Forsan Salaf

Beranda » Konsultasi Umum » Ucapan “SELAMAT NATAL”

Ucapan “SELAMAT NATAL”

16790.imgcacheAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Team forsansalaf yang kami hormati, ada satu pertanyaan yang kami mohon untuk dijawab.

Gimana menurut pendangan islam tentang seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada orang kristiani. Bagaimana dengan yang ada di sebagian buku2 yang beredar, salah satunya bukunya Dr. Qurays Syihab, yang menyatakan boleh bagi seorang muslim mengucapkan SELAMAT NATAL ?

Atas jawabannya kami ucapkan terima lasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

from : islamhakiki

FORSAN SALAF menjawab :

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Selamat natal bagi kaum nasrani berarti ucapan selamat atas kelahiran Yesus sebagai anak Tuhan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebutkan keselamatan atas kelahiran Nabi Isa as, sebagaimana firman Allah :

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Q.S. Maryam ;33)

Namun ayat di atas, dalam konteks Nabi Isa sebagai makhluk pilihan Allah, bukan sebagai anak Tuhan. Oleh karena itu, ketika seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada kaum nasrani, berarti melegalkan keyakinan akan Yesus sebagai anak Tuhan.  Allah berfirman :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“ Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.“ (Q.S. alMujadalah ; 22)

Yang harus dikatakan dari orang muslim kepada orang-orang kafir bukanlah ucapan selamat, akan tetapi mengajak kembali ke agama Islam dan meninggalkan keyakinan sebelumnya. Allah SWT berfirman :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا

“ Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.“ (Q.S. An-Nisa’ ; 171)

Dalam ayat lain Allah berfirman :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah“ (Q.S. Ali Imron ; 64)

Kalimat-kalimat seperti dalam ayat-ayat itulah yang harus diucapkan dan disampaikan kepada mereka, bukan justru melegalkan keyakinan mereka yang salah. Mensyukuri atas kelahiran dan diutusnya Nabi Isa dan para nabi lainnya adalah satu kewajiban bagi setiap muslim. Salam juga disebutkan dalam Al-Qur’an untuk nabi-nabi selain Nabi Isa, sebagaimana firman Allah :

سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.”

Juga kepada Nabi Musa :

سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun.”

Begitu juga kepada Nabi Ilyas :

سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.”

Salam juga disebutkan dalam Al-Qur’an bagi orang yang mengikuti petunjuk Allah. Firman Allah :

وَالسَّلَامُ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى

“Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. “

Oleh karena itu, orang-orang yang menyekutukan Allah SWT atau meyakini Allah mempunyai anak, tidak layak untuk mendapatkan ucapan selamat.

Adapun toleransi (kerukunan) antar umat beragama, maka Islam telah mengaturnya dalam Al-Qur’an :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ # لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ # وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

“Katakanlah (Muhammad), wahai orang-orang kafir. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah” (Q.S. Al Kafirun 1-3)

Dalam ayat lain :

لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ  أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

“Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Yunus ; 41)

Ucapan selamat natal kepada orang nasrani merupakan syiar agama mereka dan terhitung sebagai ibadah bagi mereka.

Selain itu, tidak ada nash yang menetapkan tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Malah tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya. Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.  Selain itu, ritual perayaan mereka atas kelahiran Nabi Isa sangatlah bertentangan dengan syariat Islam. Bukankah kemungkaran harus kita ingkari ?

Rasulullah SAW selama hidup beliau tidak pernah mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. Sebagaimana dalam surat menyurat beliau kepada raja-raja kafir, beliau menyertainya dengan kalimat : السلام على من اتبع الهدى (semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk Islam), salam itu tidak ditujukan kepada para raja kafir.

Adapun puasa Asyura’ yang dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah bukanlah karena mengikuti cara ibadah orang Yahudi, akan tetapi Nabi SAW mengambil alih ibadah itu karena kaum muslimin lebih berhak menghormati Nabi Musa. Sabda Rasulullah SAW:

نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”

Bahkan beliau menganjurkan bagi umatnya untuk berpuasa sehari sebelumnya agar tidak serupa dengan ibadah orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, mengucapkan selamat natal adalah termasuk bentuk peyerupaan diri dengan orang nasrani.

Akhirnya, marilah kita baca surat Al-Ikhlas dengan penuh keyakinan akan keesaan Tuhan.

بسم الله الرحمن الرحيم . قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”


17 Komentar

  1. Ali mengatakan:

    Assalamu’alaikum….

    Saya mencoba mengutarakan apa yang ada di pikiran saya, mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan dan mohon untuk diluruskan jika memang keliru.
    Menurut saya mengucapkan selamat itu hanya untuk menyenangkan hati orang non muslim tersebut dan bukan berarti kita mengakuinya. Nabi mengajarkan kita berbuat baik kepada siapa saja termasuk non muslim. Dalam urusan aqidah merupakan harga mati bagi kaum muslim, sedangkan untuk masalah muamalat dan sebagainya itu sah-sah saja. Karena (yang saya tahu) Nabi tidak pernah memberi contoh, maka lebih baik kita diam, namun jika kita ingin menyenangkan hati orang lain karena mungkin orang tersebut baik kepada kita maka lebih baik mengucapkannya dengan kata “SELAMAT” saja. Saya tidak setuju kepada orang yang menganggap mengucapkan Selamat hari natal itu haram, dan saya juga tidak setuju dengan orang yang menghalalkannya. Karena menurut saya dhohir dan batin itu berbeda. Kesimpulannya, hanya memberi selamat dengan kata “SELAMAT” saja namun tetap tidak mengakui ajaran nasrani (yang sekarang dan sudah rusak), tetapi tetap mengakui Nabi Isa AS (bukan Yesus maupun Anak Tuhan), kelahirannya, keluarganya yang sholeh dan ajarannya yang murni….
    Wallahu’alam…..

  2. Abdillah mengatakan:

    Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan.

  3. elfasi mengatakan:

    @ Ali, liat tuh apa yang udah dijelasin oleh forsansalaf !! disitu kan dah dijelasin klo islam udah mengajarkan dan memerintahkan kepada kita (kaum muslimin) untuk mengucapkan ajakan kepada mereka untuk kembali ke Islam dan merubah keyakinan yang menjadikan mereka kafir bukan malah mengucapkan selamat. Ini yang menjadi tuntunan syari’at, klo anda ingin mengikuti syari’at, ya ikuti dengan meninggalkan untuk mengucapkan hari raya natal kepada kaum nasrani.

  4. aladin mengatakan:

    lama ni aladin g nongol.
    garis besarnya:
    Di sbtkan oleh syekh WAHBAH AZZUHAILI dlm ktbnya QODOYAL FIQHI WAL FIKRIL MU’ASIR hal 43:
    Menurut salah satu riwayat imam ahmad bin hanbal:blh mengucapkan selamat kpd non mslim jika mrk punya istri,anak,datang dr bepergian,selamat dr musibah dll,inipun dg syarat tdk blh menggunakan lafadz yg menunjukkan ridho dg agamanya.
    Adapun mengucapkan selamat atas syi’ar2 khusus mrk,maka sepakat ulama’ menyatakan haram,spt hari raya mrk n puasanya.spt kalimat:hari raya yg penuh berkah/selamat hari raya dll.maka jika terbebas si pemberi selamat dr kufur,tetap trmsk yg hal yg haram dilakukan,krn spt memberi ucapan selamat atas sujudnya dia kpd solib.bahkan dosanya lbh besar disisi allah dr pd memberi ucapan selamat kpd pemabuk,pembunuh,pezina dll.
    dlm ktb GOYATUL MUNTAHA juz 1 hal 486:
    Haram mengucapkan selamat,takziah,menjenguk ktk sakit dan menyaksikan hari rayanya.dan tdk apa2 dlm mslh jual beli.
    Khusus mslh menyaksikan ada khilaf,ada yg mengatakan blh (ahkam ahlid dimmah juz 2 hal 724)
    Disitu jg disebutkan,makruh jabat tangan,bergaul yg menimbulkan mahabbah,bermusyawarah dg mrk,mengambil endapatnya,berobat kpd nya kecuali darurat.
    Dlm ktb ahkam ahlud dimmah juz 2 hal 722:
    Tidak blh bg non muslim menunjukkan hari raya nya,sebagaimana tdk blh bg kaum muslimin gabung dlm hari raya nya dan membantunya,menghadiri nya dg kesepakatan ulama’.krn yg mrk lakukan sesuatu yg munkar .

  5. nimo muchammad mengatakan:

    Assalamu’ alaikum.
    Mo ikutan nanya’ mumpung masih hari natal!!!
    skr ini banyak kita lihat sebagian kaum muslimin mengucapkan SELAMAT NATAL dan ikut – ikutan memberikan hadiah kpd non muslim.
    Pertanyaan ane: Apa hukumnya jika memberikan sebuah hadiah buat non muslim di hari natal tanpa mengucapkan selamat sedikitpun kepada mereka?
    sukron..2

  6. forsan salaf mengatakan:

    @ nimo muhammad, memberikan hadiah kepada non muslim itu boleh selama tidak ada kaitan sama sekali dengan keimanan, tidak berniat untuk memuliakan mereka apalagi senang atas ritual kekafiran mereka. Jika anda memberikan hadiah pada moment perayaan natal, maka pemberian hadiah haram karena moment natal menunjukkan bahwa anda memberikannya sebagai bentuk keridhoan dengan apa yang dilakukan oleh mereka dengan kekufurannya.
    Jika anda ingin memberikan mereka hadiah, berilah di moment yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan permasalahan keimanan, seperti waktu pernikahan, ulang tahun dan lain2.

  7. Iwan mengatakan:

    kalo gini, Islam yang anda perkenalkan bukan Islam untuk Rahmat Bagi seluruh Alam.betapa Rasulullah sangat menghargai non muslim, ketika ada jenazah orang Yahudi lewat nabi memerintahkan sahahabatnya untuk berdiri. itu mayat…, apalagi sesama manusia yang masih hidup.

  8. AGL mengatakan:

    IWAN!!

    APAKAH BERDIRI ITU ADA KAITANNYA DENGAN SYARIAT???

    KARENA TIDAK ADA MAKA HUKUMNYA BOLEH..

    KALAU MENGUCAPKAN NATAL BERARTI KITA MENYENANGKAN ATAU MENG “IYA” KAN KE KUFURAN MEREKA..

    ISLAM RAHMATAN LIL’ALAMIN..

    ISTILAH GEREJA ADALAH MENANGKAP AYAM DENGAN UMPAN BUKANNYA CAPEK MENGEJAR..

    GEREJA MENGINGSTRUKSIKAN UNTUK MENGUCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI KEPADA UMAT ISLAM AGAR UMAT ISLAM TERPANCING DAN MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL PADA MEREKA. SEDANGKAN UMAT ISLAM YANG PIKIRANNYA LEMAH MASIH SAJA MAU MENGUCAPKAN SAMPAI DEBAT SEPERTI INI..

    AYAM KALAU DIPANCING DENGAN UMPAN AKAN SALING PATOK DEMI DAPATKAN UMPAN ITU..KITA SEKARANG MENGALAMI SEPERTI ITU,

  9. elfasi mengatakan:

    @ iwan, mas anda pahami dulu makna rahmatan lil alamin itu apa ?
    Memangnya apa maksudnya menurut anda ? Jika ada orang kafir gak punya tempat ibadah, apakah anda akan membangunkan mereka tempat ibadah ? Jika ada orang kafir gak punya patung untuk sesembahan mereka apakah anda akan membuatkan mereka patung atas dasar Rahmatan lil ‘alamin ?
    Mas, agama islam tu emang rahmatan lil ‘alamin tapi dalam konteks hubungan kemanusiaan yang tidak ada kaitannya dengan agama atau keyakinan. Jika ada orang kafir dalam keadaan lemah, gak punya makanan, maka anda boleh memberikannya makanan bukan karena membenarkan keyakinannya tapi karena memandang mereka sama2 manusia. Ini yang dimaksud rahmatan lil ‘alamin. Adapun permasalahan yang berkaitan dengan keyakinan, maka tidak ada perintah Nabi untuk berbuat baik kepada mereka.
    Pahami dulu mas, jangan asal ngucap boleh ntar di hisab lho sama Allah…….

  10. abunawas mengatakan:

    @iwan
    maksud rahmatan lil’aalmiin menurut anda itu terlalu memaksakan dalil dan terlalu ngawur … wong memang alqur’an itu bukan ditafsiri seenaknya aja mas…maksud rahmatan lil’aalamiin itu dalam lingkup kemanusiaan bukan lingkup keagamaan atau agidah, klo anda artikan seperti itu sama saja anda begini: klo salah satu keluarga anda ada yang dituduh menghamili seorang perempuan bukan kah anda akan membelanya dan akan berusaha menyelesaikannya dan klo ketika itu ada yang mengatakan kepada anda ucapan SELAMAT kepada anda bukankah itu suatu pelecehan, begitu juga ucapan selamat terhadap mereka ketika natal itu suatu pelecehan terhadap tuhan anda ALLAH SWT…apakah anda rela dengan pelecehan tersebut…. apakah anda lebih membela keluarga anda yang dituduh dan dilecehkan daripada tuhan anda ALLAH SWT.pikir baik-baik mas … sifat orang mu’min itu AYIDDAA’U ALAL KUFFARI RUHAMAA’U BAINAHUM keras terhadap orang2 kafir masalah agamanya dan saling rahmat terhadap sesamanya.

  11. adi wijaya mengatakan:

    maaf klo pertanyaan sya tidak suesuai tema saya cuma mau tanya apakah radio suara nabawi tidak berkeinginan bikin radio online saya pingim sekali mendengarkan habib tufik ngaji saya jamaah ngaji rek di mojosari mojokerto

  12. nais mengatakan:

    senada ama adi wijaya, mau juga klo radio itu OL. Coz klo dr sini ga bisa nangkep siarannya, ane di Bintan

  13. Riariani mengatakan:

    Hanya orang2 yang lemah aqidah ..dan KOCLOX !!!
    mengucapkan salamat kepada kepada nasrani,yahudi,majusi dll.

    Fanatik dalam beragama itu WAJIB.
    PAHAM!!

    WASPADA KRISTENISASI!!!

  14. den bagus mengatakan:

    manusia itu diciptakan untuk hidup rukun bukan saling salah menyalahkan bukan saling jelek menjelekkan orang lain /agama lain seharusnya kita itu ingat untuk apa kita dihidupkan ini,wong ngucapin selamat aja dibuat debat yg nggak ada gunanya sama sekali, apalagi mengkafirkan orang yg sebenarnya yg mengkafirkan orang itu ya orang yg ngomong kafir ke org lain ,anda2 semua seharusnya belajar ngerti dulu dechhhh……….jgn asal ngoceh aja ya…. please dechhh…..

  15. oCA mengatakan:

    Assalamu alaikum wr.wb.
    Salam kenal buat semua…IKut nyumbang dikit…
    Pada dasarnya tidak ada salahnya kita menggembriakan orang lain yang berbeda agama. Toh berbeda akidah bukan untuk bermusuhan, tapi untuk saling membantu dalam menjalani kehidupan.
    Meski demikian, agama telah memberikan batas yang jelas antara akidah dan muamalah…..
    Dalam masalah perayaan, harus dibedakan antara antara perayaan agama dan perayaan yang bukan agama…Jika ada salah seorang sahabat kita yang beragama kristen naik jabatan dan mengadakan acara, tidak ada salahnya kita memberikan ucapan selamat. Sebab perayaan kenaikan pangkat bukan perayaan yang bernuansa agama, Orang budha hindu dan yang lainnya juga suka merayakannya. Berbeda dengan natal; ini perayaan keagamaan, sebab orang budha dan hindu tidak merayakan. Dengan demikian perayaan natal berhubungan dengan masalah akidah.
    Dalam masalah mualamalah, kita diperintah untuk berbuat baik kepada sesama manusia, meski kepada mereka yang berbeda akidah. Namun dalam masalah akidah, kewajiban kita adalah memberikann informasi kepada Non muslim tentang Islam dan mengajak mereka untuk masuk ke dalam Islam, bukan malah memeberikan dukungan kepada mereka untuk terus berada dalam kekeufuran..
    Mereka yang yang merayakan natal, berarti sedang melakukan kemaksiatan…masak sih, ada orang habis habis berzina kita kasih ucapana: Selamat yah anda telah berzina….

  16. tony mengatakan:

    samikna wa atokna

  17. Alumni Dalwa mengatakan:

    iwan&den bagus>kya’nya mreka br-2 tu liberal deh…hati2..klo liberal snjata utamanya DEMOKRASI NO SYARIAH…WASPADALAH3X…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: