Forsan Salaf

Beranda » Artikel » Wilayah Bukan Imamah

Wilayah Bukan Imamah

singgasanaAllah SWT berfirman :

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ (55) [المائدة/55

Artinya : “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

Syubhat

Sebagian golongan mengklaim ayat tersebut sebagai bukti kuat mengenai hak Imam Ali untuk menjadi khalifah setelah wafatnya Rasul SAW, sekaligus bukti bahwa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman tidak syah dalam pandangan syariat.  Mereka mengatakan bahwa Wali dalam ayat diatas semestinya diartikan dengan penguasa/pemimpin, dan yang dimaksud dengan :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

(Orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat, seraya menunaikan zakat, seraya mereka rukuk)

adalah Imam Ali seorang. Karena mereka mengartikan kalimat وَهُمْ رَاكِعُونَ dengan “menunaikan zakat ketika rukuk”. Jika demikian, arti ayat tersebut menjadi :

Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat ketika rukuk (yaitu Imam Ali).”

Menurut mereka, Ulama tafsir  sepakat bahwa ayat ini turun khusus mengenai Imam Ali, yaitu berkenaan dengan sedekah cincin yang dilakukan Imam Ali kepada seorang pengemis ketika beliau sedang rukuk dalam sholatnya. Kemudian, karena lafadz إِنَّمَا dalam bahasa arab berfaedah hashr (membatasi), berarti ayat tersebut intinya menegaskan bahwa pemimpin orang-orang mukmin hanya Allah, Rasul-Nya, dan Imam Ali saja. Dengan demikian secara otomatis pemimpin yang selainnya (seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman) tidak syah menurut syariat.

Kalangan ahlussunnah wal jamaah menjawab  :

Sebab turun ayat

Pernyataan bahwa ulama bersepakat mengenai sebab turun ayat ini merupakan pernyataan yang tidak objektif dan penuh dengan hawa kefanatikan. Nyatanya, kitab-kitab tafsir penuh dengan komentar beragam para ulama tafsir mengenai sebab turun  ayat ini. Sebagian ahli tafsir berpendapat ayat ini turun mengenai Abdullah bin Salam (mu`alaf yahudi) yang mengeluh pada Rasul mengenai rasa kesepian karena dikucilkan kaumnya(1). Ada juga yang berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar(2). Dari Ibnu Abbas sendiri terdapat dua riwayat, yang pertama  menyatakan ayat ini turun berkenaan dengan Imam Ali(3), sedangkan riwayat kedua menyebutkan sebab turun ayat ini adalah Ubadah bin Shomit, ketika beliau membatalkan ikatan persekutuan dengan Yahudi(4),.

Kalaupun kita mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa ayat ini turun mengenai Imam Ali,  itu tidak berarti hukum ayat ini khusus bagi Imam Ali. Karena yang digunakan dalam ayat ini  adalah ungkapan untuk orang banyak (shigoh jamak/plural) bukan ungkapan untuk satu orang (single). Ungkapannya yaitu, “ orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” Dalam kaidah tafsir disebutkan, yang dijadikan patokan adalah keumuman lafadz bukan kekhususan sebab(5). Jadi, semua orang mukmin yang memiliki sifat sesuai dengan apa yang disebut ayat diatas layak untuk dimasukkan dalam kategori Wali, tidak hanya Imam Ali seorang. Hal inilah yang diisyaratkan oleh Imam Abu Ja`far, Muhammad Al Bagir ( Tokoh Tabi`in yang diagungkan Ahlu Sunnah maupun Syiah) ketika beliau ditanyakan mengenai ayat ini, apakah ayat ini khusus turun mengenai Imam Ali, Beliau menjawab “Ali adalah salah seorang dari orang-orang mukmin”(6). Maksudnya, yang dimaksud wali dalam ayat tersebut adalah setiap mukmin yang sifatnya sesuai dengan apa yang disebutkan dalamnya, dan Imam Ali termasuk salah satunya.

Makna Wali

Lafadz  وَلِيُّ memiliki banyak  makna, seperti : tuan, hamba, anak paman, penolong, teman, kekasih, pemimpin, dan lain-lain(7). Akan tetapi, makna Wali yang paling umum ada tiga, yaitu penolong, kekasih, dan pemimpin. Kemudian, dari ketiga makna tersebut, yang paling sesuai dengan ayat di atas adalah penolong bukan pemimpin. Hal ini ditinjau dari beberapa segi, diantaranya:

1. Jika kita memperhatikan ayat-ayat yang ada sebelum dan sesudah ayat ini, kita akan menemukan dalam kedua ayat tersebut juga disebutkan lafadz Wali atau lebih tepatnya Auliya (bentuk majemuk dari kata wali), kedua ayat tersebut adalah:

  • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ …[المائدة/51

  • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ … [المائدة/57

Dalam kitab-kitab tafsir, lafadz Wali pada kedua ayat tersebut diartikan dengan penolong (sekutu), bukan pemimpin(8). Lantas, jika  kita artikan Wali dalam ayat ini dengan Pemimpin, maka kita akan menemukan kerancuan makna ketika ayat ini  disandingkan dengan ayat yang ada sebelum dan sesudahnya. Tentunya ini adalah hal yang tidak layak dalam Al-Quran. Berbeda halnya jika kita mengartikannya dengan penolong, maka semua makna potongan ayat- ayat tersebut akan saling menyatu dan melengkapi.

2. Ayat ini menetapkan status kewalian bagi  mereka yang disebutkan didalamnya secara langsung tanpa tenggat waktu. Maksudnya begitu ayat ini turun, di saat itu juga status mereka adalah Wali(9). Andai kita artikan Wali sebagai pemimpin, berarti ayat ini akan memiliki makna, “Sesungguhnya pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul Nya, dan orang-orang yang beriman…”. Adalah hal yang tidak mungkin orang-orang  beriman yang jumlahnya begitu banyak, semuanya menjadi pemimpin bersama-sama dalam satu waktu, anda bisa bayangkan seberapa kacau kesudahannya. Begitu juga jika kita katakan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang beriman adalah Imam Ali seorang–sebagaimana yang mereka yakini. Kalau demikian, maka maksud ayat ini akan menjadi seperti ini, “Sesungguhnya pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul Nya, dan Ali”, ini juga tidak tepat karena itu artinya Imam Ali berhak untuk mengatur umat, bersama-sama dengan Rasul saat Rasul masih hidup, padahal kenyataanya, Imam Ali di masa hidup Rasul sama sekali tidak pernah turut campur dalam memerintah umat kecuali sebagai suruhan Rasul(10). Berbeda jika kita artikan wali dengan penolong, maka makna ayat ini akan menjadi jelas tanpa ada kemusykilan.

3. Maksud mereka untuk menjadikan ayat ini sebagai hujjah mengenai hak Imam Ali menjadi khalifah Rasul, tidak akan terealisasikan kecuali jika lafadz  إِنَّمَا  berfaidah hashr haqiqi (membatasi). kalau lafadz tersebut berfaidah hashr maka arti ayat  ini adalah, “Sesungguhnya pemimpin kalian hanya Allah, Rasul Nya, dan Imam Ali saja”.(tak ada yang lain)

Jika Syiah konsisten dengan pendapatnya ini, seharusnya mereka tidak mengambil imam lain selain Imam Ali. Faktanya, Syiah memiliki sebelas imam lain yang dianggap ma’sum selain Imam Ali.

Andai kita mau meninggalkan kefanatikan, lalu merenungkan dengan objektif mengenai ayat ini beserta ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, akan semakin jelas bagi kita bahwa ayat ini tidak mengarah pada penunjukkan Imam Ali sebagai khalifah, bahkan tidak ada kaitanya sama sekali dengan kekhalifahan. Jadi, menjadikan ayat ini sebagai alasan untuk mengingkari kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman merupakan kekeliruan yang besar.

Referensi

(1)تفسير الجلالين – (ج 2 / ص 223(

ونزل لما قال ابن سلام يا رسول الله إن قومنا هجرونا { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ الله وَرَسُولُهُ والذين ءامَنُواْ الذين يُقِيمُونَ الصلاة وَيُؤْتُونَ الزكواة وَهُمْ رَاكِعُونَ } خاشعون أو يصلون صلاة التطوّع

(3),(2)تفسير الرازي – (ج 6 / ص 87)

القول الثاني : أن المراد من هذه الآية شخص معين ، وعلى هذا ففيه أقوال : روى عكرمة أن هذه الآية نزلت في أبي بكر رضي الله عنه . والثاني : روى عطاء عن ابن عباس أنها نزلت في علي بن أبي طالب عليه السلام

(4)تفسير الخازن – (ج 2 / ص 302)

قوله تعالى : { إنما وليكم الله ورسوله والذين آمنوا } قال ابن عباس : نزلت هذه الآية فى عبادة بن الصامت حين تبرأ من موالاة اليهود وقال : أوالي الله ورسوله والمؤمنين يعني أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم وقال جابر بن عبد الله : نزلت فى عبد الله بن سلام وذلك أنه جاء إلى محمد صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله إن قومنا قريظة والنضير قد هجرونا وفارقونا وأقسموا أن لا يجالسونا ، فنزلت هذه الآية ، فقرأ : عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال عبد الله بن سلام :

رضينا بالله ربّاً وبرسوله نبياً وبالمؤمنين أولياء .

(5)تفسير الصاوي (ج1/ص383-384)

قوله: (انما وليكم) الخطاب لعبد الله بن سلام و اتباعه الذين هداهم الله الى الاسلام, فلما نزلت هذه الاية, قال عبد الله بن سالام: رضينا بالله ربا, و برسول الله نبيا, و بالمؤمنين اولياء, و العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب, فكل من انتسب لله فهو وليه….

تفسير الرازي – (ج 6 / ص 87)

المسألة الأولى : في قوله { والذين ءامَنُواْ } قولان : الأول : أن المراد عامة المؤمنين ، وذلك لأن عبادة بن الصامت لما تبرأ من اليهود وقال : أنا بريء إلى الله من حلف قريظة والنضير ، وأتولى الله ورسوله نزلت هذه الآية على وفق قوله . وروي أيضاً أن عبدالله بن سلام قال : يا رسول الله إن قومنا قد هجرونا وأقسموا أن لا يجالسونا ، ولا نستطيع مجالسة أصحابك لبعد المنازل ، فنزلت هذه الآية ، فقال رضينا بالله ورسوله وبالمؤمنين أولياء ، فعلى هذا : الآية عامة في حق كل المؤمنين ، فكل من كان مؤمناً فهو ولي كل المؤمنين ، ونظيره قوله تعالى : { والمؤمنون والمؤمنات بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ } [ التوبة : 71 ] وعلى هذا فقوله { الذين يُقِيمُونَ الصلاة وَيُؤْتُونَ الزكواة } صفة لكل المؤمنين…

(6) تفسير البغوي – (ج 3 / ص 73)

وقال جوبير عن الضحاك في قوله: { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا } قال: هم المؤمنون بعضهم أولياء بعض، وقال أبو جعفر محمد بن علي الباقر: { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا } نزلت في المؤمنين، فقيل له: إن أناسا يقولون إنها نزلت في علي رضي الله عنه، فقال: هو من المؤمنين .

(7)المصباح المنير في غريب الشرح الكبير  – (ج 10 / ص 453)

وَالْوَلِيُّ فَعِيلٌ بِمَعْنَى فَاعِلٍ مِنْ وَلِيَهُ إذَا قَامَ بِهِ وَمِنْهُ { اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا } وَالْجَمْعُ أَوْلِيَاءُ قَالَ ابْنُ فَارِسٍ وَكُلُّ مَنْ وَلِيَ أَمْرَ أَحَدٍ فَهُوَ وَلِيُّهُ وَقَدْ يُطْلَقُ الْوَلِيُّ أَيْضًا عَلَى الْمُعْتِقِ وَالْعَتِيقِ وَابْنِ الْعَمِّ وَالنَّاصِرِ وَحَافِظِ النَّسَبِ وَالصَّدِيقِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى وَقَدْ يُؤَنَّثُ بِالْهَاءِ فَيُقَالُ هِيَ وَلِيَّةٌ قَالَ أَبُو زَيْدٍ سَمِعْتُ بَعْضَ بَنِي عُقَيْلٍ يَقُولُ هُنَّ وَلِيَّاتُ اللَّهِ وَعَدُوَّاتُ اللَّهِ وَأَوْلِيَاؤُهُ وَأَعْدَاؤُهُ وَيَكُونُ الْوَلِيُّ بِمَعْنَى مَفْعُولٍ فِي حَقِّ الْمُطِيعِ فَيُقَالُ الْمُؤْمِنُ وَلِيُّ اللَّهِ وَفُلَانٌ أَوْلَى بِكَذَا أَيْ أَحَقُّ بِهِ وَهُمْ الْأَوْلَوْنَ بِفَتْحِ اللَّامِ وَالْأَوَالِي مِثْلُ الْأَعْلَوْنَ وَالْأَعَالِي وَفُلَانَةُ هِيَ الْوُلْيَا وَهُنَّ الْوُلَى مِثْلُ الْفُضْلَى وَالْفُضَلُ وَالْكُبْرَى وَالْكُبَرِ وَرُبَّمَا جُمِعَتْ بِالْأَلِفِ وَالتَّاءِ فَقِيلَ الْوَلِيَّاتُ وَوَلَّيْتُ عَنْهُ أَعْرَضْتُ وَتَرَكْتُهُ وَتَوَلَّى أَعْرَضَ .

تفسير البغوي – (ج 7 / ص 173(

(32) وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (33(

} نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ } تقول لهم الملائكة الذين تنزل عليهم بالبشارة: نحن أولياؤكم أنصاركم وأحباؤكم،

تفسير الطبري – (ج 14 / ص 84)

القول في تأويل قوله : { وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ (73) }

قال أبو جعفر: يقول تعالى ذكره:(والذين كفروا)، بالله ورسوله =(بعضهم أولياء بعض)، يقول: بعضهم أعوان بعض وأنصاره، وأحق به من المؤمنين بالله ورسوله.

تفسير الطبري – (ج 14 / ص 347)

القول في تأويل قوله : { وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71) }

قال أبو جعفر: يقول تعالى ذكره: وأما “المؤمنون والمؤمنات”، وهم المصدقون بالله ورسوله وآيات كتابه، فإن صفتهم: أن بعضهم أنصارُ بعض وأعوانهم ….

القاموس المحيط – (ج 3 / ص 486(

ي الوَلْيُ القُرْبُ، والدُّنُوُّ، والمَطَرُ بعدَ المَطَرِ، وُلِيَتِ الأرضُ، بالضم. والوَلِيُّ الاسمُ منه، والمُحِبُّ، والصَّدِيقُ، والنَّصيرُ. ووَلِيَ الشيءَ، و عليه وِلايَةً وَوَلايَةً، أَو هي المَصْدَرُ، وبالكسر الخُطَّةُ، والإِمارَةُ، والسُّلطانُ. ….

(8) تفسير الرازي – (ج 6 / ص 89)

أن اللائق بما قبل هذه الآية وبما بعدها ليس إلا هذا المعنى ، أما ما قبل هذه لآية فلأنه تعالى قال : { ياأيها الذين ءامَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ اليهود والنصارى أَوْلِيَاء } [ المائدة : 51 ] وليس المراد لا تتخذوا اليهود والنصارى أئمة متصرفين في أرواحكم وأموالكم لأن بطلان هذا كالمعلوم بالضرورة ، بل المراد لا تتخذوا اليهود والنصارى أحباباً وأنصاراً ، ولا تخالطوهم ولا تعاضدوهم ، ثم لما بالغ في النهي عن ذلك قال : إنما وليكم الله ورسوله والمؤمنون والموصوفون ، والظاهر أن الولاية المأمور بها ههنا هي المنهي عنها فيما قبل ، ولما كانت الولاية المنهي عنها فيما قبل هي الولاية بمعنى النصرة كانت الولاية المأمور بها هي الولاية بمعنى النصرة ، وأما ما بعد هذه الآية فهي قوله { ياأيها الذين ءامَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الذين اتخذوا دِينَكُمْ هُزُواً وَلَعِباً مّنَ الذين أُوتُواْ الكتاب مِن قَبْلِكُمْ والكفار أَوْلِيَاء واتقوا الله إِن كُنتُم مؤمنين } [ المائدة : 57 ] فأعاد النهي عن اتخاذ اليهود والنصارى والكفار أولياء ، ولا شك أن الولاية المنهي عنها هي الولاية بمعنى النصرة ، فكذلك الولاية في قوله { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ الله } يجب أن تكون هي بمعنى النصرة ، وكل من أنصف وترك التعصب وتأمل في مقدمة الآية وفي مؤخرها قطع بأن الولي في قوله { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ الله } ليس إلا بمعنى الناصر والمحب ، ولا يمكن أن يكون بمعنى الإمام ، لأن ذلك يكون إلقاء كلام أجنبي فيما بين كلامين مسوقين لغرض واحد ، وذلك يكون في غاية الركاكة والسقوط ، ويجب تنزيه كلام الله تعالى عنه ..

(9)تفسير الرازي – (ج 6 / ص 90)

لحجة الثانية : أنا لو حملنا الولاية على التصرف والإمامة لما كان المؤمنون المذكورين في الآية موصوفين بالولاية حال نزول الآية ، لأن علي بن أبي طالب كرم الله وجهه ما كان نافذ التصرف حال حياة الرسول ، والآية تقتضي كون هؤلاء المؤمنون موصوفين بالولاية في الحال ، أما لو حملنا الولاية على المحبة والنصرة كانت الولاية حاصلة في الحال ، فثبت أن حمل الولاية على المحبة أولى من حملها على التصرف ، والذي يؤكد ما قلناه أنه تعالى منع المؤمنين من اتخاذ اليهود والنصارى أولياء ، ثم أمرهم بموالاة هؤلاء المؤمنين ، فلا بدّ وأن تكون موالاة هؤلاء المؤمنين حاصلة في الحال حتى يكون النفي والإثبات متواردين على شيء واحد ، ولما كانت الولاية بمعنى التصرف غير حاصلة في الحال امتنع حمل الآية عليها .

(10)تفسير الرازي – (ج 6 / ص 90)

الحجة السادسة : هب أنها دالة على إمامة علي ، لكنا توافقنا على أنها عند نزولها ما دلت على حصول الإمامة في الحال : لأن علياً ما كان نافذ التصرف في الأمة حال حياة الرسول عليه الصلاة والسلام ، فلم يبق إلا أن تحمل الآية على أنها تدل على أن علياً سيصير إماماً بعد ذلك ، ومتى قالوا ذلك فنحن نقول بموجبه ونحمله على إمامته بعد أبي بكر وعمر وعثمان ، إذ ليس في الآية ما يدل على تعيين الوقت


58 Komentar

  1. elfasi mengatakan:

    alhamdulillah, akhirnya muncul jg artikel yg kita2 tunggu2….
    ni sangat bermanfaat skali buat kita yg bisa lebih mengetahui kebenarannya…
    bravo buat forsansalaf, exist selalu…..

  2. suni mengatakan:

    jazakumullah. ijin copas..unt di diskusikan ama temen2,

  3. forsan salaf mengatakan:

    @ suni, kami izini anda untuk copas, mudah-mudahan bermanfaat, amin.

  4. cah njeporo mengatakan:

    subhanallah….keterangan yang sangat indah!

    aneh za ajaran syi’ah…..katanya sangat mencintai dan mengagungkan imam ma’shum dan percaya dengan apa yang dikatakanya, tapi kok masalah ini dia tdk mahu mengakuinya za ?? padahal imam ma’shum(mnrut Syiah) Imam Abu Ja`far, Muhammad Al Bagir ketika beliau ditanyakan mengenai ayat ini, apakah ayat ini khusus turun mengenai Imam Ali, Beliau menjawab “Ali adalah salah seorang dari orang-orang mukmin”. kok mereka tidak mempercayainya ?? malah buat pendapat sendiri (ayat ini khusus untuk imam ali)?? lebih pintar mana dan lebih hebat mana za syi’ah sama imam ja’far?? semakin jelas ajaranya syi’ah kalau memang ajaran yang ngawur dan mengada-ada. mana bukti syiah cinta sama ahlul bait, kok tdk mengikuti imamnya ?? inilah buktinya syiah hanya mengaku-ngaku cinta, tapi tdk mengindahlkan kalmnya ahlul bait.

    terimakasih banyak forsansalaf yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga yang mulanya tidak tahu jadi mengerti… semoga selalu jaya dan menerangi bumi ini dengan cahayamu yang suci sampai hari akhir nanti. amien

  5. aldj mengatakan:

    kenapa wali juga berarti imamah?
    1.bahwasanya rosul adalah juga pemimpin,dan dlm pidatonya beliau mengucapkan BA’DI atau setelah aku.
    2.krn riwayat ghaidr qum tsb adalah disaat2 akhir hidup beliau,sehingga ini menunjukan adanya suatu peralihan kepemimpinan
    3.riwayat tsb pun terjadi pengumpulan ummat yg bejumlah kurang lebih 100rb orang,sehingga pidato beliau adalah suatu hal yg sangat penting,sehingga arti dr maula itu sendiri harus lah suatu arti yg penting pula,maka bisa dipastikan bhw pemimpin adalh kata yg lebih penting dr pada penolong
    4.ulama ahlusunnah sepakat arti kata maula adalah yg lebih utama.dlm kitab tazkiratu khawash al ummah oleh tsabit ibnu aljauzi,
    kalimat bukankah aku lebih utama dr orang mukmin itusendiri? adalah nash yg jelas dlm penetapan kepemimpinan n menerima ketaatan.
    5.imam ali sendiri sering berhujjah ttg riwayat tsb dlm masalh kepemimpinan,yaitu pd saat umar membentuk majlis suro,dlm memilih penggantinya.
    6.dlm riwayat ghaidr qum sendiri terjadi pembaitan yg memakan waktu hingga 3 hari.mereka yg membaiat salah satunya umar sendiri bahkan umar adalah orang pertama yg membaiat ali as,n pembaitan sll berhub dgn kepemimpinan
    7.hasan bin tsabit setelah pembaitan memohon ke rosul utk membacakan syair ttg peristiwa tsb
    dan dlm syairnya beliau menyebutkan
    …..”maka beliau(rosul) berkata kepadanya(ali)
    bangkit wahai ali,sesungguhnya aku merelakan mu
    menjadi imam dan pemberi petunjuk setelahku.”…..
    8.adakah suatu kesalahan atw kekurangan didiri imam ali,apabila beliau adalah imam ba’da rosul?
    9.Qs;almaidah56.
    Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi walinya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.
    lihatlah kalimat “pasti menang”apakah kalimat ini lebih mengindikasikan pemimpin atw penolong?buka lah mata anda2,kemenangan disini berarti adanya suatu pertikaian,pertikaian dibutuhkan suatu pemimpin utk memperoleh kemenangan.

    jelaslah bhwsanya maula disini berarti imamah
    penolakan anda terhadap imamah krn ada ketakutan didiri anda bhw kebenaran yg ada ternyata selama ini bertentangan dgn pengetahuan anda selama ini.

  6. elfasi mengatakan:

    @ aldj,
    Mas, klo bawa dalil tmpilkan jg nashx biar gk disangka karangan sendiri…mana hadits yang menyatakan syd Ali adalah kholifah langsung setelah Rasulullah ??, klo secara mutlak (bermakna akan menjadi kholifah Nabi), bukankah beliau jg menjadi kholifah, hanya saja periode setelah syd Utsman.??
    Klo anda katakan karena di saat2 akhir hidup beliau, bukankah isyarat Nabi kepada syd Abubakar untuk menjadi imam dalam shalat, ketika Nabi sudah mendekati wafat yg berarti lebih akhir daripada ghodir khum ???

    ulama ahlusunnah sepakat arti kata maula adalah yg lebih utama.dlm kitab tazkiratu khawash al ummah oleh tsabit ibnu aljauzi,

    Mas, dari mana anda bs katakan ulama’ ahlussunnah sepakat bhw arti maula adalah yang lebih utama ?? gk usah mengklaim yg enggak2 mas…..
    Sekali lg ana ingatkan pembahasan ini dah kebahas sblumnya, yg pada intinya… gk ada dalam bahasa arab kalimat MAULA bermakna AULA……seandainya kita paksakan maka itu tidak bs menjadi dalil kekhilafahan…

    imam ali sendiri sering berhujjah ttg riwayat tsb dlm masalh kepemimpinan,yaitu pd saat umar membentuk majlis suro,dlm memilih penggantinya.

    Sungguh lucu skali, anda membawa cerita tanpa dasar sama sekali… justru sebaliknya mas, dalam tiga riwayat yaitu riwayat Hakim dari Ibn Musayyib, riwayat Ibn Sa’ad dari Anas dan riwayat Hakim dari Ibn Mas’ud menceritakan peristiwa pembaiatan syd Utsman dimulai dari pembentukan dewan syuro oleh syd Umar kpd 6 orang qurays salah satunya syd Ali kwh, syd Utsman, tp ketika saling menyodorkan, syd Ali menolak hingga akhirnya terjadi penyerahan khalifah kpd syd Utsman bahkan syd Ali pun ikut membaiat beliau…..
    So, jangan bawa cerita tnp dasar mas, klo gak jangan salahkan klo anda dikatakan tidak ilmiah sama sekali….

    adakah suatu kesalahan atw kekurangan didiri imam ali, apabila beliau adalah imam ba’da rosul?

    Tidak ada kesalahan pada diri beliau, yang salah adalah diri anda sendiri dan orng2 syi’ah yg telah menganggap syd Ali ikutan salah akibat membaiat syd Abubakar, syd Umar dan syd Utsman….. seandainya beliau tau bahwa yg berhak untuk menjabat khalifah setelah Nabi hanyalah beliau sendiri dan hadits ghodir khum sebagai perintah dari Nabi agar yg memegang jabatan khalifah setelah Nabi adalah syd Ali, maka benar2 anda telah menuduh beliau melanggar perintah Nabi krn tidak pernah melakukan penentangan dan kudeta bahkan ikut membaiat mereka…..bukankah menurut anda org yg melanggar perjanjian dgn Nabi adalah murtad …. lalu apakah anda akan menuduh syd Ali murtad ???

    Qs;almaidah56. :”Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi walinya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”
    lihatlah kalimat “pasti menang”apakah kalimat ini lebih mengindikasikan pemimpin atw penolong?buka lah mata anda2,kemenangan disini berarti adanya suatu pertikaian, pertikaian dibutuhkan suatu pemimpin utk memperoleh kemenangan.

    Mas, klo bawa ayat liat asbabun nuzul dan tafsirnya, jangan langsung mentafsiri sendiri, malah akan merusak makna ayat itu sndiri dan terkesan memaksakan dalil…
    Ayat yang anda bawa di atas bunyinya begini :
    وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ (56)
    :”Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”
    Ayat ini pada dasarnya memperkuat ayat sebelumnya yaitu :
    إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ (55)
    Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

    Asbabun Nuzul ayat ini sesuai dengan artikel di atas, jd gak perlu saya ulangi lg….
    Dan klo makna wali dalam ayat 55 adalah bermakna penolong, maka sangat tidak cocok sekali mengartikan kalimat dalam ayat selanjutnya dengan “pemimpin”..
    Mas, anda buang dulu persepsi anda, ketika dinyatakan “maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”, maka akan memunculkan kemusykilan :
    1. Bukankah semua kemenangan adalah “karena pertolongan Allah” dan tidak dinyatakan “karena kepemimpinan Allah “ ??
    Dan dalam tafsirnya pun menjelaskan bahwa kalimat wali disitu bermakna “penolong” sbgaimana dalam tafsir Jalalain.
    2. Jika kita artikan “ wali” sbg “ pemimpin” bukankah kalimat yg digunakan adalah kalimat jamak/plural yaitu “dan orang2 yang beriman”, dalam hal ini semua orang ygn beriman bisa untuk menjadi pemimpin termasuk syd Abubakar, syd Umar dan syd Utsman, sehingga tidak terkhususkan kepemimpinan/khalifah itu pada syd Ali saja ??

    Maka jelaslah, anda sangat memaksakan dalil untuk mengartikan kata “wali” sbg Imamah agar mempunyai dalil kekhalifaan syd Ali langsung setelah Nabi sehingga kekhalifaan syd Abubakar, syd Umar dan syd Utsman tidaklah sah….ini menunjukkan kebencian anda kepada para sahabat yg memang mnjadi misi orang2 spt anda, shingga merelakan sgala dalil untuk bs diarahkan sbg hujjahnya walaupun sudah jauh dari kebenaran…..

    Masalah hadits Bukhori tentang al-Qur’an jangan anda bahas sekarang, kita minta aja kepada forsansalaf untuk membuatkan artikel tersendiri tentang al-Qur’an agar diskusi kita terfokuskan pada artikel… ana rasa forsansalaf akan setuju dengan hal ini…

  7. aldj mengatakan:

    @elfasi
    maaf ya sy tdk berminat berdiskusi dgn anda.
    1.anda dlm berdiskusi tdk punya jiwa besar,klu benar katakan benar
    2.anda sll bertanya ke sy tanpa anda menjwb pertanyaan sy
    3.anda sll minta dalil,tp stlh sy beri dalil anda lari dr pembhsan.
    pdhal anda sll memaksa,bhkan menghasut @admin spy tulisan sy tdk di muat.
    4.anda tdk bisa menrima suatu perbedaan,sehingga ujung2nya krn dalil itu dr syiah maka anda tolak,tanpa anda beri bantahan,
    5.anda sll minta dalil,tp ketika sy minta dalil,anda lari.semestinya anda akui bhw anda tdk punya dalil.
    jadi maaf anda tdk memiliki kemampuan utk berdiskusi terutama dgn sy.
    argumen anda di atas buat sy sangat gampang utk dipatahkan,krn pengetahuan anda ttg sejarah islam sangat minim,n anda tdk banyak memiliki referensi kitab.
    kitab yg anda miliki hanya kitab2 yg memberi pandangan sempit trhdp ahlulbait,
    sy sarankan agar anda memiliki kitab2 dr imam an nasa’i,ibnu abi alhadid,Qunduzi hanafi,al barzanzi,at thabari.
    salam…

  8. elfasi mengatakan:

    @ aldj, mas, sebenarnya kami udah dari dulu tidak berminat diskusi dengan anda, karena anda udah sering muter2 saja ketika dikejar dalilnya…. buktinya hingga sekarang anda gak bs menunjukkan validitas komentar anda ttg ajaran Imam Muhammad al-Bagir dengan menunjukkan kitab beliau atau kitab murid beliau sendiri… apakah krn anda tidak juga mendapatkannya hingga saat ini…???
    Tapi biarlah para pembaca yang menilai sendiri gimana diskusi kita..?
    Yang jelas, ana tegaskan kepada anda jangan remehkan orang sunni dengan menganggap orang sunni bodoh dan gk bisa menjawab pertanyaan orang2 syi’ah, klo ana liat dari diskusi kita hingga saat ini, anda masih belum bs menjawab smua pertanyaan orang sunni, karena itu, bilang aja ke orang2 syi’ah khususnya ustad2 anda klo orang sunni udah pada pandai diskusi dengan orang syi’ah n suruh belajar lagi, karena orang sunni yang lebih pintar dan lebih menguasai dari ana sangatlah banyak…..

  9. aldj mengatakan:

    @elfasi
    lihatlah komen anda penuh fitnah n hasut
    siapa yg bilang orang suni bodoh?
    anda tdk lihat tulisan sy,yg mengajak anda membaca kitab2 dr ahlusunnah
    ya pembc bisa lihat
    mari kita buktikan siapa yg muter2,selesaikan diskusi kita,
    kita tuntaskan dahulu mslh ahlulbait spy fokus.
    sy sdh jwb pertanyaan anda n silahkan anda jwb pertanyaan sy.
    setelah itu kita ke mslh kitab dr aimmah

  10. BIn Muhammah Hasyim mengatakan:

    Singkat, padat, jelas, lugas, terpercaya, perfect, ini yang benar……

  11. riariani mengatakan:

    fatwa mui tentang syiah

    http://www.mui.or.id/index.php?option=com_docman&Itemid=84&limitstart=5

    semoga bermanfaat…

  12. elfasi mengatakan:

    @ aldj, mas, anda jangan mencoba mendikte ana, karena ana udah tau trik2 orang seperti anda, yaitu ketika sudah merasa terdesak dalam diskusi, maka akan berusaha untuk lari dari pembahasan dengan memberikan pertanyaan macam2 biar pembaca tidak fokus lagi dari pembahasan semula…
    Klo anda memang tidak ingin lari dari pembahasan, silahkan jawab terlebih dahulu pertanyaan ana : mana bukti ajaran Imam Muhammad al-Bagir berupa kitab karangan beliau sendiri atau karangan murid beliau…????
    Jangan krn anda tidak menemukan buktinya, lalu anda lari dengan memberikan pertanyaan lain untuk dibahas…..
    Klo memang kurang ilmunya, maka jangan diskusi disini atau belajar aja dulu, karena disini khusus diskusi ilmiah dengan berdasarkan pada referensi kitab yang valid, bukan rekaan atau riwayat tanpa dasar yang jelas….
    -salam damai—

  13. Anonimous mengatakan:

    ijin copas

  14. alabud mengatakan:

    ana jd tmbh yakin klo syiah itu kafir…

  15. syi'ah tobat mengatakan:

    mari kembali ke jalan saadah alawiyah yang benar, Ya Tariim Wa Ahlaha

  16. findthetruth mengatakan:

    apakah kata wali hanya berarti penolong ?

    coba apa kata khalifah Abu bakar ttg makna kata wali dalam khotbah setelah pelantikannya, ternyata kata wali di artikan PEMIMPIN.

    Apakah anda merasa lebih pintar dari khalifah abu bakar ? dlm berbahasa arab ?….

    Dan perhatikan khutbah Abu Bakar ketika ia selesai dibaiat, ia menggunakan kata Waly untuk menunjukkan kepemimpinannya. Inilah khutbah Abu Bakar

    قال أما بعد أيها الناس فأني قد وليت عليكم ولست بخيركم فان أحسنت فأعينوني وإن أسأت فقوموني الصدق أمانة والكذب خيانة والضعيف فيكم قوي عندي حتى أرجع عليه حقه إن شاء الله والقوي فيكم ضعيف حتى آخذ الحق منه إن شاء الله لا يدع قوم الجهاد في سبيل الله إلا خذلهم الله بالذل ولا تشيع الفاحشة في قوم إلا عمهم الله بالبلاء أطيعوني ما أطعت الله ورسوله فاذا عصيت الله ورسوله فلا طاعة لي عليكم قوموا الى صلاتكم يرحمكم الله

    Ia berkata “Amma ba’du, wahai manusia sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik diantara kalian maka jika berbuat kebaikan bantulah aku. Jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku, kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah khianat. Orang yang lemah diantara kalian ia kuanggap kuat hingga aku mengembalikan haknya kepadanya jika Allah menghendaki. Sebaliknya yang kuat diantara kalian aku anggap lemah hingga aku mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya jika Allah mengehendaki. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah timpakan kehinaan dan tidaklah kekejian tersebar di suatu kaum kecuali adzab Allah ditimpakan kepada kaum tersebut. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mentaati Allah dan RasulNya maka tiada kewajiban untuk taat kepadaku. Sekarang berdirilah untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian. [Sirah Ibnu Hisyam 4/413-414 tahqiq Hammam Sa’id dan Muhammad Abu Suailik, dinukil Ibnu Katsir dalam Al Bidayah 5/269 dan 6/333 dimana beliau menshahihkannya].

  17. elfasi mengatakan:

    @ findthetruth, wahh rupanya anda tidak mengetahui sama sekali tentang bahasa arab….anda gk bisa bedakan antara kalimat2 nya..
    Dalam hadits Ghudir khum menggunakan kalimat “اللهم وَالِ من والاه “ yg berarti dari kata “وَالاَ – يُوَالِي “ sedangkan dalam khutbah syd Abubakar menggunakan kata “وَلىَّ يُوَليِّ “ yang berasal dari kalimat “ وَلَي يَلِي وَِلاَيَةً “, padahal dari kalimat2 tersebut terdapat prbedaan makna….
    * وَالاَ – يُوَالِي bermakna : menolong,
    * وَلىَّ يُوَليِّ bermakna : mengangkat pemimpin.
    * وَلَي يَلِي وَِلاَيَةً bermakna : mengatur, memimpin atau mengatur, dan bnyak lagi sebgaimana disebutkan dalam mu’jam2 bhs arab.
    sehingga sangatlah berbeda jauh bila diarahkan dengan hadits ghodirkhum….
    sekarang, coba anda sebutkan terjemahan dari hadits ghodir khum versi anda, dan yang anda anggap paling tepat untuk bisa menjadi hujjah anda dalam menetapkan kekhalifaan syd Ali setelah Rasulullah SAW…????

  18. aldj mengatakan:

    @elfasi
    apapun dalih (bkn dalil)anda ttg maula tdk merubah keutamaa ali kw, tp anda terlihat berupaya melemahkan posisi ali kw.
    anda mungkin menolak pernyataan sy,utk itu sy berikan pertanyaan kpd anda.ttg kepemimpinan ali kw
    1.adakah menurut anda dalil yg mengatakan bhw abubakar lebih utama dr ali,sehingga abubakar lebih pantas dr ali utk menjadi pemimpin?
    2.apa makna ali sbg penolong buat anda?

  19. elfasi mengatakan:

    @ aldj, gk ada yang ingin melemahkan posisi syd Ali, tp anda lah justru yang trlalu menganggap bahwa orang yang mengakui akan kekhilafahan syd Abubakar dan syd Umar termasuk melemahkan syd Ali…padahal jelas2 syd Ali juga ikutan membaiat mereka berdua…dan tidak memerangi sebagaimana memerangi Mu’awiyah ketika ingin menduduki jabatan khilafah juga….
    anda katakan :” adakah menurut anda dalil yg mengatakan bhw abubakar lebih utama dr ali,sehingga abubakar lebih pantas dr ali utk menjadi pemimpin? “
    klo anda minta dalil, nih ana bawakan dari syd Ali sndiri bagaimana beliau mengakui keunggulan syd Abubakar atas dirinya..:
    عَنْ أَبِى جُحَيْفَةَ قَالَ قَالَ عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ هَذِهِ الأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ
    Dari Abu Juhaifah berkata :” Syd Ali bin Abi Thalib berkata :” Maukah aku beritahukan kepada kalian dengan sebaik2 orang di Umat ini setelah Nabi Muhammad ? yaitu Abubakar kemudian Umar…” (Hadits riwayat Imam Ahmad, ad-Daaruquthni Abi Ya’la, Ibn Abi Syaibah, at-Thabrani, dan masih bnyak lagi..,.
    sekarang ana tanya, gmana tanggapan anda dengan perkataan syd Ali yang anda anggap maksum jg krn anda masukkan dlm Imam 12 anda ???

  20. aldj mengatakan:

    @elfasi
    trimakasih atas jwbn anda,wlw pun bagi sy blum memuaskan,
    krn
    dalil anda cuma satu,n dalil ini adlh yg sll jd andalan kaum2 yg ingin melemahkan posisi ali kw,
    dr tulisan anda n dalil dr anda menunjukan anda tdk trll mengetahui sejarah menjelang wafat rosul n setelah wafat beliau,
    anda menganggap bhw kondisi pd saat itu sangat stabil n terkontrol.
    pdhal justru sebaliknya,
    apakah anda mengetahui kapan ali membaiat abubakar?
    sedikit sy berikan dalil keanda,bhw sesungguhnya keadaan pd saat itu sangat2 tdk stabil.
    1.ibnu abbas:”tlh dtg kerugian yg sangat besar saat kegaduhan merekamenghalangi nabi saw utk mendikte wasiat sbg pegangan mereka”
    (ibnu sa’ad,ath-thabaqat vol II hal 242,muslim ashahih,vol IX hal 95,ahmad bin hambal almusnad vol I hal 336)
    “saat sejak itulah kesengsaraan umat islam mulai terjadi”
    (ibn katsir n az-zahabi meriwayatkannya,Addiyar al bakri dlm tarikh al kamis)
    dlm diskusi antar ibn abbas n umar,berkenaan ttg kekhalifahan ali,
    umar berkata:”nabi hendak menyatakan ali sbg penggantinya,namun sy menghalnginya agar tdk terjadi
    (ibn abi alhadid,syrh vol III hal 97)
    2.ucapan ali kpd fatimah berkenaan pembaitan ummat kpd abubakar sbg khalifah,
    kata ali:”apakah kita pantas mempermasalahkan persoalan khalifah sementara nabi belum dikuburkan?”
    (ibnu qutaibah,al imamah wa as-syiasah,vol I hal 12-13,ibn abi alhadid pun meriwayatkannya)
    dalil ini sj sdh mengisyaratkan ke kita bhw sbnrnya kondisi pd saat itu sangat2 memprihatinkan.
    dalil sy diatas adlh tnggapan sy atas dalil anda ttg ucapan knp ali berkata sprt itu,mdh2n anda memahaminya.
    sedang keutamaan ali prihal maula(pemimpin) sy beri 1 dalil
    rasul saw:”ali berasal dr ku dan aku berasal dr ali.tak ada SEORANG PUN yg memiliki hak dlm urusan APA SAJA utk MENGGANTIKAN diriku kecali ALI”
    (At-tarmidzi,jami as-shahih,vol V hal 300,ibn majah assunan,vol I hal 44,ahmad bin hambal,vol IV hal 164-165)
    ini sja dulu yg sy sampaikan,semoga bermanfaat.
    mdh2n anda tdk melihatnya sbg pendiskriditan sahabat,tp ini kenyataan sejarah.
    mdh2n diskusi kita berjln dgn baik.
    mohon pertanyaan sy yg kedua anda jwb.
    soal kemaksuman n 12 imam akan sy jwb,klu anda n admin menghendaki
    salam….

  21. elfasi mengatakan:

    @ aldj, wahhh lucu bnget anda nih, Nampak sekali klo anda hanya didoktrin untuk benci dengan para sahabat hingga tidak mengakui perkataan dari syd Ali sekalipun, orang yang mengakui perkataan syd Ali anda anggap melemahkan posisi beliau, sungguh anehhh…..???
    seandainya anda menjadi pengikut syd Ali, harusnya mngikuti juga gimana beliau lebih mendahulukan dan mengunggulkan syd Abubakar dan syd Umar dari dirinya sendiri, bukan malah sebaliknya…beginikah seorang pengikut tapi tidak mau mengikuti imam yang diikuti…???
    liat bagaimana alhabib Abdullah alhaddad dalam kitabx Tatsbitul Fu’ad ketika ditanya tentang kenapa beliau lebih mendahulukan Syaikhain (syd Abubakar dan syd Umar) daripada kakek beliau sendiri syd Ali bin Abi Thalib ..?? beliau pun menjawab :” aku mendahulukan keduanya dari syd Ali karena syd Ali lebih mendahulukan dan mengunggulkan mereka dari dirinya… Inilah pengikut dan pecinta sejati yang tidak mau lepas atau menyimpang dari yang dilakukan oleh imam yang diikutinya, bukan malah membuat pendapat sendiri…
    anda katakan :” dlm diskusi antar ibn abbas n umar,berkenaan ttg kekhalifahan ali,
    umar berkata:”nabi hendak menyatakan ali sbg penggantinya,namun sy menghalnginya agar tdk terjadi”,
    == wahh hebat banget referensinya, hanya saja berupa terjemahan tanpa nash aslinya…coba anda tampilkan nash aslinya mas, karena hanya anda saja yang menemukan refernsi spt ini, padahal dalam kitab2 tidak ada sama sekali seperti yang anda maksudkan diatas……
    tolong jangan hanya mmbawa terjemahan yg sarat dengan penyelewengan dan pemelintiran arti yang tidak anda ketahui….
    maaf, pertanyaan anda yang kedua belum ana jawab pada komentar ana sebelumnya, kali ini akan ana jawab : sekali lagi, makna dari hadits ghodir khum yang paling tepat adalah “ barang siapa yang aku sebagai penolongnya, maka Ali juga sebagai penolongnya “,
    Maksud dari penolong kita dari syd Ali berlaku secara mutlak yaitu dalam beberapa hal seperi dalam ilmunya dimana beliau sebagai madinah ilmunya Nabi, penolong dalam memberikan petunjuk jalan Rasulullah, dan lain sebagainya…
    sekarang ana ingatkan, di atas permintaan ana ttg arti hadits ghodir khum versi anda bagaimana, belum anda tampilkan disini….tolong segera ditampilkan agar orang bisa membedakan manakah yang lebih tepat….

  22. aldj mengatakan:

    @elfasi
    sy fikir anda mau berdiskusi dgn baik,ternyata mlh sebaliknya.
    anda memulai lg dgn memfitnah.
    ketika sy beri dalil ttg keutamaan imam ali,ko anda serta merta mengatakan sy membenci sahabat.apa anda bisa buktikan itu?
    sdh jelas bagi sy bhw anda justru melemahkan posisi imam ali.
    krn ketika sy memberi dalil keutamaan imam ali lalu anda katakan sy pembenci sahabat??? apa maksud anda??
    berdiskusilah dgn cara yg baik.
    Dalil yg sy sdh berikan kpd anda sdh jelas.
    soal habib abdullah alhadad bwt sy klu itu memang ucapan beliau.bwt sy sama sprt ucapan al imam ali as.
    dan anda perlu tau sy tdk menolak keshahihan dalil hadits anda tsb.
    sy sdh berikan dalil keanda,mestinya anda memahami knp imam ali berbaiaat n berpidato sprt itu.
    kt anda:
    == wahh hebat banget referensinya, hanya saja berupa terjemahan tanpa nash aslinya…coba anda tampilkan nash aslinya mas, karena hanya anda saja yang menemukan refernsi spt ini, padahal dalam kitab2 tidak ada sama sekali seperti yang anda maksudkan diatas……
    kt sy:
    1.mksd anda anda tdk punya kitabnya?
    kt anda:
    tolong jangan hanya mmbawa terjemahan yg sarat dengan penyelewengan dan pemelintiran arti yang tidak anda ketahui….
    kt sy:
    wah sombong betul anda
    mana yg diselewengkan n dipelintir?
    anda tdk perlu buat pernyataan yg menuduh,tunjukan sj mana yg diselewengkan n dipelintir?
    atw anda hanya mau berdalih sj??
    andalah yg sebenarnya menyelewengkan dalil yg anda berikan,krn anda memberikan dalil hadits dr imam ali tdk dgn scr lengkap,sehingga maknanya pun jd berubah.
    pdhal klu anda tulis scr lengkap,terlihat bhw imam ali memperlihatkan ketawaduan nya.
    mas banyak dalil yg menunjukan bhw abubakar tdk sebanding dgn ali.
    tp sy juga tdk menafikan keutamaan abubakar.sy bisa beri dalil dr ahlusunnah ttg debat antara ali n abubakar,n abubakar mengakui kelemahan beliau atas ali.
    tp apa perlunya sy ungkap,krn anda tdk mau menanggapi dalil sy dgn baik.
    kt anda:
    Maksud dari penolong kita dari syd Ali berlaku secara mutlak yaitu dalam beberapa hal seperi dalam ilmunya dimana beliau sebagai madinah ilmunya Nabi, penolong dalam memberikan petunjuk jalan Rasulullah, dan lain sebagainya…
    kt sy:
    jawaban anda dr segi bahasa sj tdk ilmiah apa lg maknanya.
    dr segi bahasa ada kalimat anda”berlaku scr mutlak” lalu ada kalimat anda “dlm beberapa hal”
    makna apa yg terkandung dlm tulisan anda anda pun tdk jelas.
    kesimpulan sy dr semuanya ini:
    anda tdk tau apa yg anda sampaikan.
    lihatlah sy sanggah tulisan anda bkn hanya dgn pernyataan tp dgn bukti bukan fitnah…
    saran:
    hilangkan syiahfobia anda,berdiskusilah dgn cara yg baik,
    sy bisa berikan dalil2 bgmn ulama2 besar hadramaut(habaib) berkata ttg syiah.tp sy takut anda nnt bersifat kurang ajar trhdp mereka,justru krn anda sy jd berdosa
    klu anda bisa beretika dgn baik dlm berdiskusi maka akan sy berikan dalil tsb.
    salam…

  23. mamado mengatakan:

    sekedar mau nimbrung
    @aldj,ana tertarik dg mslh wasiat nabi
    sebelum ana ikutan,ana tampilkan dulu 2 nash penting yg mnjd kunci mslh ini
    Pertama hadits riwayat Bukhari
    صحيح البخاري – (ج 6 / ص 2680)
    6932 – حدثنا إبراهيم بن موسى أخبرنا هشام عن معمر عن الزهري عن عبيد الله بن عبد الله عن ابن عباس قال : لما حضر النبي صلى الله عليه و سلم قال وفي البيت رجال فيهم عمر بن الخطاب قال ( هلم أكتب لكم كتابا لن تضلوا بعده ) . قال عمر إن النبي صلى الله عليه و سلم غلبه الوجع وعندكم القرآن . فحسبنا كتاب الله . واختلف أهل البيت اختصموا فمنهم من يقول قربوا يكتب لكم رسول الله صلى الله عليه و سلم كتابا لن تضلوا بعده ومنهم من يقول ما قال عمر فلما أكثروا اللغط والاختلاف عند النبي صلى الله عليه و سلم قال ( قوموا عني(
    Kedua ayat Alquran :
    يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (67) ] المائدة :67 [
    Pikirkan dua hal saja

    Pertama : ketika Umar melihat keadaan nabi yang sudah demikian payah, beliau menyarankan agar Rasul tidak perlu menulis wasiat itu, dan beliau mengatakan bahwa Alquran sudah cukup untuk kami, tidak perlu Nabi dipayahkan lagi dengan menulis wasiat. Akan tetapi Ada di antara mereka yang tidak mengerti maksud umar ini sehingga mereka membuat suasana di sekeliling Rasul menjadi kacau, akhirnya Rasulullah mengusir mereka. Sedangkan Riwayat yang mengatakan “Nabi Mengingau” itu bukan keluar dari mulut Umar (lihatlah semua haditsnya dalam kitab Bukhari Muslim) lagipula maksudnya adalah pertanyaan inkar (istifham inkari) yang artinya adalah “Apakah (tidak mungkin) Nabi mengingau?”

    Kedua : Akhirnya Nabi tidak menulis wasiat, itu berarti secara tidak langsung Beliau setuju dengan pendapat Umar. Seandainya perkara yang akan disampaikan beliau adalah perkara yang wajib diketahui oleh semua orang mukmin tidak mungkin beliau diam di akhir hayatnya, padahal Allah dalam ayat di atas telah mewajibkan Beliau untuk menyampaikannya. Kalau ini adalah perkara yang wajib maka pasti Nabi akan menyampaikannya meskipun harus mengorbankan nyawanya sebagaimana beliau menyampaikan risalahnya walaupun harus berdarah-darah karena perang. Apakah Nabi yang berani ini di akhir hayatnya diam hanya karena perkataan Sayidina Umar??.

    Implikasi perkataan anda, bahwa Sayidina Umar menggagalkan wasiat Nabi, ini berarti secara tidak langsung anda mengatakan bahwa Nabi telah berbuat Khianat karena tidak menyampaikan wasiat yang seharusnya Beliau sampaikan pada umatnya dan membiarkan umatnya dalam kesesatan (seperti perkataannya لن تضلوا بعده ) karena Nabi tidak mewasiatkan sampai akhir hayatnya. Ini adalah perkataan yang sangat keji.

  24. aldj mengatakan:

    @mamado
    trims sanggahan anda.
    singkat sj buat sy ttg argument anda.
    umar lebih mengerti/tau dr pd rosul???.
    kt anda:
    Implikasi perkataan anda,
    kt sy:
    itu bukan kata2 sy mas… itu kata2 umar ketika berbicara dgn ibnu abbas.
    wasiat rosul ttg kepeimpinan ali sdh berulang2 beliau katakan,bukan hanya pd tragedi hari kamis.
    knp sy katakan sprt itu?
    krn umarpun tau apa yg akan beliau sampaikan.
    saran sy ke anda:
    anda jgn sprt kaum wahabiyyin,yg berusaha melebih2kan keutamaan sahabat,sampai2 keutamaan rosul direndahkan
    catatan:
    sy berbicara sejarah n kebenaran,jgn anda salah tafsir bhw sy membenci sahabat.
    umar jg punya keutamaan2 itu sy tdk pungkiri,tp hrs anda ketahui beliau tdk maksum.
    wallahu a’lam…
    salam…

  25. elfasi mengatakan:

    @ aldj, wahh rupanya anda tidak memahami juga ya…..justru andalah yg menuduh dengan tanpa dalil kpd ana mas, ketika ana bawakan hadits shohih pengakuan syd Ali akan keutamaan syd Abubakar dan syd Umar, anda katakan klo ana telah melemahkan syd Ali…melemahkan dari mana mas..??? justru seperti ini akan mengindikasikan bahwa anda akan menvonis org yang menghormati syd Abubakar dan syd Umar dan mempercayai akan prnyataan syd Ali sbgai bntuk pelemahan trhadap kedudukan syd Ali, melemahkan dari mana mas…??? anda sudah mulai gk ilmiah lagi nih….udah diberi hadits shohih dimana syd Ali mengakui keunggulan syd Abubakar dan syd Umar malah anda anggap sbg melemahkan kedudukan beliau..??
    anda katakan :” mana yg diselewengkan n dipelintir ?, anda tdk perlu buat pernyataan yg menuduh,tunjukan sj mana yg diselewengkan n dipelintir? , atw anda hanya mau berdalih sj ??
    === wahhh lagi2 anda gk bisa memahami perkataan orang lain padahal masih berbahasa Indonesia, gimana jadinya dgn isi kitab berbahasa arab ya, bakalan gk bisa memahami sama sekali nih… ana gak mengatakan bahwa terjemahan anda telah mengalami pemelintiran, tapi jangan gunakan terjemahan tapi gunakan nash aslinya yg berbahasa arab, krn jika hanya terjemahan, kesalahan dalam penerjemahan atau bahkan kesengajaan dalam pemelintiran makna tidak akan bisa terdeteksi…trus terang, ana bukanlah tipe orang yang langsung bisa menerima dalil terjemahan saja….
    terus terang ana gak punya kitab yang anda sebutkan, karena itu sekarang ana minta kepada anda, tampilkan nash aslinya dari dalil yang anda bawa diatas berkaitan dengan pengakuan syd Umar telah menghalangi wasiat penyerahan khilafah kpd syd Ali sepeninggal Rasulullah…..(ana tunggu secepatnya…!!! )
    anda katakan :”andalah yg sebenarnya menyelewengkan dalil yg anda berikan,krn anda memberikan dalil hadits dr imam ali tdk dgn scr lengkap,sehingga maknanya pun jd berubah. pdhal klu anda tulis scr lengkap,terlihat bhw imam ali memperlihatkan ketawaduan nya.”
    === wahhhh mulai lagi dah tuduhan tnpa dasar, hanya karena terpojok dengan riwayat dari syd Ali sndiri, lalu anda katakan riwayat yg dipotong…emank hadits itu versi anda gimana mas..?? tolong anda tampilkan disini..!!!..
    jika itu anda anggap sbg bntuk ketawadhu’an beliau, lantas kenapa anda tidak ikut juga tawadhu’ spt beliau dengan ikut menghormati syd Abubakar dan syd Umar, bukan malah ikutan org2 yg memusuhi beliau atau bahkan melaknat beliau…???
    anda katakan :” dr segi bahasa ada kalimat anda”berlaku scr mutlak” lalu ada kalimat anda “dlm beberapa hal” makna apa yg terkandung dlm tulisan anda pun tdk jelas.”
    === anda rupanya tidak bisa banget buat memahami perkataan orang, apakah pernyataan “ dalam beberapa hal “ itu adalah bentuk pembatasan dalam pertolongan beliau…???
    pahami lagi mas perkataan org sebelum mengeluarkan tanggapan yang justru akan semakin menunjukkan jati diri anda sebenarnya…..
    anda katakan :” sy bisa berikan dalil2 bgmn ulama2 besar hadramaut(habaib) berkata ttg syiah.tp sy takut anda nnt bersifat kurang ajar trhdp mereka,justru krn anda sy jd berdosa”
    ==== ohhh bagus banget tuh mas, tolong anda sampaikan disini, dan gk perlu khawatir ana akan kurang ajar, karena ana dididik oleh guru ana untuk menjadikan mereka sebagai panutan yang selalu dihormati, jadi gk mungkinlah kalau malah melecehkan mereka…
    silahkan anda tampilkan disini, nantinya akan ana bawakan juga perkataan mereka ulama’ hadramaut berkaitan dengan syi’ah (rofidhoh) supaya bisa kita bandingkan perkataan yang anda bawa dengan yang ana bawakan……
    sekali lagi, kami tunggu beberapa dalilx dengan nash aslinya secara jelas (berbahasa arab) dan bukan terjemahan……
    @ all, kita tunggu gimana si aldj membawakan dalil dengan nash aslinya berbahasa arab, apakah dia memiliki dalil aslinya atau hanyalah org yang ilmunya dari terjemahan saja, hingga tidak bisa membedakan keshohihan dari dalil yang dia bawa….???

  26. aldj mengatakan:

    @elfasi
    jelas bwt sy anda tdk tau apa yg anda tulis.
    anda sok menyanggah tulisan sy n sok menilai sy.tp tanpa dasar
    lg2 anda katakan sy membenci sahabat.
    sdhlah sy ternyata berdiskusi dgn anak kecil.
    ratusan ayat quran n hadits berbicara ttg keutamaan ali yg luar biasa yg tdk sebanding dgn sahabat.
    lalu anda tampilkan satu hadits yg tdk lengkap dr ali.
    lalu anda katakan abubakar diatas ali….??? apa anda tdk melemahkan posisi beliau?
    eh..anda pake minta hadits ali yg lengkap.
    itu sdh jelas bhw anda cuma mengutip hadits tsb dr kaum pembenci ahlulbait,yaitu wahabi
    sy sdh berikan dalil ke anda dgn dalil lengkap judul n halamannya,
    eh…anda katakan terjemahan bisa dipelintir n diselewengkan,tanpa anda beri bukti n cuma prasangka
    sy tdk memberikan scan atas kitab2 tsb,krn keterbatasan tehnologi n pengetahuan sy ttg I.T.
    tp tulisan sy bisa sy pertanggung jwbkan.
    jgn sok menyanggah tulisan orang lain,klu anda tdk memiliki pengetahuan ttg sejarah tsb.
    Jd klu anda ingin mengetahui ttg riwayat n hadits tsb silahkan anda cari sendiri kitabx,itu klu anda ingin menggali ilmu.
    n jgn sanggah dulu tulisan sy sblum anda berpengetahuan ttg riwayat tragedi hari kamis,saat stlh rosul wafat
    cukup buat sy hadits rosul
    “ali berasal dr ku dan aku berasal dr ali.tak ada SEORANG PUN yg memiliki hak dlm urusan APA SAJA utk MENGGANTIKAN diriku kecali ALI”.
    lihatlah jg hadits tsaqlain
    “aku tinggalkan 2 perkara yg apa bila kalian berpegang kepada ke 2 nya maka kalian tdk akan tersesat yaitu alquran n ittrati AHLULBAITI”
    siapa pun yg tdk berpegang/berwilayah/berimam,kpd ali ba’da rosul
    punya kans akan tersesat,tdk terkecuali mereka yg berpegang kpd abubakar atw pun umar.
    anda perhatikan baik2 tulisan yg sy tulis pake huruf besar.
    dalil ini sj sdh cukup utk keutamaan ali,
    laulu anda menyanggahnya dgn satu hadits yg tdk lengkap??
    aneh….
    anda tdk usah bw2 @all,mrk sdh bisa menilai anda..
    krn @mamado aja tau riwayat tsb

    @mamado
    anda faham tdk tulisan sy??
    beristigfarlah dgn tulisan anda,bukalah fikiran anda ttg riwayat2 yg menyesatkan spy anda tdk sia2 dlm ibadah n amalan anda

  27. mamado mengatakan:

    @aldj,
    tolong tunjukkan perkataan ana yg anda katakan mengunggulkan sydn umar dr nabi……??
    ini tuduhan yg lucu…..
    klau bgt ana pgn tau tanggapan antm ttg kjadian trsbt
    kalau anda mengatakan sydn umar MENGGAGALKAN wasiat nabi,alangkah lemah dan penakutnya nabi qt & beliau tdk tuntas menyampaikan risalahnya,inilah implikasi pendapat anda…
    ahlussunnah menanggapi kjadian trsbt dg lbh dewasa…
    itu menunjukkan bahwa nabi setuju dg pendapat sydn umar krn beliau tdk ingkar dg umar,ingat bahwa sifat nabi adlh beliau tdk akan diam ketika kemungkaran berada di depan beliau…..
    mslh nabi menyuruh mrk kluar,coba lihat lagi hadistnya….!!
    siapa yg dsuruh kluar oleh nabi….
    afwan…

  28. mamado mengatakan:

    @elfasi,
    ana sgt setuju dg nt,memang setiap ana diskusi dg syiah nrk selalu membawa terjemahan,sama sekali g pernah ana temui mrk membawakan teks bhs arabnyaa….
    apa mrk g faham bhs arab kali yaaa….??

    @aldj,
    klau yg anda bahas ttg keutamaan imam ali dr sohabat lain,ana kira g perlu d permasalahkan,krn dlm ahlussunnah pun ada yg berpendapat bahwa imam ali plg mulia….
    tp ingat,mslh kemuliaan lain pembahasannya dg mslh khilafah….
    coba anda fokus pd mslh kholifah aja ok.

  29. rejal ba'alawi mengatakan:

    Maaf ana gabung ya…
    @aldj : nt kan blg bhw sydna umar menghalangi wasiat nabi yg pd wkt it nabi mau menggantkn kedudukanx beliau… Ana minta nash dalil dg bhs arab (bkn terjemahan yg jadikan patokan skrg) . . . Syukron!

  30. elfasi mengatakan:

    @ aldj, anda katakan :”sdhlah sy ternyata berdiskusi dgn anak kecil.”
    == iyah mas yang dewasa…..rupanya saya sekarang lagi diskusi dengan org dewasa ya.., yg berarti pikirannya lebih logis, kritis dan tidak mudah percaya dengan dongengan atau bualan semata, akan tetapi akan melihat pada kepastian dan dalil yang jelas dengan memperhatikan pada nash aslinya…
    sekarang gini ajah mas, tolong tampilkan permintaan ana di atas yaitu :
    1. dalil anda tentang pernyataan syd Umar bahwa wasiat Nabi itu adalah tentang kekhalifahan syd Ali sepeninggal Nabi SAW lalu beliau menghalanginya…
    sekali lagi klo anda dewasa, maka anda tidak akan puas dengan dalil terjemahan ajah, klo emang g’ bs scan kitabx (walaupun sangat ganjal sekali org yang selalu aktif dalam internet spt anda tp dengan scan kitab ajah tidak mampu), silahkan anda tampilkan tulisan arabnya ajah, walau bukan scan kitab aslinya…..(ana tunggu mas yg dewasa……!!!)
    2. Tolong tampilkan jg dalil riwayat syd Ali secara lengkap versi anda dengan nash aslinya atau paling tidak tulisan arab asli kitabx…, karena anda anggap dalil yang ana tampilkan di atas tidak lengkap dan di potong sedangkan anda tidak menampilkan sama sekali riwayat hadits tersebut di koment anda sebelumnya…., ( orang dewasa tidak mngkinlah memberikan tuduhan tanpa memberikan buktinya…..)
    3. Tampilkan juga disini tentang perkataan para ulama’ (habaib) hadramaut yang mendukung terhadap syi’ah/rofidhoh..(sekali lagi, dengan referensi yang jelas…)

    anda katakan :” siapa pun yg tdk berpegang/berwilayah/berimam,kpd ali ba’da rosul, punya kans akan tersesat,tdk terkecuali mereka yg berpegang kpd abubakar atw pun umar. “
    ===wahhh hebat y abs memberikan kesimpulan sendiri tanpa dalil yang justru bertentangan dengan dalil yang ditampilkan, yaitu “
    – Dalam hadits yang anda tampilkan di atas, Nabi tidak menyatakan sama sekali tentang wilayah syd Ali, tapi hanya meminta untuk mengikuti dan berpegang teguh dengan beliau…
    – Anda katakan brpegang kpd syd Ali langsung ketika Nabi, padahal tidak ada pernyataan seperti itu dalam hadits yg anda tampilkan..

    @ all, kita tunggu sekarang gimana aldj memberikan dalilx dalam nash arabnya, dan bukan terjemahan saja, yang akan membuktikan apakah ilmunya adalah dari kitab2 yang mu’tabar atau hanya dari doktrin atau mungkin hanya dari hasil copas di internet ajah……kita buktikan n kita tunggu ajah jawaban darinya..

  31. rejal ba'alawi mengatakan:

    @elfasi : ana setuju dg pendapatx antm…
    @aldj : nt debat cm copas (copy-paste) anak kecil ya bs jal…
    Oia ana tunggu jwbnx nt, cpt lho ya…! Atw mngkn msh mikir cr alasan lg nich…!

  32. aldj mengatakan:

    wah.. seru nih..
    @mamadon
    anda jg ternyata tdk tau apa yg anda tulis.
    mas semestinya anda tau,klu apa yg disampaikan oleh rosul itu adalah wahyu.jd anda tdk perlu membela pendapat umar,yg ucapan umar tsb mengakibat kan umat pd wkt itu jd bertengkar,
    apa anda mau katakan bhw bhw umat pd waktu itu hadir semuanya bodoh?
    sehingga mereka tdk mengerti ucapan umar?
    @rajal ba alawi.
    hebat betul nama anda
    anda cuma omong kosong
    anda tdk lihat tulisan elfasi ketika sy berikan dalil lalu dia cuma bisa memfitnah???
    atw anda tdk mengerti apa namanya copas??

    @elfasi
    anda tdk perlu menunggu lama2 silahkan anda buka kitab yg sdh sy berikan.
    klu anda tdk punya kitabx jgn sok menyanggah tulisan sy
    yg lucu anda katakan sy copas n doktrin.
    bukannya anda yg copas n doktrin dgn memberikan dalil hadits imam ali yg cuma sepenggal.

  33. mamado mengatakan:

    @aldj,
    anda faham g sich kata2 ana ????
    justru karena ucapan nabi adalah wahyu,knp kok bisa digagalkan dg sydn umar ????
    ini menunjukkan bahwa nabi meminta pendapat pada sohabatnya,yg hal ini biasa dilakukan oleh nabi…
    anda tau dari mana bahwa ummat bertengkar gara2 sydn umar ??
    anda jgn mengkondiskan keadaan yg sebenarnya g terjadi….
    pertanyaan ana blm anda jawab,
    knp nabi g marah pada sydn umar klau memang dy berbuat kemunkaran d depan nabi….??
    baru setelah ahlulbait d blkg hijab berbeda pendapat,ada yg setuju dg sydn umar ada yg g setuju,baru nabi meyuruh mereka keluar ???
    coba jawab dulu pertanyaan ana ini ok !!

  34. elfasi mengatakan:

    @ all pengunjung,
    liat nih rupanya orang yang mengaku dirinya telah dewasa dan berpikir logis tapi tak ubahnya anak kecil, gak bisa ilmiah dengan menunjukkan dalil sebenarnya tapi malah berusaha untuk mengelak dengan segala cara..inlah buktinya bahwa sebenarnya mereka membawa dalil bukanlah karena mereka ilmiah tapi hanya doktrin atau hanya hasil copy paste saja, buktinya ketika diminta untuk menampilkan nash aslinya malah beralasan dengan seribu cara…
    Bisanya hnya tuduhan tanpa dasar, buktinya ktika dia menyatakan bahwa riwayat syd Ali diatas adalah sepenggal yang telah dipotong, tp ketika ana minta dalil versinya yang lengkap, dia tidak juga bs menampilkannya…inikah yg namanya ILMIAH…???
    Inilah bukti bahwa justru mereka tuh telah melakukan penghianatan dengan berkedok AHLUBAIT tapi kecenderungan mereka pada dasarnya bukan pada AHLU BAITnya sendiri melainkan lebih mengikuti ORANG2 PERSI (IRAN)….

  35. aldj mengatakan:

    @mamado
    adakah nabi meminta pendapat perihal tsb kpd sahabat(umar)?
    sekali lg anda tdk memahami dgn tulisan anda
    bukan kah anda tulis bhw pd saat itu keaadan menjadi kacau,
    kemudian rosul mengusir mereka,
    itukan semua tulisan anda?
    artinya rosul pd saat itu marah,knp marah?
    krn mereka pd saat itu meributkan ucapan umar
    sekali lg anda tdk perlu membuat kesimpulan2 yg ngawur sehingga anda sendiri tdk memahami apa yg anda tulis.
    utk jelasnya sy bertanya keanda sesuai tulisan anda.
    1.knp keadaan pd saat itu menjadi kacau?
    2.siapa sj yg di usir?
    3.apakah menurut anda rosul tdk jd menyampaikan wasiat tsb?
    utk lebih rinci apakah umar termasuk yg diusir?
    jwb ya… spy anda mengerti apa yg anda tulis

    @elfasi
    lihatlah ahlak anda n sadari.
    sy sdh berikan dalil kpd anda,tinggal anda lihat dr kitab yg sy sebutkan.
    bukannya anda berusaha menggali apa yg sdh sy sampaikan.tp anda justru membuat pernyataan2 kosong n fitnah
    jelaslah bhw anda berusaha keluar dr pembahasan.
    sekarang anda bicara IRAN,apa mksd anda?
    jelaskan bhw andalah yg berusaha keluar dr pembahasan.
    pantaskah ucapan sy ke anda bhw anda bertabiat anak kecil?
    jd sy sarankan ke anda fokus sj dgn dalil yg sdh sy sampaikan
    oya..
    klu keilmuan sy adalah hasil dr doktrinasi,silahkan anda bahas sj dalil yg sy sampaikan.
    krn klu doktrinasi apa yg disampaikan tdk dpt dimengerti oleh yg menyampaikan.
    dan ketika dia sdh mersa terdesak dia cuma bisa memfitnah n menghujat.spy keluar dr pembahasan n melebar menjadi tdk ilmiah

  36. aldj mengatakan:

    @mamado
    oya sesuai tulisan anda antara “kemuliaan n kekhalifahan lain pembahasannya”.
    anda mau berdiskusi soal ini dgn sy?
    tp sy salut ke anda dgn mengatakan bhw “ahlusunah menganggap bhw ali paling mulia”
    anda lihat elfasi bersikeras bhw abubakarlah yg paling mulia,dgn hanya memakai satu dalil,eh sepenggal lg.
    sy tdk tau dr mana dia baca kitab.

  37. alhusein ashofi assegaf mengatakan:

    @aldj ana mau tanya apa wasiat nabi itu brp wahyu ato hanya musyawaroh?

  38. mamado mengatakan:

    @aldj,knp anda selalu mgkatakan semua g mengerti tulisanx ???
    apakah anda jg faham dg tulisan anda ???
    klau mslh kemuliaan,ana tekankan lg yaaa
    kpn ana ngomong klau imam ali mnurut ahlusunnah (semuanya) adlh plg mulia ???
    ana cmn ngomong bahwa dlm mslh kemuliaan dlm kalangan ahlusunnah sendiri msh ada yg berpendapat bahwa imam ali plg mulia,artix dlm mslh kmuliaan msh ada khilaf,tp yg mu’tamad abubakar yg plg mulia.
    maka dr itu ana ngomong klau mslh ini g perlu d bhs…
    skrg yg g ngerti ma tulisan ana,nt atau ana ???

    mslh wasiat,
    yg ramai dsana sapa ??
    coba lihat hadistx…..!!
    apakah nabi mengusir mrk semua gara2 sydn umar mengatakan cukup bagi kami kitab allah atau gara kegaduhan yg ditimbulkan didepan naby ??
    klau mmg nabi mengusir sydn umar langsung stlah beliau mengatakan “cukup bagi kami kitab allah” mka artinya nabi g setuju dg sydn umar,tp klau mmg gara2 kegaduhan trsbt,apakah pantas nt katakan naby mengusir mrk gara2 pernyataan sydn umar ??
    ingat,jika ada kemunkaran d depan naby,naby LANGSUNG akan mencegahnya ( g perlu nunggu waktu lama utk nahi munkar )
    ringkasx gini
    klau mmg sydn umar kliru,maka nabi LANGSUNG akan menegorx g perlu nunggu kegaduhan yg terjadi dsana ?????
    brarti nabi mengusir mrk,karena mmg tdk pantas ada kegaduhan d depan nabi,bkn karena sydn umar “mencegah” nabi utk berwasiat bung………….
    klau mmg sayidian umar salah,maka nabi g nahi munkar donk ????
    ini adlh implikasi pernyataan anda……..

  39. elfasi mengatakan:

    @ aldj, Rupanya Cuma segini kemampuan anda mas, mengakunya udah dewasa tapi hnya seperti anak kecil yang ikutan diskusi ajah..ketika di mintai nash asli dari dalil yang dibawa, ehhh malah mengelak dengan SERIBU alasan, lalu anda membalik tuduhan dengan mengatakan bahwa ana telah menfitnah anda …mas perlu ana ingatkan lagi, permintaan ana yg belum anda berikan ada 3, pertama nash asli dari hadits yang anda tampilkan, kedua, bukti tuduhan anda bahwa hadits riwayat syd Ali yang ana tampilkan hanya sepenggal dan anda tuduh telah dipotong tentang syd Ali, ketiga, perkataan habaib hadramaut ttg kesetujuan mereka dengan aliran syi’ah/ rofidhoh…..jika anda masih ingin diskusi ilmiah tampilkan ajah permintaan anda tersebut, n gk usah mengelak lagi…

    @ ADMIN, mohon lebih di teliti n di nilai pada koment yg masuk dan lebih mengarahkan diskusi yang ada demi lebih terarahnya diskusi dan lebih ilmiah lagi..serta alangkah baiknya setiap yang ikutan diskusi diharap bisa memberikan dalil dengan nash aslinya (berbahasa arab0, bkn cm terjemahan belaka…dengan demikian diskusi kita semakin menarik n terarah..

  40. forsan salaf mengatakan:

    @ all pengunjung, kami mohon kepada anda semua untuk lebih fokus pada pembahasan artikel di atas dan tidak menyimpang. Dan mohon dalam diskusi sertakan juga dalil-dalil yang jelas sebagai pendukung dari komentar anda berupa nash aslinya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini kami maksudkan adalah bahasa arab agar lebih mengerti dalam penterjemahan dan pembahasan secara menyeluruh dari segi bahasa dan lain sebagainya. Sedangkan terjemahan diperuntukkan bagi pengunjung yang tidak bisa baca kitab atau berbahasa arab. Dengan demikian diskusi kita akan semakin ilmiah.
    @ aldj, maaf, kami lihat justru anda yang telah keluar dari pembahasan artikel dengan membahas tentang syd Umar, dan anda juga hingga saat ini belum bisa memenuhi permintaan dari teman diskusi anda yaitu menampilkan dalil dengan nash aslinya padahal itu kami anggap adalah hal yang paling baik dalam dan lebih valid daripada berupa terjemahan saja. Oleh karena itu, kami peringatkan kepada anda untuk segera memberikan dalil anda dengan nash aslinya di forum ini agar diskusi lebih ilmiah. Dan kami minta anda tidak mencari alasan lagi, jika itu tetap anda lakukan, maka kami tidak segan-segan untuk tidak meng-approve komentar anda.
    Pembahasan yang ingin anda usung mengenai wasiat Rasulullah di hari Kamis, akan kami tampilkan dalam artikel khusus agar bisa kita diskusikan bersama secara ilmiah dengan penuh dalil-dalil yang terarah.

  41. aldj mengatakan:

    @forsan
    sungguh anda tdk fair,anda tdk lihat tulisan @elfasi yg isinya menghujat n fitnah? n apakah anda jg tdk lihat tulisan dia yg coba2 menggiring pembahasan soal IRAN n syiah yg tdk ada hub dgn pembhsan. soal umar(tragedi hr kamis) adlh memang dr sy.tp hal tsb adlh hanya contoh bhw memang sejarah mencatat bhw keadaan tsb tdk stabil,ini berkenaan salah satu pernyataan @elfasi bhw imam ali membaiaat abubakar,bknkah contoh dr sy ada hubungannya dgn pernyataan elfasi?
    tp lihat tulisan dia ttg IRAN n fitnah n hujatan dia kesaya n syiah apakah ada hubungan nya? n apakah anda menegurnya?.
    tp sy jg memahami subjektifitas anda,krn anda menganggap bhw sy adlh lwn anda.tnp peduli kebenaran yg sy sampaikan.
    Tp baik sy ikuti mau anda dgn tdk membahs soal tragedi hr kamis.
    n sy berikan scan ttg hadits imam ali.
    dan anda lihat apa kata @elfasi nanti
    حدثنا عبد الله حدثني أبو صالح الحكم بن موسى ثنا شهاب بن خراش حدثني الحجاج بن دينار عن أبي معشر عن إبراهيم النخعي قال ضرب علقمة بن قيس هذا المنبر وقال خطبنا علي رضي الله عنه على هذا المنبر فحمد الله وأثنى عليه وذكر ما شاء الله أن يذكر وقال إن خير الناس كان بعد رسول الله صلى الله عليه و سلم أبو بكر ثم عمر رضي الله عنهما ثم أحدثنا بعدهما أحداثا يقضى الله فيها

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata menceritakan kepadaku Wahab bin Baqiyah Al Wasithi yang berkata telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Abdullah dari Hushain dari Al Musayyab bin Abdu Khair dari ayahnya yang berkata “Ali berdiri dan berkata “Orang yang terbaik diantara umat ini setelah Nabi mereka adalah Abu Bakar dan Umar. Sesungguhnya kita telah membuat hal-hal baru sepeninggal mereka dimana Allah akan memberikan hukuman atas hal-hal baru itu sesuai dengan kehendak-Nya” [Musnad Ahmad 1/15 no 926 dishahihkan oleh Syaikh Al Arnauth]

    حدثنا عبد الله حدثني أبو صالح الحكم بن موسى ثنا شهاب بن خراش حدثني الحجاج بن دينار عن أبي معشر عن إبراهيم النخعي قال ضرب علقمة بن قيس هذا المنبر وقال خطبنا علي رضي الله عنه على هذا المنبر فحمد الله وأثنى عليه وذكر ما شاء الله أن يذكر وقال إن خير الناس كان بعد رسول الله صلى الله عليه و سلم أبو بكر ثم عمر رضي الله عنهما ثم أحدثنا بعدهما أحداثا يقضى الله فيها

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Abu Shalih Hakam bin Musa telah menceritakan kepada kami Syihab bin Khirasy telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Dinar dari Abi Ma’syar dari Ibrahim An Nakha’i yang berkata Alqamah bin Qais memukul mimbar ini dan berkata “Ali RA pernah berkhutbah kepada kami di atas mimbar ini. Dia memuji Allah dan menyanjung-Nya. Dia menyebutkan apa yang dikehendaki oleh Allah untuk disebutkannya. Lalu dia berkata “Sesungguhnya manusia terbaik setelah Rasulullah SAW adalah Abu Bakar kemudian Umar. Sepeninggal mereka berdua, kitapun membuat hal-hal baru dimana Allah akan memberikan hukuman atas hal-hal baru itu” [Musnad Ahmad 1/127 no 1051 Syaikh Al Arnauth menyatakan sanadnya kuat]

    ini dulu yg sy tampilkan sesuai keinginan elfasi.sesuai pernyataan sy bhw hadits yg disampaikan dia buntung
    saran:
    tdk dgn scan bukan berarti tdk ilmiah,yg tdk ilmiah adlh menghujat n fitnah.
    jd apabila ada yg komplain trhdp fitnah n hujatan sebaiknya anda bersegera utk menegur

    @al husein ashofi assegaf
    pertanyaan yg tdk bermutu..!!
    pertanyaan buat anda
    mana lebih baik masalh khalifah/kepemimpinan ba’da rosul bermusyawarah atw ditunjuk oleh rosul(wahyu)
    silahkan yg lain jg bisa jwb

    @mamado
    mu’tamad abubakar paling mulia?
    dalilnya?

    @all
    coba anda tanggapi hadits rosul ttg keutamaan imam ali yg tdk ada bandingannya dgn sahabat yg lain
    “ali berasal dr ku dan aku berasal dr ali.tak ada SEORANG PUN yg memiliki hak dlm urusan APA SAJA utk MENGGANTIKAN diriku kecali ALI”.
    lihatlah jg hadits tsaqlain
    “aku tinggalkan 2 perkara yg apa bila kalian berpegang kepada ke 2 nya maka kalian tdk akan tersesat yaitu alquran n ittrati AHLULBAITI”
    dalil ini saja menunjukan siapa yg pantas menggantikan rosul(khalifah)

  42. Dayak mengatakan:

    @aldj: msh ingat ma ana….
    Gaya anda diskusi msh spt yg dulu aja cuma mmbawa arti tnp naskah. Coba dong naskah , nama kitab n halaman nya ditampilkan (tdk ada yg berhak menggantikan kcuali ali).jd nnt kita kaji bersama, klo memang iya, kita smua g blh mengingkari. Ayo tampilin dong……. Agar diskusix brjalan lancar.

  43. mamado mengatakan:

    @admin,
    kok qt g boleh bahas mslh itu sich ?
    pdhl dy sdh g bs jawab pertanyaan ana loo ???
    pak admin,mslh ini sgt erat kaitanx dg mslh imamah,krn mereka meyakini sydn umar menghalangi wasiat nabi ttg khilafah imam ali,jd ttp ujung2nya kesitu…

    @aldj,
    nt g bs jawab mlh tanya sesuatu yg g perlu d bahas,klau nt g mau bahas kejadian hari kamis krn menyimpang dr pembahasan maka yg nt tanyakan diatas jauh lbh menyimpang dr pembahasan,
    apa mungkin ini jurus anda tuk menghindar ????
    klau nt sdh jawab pertanyaan ana,ana akan tampilkan dalil2nya,
    apalagi salah satu dalilnya sdh nt bawakan diatas…..
    jd jgn ngeles klau g bs jawab ok……!!!

  44. alhusein ashofi assegaf mengatakan:

    @aldj nt kliatanya g bs menjawab klo kta anda itu prtnyaan remeh ya silakan jawab aja nanti akn kelihatan ketdkmengertinya anda mslh hadis itu

  45. elfasi mengatakan:

    @ aldj, Rupanya anda hanya bisa membawakan nash hadits yang anda tuduh telah ana potong, tapi tidak juga menampilkan nash dalil utama yang ana minta yaitu dalil tentang pengakuan syd Umar telah menghalangi proses pemberian khilafah kepada syd Ali….
    Padahal hadits yang anda tampilkan di atas yang anda anggap PALING LENGKAP VERSI ANDA, adalah hadits dengan banyak riwayat, yang justru kebanyakan riwayatnya adalah tanpa menyebutkan kalimat yang anda tampilkan, Selain itu, tambahan kalimat yang anda tampilkan sama sekali tidak memberikan pemahaman yang berbeda dengan yang anda tampilkan, yang berarti anda mempermasalahkan sesuatu yang tidak bermanfaat dalam mendukung persepsi anda…dan tetap menunjukkan sebagai pengakuan syd Ali bahwa “Orang yang terbaik diantara umat ini setelah Nabi mereka adalah Abu Bakar dan Umar.”..
    Sekarang tinggal 2 tugas anda mas :
    1. Tampilkan nash dalil ttg pengakuan syd Umar.
    2. Perkataan habaib hadramaut yang menyetujui akan akidah syi’ah/rofidhoh…..
    Ana tunggu ya….

  46. aldj mengatakan:

    @forsan
    anda bisa lihatkan prilaku @elfasi
    kesombongannya menghilangkan arti kebenaran.
    knp dia enggan mengakui bhw pengetahuan dia ttg hadits imam ali ternyata mmng sepenggal,yg berarti maknanya pun juga menjadi berbeda.
    jelas buat sy dia tdk memiliki kedewasaan berfikir.
    @elfasi
    seperti statment sy dr awal bhw apabila sy tampilkan dalil perkataan habaib hadramaut ttg syiah,maka ini akan menjadi dosa buat sy.
    krn prilaku diskusi anda tdk beretika.
    anda sll akan berdalih n sll berdalih.
    krn anda berdiskusi bertahan dgn kefanatikan buta n tdk melihatnya dr sisi kebenaran
    mengenai diskusi ibnu abbas dgn umar,sprt kata forsan,biar kita tunggu dijuul berikutnya.
    fokus aja dulu.
    oya..mau sy berikan dalil dr abubakar sendiri bhw ternyta beliau pun mengakui bhw beliau bukan lah yg terbaik?
    @dayak
    salam…
    @alhusein ashofi assegaf
    sdhlah anda jgn ngotot dgn sesuatu pertanyaan yg tdk bernilai
    anda jwb sj pertanyaan sy
    @mamado
    anda tdk perlu berstatment2 kosong
    lgian didiskusi ini sy yg sll diberi pertanyaan n ketika sy bertanya kalian sll menghindar dr pertanyaan sy.
    sy tau dalil yg akan anda bwkan.
    paling2 dr perkataan ibnu umar,
    atau anda pernah mensensusnya?

  47. Mamado mengatakan:

    @aldj,
    Nt g bs jawab ta pertanyaan ana ??
    Katax nt g mau kluar pembahasan,kok msh bahas ttg afdholiah ???
    Trik ngeles yaa….???
    Coba jawab pertanyaan ana diatas dulu mas…!!
    Baru klau selesai minta izin ma admin tuk bahas yg lain.gmn se7 g ???
    Klau stetmen ana “kosong” coba isi “kekosongan” trsbt ok !!!

  48. mamado mengatakan:

    @aldj,
    Nt panik yaa g bs jawab ???
    Jgn kluarin jurus andalan yaa….!!! (ngeles)
    Pertanyaan nt sgt menyimpang dr artikel,klau dizinkan oleh admin qt akan bahas ok…..!!
    Klau nt katakan statmen ana “kosong” coba isi “kekosongan” trsbt ok….!!
    Jgn bisax menghindar aja mass….

  49. aldj mengatakan:

    @mamado
    anda ngotot jg.
    tulisan anda sifatnya asumsi,ketika anda berasumsi lalu anda bertanya seolah membandingkan asumsi anda dgn dalil dr sy.
    sy hrgai asumsi anda.itu artinya anda memanfaatkan akal anda.
    krn sifatnya asumsi,maka pertanyaan anda pun menjadi tdk jelas buat sy.
    utk itu bertanyalah dgn lugas,jgn diembel2i dgn asumsi.
    bolehkah sy bertanya ke anda spy anda faham POKOK permasalahan dlm riwayat tragedi hari kamis.
    andai UMAR tdk memberi pernyataan tsb,apakah keributan pd saat itu ttp terjadi?
    ngeles…??
    ga lah,mslh yg utama msh tdk keluar jalur,krn msh berhub dgn hadits imam ali.
    @forsan
    maaf…
    ini khusus utk mamado sj.biar hilang penasarannya,utk yg lain biar kita tnggu judul berikutnya dr anda

  50. alhusein ashofi assegaf mengatakan:

    @aldj trnyata anda adl orng yg suka lari dr prtnyaan apakah anda tdk bisa di ajak ilmiah? …..klo gitu prcma dong anda iktu komen disini

  51. elfasi mengatakan:

    @ aldj, rupanya anda tidak ilmiah sama sekali dan hanya bisax menggertak dg dalil seolah2 anda ilmiah padahal jauh dari kenyataan…..
    Sekrg gini mas, jika menurut anda ana tidak memahami hadits riwayat syd Ali yang anda tampilkan, coba tnjukkan disni pemahaman anda akan hadits tersebut apa ?? apakah memberikan pengertian bahwa syd Ali justru lebih utama dari syd Abubakar tp redaksi haditsnya seperti yang anda tampilkan..??? dan menurut anda tmbahan yang anda tampilkan tuh memberikan pemahaman spt apa ???
    Klo cm menggertak bukan tempatnya disini mas,,,disini mah tmpatx diskusi ilmiahhh n bukan sekedar gertakan bgitu…klo memang anda punya perkataan habaib hadramaut yang mendukung n menyetujui akidah syi’ah/ rofidhoh silahkan ajah anda tmpilkan n gk pake gertakan tak brguna semacam itu jika anda mau dikatakan ILMIAH…..

  52. mamado mengatakan:

    @aldj,
    LOO……
    anda katakan pertanyaan ana asumsi….??
    skrg pertanyaan anda gmn ???
    ooooo…..
    ternyata nt g bs jawab yaaa…..???
    lalu ngluarin jurus andalan……
    knp anda msh berandai2 dlm mslh wasiat trsbt,kejadianx sdh begitu g usa pake andai2an mass……
    klau pertanyaan ana g pake andai2an,jd ana kira sudah lugas…..
    klau “lupa” pertanyaan ana,coba liat coment ana diatas….!!!
    @all,
    skrg sdh kliatan siapa yg kebingungan……….

  53. aldj mengatakan:

    @alhusein ashofi assegaf
    ????
    @mamado
    betul sy bingung,jd silahkan anda tulis pertanyaan anda.
    ingat jgn dgn asumsi
    @elfasi
    menggertak? sensitif betul anda.
    lihat tulisan anda sblumx
    kt anda:
    liat nih rupanya orang yang mengaku dirinya telah dewasa dan berpikir logis tapi tak ubahnya anak kecil, gak bisa ilmiah dengan menunjukkan dalil sebenarnya tapi malah berusaha untuk mengelak dengan segala cara..inlah buktinya bahwa sebenarnya mereka membawa dalil bukanlah karena mereka ilmiah tapi hanya doktrin atau hanya hasil copy paste saja, buktinya ketika diminta untuk menampilkan nash aslinya malah beralasan dengan seribu cara…
    Bisanya hnya tuduhan tanpa dasar, buktinya ktika dia menyatakan bahwa riwayat syd Ali diatas adalah sepenggal yang telah dipotong, tp ketika ana minta dalil versinya yang lengkap, dia tidak juga bs menampilkannya…inikah yg namanya ILMIAH…???
    Inilah bukti bahwa justru mereka tuh telah melakukan penghianatan dengan berkedok AHLUBAIT tapi kecenderungan mereka pada dasarnya bukan pada AHLU BAITnya sendiri melainkan lebih mengikuti ORANG2 PERSI (IRAN)….
    kt sy:
    anda tdk malu dgn kata2 anda diatas?
    mestinya anda katakan.
    “trimakasih telah memberikan dalil yg lebih lengkap n maaf telah menghujat”.
    tp apa kata anda:
    1.Rupanya anda hanya bisa membawakan nash hadits yang anda tuduh telah ana potong,
    kt sy:
    “anda kt kan hanya?n sy tdk menuduh,yg sy katakan anda membw hadits yg sepotong/buntung”
    kt anda:
    2.Padahal hadits yang anda tampilkan di atas yang anda anggap PALING LENGKAP VERSI ANDA, adalah hadits dengan banyak riwayat, yang justru kebanyakan riwayatnya adalah tanpa menyebutkan kalimat yang anda tampilkan,
    kt sy:
    tdk tau malu…n tdk tau berterimakasih
    knp anda tdk akui sj kebenaran n kelengkapan hadits dr sy?

    skrg anda katakan sy menggertak n tdk ilmiah… aneh..
    lalu anda hendak memberikan pertanyaan2 lg ke sy????
    klu pun sy jwb dgn benar n sesuai fakta,anda ttp tdk akan mau terima.krn jiwa anda kerdil

  54. mamado mengatakan:

    @all,
    ternyata sampe dsini batas kemampuan @aldj di diskusi ini………….

    @aldj,
    nt liat pertanyaan nt diatas !!!
    semuax jg berbau asumsi mass……
    klau nt g bs jawab g usa ngomong yg engga2…..
    ana copas ni yaa……

    “apakah nabi mengusir mrk semua gara2 sydn umar mengatakan cukup bagi kami kitab allah atau gara kegaduhan yg ditimbulkan didepan naby ??
    klau mmg nabi mengusir sydn umar langsung stlah beliau mengatakan “cukup bagi kami kitab allah” mka artinya nabi g setuju dg sydn umar,tp klau mmg gara2 kegaduhan trsbt,apakah pantas nt katakan naby mengusir mrk gara2 pernyataan sydn umar ??
    ingat,jika ada kemunkaran d depan naby,naby LANGSUNG akan mencegahnya ( g perlu nunggu waktu lama utk nahi munkar )
    ringkasx gini
    klau mmg sydn umar kliru,maka nabi LANGSUNG akan menegorx g perlu nunggu kegaduhan yg terjadi dsana ?????
    brarti nabi mengusir mrk,karena mmg tdk pantas ada kegaduhan d depan nabi,bkn karena sydn umar “mencegah” nabi utk berwasiat bung………….
    klau mmg sayidian umar salah,maka nabi g nahi munkar donk ????
    ini adlh implikasi pernyataan anda……..”

  55. aldj mengatakan:

    @MAMADO
    KT ANDA:
    nt liat pertanyaan nt diatas !!!
    semuax jg berbau asumsi mass…
    kt sy:
    masa sih pertanyaan sy berbau asumsi sprt anda?
    kt anda:
    ternyata sampe dsini batas kemampuan @aldj di diskusi ini……
    kt sy:
    betul hanya disitu kemampuan sy berdiskusi dgn pola pertanyaan yg berasal dr asumsi
    kt anda:
    apakah nabi mengusir mrk semua gara2 sydn umar mengatakan cukup bagi kami kitab allah atau gara kegaduhan yg ditimbulkan didepan naby ??
    kt sy:
    anda lihat pertanyaan anda yg diawali dgn asumsi,klu sprt itu pertanyaan anda jelas tdk ada jwbnnya dr sy.
    tp baik sy akan jwb.tp maaf tdk sesuai pertanyaan anda.
    umar yg membuat kegaduhan,n krn gaduh lalu rosul mengusir mereka.

    pertanyaan anda y lain sy tdk memahaminya.
    tapi mungkin sy coba memahami tp dgn pertanyaan,maaf klu salah
    ketika umar mengatakan hal tsb,yakinkah anda bhw rosul mendengar ucapan umar?
    mas..
    sadarkah anda ucapan umar tsb,bisa dikatagorikan umar ingkar sunah?
    salam damai…

  56. ja'fu mengatakan:

    @aldj
    askum,boleh g ana ikut serta dlm pembahasan in? soalnya ana baca artikelnya n ama diskusinya sampean semua sangat menarik,tapi kok tak liat2 sampean yang mbulet. eh keceplosan!

  57. forsan salaf mengatakan:

    @ all pengunjung kami rasa pembahasan ini kami cukupkan sampai disini karena diskusi yang ada sudah tidak terarah lagi dan terkesan tidak ilmiah lagi.
    @ aldj, mohon maaf, anda masih belum bisa memenuhi permintaan kami sebelumnya untuk menampilkan dalil-dalil anda dalam nash aslinya, tapi anda malah bertele-tele dalam menanggapai komentar lawan diskusi anda, sehingga kami merasa komentar anda tidak ilmiah lagi.
    Oleh karena itu, kami akan menutup komentar dalam artikel ini karena kami merasa tidak ada jawaban lagi dari anda. Jika anda menginginkan diskusi secara ilmiah kembali, silahkan anda kirimkan komentar anda di artikel lain atau tunggu artikel kami berikutnya yang lebih menarik tentang ‘wasiat Rasulullah SAW’.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: