mengajarkan kpd kita tentang bertabaruk, atau mungkin kamu mnjadi pgikut imam syafi’i yg mengambil sbagian dn menyingkirkan sbgian yg lain?? Atau jg ajaran imam syafi’i yg ini tdk smpai kpdmu??

    ini hal SilatuRahmi kalo km perhatian yg angkat di sigi empat itu hanya warga family nya yg marhum dan selalu gini

    ana udah bilang ziarah makabir hanya ke pada silaturahmu dan ulu azem (Rasul2x dan Nabi2x ) kerna ini bisa memjalan kan reziki nya org dan menjalan kan darah nya yg marhum

    حَدِيث عِتْبَان وَسُؤَاله النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ لِيَتَّخِذَهُ مُصَلًّى وَإِجَابَة النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ذَلِكَ فَهُوَ حُجَّةٌ فِي التَّبَرُّكِ بِآثَارِ الصَّالِحِينَ .fatahul bari 2/235

    hadith tertentu itu ada hubungan nya dgn Rasul Allah Muhammed Alihu wassalam

    TABARUK HAL HARAM KALO BUKAN KE Silaturahmi dan Ulu Azem seperti dedy bilang ada org2x yg angap diri nya sama dgn nabi sana tabaruk ke pada nya

    @aldj : Tabaruk lain dgn apa yg Akhui comment Tabarruk datang nya dari barakah

    syafa’at = keampunan

    Qs annisa 85.
    Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    qs.thaahaa 109.
    Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.
    Qs;mudatsir 48.
    Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.
    Qs azzumar 44.
    Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan”

    dan ya habibi Aldj kita sebagi manusia harus sayfat dgn ber sadakah

    kita memaaf kan org dan Allah bakal mensyafat kepada kita kita bersadakah ke org dan Allah bakal mensdakah kepada kita dan habibi kita meminta barakah sama Allah gpp dia mukabila dawat beda kalo km minta barakah dari org2x biasa

    saya mau tanya sama untum apa ada org2x yg di berkahin sama Allah dalam perjalanan hidup nya?

    kalo kalian ngga tahu BYK dan org2x ini mengikuti 2 hal dan 2 hal ini lebih barakah dan hebat dari semua dari ketinggalan anbiya.

    ya itu Kitab Allah Wa sunnah Rasul Allah Muhammed Alihu salam

    ana mau minta maap kerna mungkin ngga bakal jawab lagi ana di marahin sama adik2x ana kerna mengajari org2x jahil yg suka kembali ke pada zaman jahliah ini hal khurafat yg bakal menhasil kan beda’ah mempercayi Manusia ( selain anbiya) bisa mengasih barakah atau mempercayain kalo batu dari tempat suci bisa mengasih barakah

    mencegah beda’ah lebih gampang dari pada menghapus nya

  15. ZEID mengatakan:

    KALIAN MASIH MEMPERLU HABIAB KERNA KALIAN KURANG MEMPLAJARI ISLAM

    UNTUK INFORMASI SEMUA YG HABIB NGASIH KAN ADA DI ALQURAN DAN SUNNAH NYA NABI ALLAH MUHAMMED ALIHU SALAM TOLONG BELAJAR

    tapi mempercayi kalo habibi itu bisa ngasih barakah bukan dari Allah itu hal haram

  16. ZEID mengatakan:

    يعني موسى وهارون أنفسهما كان فيه لوحان من التوراة ورضاض الألواح التي تكسرت وكان فيه عصا موسى ونعلاه وعمامة هارون وعصاه وقفيز من المن الذي كان ينزل على بني إسرائيل، فكان التابوت عند بني إسرائيل وكانوا إذا اختلفوا في شيء تكلم وحكم بينهم وإذا حضروا القتال قدموه بين أيديهم فيستفتحون به على عدوهم

    المن makanan yg di turunkan sama Allah kepada Bani Isreal bukan ranjang

    dan tabut ini udah di ketemu kan pada zaman 60an atau 70an

  17. WADI mengatakan:

    kalo saumpama ulama’2 kayak imam syfii imam nawawi dll yg memperbolehkan tabarruk dengan sholihin, udah dak diikuti , masak kita mau ngikuti cacing 2 yg cuma sembunyi di tanah hanya baca buku 2 terus ngomong ini syirik ini bida’ah
    udah makan tu tanah wahai cacing2……..biar subur tanamanya

  18. Awam mengatakan:

    Alhamdulillah… semakin terbuka., jelas sudah bahwa tabaruk itu adalah ada dalam Islam..
    Semoga para wahabis salafis mau menerima hidayah Alloh untuk kembali pada jalan yang benar………..

  19. cah njeporo mengatakan:

    @zeid: tdk ada diantara kami yg beri’tiqod wali / org sholeh yg kita ambil berkah darinya menyamakan kedudukannya dg nabi muhamad saw, karena kita juga tahu beliau saw adlh makhluq yg paling mulya tiada bandinganya. Tentunya bertabaruk dg nabi sama bertabaruk dg wali/org sholeh hasilnya tentu tidak sama. Tapi bukan berarti syirik spt apa yg ntm katakan diatas!

    zeid dari mana kamu bisa menta’wili kalamnya imam syfi’i diatas (lalu berikan kepadaku air itu untuk bertabarruk dengannya,”) Diriwayat lain imam syfi’i membasahi jubah imam ahmad dan setiap hari beliau mengambil air basuhan jubah tsb dan mengusapkan ke wajahnya untuk bertabaruk dg imam ahmad bin hambal. Alhikayatul mantsuroh 3834) dg antum arahkan kpd hanya untuk silatur rahmi??? Apakah imam syafi’ii pernah membatasi tabaruk tsb??coba sebutkan disini kalamnya beliau!! Atau itu hanya menurut pemikiranmu doang???. Kalau kita tadi bisa mengatakan spt itu karena imam nawawi dari madhab syafi’i brkata: “Hadits ini adalah bukti dianjurkannya mencari barokah lewat bekas dari orang-orang saleh dan pakaian mereka” dan juga ada keterangan d ktb fathul bari imam ibn hajar mengatakan: ini adalah hujjah untuk bertabaruk dg bekasnya org2 sholeh.

    and mnlis: ana udah bilang ziarah makabir hanya ke pada silaturahmu dan ulu azem (Rasul2x dan Nabi2x ) kerna ini bisa memjalan kan reziki nya org dan menjalan kan darah nya yg marhum.
    Jwb: emang antum ini dibilang sama wahyu g nyambung, itu bener, lha wong bicara masalah tabaruk, eeh malah ngelantur sampai ziarah ??? perhatikan lagi lafadz من أراد التبرك(barang siapa yg BERKEINGINAN MENCARI BERKAH) anjuran untuk mncari berkah bukan dr imam syaf’i???jawabanya: ya / tidak.
    Kalau ntm jwb ya, berarti antm emg pinter bhs arab spt pengakuan anda sndiri, jika antm jwb tidak, berarti antm kurang begitu memahami ajarannya imam syafi’i.

    Al-alamah ibnu abidin berkata juga: tdk apa2 mencium tanganya org alim wara’ dg tujuan mengambil berkah darinya (hasyiyah ibn abidin 5/254)

    وروى ذلك الشيخ ابن تيمية أيضا عن الإمام أحمد أنه رخص في التمسح بالمنبر والرمانة وذكر أن ابن عمر وسعيد بن المسيب ويحيى بن سعيد من فقهاء المدينة كانوا يفعلون ذلك . أهـ
    syekh ibn taimiyah juga bercerita dari imam ahmad, sesungguhnya beliau memperbolehkan mngusap mimbar, kmdian ibn taimiyah menyebutkan “ bahwa sesungguhnya sydna umar, sa’id ibnul musayyib, yahya bin sa’id (mereka adlh trmasuk ulama’2 madinah) mereka menjalankan spt itu.iqtidho’us shirotol mustaqim 367. kalau ada kesalahan hrap dibetulkan, ma’lum masih belajar bhs arab.
    Lihat imam ibn taimiyah jg mengakui boleh mengusap mimbar untuk mncari berkah, lebih2 maqomnya org sholeh yg bisa diharapkan berkahnya sbgmn yg telah d ktakan oleh syekh mur’i bin yusuf alhambali
    وقال صاحب غاية المنتهى الشيخ مرعي بن يوسف الحنبلي ما نصه: (ولا بأس بمس قبر بيد لاسيما من ترجى بركته).

    Diceritakan pula dari madhab syafi’i salah seorang ulama’ makah ibn abi shoif alyamani : boleh mencium mushaf, hadist dan maqomnya org2 sholeh. Dinuqil pula kalamnya imam thobari : bahwa boleh mencium mqom dan memegangnya, hal spt ini adalah amalannya ulama’ sholihin (maqolatus saniyah 128-129)
    ونقل عن ابن أبي الصيف اليماني أحد علماء مكة من الشافعية جواز تقبيل المصحف واجزاء الحديث وقبور الصالحين.

    Jelas nggeh mas, ajarannya imam syafi’I, ternyata bukan sampai syirik jika kita bertabaruk dg atsarus sholihin. kalau antm pgikut imam syafi’I yg setia sama beliau, Ikutilah semua ajarannya jgn setengah2!!atau jika tdk mampu mgikutinya, Ikutilah pndptnya bhwa tabaruk itu boleh dan jgn memvonis org lain SYIRIK.

  20. elfasi mengatakan:

    @ zeid,

    Imam Syafi’ ngga ngajar atau nuruh kita untuk Tabarruk ana tahu kerna semua ajaran agama ana ambil dari dia

    Mas, seberapa banyak anda mengambil ajaran Imam Syafi’i, sampai2 hal yang demikian tidak anda ketahui..??? anda lebih mengikuti mana antara ulama2 wahabi seperti bin baz, albani, utsaimin ataukah Imam Syafi’i ?? bagaimana mungkin anda bisa mengatakan “semua ajaran agama ana ambil dari dia “.

    ini hal SilatuRahmi kalo km perhatian yg angkat di sigi empat itu hanya warga family nya yg marhum dan selalu gini. ana udah bilang ziarah makabir hanya ke pada silaturahmu dan ulu azem (Rasul2x dan Nabi2x ) kerna ini bisa memjalan kan reziki nya org dan menjalan kan darah nya yg marhum

    Mas, mana kalimat di atas yang menunjukkan tabarruk dengan membawa jenazah itu hanya untuk warga family ?? bukankah kalimatnya secara umum tanpa menyebutkan sama sekali kalimat yang menyatakan hanya untuk warga family ??
    Dari mana anda bisa berkesimpulan bahwa ziaroh kubur hanya kepada silaturahmi dan ulul azme (Rasul dan Nabi) ?? bukankah orang wahabi paling getol dalam mengklaim bahwa mereka orang yang paling memegang pada sunnah, terus gimana dengan hadits Buraidah berikut :
    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
    “ dari Buraidah berkata :” Rasulullah SAW bersabda :” dulu aku larang kalian ziaroh kubur, maka (sekarang) berziarohlah kalian semua “ (H.R. Muslim).
    Adakah dalam matan hadits di atas yang menyatkan bahwa ziaroh kubur harus kepada familynya atau hanya kepada para Nabi dan Rasul ??.
    Maaf, klo anda belum mengerti tentang bahasa, jangan mengklaim diri menjadi orang yang fasih dalam bahasa arab, akan semakin membuka aib anda……

    ana mau minta maap kerna mungkin ngga bakal jawab lagi ana di marahin sama adik2x ana kerna mengajari org2x jahil yg suka kembali ke pada zaman jahliah ini hal khurafat yg bakal menhasil kan beda’ah mempercayi Manusia ( selain anbiya) bisa mengasih barakah atau mempercayain kalo batu dari tempat suci bisa mengasih barakah

    Mas, ana mau tanya, barokah dari Nabi itu beliau ciptakan sendiri ataukah karena telah mendapatkan berkah dari Allah ?? sehingga pemberian berkah dari beliau itu benar2 dari beliau bukan pemberian Allah ?? apakah tidak mungkin Allah memberikan berkah kepada selain Nabi bahkan kepada selain manusi sekalipun ??? —tolong anda jawab dulu sebelum anda keluar dari diskusi ini…!!
    Maaf mas, bukannya anda dilarang adik anda diskusi disini karena mengajari orang jahil, tapi karena mereka tau anda gak akan bisa menjawab diskusi ini. Biar gak tambah keliatan bodohnya….

  21. hmm mengatakan:

    lha emang yg ngasih barakah itu Allah, napa diributin lagi ya…..
    keknya kita semua jg paham klo barakah itu dari Allah, selayaknya rizqi yg datang dr Allah, hal2 diats cuma perantara. CMIIW

  22. Uzumaki' mengatakan:

    Bismillahirrohmanirrohiim :
    Nyima’ aja deh… sbg orang awam cm bisa menyimak orang2 alim yang pada suka debat kusir.
    mnurut aq pernah ngaji alo salafuna sholih uda ngelakuin ya kita ikut ajah,keimanan mreka lebih kuat dari pada kita2 ini, ibarat makanan, agama yang di bawa Rosul yang di wariskan kepada para ulama’ salaf itu udah mateng ga usah di olah lagi… apalagi di modifikasi ga baik loh buat kesehatan,,,, yah tinggal orang2 awam kaya saya yang ga ngerti ini itu, supaya di bantu biar ndak salah faham…. ^_^V

  23. walhashil mengatakan:

    zaid>jgn tampakkan kan kjahilan anda,..status d atas sdh sngat jelas mmprbolehkan brtabarruk,..nah nt hnya bisa copy paste n g bsa mmahami pmbahasan,.wajar klo nt g ngerti2,.czx nt slalu brbuat dzholim trhadap s amar,..mw tw mksudx?..d kitab2 nahwu bnyak kita dapati contoh: dharaba zaidun Amran…taubat jal..

  24. elfasi mengatakan:

    @ all pengunjung, liat nih aldj udah lupa ama kesalahannya, ni ana mau tampilkan lagi biar dia ingat dan mudah2an tidak menjadi orang pelupa :
    1. Di artikel “ALAIHISSALAM UNTUK AHLIL BAIT” tertanggal : 2010/02/22 at 9:40pm “diantara ummat ku ada yg lbh utama dr pd nabi2 bani israil” , padahal tidak ada hadits seperti itu, yang ada adalah “ ulama’2 dari umatku seperti para Nabi Bani israil “.
    2. Dia paksakan Q.S al-baqarah 59 dan ayat anjuran membaca ta’awudz sebagai dalil laknat adalah ajaran islam sehingga mendapatkan pahala, padahal sangat jauh berbeda dengan pendapat dari para ahli tafsir.
    Sekarang ditambah lagi, dia lagi2 bawa terjemahan tanpa membawa nash kitabnya, akibatnya dia telah mengkhianati isi kitab dengan tambahan dari dia sendiri sebagai berikut :” barang siapa mengamalkan satu sj dari semua ini dgn menganggapnya halal,ia telah menjadi kafir.barang siapa mengamalkannya tanpa menganggapnya halal,ia telah menjdi fasik”. Padahal tidak ada sama sekali kalimat seperti itu dalam kitab al-Mankhul , bahkan menuduh Imam Ghozali mengkafirkan Imam Abu Hanifah, tuduhan tanpa dasar sama sekali bahkan fitnah yang sangat kejam, mengatakan beliau mengkafirkan Imam Abu Hanifah padahal itu tambahan dari orang syi’ah sendiri, dan konteks dalam kitab itupun bukanlah untuk merendahkan martabat Abu Hanifah, buktinya liat nih dalam kitab beliau ihya’ ulumiddin :
    وأما أبو حنيفة رحمه الله تعالى فلقد كان أيضاً عابداً زاهداً، بالله تعالى، خائفاً منه، مريداً وجه الله تعالى بعلمه
    “ adapun Imam Abu Hanifah ra, benar2 seorang yang gemar beribadah dan zuhud terhadap dunia, takut kepada Allah SWT dan hanya menginginkan derajat di sisi Allah dengan ilmunya”
    Apakah dengan ucapan Imam Ghizali di atas, menunjukkan bahwa beliau menganggap Imam Abu Hanifah adalah kafir ???
    Inilah ciri khas orang syi’ah dari dulu, memelintir isi kitab biar sesuai dengan keyakinannya dan selalu berlagak bak orang alim, tapi ilmunya tidak mendukung sama sekali.. ketika diingatkan, ehhhh malah menuduh menfitnahnya…
    @ aldj, mas, orang bodoh tapi mengakui dirinya bodoh itu lebih baik dari orang bodoh yang tidak mengakui bahwa dirinya bodoh…. anda tidak akan pernah selevel dengan orang sunni yang diskusi disini, klo pun diterusin akan semakin keliatan kebodohan anda…
    Sorry agak kasar, lagian anda sih gak mau sadar2 juga ….

  25. Awam mengatakan:

    Koq wahabiyun keukeuh enggak nerima kalo tabaruk itu memang ada dalam islam.???
    jawabannya ada dua,
    1. Mungkin karena belum faham tentang hukum tabaruk itu sendiri.
    2. Mungkin hatinya udah tertutup sehingga tidak mau menerima Haq.

    Karena jawabannya ada dua, maka timbulah pertanyaan lagi…
    jawaban manakah yang lebih tepat untukmu wahai para wahabiyun, dari dua jawaban tersebut…???? Monggo dijawab..!!!

    @ untuk Forsan dan para asatidz ASWAJA., semoga Alloh Ta’ala limpahkan Rohmat dan kekuatan-Nya untuk terus berjuang membela Dinul Haq…

  26. ZEID mengatakan:

    Ya Akhuwani tabarruk selain kepada rasul dan anbiya ngga boleh bukti nya ga ada sahabat yg ber tabaruk ke pada Khulafa Allah Alrashidin kalo emang ada tolong sebut kan!!!

    dan soal ziarat kubur ana juga minta maap ternyata ana salah
    jazamkum Allah khiran

    @Cah Enjeporo:
    :tdk ada diantara kami yg beri’tiqod wali / org sholeh yg kita ambil berkah darinya menyamakan kedudukannya dg nabi muhamad saw, karena kita juga tahu beliau saw adlh makhluq yg paling mulya tiada bandinganya. Tentunya bertabaruk dg nabi sama bertabaruk dg wali/org sholeh hasilnya tentu tidak sama. Tapi bukan berarti syirik spt apa yg ntm katakan diatas!

    Akhui itu emang kerna ga sama pangkat nya Wali Allah Manusia biasa mrk di kasih ilmu untuk mengajar kan kita

  27. ZEID mengatakan:

    akhina itu cerita bukan ajaran beda nya besar dan alhamdulilah ngga ada ajaran soal ini hanya cerita2x tentang mrk dan juga cerita nya Imam shafe’i berdoa di kubur nya Imam hanaf’i ini semua cerita ngga ada usul ajaran nya dari mrk

    dan akhina jawaban soal nya akhina di atas di comment ana Mrk adalah org2x yg berjalan Dgn Quran AL Karim dan Sunnah nya Muhammed Alihu Sholat Wassalam

  28. aldj mengatakan:

    @zeid
    ini salah satu dalil meminta pertolongan/tabaruq kpd selain allah n rosulnya
    Qs;An naml 38-40
    38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
    39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”
    40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

    perhatikan bhw sulaiman as pd saat itu tdk meminta tolong kpd allah.
    melainkan meminta tolong kpd orang lain,ini dalil yg menunjukan meminta kpd orang lain bukan lah suatu kesyirikan,sbgm yg anda tuduhkan.
    Syirik adalah urusan hati,selama dihatinya tdk menyekutukan allah maka dia terbebas dr syirik.
    Allah memberikan kemuliaan trhdp orang yg berilmu,adlh utk menunjukan kebesaran allah,n orang yg berilmu tsb adalah salah satu jalan utk manusia agar dpt mendekatkan dirinya kpd allah swt
    ini sesuai dgn ayat
    Qs;Almaidah 35.
    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

    dalil berikutnya
    Ibn Abu al hadid al-mu’tazili dlm syarah nahju al baghah juz 16,hal 211,dia mengutip pidato sayyidah fatimah az zahra;”segala puji bagi allah yg karena keagungan Nya,cahaya Nya mewajibkan semua mahluk yg ada dilangit n dibumi utk mengambil perantara.Dan kami adalah perantara mahluk Nya

    sebenarnya ayat quran yg sy sampaikan ttg syafaat sdh menjadi dalil kuat,bhw yg memberi syafaat adalah mahluk allah yg mulia.
    klu pun itu berbeda ttg tabaruq n syafaat,tp intinya sama sj,bhw yg memberi ampunan adalh mahluk allah,bknkah menrut pemahaman anda meminta pengampunan selain kpd allah jg suatu kesyirikan?
    perhatikan baik2 n berfikirlah,hilangkan kefanatikan

    salam..

  29. walhashil mengatakan:

    wahai org2 yg ingkar akan tabarruk,tawassul,tahlil dll,..kthuilah julukan yg pas&layak bt kalian adlah:
    الكبر بطر الحق وغمط الناسCAMKAN ITU..

  30. aldj mengatakan:

    @all
    mohon dimaklumi aja si @elfasi

  31. WAHYU mengatakan:

    @ Zeid :kamu ini bukan ahlusunah dc…..mzh cinta ma wahabi??

  32. WAHYU mengatakan:

    @ Wahyu : wahyu kerna wahabi extreem km manggil mrk bukan ahlul sunnah ???

    kita kita yg di arab manggil ajaran nya Forsan dan lain2x nya di sini i ajaran jahiliah pass mantap

    jadi ana wahabi untum kaum jahiliah.
    Imam shafe’i berdoa di kubur nya Imam hanaf’i ini semua cerita ngga ada usul ajaran nya dari mrk

    Maap Imam Shaf’ei bertabarruk di kuburan nya imam hanafi’ ini cuma cerita ga ada usul ajaran nya dari Imam Shafe’i

  33. ZEID mengatakan:

    @ Wahyu : wahyu kerna wahabi extreem km manggil mrk bukan ahlul sunnah ???

    kita kita yg di arab manggil ajaran nya Forsan dan lain2x nya di sini i ajaran jahiliah pass mantap

    jadi ana wahabi untum kaum jahiliah.

    Imam shafe’i berdoa di kubur nya Imam hanaf’i ini semua cerita ngga ada usul ajaran nya dari mrk

    Maap Imam Shaf’ei bertabarruk di kuburan nya imam hanafi’ ini cuma cerita ga ada usul ajaran nya dari Imam Shafe’i

  34. ZEID mengatakan:

    @ Wahyu : Maaf mas, bukannya anda dilarang adik anda diskusi disini karena mengajari orang jahil, tapi karena mereka tau anda gak akan bisa menjawab diskusi ini. Biar gak tambah keliatan bodohnya… Lihat Selengkapnya….

    ukhti maap ana bukan bodoh tapi sayang sama untum jadi ana comment kita sama Rasul Allah Muhammed Alihu Salam di ajar kan untuk tawakul dan berminta sama Allah segala nya di Dunia ini

    di keluarkan dari ajaran nya Manusia ke pada Ajaran nya Allah dan waktu ukhti bilang kita berTabarruk ke pada wali Allah boleh ana kaget kok bisa kita kembali lagi ke zaman nya jahliah

    dan dalam cerita nya ukhti soal shafe’i sesudah imam ahmed ngebaca surat nya dia langsung berbuka baju nya dan si rabi langsung kembali ke shafe’i kerna semua nya ada kaitan nya dgn Nabi Allah Muhammed Alihu Salam

    dan ini cerita bukan ajaran setahu ana semua ajaran yg ada faidah nya dalam agama islam ada kestujuan ijma dari para ulama tapi hal tabaruk kok ngga ?????

    jadi ana minta tolong ngasih satu cerita dari zaman nya kalo sahabat mrk bertabarruk ke pada khulafa Allah Al Rashidin

  35. WAHYU mengatakan:

    @ Zeid : wah benerkan Zeid wahabi coz di yaman malah banyak wahabinya…..

    alhamdulilah ngaku juga…

    tapi parah masa Forsan dan tmn2nya kaum jahiliah??wah berat niy omongan….ga bz tinggal diem…

    ok lah…..saya mw nanya sama antum Zeid,antum masuk surga karena apa?itu juga klo masuk….

  36. ZEID mengatakan:

    @ wahyu : bukan semua org di Yamen Wahabi

    bukan juga semua di Yamen Muslim tapi ada juga Yahudi nya nasrani nya shiyah nya dan juga Ahlul Sunnah
    🙂 Wahabi termasuk ahlul sunnah tapi mrk extreem kuat dalam agama nya .

    kita semua masuk surga kerna Rahama nya Allah SWT emang nya kenapa?

  37. WAHYU mengatakan:

    @ Zeid : rahmat allah itu berbentuk apa??

    masa tiba2 allah lngsung kasihan sama km??klo km bnyk doza ayo??

    jawab dgn jujur….
    ane ga mau main2 ini bner serius…ane mw tau ente bodoh?atau emank dengki ma qta di indonesia??

    wahabi kata syapa ahlu sunah??mazhab yg dia pake apa fathy??ahlus sunah cuma 4 mazhab ga da mazhab wahabi??

  38. ZEID mengatakan:

    @ Bentuk rahmah nya Allah Subhanuh Wattalla byk di Dunia ini!!

    Wallah wa Rasullih Alam beha

    Wahyu ini kedua kali ana bilang antara ana sama Allah tolong jgn ikut campur nt ngga kenal sama ana ngga hidup sama ana bisa mekafikar saya dan bilang ana byk dosa nya dari mana ? …

    Wahabi berasal dari Salafi Dua Dua nya Ahlul Sunnah Waljammaah

    ane ga mau main2 ini bner serius…ane mw tau ente bodoh?atau emank dengki ma qta di indonesia??

    ana pernah bilang ahlul sunnah di indonesia dua satu berjalan bener satu nya lagi suka sama bida’ah nya ahlul shi’ah

    iya ana bodoh🙂 biar nt seneng aja

  39. WAHYU mengatakan:

    Zeid : kan kamu itu dah tau rahmat allah luas….

    truz contohnya apa??bz kazih contoh???kalau qta masuk surga krn rahmat allah yg begitu luas…

    fathy rujukan mereka salafi wahabi masuk ahlu sunah dalilnya mana??syafe’i??subuhnya ga pake qunut….hambali??abu hanifah?maliki??tolong dong kazih tau ane rujukannya??…
    ane lom prnh mnkafirkan kamu fathy?ane diajarin ga boleh gitu….

    ane cuma mw meluruskan…klo antum cinta ma nb..ga boleh antum nyakitin hati nabi…dgn mngatakan ahlusunah di indonesia itu ahlul bid’ah…get00??ga da 2 mereka antum k0 bz nebag??

    truz antum bilang saya ikut campur urusan antara allah dg kamu??sy cuma mw tanya…cp bilang km bnyk doza?sya cuma berandai…sy juga bnyk dozanya.

  40. ZEID mengatakan:

    @ Wahyu😀 gitu dong mau comment🙂

    Rahmah nya Allah di Dunia ini byk bentuk nya ya akhui

    tapi kalo rahmah Allah kita masuk surga ada cerita nya org yg membunuh 98 org terus ketemu sama prist prist nya bilang maap membunuh org ga ada tobat nya dia membunuh prist juga terus org nya menjalan menuju ke shiakh kata nya shiakah kalo mau bertobat brgkt lah ke gunung tertentu …

    sepembunuh brgkt ke gunung tertentu dan mati dalam perjalanan malaikat bingung masukin nya ke jahanam atau surga Allah bilang ukur prejalanan nya nya dia Ternyaata dia ngga sampai setengah perjalanan Allah Subhanuh Wattala mendekat kan gunung tertentu biar sepembunuh (yg bertobat masuk ke surga )

    byk cerita rahmah nya Allah dan akhui Wahyu Allah SUbhanuh Wattala berjalan dgn mysterious kita manusia ga bakal ngerti🙂

    Semua yg berjalan agama nya dgn Al Quran AL Karim dan Sunnah nya Nabi Allah Muhammed Alihu salam Ahlul Sunnah Waljamaah jadi Wahabi apa ya Wahyui ????

    ya WAhyui yg menyakit kan lebih itu untum menambahai ajaran nya Nabi Allah Muhammed kita ini ahlul sunnah waljammah mempercayai kalo ajaran nya muhammed tamat waktu dia menrima ayat tertentu apa itu ayat nya ???

    terus kalian mau menambah nya ???

    Ingat lah ini AGAMA ASAL NYA DARI ALLAH SUBHANUH WATTALA DAN KALIAN CEMBURU SAMA YAHUDIN DAN NASARAH mrk mempunia hari kelahiran nabi nya kita harus mempunia hari itu juga mrk boleh berbarakah ke pada Priest nya mrk kalian juga mau hal ini

    kpn kalian mau mempalajari agama islam kalo ngelihat kepada mrk ???

    WALLAH AGAMA ISLAM DEEN LAEN (GAMPANG TERUBAh) TAPI MENGUBAH NYA HARAM KERNA UDAH SEMPURANA

    ana bilang kalo mrk ada dua kerna satu nolak beda’ah satu nya menstujui hal hal yg di kerja kan sama ahlul bida’ah (Shi’ah)

    Shia’ah terkenal kalo mrk Ahlul bida’ah kalo nt nggak mengtahui

    ya Wahui kalian bukan kafir cuma kurang dgn mempercaya kuasa nya Rabi Alamin Allah mempunya 99 nama gunakan nya untuk meminta sama dia🙂

    Wahyui saya pernah mencerita kan cerita dari Zaman Ummar RA di mana Ummar Ra berjalan dan mengetemui org2x berbaia’ah di pohon baiah Khalifah ALlah menuruh memotong pohon nya dan membakar nya takut dgn bead’ah

    AKhui pohon itu dan baiah kepada Rasul ALlah ada dalam sejarah ISlam tapi ajaran nya ngga dan khalifah ALlah Ummar RA takut ada beada’ah di masa depan dia mempotong nya

    ini nama nya mencegah bida’ah kerna cerita 2x dari mrk yg berhubungan dgn beda’ah selain ini hanya membasmi nya Ahlul Bida’ah (murtadin )

  41. WAHYU mengatakan:

    @ Zeid : aduh…..zuzah ya????

    siapa yg nambahin Zeid sayang…..antum ga kenal hukum nasaihk wa manshuh ya?

    qta ga meniru yahudi atau nasrani bahkan syiah….qta meniru ulama yg ulama tersebut belajar kepada gurunya sehingga bersambung sama rasulullah…..

    adpun perbedaan adat ga jadi masalah selama tdk menyimpang dalam syariat..itupun smua bersumber dr a;quran dan hadizt,,,wlaupun do’if…..

    antum cerita tentang seseorg yg mninggal tobat krn membunuh 99 org??cerita antum itu mzh meleset dr aslinya…ketika dia mw bertobat..dia ingin menemui ulama…..dan dihitung langkahnya setelah taubatnya jauh dr langkah menuju ulama tersebut…makanya allah memberi rahmatnya krn org itu mw bertobat dgn ktemu ulama…

    antum ga bz koclok begitu aja zeid menuduh ahlu sunah bid’ah…MEMANK PENGERTIAN BID’AH APA??????SESUATU YG TDK ADA DI ZAMAN NB SEMUA BID’AH??ENTE KOCLOK….LIAT SELURUH HADIZT INI …..SMUA BID’AH SESAT DAN SUDAH PZTI ADA LARANGAN DR BID’AH TERSEBUT ALQURAN DAN HADIZT….kaya macem solat pake bhs indonesia…itu br bid’ah krn nb bilang “shlatlah kalian mngikutiQ”….sedangkan ziarah,maulid,zikir,tahlil,solat taraweh….ADA DALIL GA YG MELARANGNYA???PAHAM NT??

    DAN TERAKHIR SAYA TANYA…..ENTE PERCAYA AKAN SYAFAAT ??APAKAH CUMA NB AJA YG BZ NGAZIH SYAFAAT??UMAT NB MUHAMAD MILYARAN TAU???MANA MW NEMUIN KAMU SATU2 APALAGI YG GA PERCAYA SAMA SYAFAAT KAYA KAMU??KEBURU KAMU KE NERAKA…

  42. ZEID mengatakan:

    qta ga meniru yahudi atau nasrani bahkan syiah….qta meniru ulama yg ulama tersebut belajar kepada gurunya sehingga bersambung sama rasulullah…….. See More

    maap kalian meniru nasrani dgn meminta barakah dan maulid ,awal nya maulid di sejarah islam kerna mrk mengikuti nasarah dan yahud🙂

    tolong kasih bukti hadeth2x dan lain nya dari Rasul Allah Muhammed ,shabat ,tabain dan tabau tabain soal ini maulid,tahlil. tabaruk dan lain 2x nya dari hal bida’ah atau shia’yah

    jgn ambil source dari shiah🙂

    antum ga bz koclok begitu aja fathy menuduh ahlu sunah bid’ah…MEMANK PENGERTIAN BID’AH APA??????SESUATU YG TDK ADA DI ZAMAN NB SEMUA BID’AH??ENTE KOCLOK….LIAT SELURUH HADIZT INI …..SMUA BID’AH SESAT DAN SUDAH PZTI ADA LARANGAN DR BID’AH TERSEBUT ALQURAN DAN HADIZT….kaya macem solat pake bhs indonesia…itu br bid’ah krn nb bilang “shlatlah kalian mngikutiQ”….sedangkan ziarah,maulid,zikir,tahlil,solat taraweh….ADA DALIL GA YG MELARANGNYA???PAHAM NT??

    pengertaian beda’ah semua hal agama yg ngga ada hubungan nya dgn ajaran Rasul Allah Muhammed Alihu Sholat Wassalam kalo nt ngga tahu🙂

    buat apa ada dalil mengharam nya kalo emang ngga ada yg melakakukan nya🙂 jadi org jgn emosi

    soal nya juga terlalu bodoh masa ada dalil melarang nya kalo ngga ada yg melakukan nya

    wah kalo cerita itu ngga puas km ada lagi cerita nya seorg lelaki yg mengasih air ke pada anjing yg haus🙂 kalo perlu ana ceritain

    byk akhui cerita2x Rahmah nya Allah Subhanuh Wattala

  43. WAHYU mengatakan:

    @ Zeid : udlah…kedengkian ud ada dalam hatimu hidayah sulit untuk masuk….

    ane cuma pesen sama kamu…jgn musuhi ulama…berat tanggungannya…mereka adl pewris para nb…

    ane cuma berdoa..org yg ga suka ma qta…cepet2 diberi taufik…rahmat allah begitu luas…jgn puas cuma semangkuk……..

    smoga allah memberi hidayah kpd qta umatnya rasulullah saw..

    yallah bittaufik hatta naufik…amin^_^

  44. ZEID mengatakan:

    @ wahyu :DAN TERAKHIR SAYA TANYA…..ENTE PERCAYA AKAN SYAFAAT ??APAKAH CUMA NB AJA YG BZ NGAZIH SYAFAAT??UMAT NB MUHAMAD MILYARAN TAU???MANA MW NEMUIN KAMU SATU2 APALAGI YG GA PERCAYA SAMA SYAFAAT KAYA KAMU??KEBURU KAMU KE NERAKA…

    yg ngasih syfat hanya Allah🙂 Rasul Allah Muhammed meminta agar kita di syfata kan sama Allah

    Beda nya besar🙂

  45. ZEID mengatakan:

    @ Zeid : Amin…

  46. cah njeporo mengatakan:

    @zeid: ana sangat menghargai dan ta’ajub sm antm yg mahu mengakui jika ada kesalah fahaman bukan spt lainya yg ngotot dg pendapatnya sndiri tanpa didasari dg dalil. Tapi masih ada kesalah fahaman satu lagi yg antm blm mengakuinya yaitu “Imam Syafi’ ngga ngajar atau nyuruh kita untuk Tabarruk, ana tahu kerna semua ajaran agama ana ambil dari dia.” Bukankah kita sudah mencantumkan perkataanya imam syfi’i ?? antm jwb dulu aja pertanyaan ini perhatikan lagi lafadz من أراد التبرك(barang siapa yg BERKEINGINAN MENCARI BERKAH) anjuran untuk mncari berkah bukan dr imam syaf’i???jawabanya: ya / tidak. Antum pilih salah satu
    Kalau ntm jwb ya, berarti antm emg fasih bhs arab spt pengakuan anda sndiri, jika antm jwb tidak, berarti antm kurang begitu memahami ajarannya imam syafi’i.
    Jika antm jwb itu untk silatur rahim, tlong sebutkan perkataanya imam syafi’i, supaya jadi jelas dn gamblang!!,.

    And mnlis: Akhui itu emang kerna ga sama pangkat nya Wali Allah Manusia biasa mrk di kasih ilmu untuk mengajar kan kita
    Jwb: wah, tambah semakin jelas bahwa diperbolehkan tawasuL klo ntm mgatakn spt itu. Coba prhtikan lgi cment ntm diats. Yg antm permasalahkan kn jika menyakini atau menyamakan pangkatnya org sholeh/wali tsb spt kedudukan nabi saw. Kita kan tdk prnah menyakini spt itu, BERARTI BOLEH KAN???

    apanya yg kurang jelas, para sahabat bertabaruk, apakah ini tdk bisa d buat hujjah?? Lihat sydna aly kr. Mencium tangan dan kakinya sydn abbas ra. padahal sydn abbas bukan trmasuk nabi(adabul mufrod 144)

    begitu juga zaid bin tsabit mencium tangan ibn abbas (HR Hakim 5808) sehingga imam syafi’I berkata dg jelas berkata: يسنّ تقبيل نحو الزاهد والشريف والعالم ….الخ disunnahkan mencium tanganya org zuhud, syarif, alim (bugyatul mustarsyidin 296) semuanya ini tiada tujuan lain kecuali mengharapkan berkah dari org tsb, sebgmn yg d trgkn oleh imamul hafidz al’iroqi: “mencium tempat2 yg mulya, tanganya org yg sholeh itu perbuatan baik yg terpuji ditinjau dari segi niat dan tujuannya .

    itu lihat juga kalamnya imam syafi’I, katanya antm pgikut imam syafi’I yg baik, setia dn smua agama antm ambil dr beliau ra??gmn sdh mahu mgikuti beliau.

  47. Kuricak mengatakan:

    Bagaimana kita akan memahami agama secara utuh, kalao baru secuil ilmu yang kita punya udah berani mengharamkan sesuatu tanpa adanya bukti..???
    Yuk ahk bertabarukan..

  48. me mengatakan:

    “Dalam dunia pesantren di tanah air ini, kita sering menjumpai pemandangan di mana para santri saling berebut untuk bisa menghabiskan kopi atau teh dari cangkir sisa gurunya.”

    Seharusnya guru atau kyai itu tidak menyisakan minumannya, sehingga santri2 tidak berebutan kayak gitu.

  49. cah njeporo mengatakan:

    ralat: ma’af ada salah tulis sdikit cment ana diatas.
    يسنّ تقبيل نحو الزاهد والشريف والعالم ….الخ
    nash yg asli spt d bwh ini dan yg berkata imam ibnu hajar, pengikut setia imam syfi’i:
    يسنّ عند الشافعي تقبيل نحو الزاهد والشريف والعالم ….الخ

  50. si miskin ilmu mengatakan:

    Zeid ini kok sudah tau neraka duluan ya….klo Alloh Dg rahmatnya yg luas ngasih ampunan ke kt berarti zeid suudzon pada Alloh Dunk…..

  51. Kuricak mengatakan:

    Hehehehehe… Sadarlah wahai yang anti tabaruk…!!!!

  52. dayak mengatakan:

    @zeid :
    .qta meniru ulama yg ulama tersebut belajar kepada gurunya sehingga bersambung sama rasulullah.
    jwb : klo blh tau siapa2 aja ya guru syekh muhammad bin abdul wahab sampai ke rosululloh…….. ?????

  53. kharel mengatakan:

    Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada setiap muwahhid (yang mengesakan Allah), nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab, Jika mereka jujur, mestinya mereka mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya yaitu Muhammad. Betapapun begitu, ternyata Allah menghendaki nama wahabi sebagai nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari nama-nama Allah yang paling baik (Asmaa’ul Husnaa).
    Jika shufi menisbatkan namanya kepada jama’ah yang memakai shuf (kain wol) maka sesungguhnya wahabi menisbatkan diri mereka dengan Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu Allah yang memberikan tauhid dan meneguhkannya untuk berdakwah kepada tauhid.

  54. iwih mengatakan:

    ass..percuma juga debat sama kaum wahabi,pikirannya terlalu sempit. otak dan hatinya gk bs terbuka lebar.selalu merasa dirinya plg benar.hampir di semua kampus2 dimasuki.tidak pernah memikirkan apakah yang diajarkan ustadz2nya sudah benar atau salah?!asal tahu aja,di ASWAJA tidak pernah diajarkan menghina baik orang yang alim maupun sesama.selalu mengajarkan husnudzon,kebersihan hati dr penyakitnya..klo ajaran ente para wahabi memang betul,dan setelah ente meninggal.silahkan saja pukul kepala sy..apakah anda berani membuktikan????sy tdk butuh penjelasan dari anda tp hny bth bukti..

  55. wong Djowo mengatakan:

    @ kharel

    Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada setiap muwahhid (yang mengesakan Allah), nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab, Jika mereka jujur, mestinya mereka mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya yaitu Muhammad

    he.. he.. itu alasan kuno pak!
    jika sampeyan mau jujur
    bukankah pendiri madzhab Syafii namanya juga MUHAMMAD, lengkapnya
    Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’
    lalu kenapa tidak disebut madzhab MUHAMMADI, malah disebut mahzhab SYAFI’I

    contoh lagi, madzhab HANBALI, pendirinya AHMAD bin HANBAL.
    kenapa tidak disebut madzhab AHMADI?
    😦😦
    belajar lagi.. belajar lagi…!

  56. kharel mengatakan:

    Insya Allah,,jika wahabi adalah mereka yang selalu mengerjakan setiap ibadah yang diajarkan Rasulullah,dan selalu menghindari/tidak mengerjakan ibadah apapun yang tidak di ajarkan rasulullah,maka saya adalah seorang wahabi…sya cukupkan diri ini dengan kesempitan (hanya)islam dari rasulullah,,,karena saya takut jika saya mengikuti ijtihad dan melakukan ibadah yang tidak pernah diajarkan oleh rasulullah maka malaikat akan mencatat saya sebagai orang yang tanpa sadar mengaku nabi (karena membuat peribadatan/syariat baru)…ya allah..sungguh cintaku kepadaMU dan kepada rasul Mu melebihi apapun di dunia ini..karena itulah aku tidak berani sedikitpun melakukan peribadatan yang tidak pernah diajarkan oleh Mu dan Rasul Mu ya Allah…

  57. cah njeporo mengatakan:

    @zeid: and mnlis: jadi ana minta tolong ngasih satu cerita dari zaman nya kalo sahabat mrk bertabarruk ke pada khulafa Allah Al Rashidin

    Baik kami akan bawakan cerita tentang sahabat yg bertabaruk kpd khulafa’ur rosyidin.
    Tapi Sblm kami bawakan cerita trsbt, ana mahu tanya sama antm dulu, jika kalau memang benar ada sohabat yang bertabaruk kpd pembesar sahabat sayidina abu bakar, gmn? Apakah antm mahu percaya dg tabaruk atau masih bersi keras mengatakan kpd kita musrik ????? jika antm jwb akan mengakui kebenaranya, kita akan bawakan cerita tentng sahabat bertabaruk dg sayidina abu bakar. Kalau kamu masih ngotot aja za percuma mahu d bawakan seribu dalil pun tetap ga’ percaya.

  58. Kuricak mengatakan:

    Mungkin lebih tepatnya Wahabiyun itu bukan sempit otak dan hatinya tapi tidak punya otak dan hati, buktinya kalo diskusi/debat malah ga nyambung dan jawaban mereka selalu sama (copas kali),. sebab kalo emang punya otak dan hati pastilah bisa memilih yang haq dan meninggalkan yang bathil.

  59. riariani mengatakan:

    @ kharel
    secara tidak langsung antum menuduh khulafaurrosidin membuat peribadatan baru atau syari’at baru atau menjadi nabi palsu…

    pertanyaan ana buat antum, apakah ente muslim???

    nb; biar ente tahu, WAHABI BUKAN DARI GOLONGAN SALAFUSSOLEH………gitu koq di anut…..

  60. riariani mengatakan:

    @ kharel
    hayoo…….mau kabur..
    liat si kharel mau kabur..

    semoga ente segera bertaubat…do’a santri aswaja buat ente semua wahabi…
    al fatikhah….

  61. Kuricak mengatakan:

    @ Kharel
    ya allah..sungguh cintaku kepadaMU dan kepada rasul Mu melebihi apapun di dunia ini..karena itulah aku tidak berani sedikitpun melakukan peribadatan yang tidak pernah diajarkan oleh Mu dan Rasul Mu ya Allah..

    Ana mau nanya ente sekolah tidak..?
    Apakah sekolah temasuk ibadah (amalan berpahala)..?
    Apakah sekolah dilakukan atau diajarkan system yang ada jaman sekarang oleh Nabi..?

    kalo ente udah punya anak jangan sekolahin.. Ok!!!???

    dan sebetulnya omongan ente ini bukan pada tempatnya, sebab sekarang sedang membahas tabaruk

  62. cah purwodadi mengatakan:

    @zeid n sekutunya…diantara rhmt allah SWT yg sngt luas,nt wa ashabak diksh kesempatan membaca artikel* forsansalaf n bs mengkajinya…lbh dr itu Allah SWT msh mmbuka pintu taubatNya ketika antum brpaling dr kebenaran* yg sdh nampak jls dihadapan antum smua.Marilah lbh bnyk lg belajar dg talaqqi/dr guru* yg silsilah perguruannya jls,bkn hny belajar dr ktb terjemahan ataupun copy paste…yuk bljr bareng8 ma FORSANSALAF ,coz pendirinya sdh jls sanad perguruannya.Jazakumullah khoiron kastiron FORSANSALAF smg semakin jaya…amin.

  63. Moza mengatakan:

    eh mas yg ngaku udh mmpljari ajran Imam Syafi’i tp g PAHAM masalah tabarruk,spt uraian d atas jo rumongso pinter, turuo ae. Wassalam

  64. cah njeporo mengatakan:

    mana ini si zeid dan teman2nya, kok g muncul lagi?? apa sudah sadar za, karena dalil tabaruk sangat jelas dn gamblang.Alhamdulillah kalau begitu.

    @zeid: ini ana bawakan cerita sahabat yg bertabaruk/tawasul dengan paling agung2nya sahabat, yaitu abu bakar as-shidiq.
    (bertabaruk dan tawasul hakikatnya sama, hanya sebagai perantara dg mutabarok bih dan tetap berkeyakinan yg bisa memberi manfa’at dn madhorot hanya allah swt. mausu’ah yusufiyah 154)

    Imam al-yafi’i menyebutkan dikitab roudhur riyahiin, begitu pula imam alqostholani didlam kitab mawahib, dan berkata imam az-zarqoni d dlm kitab syarah mawahib 3/157 :
    Diceritakan dari syidina abu bakar as-shidiq beliau berkata: “ketika kami sedang duduk dimasjid, tiba2 datang seorang laki2 yang buta dan memberi salam kpd kami dan kamipun menjawab salamnya, terus kami mempersilahkan duduk dihadapan nabi Muhammad saw. Kemudian dia berkata: “siapa yg akan memenuhi hajatku karena kecintaanya kpd nabi Muhammad saw ?
    Sayidina abu bakar berkata: apa hajatmu ya syekh?? Aku mempunyai keluarga, sedangkan aku tdk mempunyai sesuatu yg dijadikan makan oleh keluargaku, dan aku ingin orang yg memenuhi hajatku ini karena cinta kpd nabi Muhammad saw. Jwbnya sang syekh.
    Kemudian Sayidina abu bakar yang cintanya kpd nabi seutuhnya langsung berdiri dan berkata: aku yang akan memberi makanan untk keluargamu dan memenuhi hajatmu karena cinta kpd nabi Muhammad saw. Apakah ada hajat yg lain? Ya ada, aku mempunyai anak perempuan dan aku ingin menikahkanya semasa hidupku karena cinta kpd nabi Muhammad saw.
    Lagi2 sydna abu bakar berkata: aku yg akan menikahinya semasa hidupmu ya syekh karena cinta kpd nabi Muhammad saw. Apakah ada hajat yg lain? Ya, aku ingin menaruh tanganku dibagian tubuhnya syaibah abi bakar as-shidiq karena cinta kpd nabi Muhammad saw.
    Maka Sayidina abu bakar bangkit lagi dan menaruh jenggot mulyanya ditangan syekh yg buta tadi sambil berkata: peganglah lihyahku / jenggotku ini ya syekh karena cinta kpd nabi Muhammad saw. Kemudian org buta tadi memegangi lihyahnya sydna abu bakar sambil berdo’a: ya Allah aku memohon kepadamu DENGAN SEBAB KEHORMATAN SYAIBAH ABI BAKAR AS-SHIDIQ, MAKA SEMBUHKNLAH DARI BUTAKU INI.
    Subhanallah, Allah menyembuhkan penyakit butanya.
    Kemudian Malaikat Jibril datang kpd nabi Muhammad saw dan berkata: ya Muhammad, Assalam yuqriukas salam (Allah memberikan salam kepadamu) dan megkhususkanya dengan penuh penghormatan kpdmu. Dan Allah swt berkata kepadamu: seandainya semua orang yg buta mahu bersumpah kepadaku dengan sebab/berkah kehormatan sayidina abu bakar, maka aku akan mengembalikan penglihatanya sehingga tidak ada dimuka bumi ini org yg buta. (syarhul mawahib 3/157)

    Perhatikan all penentang tabaruk, org buta disembuhkan dari butanya berkah dari sayidina abu bakar as-shidiq. Dengan memegang jenggot mulyanya syaibah abu bakar ra.

    oh ya, ini tampilkan teks/nashnya jika ada kesalahan supaya bisa dibenarkan.

    ذكر الإمام اليافعي في روض الرياحين ونقل عنه القسطلانى في المواهب ، وقال الزرقانى في شرح المواهب 3 ص 157 ، عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه انه قال :
    بينما نحن جلوس بالمسجد وإذا نحن برجل أعمى قد دخل علينا وسلم فرددنا عليه السلام وأجلسناه بين يدي النبي صلى الله عليه وسلم فقال : من يقضيني حاجة في حب النبي صلى الله عليه وآله وسلم ؟ فقال أبوبكر رضي الله عنه : ما حاجتك يا شيخ ؟ فقال : إن لي أهلا ولم يكن عندي ما نقتات به ، واريد من يدفع لنا شيئا نقتات به في حب رسول الله صلى الله عليه وآله . قال فنهض أبوبكر الصديق رضى الله عنه وقال : نعم أنا أعطيك ما يقوم بك في حب رسول الله صلى الله عليه وسلم . ثم قال : هل من حاجة اخرى ؟ فقال : نعم إن لي ابنة اريد من يتزوج بها في حياتي حبا في محمد صلى الله عليه وسلم فقال أبوبكر رضي الله عنه : أنا أتزوج بها في حياتك حبا في رسول الله صلى الله عليه وسلم هل من حاجة اخرى ؟ فقال : نعم اريد أن أضع يدي في شيبة أبي بكر الصديق رضي الله تعالى عنه حبا في محمد صلى الله عليه وسلم . فنهض أبوبكر رضي الله عنه ووضع لحيته في يد الاعمى وقال : امسك لحيتي في حب محمد صلى عليه وسلم . قال: فقبض الاعمى بلحية أبي بكر الصديق رضي الله عنه وقال : يا رب أسألك بحرمة شيبة أبي بكر ألا رددت علي بصري .
    قال : فرد الله عليه بصره لوقته ، فنزل جبريل عليه السلام على النبي صلى الله عليه وسلم وقال : يا محمد السلام يقرئك السلام ، ويخصك بالتحية والاكرام ، ويقول لك : وعزته وجلاله لو أقسم عليّ كل أعمى بحرمة شيبة أبي بكر الصديق لرددت عليه بصره ، وما تركت على وجه الارض أعمى

    Wahai zeid, ana aja mahu ngaku kalau masih belajar, tidak spt antum yang katanya fasih dlm bhs arab, tapi ketika ditanya tentang perkataanya imam syafi’i قال الشافعي رضي الله عنه من أراد التبرك eh, smpai skrg blum d jawab! padahal ana nunguin jawaban antm sdh seminggu yg lalu seakan-akan sdh nunggu 2 tahun. hehehe

    Mana za zeid? Kok ga’ muncul lagi?? Apa dimarahi adiknya za gara2 g faham perkataanya imam syafi’i ??
    Saran ana kepadamu zeid, jika kamu bawa celurit, maka sebaiknya ntm beljar caranya memainkan celurit tsb supaya tdk memenggal kepalamu sndiri.
    Semoga allah menunjukkan jalannya yg lurus kpd kita semua.amin

    skrg kita lihat reaksi dr si zeid, yg mana dia menentang tabaruk, ktanya imam syafi’i tdk mengajarkan. dan kita sdh membuktikanya bahwa imam syafi’i juga mengajarkan tabaruk. terus zeid beralasan lagi meminta hikayat sahabat yg bertabaruk selain nabi, mk kita pun juga membuktikanya dg dalil2 yg kuat.

  65. El_Muhibbin mengatakan:

    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرين
    “Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi (malam lailatul qadr) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (Q.S. ad-Dukhan:3)
    Ini ana copast dari forsan untuk menjelaskan bahwasannay kenapa Al-Qur’an diturunkan pada pada bulan Ramadhan BUkan bulan2 lainnya…?. Dikarenakan bulan Ramadhan adalah bulan suci dan juga bulan yang pebuh barakah dan disitulah kenapa Allah S.W.T menuruankan Al-Qur’an karena Al-Qur’an Adalah KALAMULLAH yang suci yang juga penuh dengan barakan seperti halnya bulan Ramadhan.

    Sahabat Anas r.a. menceritakan bagaimana para sahabat bertabarruk dengan rambut Rasulullah SAW:
    عن أَنَسٍ قال لقد رأيت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالْحَلَّاقُ يَحْلِقُهُ وَأَطَافَ بِهِ أَصْحَابُهُ فما يُرِيدُونَ أَنْ تَقَعَ شَعْرَةٌ إلا في يَدِ رَجُلٍ ، رواه مسلم وكذا رواه احمد والبيهقي في السنن الكبرى
    “Aku melihat tukang cukur sedang mencukur Rasulullah SAW dan para sahabat mengitarinya. Tidaklah mereka kehendaki satu helai pun dari rambut beliau terjatuh kecuali telah berada di tangan seseorang.” (H.R Muslim, Ahmad dan Baihaqi)
    أَنَّ خَالِدَ بن الْوَلِيدِ فَقَدَ قَلَنْسُوَةً لَهُ يَوْمَ الْيَرْمُوكِ ، فَقَالَ : اطْلُبُوهَا فَلَمْ يَجِدُوها ، فَقَالَ : اطْلُبُوهَا ، فَوَجَدُوهَا فَإِذَا هِي قَلَنْسُوَةٌ خَلَقَةٌ ، فَقَالَ خَالِدٌ : اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَلَقَ رَأْسَهُ ، فَابْتَدَرَ النَّاسُ جَوَانِبَ شَعْرِهِ ، فَسَبَقْتُهُمْ إِلَى نَاصِيَتِهِ فَجَعَلْتُهَا فِي هَذِهِ الْقَلَنْسُوَةِ ، فَلَمْ أَشْهَدْ قِتَالا وَهِيَ مَعِي إِلا رُزِقْتُ النَّصْرَ.
    Dari Abdul hamid bin Jakfar berkata : bahwa Khalid bin Walid kehilangan kopyah ketika peperangan Yarmuk, lalu berkata : Carilah!, namun tidak ditemukan, dia meminta untuk mencarinya lagi, dan ternyata didapati berupa kopyah usang, lalu Khalid berkata : “Sewaktu Rasulullah SAW umrah, beliau mencukur rambut kepalanya, maka orang-orang berebut rambut beliau, dan aku bisa mendahului dan mendapat rambut ubun-ubun beliau. Lalu kutaruh rambut itu di kopyah ini. Tidaklah aku menghadiri peperangan dengan membawa kopyah ini kecuali pasti aku menang“
    Ini juga ana copast dari forsan salaf,untuk ana jelasin kepada para pembaca forsan salaf.
    Ana mau nanyak kepada orang orang yang membaca ini, maksudnya orang-orang merebutkan rambutnya Rasulullah S.A.W itu buat apa,buat kenang-kenangan…?.Coba piker…?.Tidak lain mereka hanya menginginkan barakah dari Rambut Rasulullah itu….

    Dan dalam surat Al-Baqarah ayat 248 Allah S.A.T mewahyukan :
    “ Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka, ‘ Sesungguhnya tanda ia (Thalut akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepada kalian. Di dalammnya tredapat ketenangan dari Tuan kalian dan sisa dari peninggalan keluarga Musa san keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh mMalaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagi kalian, jika kalian orang yang beriman. “ ( Al-Baqarah , 2:248 ).
    Dalam ayat diatas dijelaskan juga bahwa bani israil oleh Allah S.W.T sebuat Tabut ( sejenis peti ) yang berisi peniggalan keluarga Nabi Musa A.s dan Nabi Harun A.s. Sayyidina ‘Abdullah bin ‘Abbas menyatakan bahwa Tabut itu berisi tongkat Nabi Musa A.s, tongkat Nabi Harun A.s dan serpihan Taurat yang pecah ketika diletakan oleh Nabi Musa A.s. ( Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, Al-Jami’u Li Ahkamil Qur’an, juz.3, Darul Ihyait Tutarsil ‘Arabi, hal. 249 ).

    Imam Qurthubi menyebutkan bahwa tabut tersebut ditutunkan oleh Allah kepada Nabi Adam A.s dan disimpan olehnya hingga kemudian dampai ditangan bani israil. Selama membawa tabut tersebut, bani israil selalu memenagkan pertempuran dengan orang-orang yang memerangi mereka. Tapi ketika mereka bermaksiat kepada Allah S.W.T , mereka kalah dan Tabut disuri oleh Jalut dan bala tentaranya.( Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, Al-Jami’u Li Ahkamil Qur’an, juz.3, Darul Ihyait Tutarsil ‘Arabi, hal. 247 ).

    Dalam ayat diatas mengajarkan kepada kita dua hal penting yang seharusnya kita laksanakan :
    1. Anjuran untuk menjaga peninggalan orang-orang sholeh.
    2. Izin untuk bertawassul dan bertabarruk dengan peniggalan para nabi dan Kaum Sholihin.

    Cukup dari yang ana comment diatas untuk orang yang mencari kebenaran,bukan mencari pembenaran…

    Dan cukup satu dalil untuk untuk orang yang mencari kebenaran dan tidak akan cukup seribu dalil untuk pencari pembenaran

  66. ZEID mengatakan:

    38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
    39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”
    40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
    ————————————————————————–
    Suliman meminta tolong kepada salah satu prajurit Djini nya🙂

    Nabi Allah Suliman raja ke pada kaum Manusia dan Djins

    dan hal Raja meminta sama prajurit nya itu hal biasa🙂

    Qs;Almaidah 35.
    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

    pada ayat tersebut kita di suruh nyari jln untuk mendekati kepada Allah Subhanuh Wattala dan jln mendekat kan diri kita ke pada Allah SWT dgn amal Soleh ibadat ke pada nya

    =====================================
    Ibn Abu al hadid al-mu’tazili dlm syarah nahju al baghah juz 16,hal 211,dia mengutip pidato sayyidah fatimah az zahra;”segala puji bagi allah yg karena keagungan Nya,cahaya Nya mewajibkan semua mahluk yg ada dilangit n dibumi utk mengambil perantara.Dan kami adalah perantara mahluk Nya

    kok hadeth nya untum bertantangan sama Al Quran ????

    ada puluhan ayat Allah membilang kan kita kalo kita di keluar kan dari ibadat Mansuia dan hal hal yg ngga bergunna ke pada ibadat Allah Subhanuh Wattala

    ada juga puluhan ayat nuruh kita berminta langsung ke pada nya🙂

    apa km ngga membaca Al Quran Al Karim ya Aldj:/

    jgn baca buku fatimah saja kerna buku itu terbukti ngga di lindungi sama Allah SWT kerna buku tersebut kerya manusia

    Walikum salam Wr Wb

  67. ZEID mengatakan:

    @ Wahyu : Aku tdk khawatir jika umat nabi muhamad sampai masyriq jatuh kepada perbuatan syiriq…yg Aku khawatirkan jika umat nabi muhamad jatuh kepada hal keduniawian….

    ( ayat apa nih boss ??? kok ana cari ga ketemu2x ) ngga ada lebih di benci sama Allah Subhanuh wattala kyk shirik

    shirik berbagi macam meminta sama selain Allah …

    shirik mesama kan org atau benda dgn Allah SWT

    shirik mekata kan kalo Rasul Allah Muhammed Alihu Salam bukan Rasul terakhir

    byk macem nya shirik fil Allah

    sekali lagi🙂 tawasul ga ada di agama Sunnah Waljamaah ada nya di Shiyah kalo wahyu masih mau ikutin tolong stop ngaku kalo km ini ahlul sunnah waljamaah

    jalur nya macem2x🙂 sholat dzikir puasa dan lain2x nya🙂 jalur ibadat menuju Allah semua nya ga ada jalur

    Allah SWT dekat ke pada kita dari pada jalur darah ke hati buat apa kita bertawasul

    ya Wahyu SEMUA ajaran yg bukan di ajrain oleh Nabi Allah Muhammed Alihu Sholat Wassalam bida’ah

    dan semua bida’ah syiriq

    mana ada kata 2x menjurus ke syriq kalo emang ngga ada di zaman nya Nabi Allah Muhammed atau Sahabat yg menjalan kan nya

    pikir kenapa ana udah berdoa agar km ngga pengaruh sama shiyah tapi masih ga mau dgr ngomongan nya ana

    yg TEKA BUKAN ANA TAPI NT YA WAHYU

  68. WAHYU mengatakan:

    @ Zeid : oh ya afwan yg tadi diataz hadizt shahih….ane lupa maklum sibuk sama dunia….

    hehe…antum ga berani kan??yah jelas…

    yallah bittaufik hatta naufik…amin^_^

  69. ZEID mengatakan:

    @ Wahyu :

    tolong sebutin hadizt nya yg lengkap rewyah nya dan di buku apa ana bisa dapatin

    ga kok ana biasa aja

    ana pengin dapatin ilmu Islam biar berjalan bener jadi kalo ana salah ana ngaku salah dan berterima kasih ke pada mu (jgn khwatir selagi ana menikutin nya nt dapat pahala )
    AJmain EnshAllah Amin ya Rab

  70. aldj mengatakan:

    @zeid
    dr awal agak susah sy mencerna argumen anda,
    diawali dgn pemberi syafaat(mahluk allah) anda hub dgn sedekah.n anda melenceng jauh dgn apa yg disebutkan dlm alquran.
    kemudian komen anda ttg ayat quran riwayat nabi sulaiman as,jelas sekali alquran mngatakan bhw sulaiman meminta tolong kpd mahluk.hal yg seperti ini sj anda ingkar,apalg riwayat perintah allah kpd mahluknya utk sujud kpd Adam.
    berikutnya adalah hadits yg sy bawakan(fatimah)anda katakan bertentangan dgn alquran?apanya yg bertentangan.
    terakhir almaidah 35
    Anda memberi batasan dlm jln mendekatkan diri kpd allah,yaitu dgn beramal sholeh n ibadah kpd nya.padahal allah tdk memberikan batasannya,dalil apa yg anda punya sehingga anda memberi batasan?.

    kesulitan sy mencerna tulisan anda juga krn bahasa yg anda pakai.
    sy harap ketika anda memaknai suatu riwayat baik quran n hadits jgn keluar dr dalil naqli n aqli,krn menurut sy argumnt anda sedikit tdk nyambung
    ..maaf

  71. ZEID mengatakan:

    @ Ceh Enjeporo : ana minta maap kalo emang ana sakitin nt akhui tetapi soal imam shafei ga ada ajran nuruh kita bertabaruk cuma ada cerita dari org2x dan org2x ini mungkin bohong

    ana aladini wantum aladinakum🙂 ana tahu Allah mempunyai 99 nama untuk meminta terserah nt mau makai tuh nama atau mau tetap ga mau

    ana meminta sama nt dalil sahih bukan dalil shiyah🙂 tolong akhui beda kan antara kita dan mrk .maap akhui ana ga tahu nt shiyah salamu alikum

  72. forsan salaf mengatakan:

    @ zeid dan wahyu, website ini kami buat sebagai sarana untuk diskusi keagamaan secara ilmiah, bukan untuk mainan atau sandiwara. Kami melihat anda berdua adalah orang yang sama, membuat sandiwara dalam bentuk diskusi di sini. Jika anda memiliki satu argument, maka silahkan anda utarakan argument anda secara ilmiah dan tanpa bersandiwara. Namun jika anda tetap saja bersandiwara, maka mohon maaf, kami tidak akan meng-approve komentar anda.

  73. aldj mengatakan:

    @forsan
    apa anda yakin mereka berdua orang yg sm?
    klu sprt itu,berarti sy salah orang dlm berdiskusi,krn @zeid berdiskusi dlm niat yg tdk benar(bkn mencri kebenaran)

  74. wafiquddinilhaqqi mengatakan:

    Muhammad Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –ulama Wahhabi kontemporer yang sangat populer-, mempunyai seorang guru yang sangat alim dan kharismatik di kalangan kaum Wahhabi , yaitu Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, yang dikenal dengan julukan Syaikh Ibnu Sa’di. Ia memiliki banyak karangan, di antaranya yang paling populer adalah karyanya yang berjudul, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, kitab tafsir setebal 5 jilid, yang mengikuti manhaj pemikiran Wahhabi. Meskipun Syaikh Ibnu Sa’di, termasuk ulama Wahhabi yang ekstrim, ia juga seorang ulama yang mudah insyaf dan mau mengikuti kebenaran, dari manapun kebenaran itu datangnya.
    Suatu ketika, al-Imam al-Sayyid ‘Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani (ayahanda Abuya al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki) sedang duduk-duduk di serambi Masjid al-Haram bersama halqah pengajiannya. Sementara di bagian lain serambi Masjidil Haram tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di juga duduk-duduk. Sementara orang-orang di Masjidil Haram larut dalam ibadah shalat dan thawaf yang mereka lakukan. Pada saat itu, langit di atas Masjidil Haram penuh dengan mendung yang menggelantung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan yang sangat lebat. Tiba-tiba air hujan itu pun turun dengan lebatnya. Akibatnya, saluran air di atas Ka’bah mengalirkan airnya dengan derasnya. Melihat air begitu deras dari saluran air di atas kiblat kaum Muslimin yang berbentuk kubus itu, orang-orang Hijaz seperti kebiasaan mereka, segera berhamburan menuju saluran itu dan mengambil air tersebut, dan kemudian mereka tuangkan ke baju dan tubuh mereka, dengan harapan mendapatkan berkah dari air itu.
    Melihat kejadian tersebut, para polisi pamong praja Kerajaan Saudi Arabia, yang sebagian besar berasal dari orang Baduwi daerah Najd itu, menjadi terkejut dan mengira bahwa orang-orang Hijaz tersebut telah terjerumus dalam lumpur kesyirikan dan menyembah selain Allah SWT. Akhirnya para polisi pamong praja itu berkata kepada orang-orang Hijaz yang sedang mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air Ka’bah itu, “Jangan kalian lakukan wahai orang-orang musyrik. Itu perbuatan syirik. Itu perbuatan syirik.”
    Mendengar teguran para polisi pamong praja itu, orang-orang Hijaz itu pun segera berhamburan menuju halqah al-Imam al-Sayyid ‘Alwi al-Maliki al-Hasani dan menanyakan prihal hukum mengambil berkah dari air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu. Ternyata Sayyid ‘Alwi membolehkan dan bahkan mendorong mereka untuk melakukannya. Akhirnya untuk yang kedua kalinya, orang-orang Hijaz itu pun berhamburan lagi menuju saluran air di Ka’bah itu, dengan tujuan mengambil berkah air hujan yang jatuh darinya, tanpa mengindahkan teguran para polisi baduwi tersebut. Bahkan mereka berkata kepada para polisi baduwi itu, “Kami tidak akan memperhatikan teguran Anda, setelah Sayyid ‘Alwi berfatwa kepada kami tentang kebolehan mengambil berkah dari air ini.”
    Akhirnya, melihat orang-orang Hijaz itu tidak mengindahkan teguran, para polisi baduwi itu pun segera mendatangi halqah Syaikh Ibnu Sa’di, guru mereka. Mereka mengadukan perihal fatwa Sayyid ‘Alwi yang menganggap bahwa air hujan itu ada berkahnya. Akhirnya, setelah mendengar laporan para polisi baduwi, yang merupakan anak buahnya itu, Syaikh Ibnu Sa’di segera mengambil selendangnya dan bangkit menghampiri halqah Sayyid ‘Alwi dan duduk di sebelahnya. Sementara orang-orang dari berbagai golongan, berkumpul mengelilingi kedua ulama besar itu. Dengan penuh sopan dan tatakrama layaknya seorang ulama, Syaikh Ibnu Sa’di bertanya kepada Sayyid ‘Alwi: “Wahai Sayyid, benarkah Anda berkata kepada orang-orang itu bahwa air hujan yang turun dari saluran air di Ka’bah itu ada berkahnya?”
    Sayyid ‘Alwi menjawab: “Benar. Bahkan air tersebut memiliki dua berkah.”
    Syaikh Ibnu Sa’di berkata: “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”
    Sayyid ‘Alwi menjawab: “Karena Allah SWT berfirman dalam Kitab-Nya tentang air hujan:
    وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا
    “Dan Kami turunkan dari langit air yang mengandung berkah.” (QS. 50:9).
    Allah SWT juga berfirman mengenai Ka’bah:
    إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبَارَكًا
    “Sesungguhnya rumah yang pertama kali diletakkan bagi umat manusia adalah rumah yang ada di Bekkah (Makkah), yang diberkahi (oleh Allah).” (QS. 3:96).
    Dengan demikian air hujan yang turun dari saluran air di atas Ka’bah itu memiliki dua berkah, yaitu berkah yang turun dari langit dan berkah yang terdapat pada Baitullah ini.”
    Mendengar jawaban tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di merasa heran dan kagum kepada Sayyid ‘Alwi. Kemudian dengan penuh kesadaran, mulut Syaikh Ibnu Sa’di itu melontarkan perkataan yang sangat mulia, sebagai pengakuannya akan kebenaran ucapan Sayyid ‘Alwi: “Subhanallah (Maha Suci Allah), bagaimana kami bisa lalai dari kedua ayat ini.” Kemudian Syaikh Ibnu Sa’di mengucapkan terima kasih kepada Sayyid ‘Alwi dan meminta izin untuk meninggalkan halqah tersebut. Namun Sayyid ‘Alwi berkata kepada Syaikh Ibnu Sa’di: “Tenang dulu wahai Syaikh Ibnu Sa’di. Aku melihat para polisi baduwi itu mengira bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Muslimin dengan mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu sebagai perbuatan syirik. Mereka tidak akan berhenti mengkafirkan orang dan mensyirikkan orang dalam masalah ini sebelum mereka melihat orang yang seperti Anda melarang mereka. Oleh karena itu, sekarang bangkitlah Anda menuju saluran air di Ka’bah itu, lalu ambillah air di situ di depan para polisi baduwi itu, sehingga mereka akan berhenti mensyirikkan orang lain.” Akhirnya mendengar saran Sayyidn ‘Alwi tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di segera bangkit menuju saluran air di Ka’bah. Ia basahi pakaiannya dengan air itu, dan ia pun mengambil air itu untuk diminumnya dengan tujuan mengambil berkahnya. Melihat tingkah laku Syaikh Ibnu Sa’di ini, para polisi baduwi itu pun pergi meninggalkan Masjidil Haram dengan perasaan malu. Semoga Allah SWT merahmati Sayyidina al-Imam ‘Alwi bin ‘Abbas al-Maliki al-Hasani. Amin.
    Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdul Fattah Rawwah, dalam kitab Tsabat (kumpulan sanad-sanad keilmuannya). Beliau termasuk salah seorang saksi mata kejadian itu.

  75. riariani mengatakan:

    @ zaid = wahyu
    ciri2 wahabi ngga’ punya malu,fitnah sana-sini,taqlid buta,c0pas,sok paling alim dalam beribadah..

  76. riariani mengatakan:

    @ all wahabi
    sebenarnya kami(SANTRI ASWAJA) sangat menunggu PUNGGAWA-PUNGGAWA WAHABI untuk bertolabul ‘ilmi di forum ini,biar tidak ada fitnah dan perpecahan di kalangan umat islam.

  77. baba syarif mengatakan:

    assalamualaikum sobat, subhanallah, masih ada yang belum ana tau, ijinkan ana copy artikel ini kedalam blog ana…kalo bisa ana mau bertukar link, semoga kita sentiasa peroleh berkah sentiasa, mohammad omar, S.Th.I

  78. cah njeporo mengatakan:

    @cah njeporo: ana minta maap kalo emang ana sakitin nt akhui.

    Jwb: ga’ perlu minta ma’af ya akhiy karena ana tdk merasa tersinggung atau sakit hati sama sekali. Dan jika ana ada kesalahan dlam pehaman ana yg salah kmdian ada yg benarkan justru itu ana sangat senang. Syukron ‘ala ihsanik

    soal imam shafei ga ada ajran nuruh kita bertabaruk cuma ada cerita dari org2x dan org2x ini mungkin bohong.
    jwb: cerita tntang imm syfii di ats d sebutkan d beberapa kitab diantaranya adlh:
    1. imam subki dlm kitab thobaqotus syfi’iyah kubro 2/35
    2. tarikh dimisky lil imam ibn ‘asyakir 5/312
    3. imam ibn katsir dlm kitab albidayah wan nihayah 10/331
    4. manaqib imam ahmad ibnul jauzi hal 610
    5. attarikh di ceritakan imam alhafidz abu bakar alkhotib albagdadiy 1/123
    6. khorotul hissaan imam inbu hajar 69
    7. manaqib abi hanifah oleh imm alkhowarozimi 2/199
    8. d dlm ktb miftahus sa’adah 2/82
    zeid: apakah imam2 besar diatas menyebutkan ceritanya imam syafi’I bertabaruk dg imm abu hanifah hanya mengada-ada ?? apakah cerita tsb masuk akal jika dianggap rekayasa, sedangkan cerita trsb sudah mutawatir dikalangan ulama’?? kalau memang cerita itu mengada-ada berati anda menganggap ulama’2 d ats adlh pembohong.

    Thoyib, jika cerita tsb tadi hanya rekayasa mnrt ente.
    Terus bgmn mnrutmu tntng perkata’anya imam syafi’i من أراد التبرك (jwb dulu mas, g usah mengalihkan pembahsan) ? perkataan ini d sebutkan dikitab roudhotut tholibin yang dikarang oleh al-imam nawawi. Dan imam syafi’I serta imam nawawi bukan syi’ah.

    Zeid said: ana meminta sama nt dalil sahih bukan dalil shiyah

    jwb: hehehehehe…..ana skrg sdh g ta’ajub lagi sm nte, dulu ketika ada kslahn nte langsung mahu mengakuinya, tp skrg tetap aja ngotot wlaupun dalilnya sdh sohih dan akurat. Semoga kamu jadi spt imam ibnu sa’di yg mudah sadar (crita yg d bwakan wafiqudinilhaqi).
    Terus mnrt sohih antm itu gmn?? Kami utarakan kesimpulan permintaanmu diatas, dan kami sdh memenuhinya dg jawaban yg akurat serta nama kitab dan halamnyapun kami sebutkan. Nte cek lagi kalau emang jawaban kami salah atau mengada-ada yg ada d kitab trsb silahkan anda sanggah dengan dalil yang kuat atau sanggah dengan kalamnya ulama’, jangan ocehan doang tanpa disertai dengan dalil dikitab, klo cuman ocehan doang, burung perkututpun juga bisa ngoceh. Berarti nte sama dengan………….( )
    1. nte minta dalil dari ajaran imam syafi’i, kami pun sdh menyebut nama kitab serta halamnya.(baca coment d ats – 25 April 2010 at 09:43)
    2. nte minta tabaruk yg bkan kpd selain nabi, kamipun sdh menyebutkanya tentang sydina ali mbertabaruk dg mencium tanganya sydn abbas (baca slengkpnya – 29 April 2010 at 02:58)
    3. nte minta sahabat lain yg bertabaruk dg pembesar shabat khulafa’ur rhosidin, dan kamipun sdah menjelaskan dengan jelas & gamblang (baca lagi ketrgan d ats – 8 May 2010 at 19:18)
    setelah kita menyebutkan semua, zeid hanya menjawab dengan enteng tanpa beban.
    “ana meminta sama nt dalil sahih bukan dalil shiyah”
    Ma’af ana bukan ambil dari syi’ah tapi ana ambil dari kalamnya imam syafi’I dn shabat abu bakar as-shidiq ra,

    zeid said: tolong akhui beda kan antara kita dan mrk .maap akhui ana ga tahu nt shiyah salamu alikum

    jwb: ya jelas beda jauuuuh ya akhi kita sama syi’ah, lihat aja cmentar ana ambilnya dr sydna abu bakar ashidiq bukan dr sydn aly doang. Kalau syi’ah sangat benci banget dg sydn abu bakar asshidiq. Sdh beda jauh bukan?
    Kita ahlus sunnah mencintai sydina abu bakar & sayidina aly ra dan semua sahabat dan ahlul bait nabi saw. Makanya kami menyebutkan cerita dr sydn abu bakar dn syd aly, supaya ga’ terkesan syiah.

    Gini aja mas zeid: kalau nte g bisa jawab, bilang aja g bisa itu lbih baik, g usah menghindar begitu atau pura2 mengalihkan perkataan dg memfitnah kami org syi’ah segala. Walaupun memang d jepara banyak syi’ahnya. Biar gak tambah kelihatan bodohnya . org jahil jika diam, maka g kelihatan bodohnya.
    jika antm tersinggung sebelumnya kami juga minta ma’af……..

  79. ZEID mengatakan:

    @ Aldj : ana cuma jawab persoalan2x dan menafsir kan alhamdulilah kalo ana baca surah ana bisa ngerti magna nya tanpa kembali ke tafsir nya

    ana belum brani berdepat sama shiyah kerna brp bulan yg lalu berdepat ternyata tafsir ayat2x dan hadeth2x kita lain ana minta maap terlalu ruwet

  80. cah purwodadi mengatakan:

    allohumma la tuhrimna khoira ma ‘indak lisyarri ma ‘indana,allhohumma ashlih man fi sholahihi sholahul islam walmuslimin,allohumma la tuhlikna wa ahlik man fi halakihi sholahul islam wal muslimin…amiiin ya robb!
    @CAHJEPORO:sy kira sdh ckp apa yg tlah dijelaskan forsansalaf n jg anda,marilah qt kmblkan kpd ayat yg punya arti,”Brng siapa yg diberi petunjuk oleh Allah swt tdk akan ada yg bs menyesatkan dia,n brng siapa yg disesatkan oleh allah swt tdk akan ada yg bs memberi petunjuk bg dia selain Allah swt.” Wama ‘alaina illal balagh.

  81. chany mengatakan:

    @zeid
    klu anda tdk mau berdiskusidgn sy,ya tdk apa2.
    tp sayang alasan anda yg mengatakan krn sy syiah lalu anda tdk mau berdiskusi.
    padahal sy tdk pernah mnyatakan sy syiah,n dalil2 yg sy pakaipun bukan dr syiah.
    sy diskusi disini cuma utk kebenaran,klu pun sy mengutamakan ahlulbait,itu bukan krn sy syiah,tp dikarnakan kebenaran mutlak ada pada diri mereka.
    maka nya dalil quran menyuruh kita utk mencintai,bahkan taat kpd mereka.
    sedang dalil hadits mengatakan spy kita berpegang teguh kpd mereka,klu tdk maka kita akan tersesat.
    Harus diakui bhw tabbaruq,tawasul,maulid tahlil n haul yg anda anggap bidah adalah bagian dr ajaran mereka.
    sedang bidah adalah dhalalah,maka tmpat nya adalah neraka.
    anda bisa bayangkan bhw apabila tabaruq adalah bidah,maka ahlulbait yg wajib dicintai berada dineraka,sedang anda2 para wahabiyyin berada disurga.
    sedang anda tau bhw tdk ada jaminan dr allah n rosulnya bhw wahabiyyin berada dlm kebnaran.berbeda dgn ahlulbait
    wassalam….

  82. aldj mengatakan:

    @all
    maaf yg tertulis @chany adalah @aldj,maklum satu komputer dipake bareng

  83. Muhammad Yasir mengatakan:

    Kisah diatas juga dikisahkan oleh Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya`rani, silahkan baca

    http://myasir83.multiply.com/journal/item/76/Tawadhu

  84. El_Muhibbin mengatakan:

    Lhoo,iki endi kabeh abu lihyah ( abu jenggot ) …????

  85. Badar mengatakan:

    alhamdulillah,,,trimaksih kpd forsan salaf yg sudah memberikan pencerahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: