Forsan Salaf

Beranda » Majelis Ifta' » Perbedaan Mani, Madzi Dan Wadi

Perbedaan Mani, Madzi Dan Wadi

spermaUstadz dan jamaah Forsan salaf sekalian, saya tanya…
1. Apa bedanya madi, wadi dan mani dalam hal cara n tanda2 keluarnya, zatnya, hukumnya?
2. Pada suatu kasus, seorang pemuda dzakarnya berdiri entah karena melihat sesuatu yg mmbuat kepingin, tersenggol daerah responsifnya, karena tersentuh, bangun tidur ato lainnya, nah waktu itu dia mengeluarkan cairan bening, keluarnya pun ga mengandung kenikmatan, semacam pipis aja, nah apakah ini mani, madi ato apa?, klo keluarnya cairan tadi jauh setelah dzakarnya berdiri alias ketika udah lemas, cairan apakah ini?
3. Klo kasus pada no.2 itu terjadi pada wanita, apa berlaku hal yg sama? (mengingat saya tidak tahu apakah wanita itu bisa mengeluarkan mani ato tidak)
Maturnuwun atas jawabannya.

FORSAN SALAF menjawab :

Perbedaan antara mani, madzi dan wadi sebagai berikut :

  • MANI : cairan putih keluar dengan tersendat-sendat disertai syahwat serta menyebabkan loyo setelah keluarnya.

Hukumnya suci dan wajib mandi.

Ciri-ciri mani ada 3, yaitu :

– keluar disertai syahwat (kenikmatan).

– keluar dengan tersendat-sendat.

– jika basah baunya mirip adonan kue dan jika kering mirip putih telur.

Jika didapatkan salah satu dari tiga ciri di atas, maka disebut mani. Hal ini berlaku pada laki-laki dan perempuan.

  • MADZI : cairan putih lembut dan licin keluar pada permulaan bergejolaknya syahwat. Istilah madzi untuk laki-laki, namun jika keluar dari perempuan dinamakan QUDZA.

Hukumnya najis dan membatalkan wudhu tapi tidak wajib mandi.

  • WADI : cairan putih keruh dan kental, keluar setelah melaksanakan kencing atau ketika mengangkat beban berat.

Hukumnya seperti madzi yaitu najis dan membatalkan wudhu’ tapi tidak wajib mandi.

KESIMPULAN :

– Jika cairan keluar mengandung salah satu ciri-ciri mani, maka dihukumi mani. Namun jika tidak ada dan keluarnya pada mulai gejolaknya syahwat atau sesudah syahwat, maka dihukumi madzi.

– Jika ragu yang keluar mani atau madzi ?, maka boleh memilih antara menjadikannya mani sehingga wajib mandi, atau menjadikannya madzi sehingga hukumnya najis, tidak wajib mandi namun batal wudhu’nya. Paling afdholnya menggabung keduanya yaitu mandi janabah dan menyucikan tempat yang terkena cairan tersebut.

– Wanita juga mengeluarkan mani dengan ciri-ciri sebagaimana di atas. Namun menurut imam Al-Ghozali, mani wanita hanya bercirikan keluar disertai syahwat (kenikmatan)

التقريرات االسديدة في المسائل المفيدة ص 115-116

الفرق بين المني والمذي والودي :

المني : ماء أبيض يتدفق حال خروجه ويخرج بشهوة ويعقب خروجه فتور.

المذي : ماء أبيض رقيق لزج يخرج عند ثوران الشهوة بلا شهوة كاملة

الودي : ماء أبيض ثخين كدر يخرج بعد البول أو عند حمل شيئ ثقيل

الحكم عند خروج أحدها :

المني يوجب الغسل  ولا ينقض الوضوء وهو طاهر

المذي والودي حكمهما كالبول فينقضان الوضوء وهما نجسان

علامة المني يجب الغسل إذا وجدت إحدى هذه العلامات ولا يشترط كلها والمرأة مثل الرجل في ذلك وهي ثلاثة :

  1. التلذذ بخروجه أي يخرج بشهوة

  2. التدفق أي يخرج على دفعات

  3. الرائحة إذا كان رطبا كرائحة العجين أو الطلع ، وإذا كان جافا كرائحة بياض البيض

فليس من علامات المني كونه أبيضا أو يعقب خروجه فتور ولكن هذا على سبيل الغالب

كما قال صاحب صفوة الزبد :

ويعرف المني باللذة حين # خروجه وريح طلع أو عجن

مسألة : إذا شك هل الخارج مني ام مذي فما الحكم؟ يتخير فإن شاء جعله منيا فيجب عليه الغسل وإن شاء جعله مذيا فينتقض وضوؤه ويجب غسل ما أصابه منه والأفضل أن يجمع بينهما  فيغتسل ويغسل ما اصابه منه


30 Komentar

  1. Naf mengatakan:

    hmm…
    maturnuwun Ustadz….
    jadi jawaban poin 2 itu bukan mani ya tp lebih save jika dianggep mani status hadatsnya dan dianggep madzi status najisnya.

    Skrg timbul pertanyaan lagi nih, nah klo tadi katanya madzi itu keluar waktu awal2 bergejolak, apa tidak ada indikasi madzi ini bercapur ma mani yg keluar di belakangnya? lalu gmn tuh klo keduanya bercampur?

  2. forsan salaf mengatakan:

    @ Naf, indikasi keluarnya mani juga jika ada salah satu tanda mani di atas, seperti keluar dengan kenikmatan. Adapun jika tanpa ada indikasi seperti itu, hanya dihukumi madzi.
    Jika mani bercampur dengan madzi, maka diberlakukan hukum mani dan madzi yaitu wajib mandi dan dihukumi najis sehingga wajib untuk disucikan.

  3. Naf mengatakan:

    hmm….
    kita lanjut ya akhi🙂, ane lagi banyak pertanyaan ttg ini smua, gpp kan?🙂. Ini saya nanya lho, bukan ndebat ato semacamnya.

    1. Kan di jawaban awal dibilang ciri2 mani ada 3, dan bila ada salah satu aja diantaranya ada/muncul, maka disebut mani. Benarkah? (maap nanya lagi, ane ga suka spekulasi kesimpulan dr yg ane baca…hihihi)
    2. Nah gini spesifiknya, seorang pria/wanita habis syahwat (ingin berhubungn spt suami istri), waktu syahwat dia ga mensekresikan apa2, nah bbrp saat setelah syahwat itu berlalu, dia berasa mengeluarkan cairan, ciri2nya dia asal keluar aja bbrp tetes ato setetes tanpa adanya kenikmatan, wujudnya bening cair lebih encer dr putih telur ayam, aromanya biasa2 aja, ga begitu spt aroma putih telur. What is this?
    3. Mengenai percampuran mani n madzi yg sampena jawab, bukan itu yg ane maksud, maksud ane gini, kan asal muasal manusia itu dr mani (suci), nah klo di awal bergejolaknya syahwat keluar madzi, lalu dipuncak syahwat keluar mani, apa 2 benda ini ga akan bercampur di liang peranakan? gmn penjelasan fiqihnya?

    nyuwun ngapunten klo ane banyak tanya, maklum emang kurang ngerti. Maturnuwun….🙂

  4. muhammadon mengatakan:

    @naf:
    mo numpang jawab nih.
    1. kalau salah satu dari sifat mani ada pada sebuah cairan yang keluar dari kemaluan berarti cairan tersebut adalah mani.
    2. dari cairan yang keluar tadi coba cocokkan dengan salah satu sifat mani di atas. apa ada? kalau ada sifat mani berarti mani kalau tidak berarti tidak. tidak peduli dengan warna putih atau bening. encer atau tidak.
    2. dan kalau saya baca lagi pertanyaan anda maka itu adalah madzi.
    3. haram memasukkan dzakar yang sudah terkotori oleh madzi ke dalam liang vagina. artinya sebelum dimasukkan harus dicuci terlebih dahulu. kecuali jika dicuci syahwatnya bisa hilang maka tidak wajib dicuci.
    kalau ada kekurangan dan kesalahan mohon petunjuk dari bapak admin.

  5. forsan salaf mengatakan:

    @ muhammadon, terima kasih atas jawabannya, mudah2an bermanfaat. Amin…

    @ Naf, memang benar, 3 ciri-ciri mani di atas tidak disyaratkan terkumpul, tapi cukup dengan salah satu dari ciri di atas sudah bisa untuk menyatakan cairan tersebut mani.
    2. dari ciri cairan yang anda sebutkan tidak ada satupun ciri-ciri mani, oleh karena itu cairan tersebut bukanlah mani akan tetapi madzi.
    3. mengenai mani yang bercampur madzi ketika berhubungan, hukum berhubungan dalam keadaan najis karena madzi sebagaimana yang dikemukakan oleh saudara muhammadon yaitu haram kecuali jika berakibat menurunnya syahwat apabila kemaluannya dibasuh.
    Adapun jika terjadi hubungan dengan bercampurnya mani yang suci dan madzi yang najis, maka tidak mempengaruhi terhadap kesucian anak. Imam Syafi’i menyatakan jasad manusia adalah suci walaupun dari orang kafir bahkan sudah meninggal, dengan mengambil dalil dari ayat Al-Qur’an :
    وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ
    ” dan benar-benar kami muliakan bani Adam “

  6. Naf mengatakan:

    @muhammadon dan forsan salaf, maturnuwun sanget atas pitudhuhnya. Ini menjawab keraguan ane selama ini. Maturnuwun….🙂

  7. Ade mengatakan:

    Assalamu’alaikum…
    Mau tanya,bila seseorang setelah melihat wanita memakai pakaian seksi di televisi,terus buah zakarnya tegang/berdiri. Terus dilihat penisnya,diujung penis terlihat basah tapi sedikit.
    Apakah itu mani?
    Terima kasih…

  8. forsan salaf mengatakan:

    @ ade, jika yang keluar sudah memenuhi salah satu dari tiga ciri mani di atas, maka dihukumi mani dan wajib untuk mandi. Namun jika tidak ada salah satu dari ciri2 mani, maka dihukumi madzi, tidak wajib mandi namun wajib mensucikannya serta mewajibkan wudhu’.

  9. Riu mengatakan:

    Assalamualaikum
    Masih ada yg terganjal dihati yg ingin saya tanyakan adalah
    1.kalau berhubungan suami istri selalu madzi yg lebih dahulu keluar
    daripada mani.apakah artinya kita wajib membasuh
    kemaluan,bersih dari madzi sampai syahwat hilang/menurun kemudian
    baru berhubungan badan kembali.
    apakah seperti ini baru bisa dikatakan atau dikategorikan suci
    dalam berhubungan badan tsbt….

    2.Bagaimana sebenarnya tata cara seperti ini dalam sunnah rasul
    maksudnya step2 apa saja jika melakukan hubungan suami istri..?
    klo ga berkenan ditampilin tolong email aja ke riuandrea83@gmail.com

    terimaksih Wassallam..

  10. forsan salaf mengatakan:

    @ riu,
    1. haram melakukan jima’ (hubungan badan) dengan kemaluan najis, seperti setelah keluarnya madzi. Namun, jika membasuhnya bisa berakibat menurunnya syahwat atau bahkan hilang, maka dimaafkan (tidak wajib untuk dibasuh)

    2. Adab dalam melakukan hubungan suami-istri, diantaranya :
    – dalam keadaan suci dari hadats (walaupun nantinya batal dengan bersentuhan kulit dengan istri).
    – membaca do’a dan berniat yang baik, seperti : ingin memperbanyak umat Muhammad, menginginkan anak yang sholeh/sholihah, dll.
    adapun do’anya sebagai berikut :
    اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
    “ ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan, dan jauhkanlah syetan terhadap apa yang Engkau berikan rizki kepada kami”

    – dilakukan dengan bertutupan selimut (bukan dengan keadaan terbuka).
    – melakukan muqoddimah hubungan badan (seperti sentuhan, ciuman dll) untuk menjaga keharmonisan diantara keduanya.
    – bersegera bersuci (mandi janabah) setelah selesai, artinya tidak tidur dalam keadaan junub.

  11. sitimunawaroh mengatakan:

    bagai mana hukum nya keputihan atau sesuatu yang keluar dari rahim selain darah haid,nifas.apakah najis?

  12. forsan salaf mengatakan:

    Hukum cairan yang keluar dari kemaluan perempuan terbagi menjadi tiga :
    1. Keluar dari daerah yang wajib dibasuh ketika istinja’ yaitu daerah yang nampak ketika jongkok. Hukumnya suci tanpa ada perbedaan pendapat dikalangan ulama’.
    2. Keluar dari daerah bagian dalam kemaluan hingga tidak dijangkau kemaluan suami. Hukumnya najis tanpa ada perbedaan pendapat dikalangan ulama’.
    3. Keluar dari daerah bagian dalam kemaluan yaitu daerah yang tidak wajib dibasuh ketika istinja’ namun masih terjangkau kemaluan suami. Hukumnya suci menurut pendapat yang kuat.
    Hukum cairan keputihan biasanya termasuk golongan 2 atau 3, sehingga hukumnya najis.

  13. teteh mengatakan:

    misalnya nonton hal2 yang menyebabkan munculnya syahwat smpe keluar cairan, tu gimana ya?
    karena sya msih seorang gadis, saya lum tau bagai mana wujud mani yang sesungguhnya….saya tidak bisa membedakan dan menentukan apakah cairan tersebut mani/bukan, meski sdh ada ciri2nya seperti diatas…
    bahkan terkadang keluarnay cairan tersebut tak terasa, tiba2 bsah ja….gimana ya?

  14. forsan salaf mengatakan:

    @ teteh, Ketika anda mendapati sifat-sifat mani seperti di atas, maka jelaslah bahwa cairan yang keluar adalah mani, sehingga anda wajib untuk mandi janabah. Adapun sebab keluarnya, maka tidak ada ketentuannya, baik karena nonton film, berangan-angan atau mimpi. Ketika hanya melihat basahan tanpa merasakannya sama sekali, maka anda bisa mengujinya (apakah termasuk mani ataukah bukan) dari aromanya, jika sesuai dengan aroma mani, maka dihukumi mani sehingga wajib mandi, namun jika tidak seperti aroma mani, maka dihukumi madzi yang najis dan tidak mewajibkan mandi.

  15. Rif mengatakan:

    Maaf, mau numpang tanya.
    Kalo stelah kita melihat sesuatu yang membangkitkan syahwat. Trus dzakar berdiri. Trasa kluar cairan tapi stelah d liat tdk d tmukan basahan. Bgmn hukumnya? Mhn jwbnnya.

  16. forsan salaf mengatakan:

    @ rif, jika tidak ada cairan yang keluar dari lubang kemaluan, maka tidak ada kewajiban sama sekali, baik mandi janabah (sebab keluar mani) atau mensucikannya (sebab keluar madzi yang najis), karena kewajiban itu hanya berlaku ketika penyebabnya sudah nampak di kemaluan.

  17. Rif mengatakan:

    Saya mau ada pertanyaan lg.
    Saya prnah baca artikel, katanya sblum berhubungan suami istri d anjurkan utk merangsang istri shingga keluar pelumas dari kmaluannya. Apakah itu yg d sbt sbagai madzi? Bgmana hukumnya?

  18. Hmm mengatakan:

    mau nanya lagi, yg dimaksud syahwat itu nafsu menggebu-gebu atau kenikmatan? berhubung di ciri2 mani ada 2 hal tsb, ane jadi bingung mau menentukan.

  19. forsan salaf mengatakan:

    @ hmm, maksud dari syahwat dalam ciri-ciri mani adalah kenikmatan ketika keluar (orgasme), bukan hanya adanya nafsu yang menggebu-gebu. Karena jika hanya nafsu yang menggebu-gebu, namun ketika keluar tidak ada kenikmatan (tidak mencapai orgasme), maka bisa jadi cairan yang keluar bukanlah mani tapi madzi.

  20. Hmm mengatakan:

    o jadi dalam hal ini syahwat adalah Kenikmatan….

    Ok, maturnuwun🙂

  21. Santhos mengatakan:

    Agak sulit jg membedakan 3 hal tsb,perlu ketelitian.maaf kalo prtnyaan sy mgkn agak keluar dr tema.saat istri sdg haid kan ga boleh berjimak,pdhl suami pny keinginan utk berjimak.nah…adakah cr lain yg di bolehkan dlm syariat utk memenuhi keinginan syahwatnya?kalo ga ada,gmn solusinya?makasih atas jawabanya…

  22. Ahmed mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum ustadz, sy mo tanya, katanya dlm berhubungan intim tdk blh kemasukan madzi dan wadi, padahal kedua cairan itu pasti mendahului mani saat ejakulasi. Apakah mjd najis hub intim tsb? Mohon dijelaskan…

  23. forsan salaf mengatakan:

    @santhos : haram jimak dengan istri yang haid begitu juga bersenang2 diantara pusar dan lututnya.jadi apabila istri sedang haid maka boleh bagi suami bersenang-senang diselain antara lutut dan pusar spt menggunakan tangan istrinya,dll.

    @ahmed : madzi dan wadzi hukumnya najis akan tetapi dimaafkan apabila keluar pada saat hubungan intim.

  24. yaya mengatakan:

    assalamu’alaikum ustadz.saya mau tanya…..kalau saat haid bersenang-senang selain di antara lutut dan pusar, bagaimana kalau terasa nikmat dan seperti keluar cairan. itu apa dan bagaimana hukumnya pada wanita?boleh atau tidak?wajib mandi atau tidak?

  25. forsan salaf mengatakan:

    @ yaya
    wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Hukum bersenang-senang dengan istri ketika haid jika diselain daerah pusar hingga lutut, maka diperbolehkan. Dan jika mengeluarkan cairan, maka dilihat, apabila memenuhi persyaratan mani, maka dihukumi mani dan wajib baginya untuk mandi, sedangkan istri jika tidak ikut keluar mani, maka tidak diwajibkan baginya untuk mandi janabah.
    Adapun jika tidak terdapat salah satu dari tanda-tanda mani diatas, maka dihukumi madzi, sehingga tidak wajib mandi janabah namun dihukumi najis sehingga wajib disucikan.

  26. bowo mengatakan:

    ustadz mau nanya apabila setelah kencing keluar cairan lengket trus kental kadang warna putih keruh kadang putih bening,,,tidak berbau itu hukumnya apa?,,,perasaan ketika keluar itu tersendat-sendat agak susah semacam ada sumbatan pada saluran kencing…keluarnya ketika kencing atau ketika buang air besar mohon jawabannya???hal ini udah sering terjadi dengan frekuensi yang sangat sering

  27. forsan salaf mengatakan:

    @ bowo, Cairan yang sering keluar bersamaan dengan kencing adalah WADI, dan bukanlah MANI, sehingga hukumnya adalah najis, membatalkan wudhu’ namun tidak mewajibkan mandi besar. Kecuali jika terdapat ciri-ciri mani seperti dari segi bau seperti kriteria mani, maka dihukumi mani, sehingga wajiba baginya untuk mandi besar.

    • Perjaka Kalem mengatakan:

      Ustad, biasanya sebelum keluar MANI dan setelah MADZI, keluar dulu cairan warna putih kental tapi tidak lengket dan bentuknya seperti air biasa. Itu dinamakan apa ya? wajib mandi tidak?

      Biasanya, kalau setelah keluar cairan tersebut sebentar lagi keluar MANI yang disertai rasa nikmat. Trims.

  28. aries mengatakan:

    Assalamualaikum
    Maaf setelah banyak membaca artikel beserta komentar2nya. Saya masih ada pertanyaan lagi,
    1. Kalo keluar cairan madzi sedangkan celana dalam terkena madzi maka celana dalam itu harus dicuci pula?
    2. Mungkin dapat disimpulkan kalo oral seks itu dilarang, karena pada saat oral cairan madzi pasti keluar.

  29. Agung mengatakan:

    Assalamualaikum wr. wb.
    Pak saya mau tanya
    1. apakah ktika madzi keluar terasa nikmat?
    2. Apakah setiap kali muncul syahwat keluar madzi?
    Terimakasih
    Wassalamualaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: