Forsan Salaf

Beranda » Majelis Ifta' » Benarkah Imam Muhammad Al-Bagir Syi’ah ?

Benarkah Imam Muhammad Al-Bagir Syi’ah ?

الامام محمد الباقرUst. Ana minta dalil tentang Imam Muhammad Albagir itu sunny yang telah diklaim orang syiah beliau adalah syiah.

FORSAN SALAF menjawab :

Istilah Ahlussunnah wal jama’ah  muncul setelah masa Rasulullah SAW. Awal mulanya kaum muslimin dalam satu akidah berlandaskan kitabullah (Al-Qur’an) dan sunah-sunah Rasulullah SAW.

Namun ketika muncul faham-faham yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits seperti kaum Khowarij, Mu’tazilah dan Syi’ah, maka para ulama di zaman itu -diantaranya Abu Hasan Al-Asy’ari- merumuskan paham ahlussunnah wal jama’ah untuk membentengi umat Islam dari kesesatan akidah. Syi’ah adalah aliran yang dicetuskan oleh Abdullah bin Saba’ yang berideologi membenci dan mencaci sahabat Abu Bakar, Umar dan beberapa sahabat lainnya dengan mengatasnamakan pecinta ahlul bayt.

Oleh karena itu, sangatlah jelas bahwa Imam Muhammad Al-Bagir bukanlah kaum Khowarij yang sangat membenci Imam Ali bin Abi Tholib, karena beliau cucu-Nya. Dan juga bukan dari kaum syi’ah, karena beliau sangat mencintai Sayyidina Abu Bakar dan Umar serta mengakui kekhalifahan mereka berdua dan juga para sahabat lainnya. Bahkan istri beliau sendiri yang bernama Farwah binti Qosim adalah keturunan sayyidina Abu Bakar, sehingga putra beliau Imam Ja’far Asshodiq berkata “ Sesungguhnya Abubakar Assiddiq telah menurunkan aku dua kali” (ibu beliau Farwah binti Qosim bin Muhammad bin Abi bakar Assiddiq, dan ibu Farwah bernama Asma’ binti Abdurrahman bin Abu bakar Assiddiq). Beliau adalah orang yang selalu mengikuti jejak orang tua beliau yang mencintai para sahabat.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkirim salam kepada Imam Muhammad Al-Bagir melalui sahabat Jabir :

يا جابر ! يولد له مولود اسمه علي، اذا كان يوم القيامة نادى مناد : ليقم سيد العابدين، فيقوم ولده، ثم يولد له ولد اسمه محمد، فاذا ادركته يا جاير، فأقرئه مني السلام

Rasulullah SAW bersabda “ wahai Jabir, ia (Husain) akan memiliki putra bernama Ali, nanti pada hari kiamat, terdengar seruan “ berdirilah wahai pemimpin orang yang beribadah” maka berdirilah putranya. Kemudian Ali akan memiliki putra bernama Muhammad, jika engkau mendapatinya, maka sampaikan salam dariku” [1]

KESIMPULAN : Ahlussunnah wal jamaah adalah satu-satunya aliran yang benar dan pilihan salafus sholih, sebagaimana diterangkan dalam kitab Bughyah bahwa Alhabib Ali bin Abi Bakar Assakran berkata di dalam kitabnya “ Ma’arijul Hidayah” : 73 pecahan kaum muslimin semuanya sesat dan hanya satu yang benar sebagaimana dalam hadits yaitu ahlussunnah wal jamaah. Adapun perinciannya sebagai berikut : [2]

  • Mu’tazilah, terbagi menjadi 20 pecahan.
  • Syi’ah, terbagi menjadi 22 pecahan.
  • Khowarij, terbagi menjadi 20 pecahan.
  • Murjiah yang menyatakan tidak ada pengaruh dosa jika beriman dan tidak ada manfaatnya pahala bagi orang kafir. Terbagi menjadi 5 pecahan.
  • Najjariyah, terbagi menjadi 3 pecahan.
  • Jabbariyah , hanya ada satu pecahan.
  • Musyabbihah yang menyamakan Dzat Allah dengan dzat mahluk hanya ada satu pecahan.

Semua berjumlah 72 pecahan adalah ahlul bid’ah dan sesat. Kecuali satu pecahan yang benar dan selamat, yaitu Ahlussunnah wal jamaah.

[1] شرح العينية / 20-21

فقد روى الإمام الجليل ابن المديني عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما، أنه قال للإمام محمد المذكور، وهو صغير: رسول الله صلى الله عليه وسلم يسلم عليك، فقيل كيف ذلك؟ فقال كنت جالسا عنده عليه الصلاة والسلام ، والحسين في حجره يلاعبه ، فقال صلى الله عليه وسلم : ياجابر! يولد له مولود اسمه علي ، اذا كان يوم القيامة ، نادى مناد : ليقم سيد العابدين ، فيقوم ولده ، ثم يولد له ولد اسمه محمد ، فإذا أدركته يا جابر ، فأقرئه مني السلام .

وأولاده جعفر ، وعبد الله ، أمهما فروة بنت القاسم بن محمد بن أبي بكر الصديق رضي الله عنه ، وإبراهيم ، وعلي ، وزينب ، وأم سلمة .توفي بالمدينة سنة سبع عشرة ومائة ، أو ثمان عشرة ، أو أربع عشرة ومائة ، وقبره بالبقيع عند أبيه في قبة العباس ، وأوصى أن يكفن في قميصه الدي كان يصلي فيه .

ومن كلامه رضي الله عنه : ما دخل قلب امرئ شيء من الكبر ، إلا نقص من عقله ، مثل ما دخل من الكبر ، أو أكثر . ومنه : أن الصواعق تصيب المؤمن ، وغير المؤمن ، ولا تصيب الذاكر لله عز وجل . ومنه : ما من عبادة أفضل من عفة بطن ، أو فرج . ومنه : اعرف المودة في قلب أخيك بماله في قلبك . وكان يحب الشيخين أبا بكر وعمر رضي الله عنهما ويتولاهما .

وهو الإمام جعفر بن محمد بن علي بن الحسين بن علي بن ابي طالب ، أشهر ألقابه الصادق ، ويكني أبا عبد الله ، وقيل أبا إسماعيل . أمه فروة بنت القاسم ، كما سبق ، وأم فروة ، أسماء بنت عبد الرحمن بن ابي بكر الصديق . ولذا قال الصادق رضي الله عنه :ولدني أبو بكر مرتين .

[2] بغية المسترشدين / 298

(مسألة): قال العلامة المجتهد الشيخ علي بن أبي بكر بن السقاف علوي نفع الله به في كتابه معارج الهداية. فصل: واحذر يا أخي من البدع وأهلها، وانبذها واهجر أهلها، وأعرض عن مجالسة أربابها، واعلم أن أصول البدع في الأصول كما ذكره العلماء يرجع إلى سبعة، الأوّل: المعتزلة القائلون بأن العباد خالقو أعمالهم، وينفون الرؤية ويوجبون الثواب والعقاب وهم عشرون فرقة. والثاني: الشيعة المفرطة في حب سيدنا عليّ كرم الله وجهه، وهم اثنان وعشرون فرقة. والثالث: الخوارج المفرطة في بغض عليّ رضي الله عنه المكفرة له ولمن أذنب ذنباً كبيراً، وهم عشرون فرقة. والرابع: المرجئة القائلة بأنه لا يضر مع الإيمان معصية ولا ينفع مع الكفر طاعة، وهم خمس فرق. والخامس: النجارية الموافقة لأهل السنة في خلق الأفعال، وللمعتزلة في نفي الصفات وحدوث الكلام، وهم ثلاث فرق. السادس: الجبرية القائلة بسلب الاختيار عن العباد، وهم فرقة واحدة. السابع: المشبهة الذين يشبهون الحق بالخلق في الجسمية والحلول، وهم فرقة واحدة أيضاً. فتلك اثنان وسبعون كلهم في النار، والفرقة الناجية هم أهل السنة البيضاء المحمدية والطريقة النقية، ولها ظاهر يسمى بالشريعة، شرعة للعامة، وباطن رسم بالطريقة منهاجاً للخاصة، وخلاصة خصت بالحقيقة معراجاً لأخص الخاصة، فالأوّل نصيب الأبدان للخدمة، والثاني نصيب القلوب من العلم والمعرفة والحكمة، والثالث نصيب الأرواح من المشاهدة والرؤية اهـ.


205 Komentar

  1. Husin mengatakan:

    alhamdulillah sekarang kita tau kebenarannya.
    karena dari sekian banyak wabite syiah yg merubah rubah ejara hidup beliau…
    satu kata untuk kalian “teruskanlah”

  2. admin mengatakan:

    terima kasih, kami akan selalu terus memperjuangkan akidah para salaf yaitu ” ahlussunnah wal jama’ah”
    mudah-mudahan memberikan manfaat kepada saudara dan seluruh umat muslim di dunia.

  3. ahmad mengatakan:

    bagi kaum syiah semoga cepat sadar

  4. muhammad mengatakan:

    ana harap ini bukan web yg dilandasi dengan fanatik buta n keradikalan ana hanya ingin memberi beberapa masukan
    1.sebelum ahlussunah ada syiah sudah muncul terlebih dahulu, knapa?????karena rosul pernah bersabda ketika surah al bayyinah ayat 7 turun nabi ditanya siapa mereka yg sebaik baiknya manusia nabi menjawab “ali wa syiatuhu”silahkan buka tafsiir duurul ma’tsur fi tafsiir almanshur karya imam assuyuthi rahimahullah.
    2.hadits ummatku akan terpecah menjadi 72 atau dlam riwayat yg lain 73 golongan kebanyakan ulama meragukan keshahihan hadits ini,knapa?????karena hadits ini bertentangan dengan ayat alqur’an yg mengatakan bahwa ummat muhammad adalah ummat yg 1.
    3.pemonopolian atas kebenaran itu sangat gamblang kekeliruannya karena kalo kita mau anggap hadits diatas shohih kita g bs mengklaim bahwa ahlussunnahlah yg benar karena nabi sendiri tidak pernah menyebutkan siapa2 yg benar disana,n siapakah yang menentukan benar atau salah kalo bukan Allah yang maha mengetahui yang haq dan yang bathil!
    Imam syafii ra:apakah kalian tau kalo bertasyayyu’ ( mengikuti madzhab syiah ) adalah agamaku dan aku yang berbicara dan tidak mungkin aku memungkirinya jika karena kecintaanku pada al muhammad aku dituduh rafidhy maka saksikanlah wahai jin dab manusia sesungguhnya aku adalah rafidhy

  5. muhibbin mengatakan:

    anda mungkin belum mengerti arti SYI’AH dari segi lughoh dan dari segi akidah. Kalau anda anggap bahwa syi’ah dalam hadits itu berarti pengikut sayyidina Ali, kami setuju karena sayyidina Ali tidak mengajarkan mencaci maki, membenci sayyidina Abubakar,Umar dan Utsman, mengharamkan mut’ah, menghormati istri-istri Nabi, dan banyak yang lainnya.
    Adapun yang dimaksud ” ummatan waahidah” dalam Al-Qur’an bermakna “addin atau almillah”. Dan bagaimana menurut anda KHOWARIJ, NAWASHIB, apakah menurut anda termasuk dalam ummatan wahidah ?.
    { إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ } أي ملتكم ودينكم، { أُمَّةً وَاحِدَةً } أي دينا واحدا وهو الإسلام، فأبطل ما سوى الإسلام من الأديان، وأصل الأمة الجماعة التي هي على مقصد واحد فجعلت الشريعة أمة واحدة لاجتماع أهلها على مقصد واحد، ونصب أمة على القطع. { وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ } (tafsir Al-Baghowi)
    Buktikan hadits itu tidak shohih, muhaddits yang mana yang anda maksud ? atau anda hanya mengarang sendiri ?
    Ucapan Imam Syafi’i bukan menyatakan dirinya adalah syi’ah atau rofidho, tapi justru menafikan bahwa cinta ahlil bait bukan milik rofidhi atau syi’i. Mulai kapan anda mengakui Imam Syafi’i adalah syi’i atau rofidhi, padahal tidak sama dalam madzhab ataupun akidahnya. Lucu sekali anda …..

  6. qomi'ut tughyan mengatakan:

    @ muhammad
    eh, mas! ikutan nimbrung nih! soal yang anda sebut sebagai fanatik buta, saya kuatir anda sendiri yang fanatik buta. fanatik dalam arti tidak melihat permasalahan secara proporsional, buta dalam arti butuh dituntun untuk ditunjukkan pada kebenaran
    n dari dulu orang syi’ah selalu bilang para imam terdahulu spt muhammad al bagir itu syi’ah,tapi hingga hari ini belum ada yang bisa membuktikan sama sekali.
    sejarah malah mencatat mereka beraqidah ahlussunnah
    jadi sebenernya siapa sih yang FANATIK dan yang BUTA??????????

  7. muhammadon mengatakan:

    memang Al-Imam Ali bin Abi Tholib alaihi salam pernah ditanya: man syi’atuk (siapa syi’ahmu) maka beliau menjawab:mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah, bangun malam, memiliki hati yang tawadlu’dan sebagainya dan sebagainya
    sekarang pertanyaannya apakah orang syi’ah imamiah punya sifat seperti itu

  8. forsan salaf mengatakan:

    @ saudara Muhammad, harapan kami, pembahasan dalam website ini ilmiah, bukan tanpa dasar (hanya cukup dengan mendengar tanpa mengkaji) apalagi dengan masalah tafsir dan hadits sehingga diskusinya benar-benar bermutu. Kepada peserta kami harap dapat mengikuti diskusi ini dengan kepala dingin dengan niatan semoga Allah memberi petunjuk ke jalan yang benar dan mengeluarkan kita dari kesesatan.

  9. muhammadon mengatakan:

    aaaaaaaaaaamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.
    ya Allah jadikanlah cinta Ahlul bait bersemayam di hatiku
    dan cinta para sahabat tetap kukuh di dadaku
    jauhkanlah kami dari golongan yang mencaci orang-orang mulia yang berjuang menolong Nabi Besar Muhammad SAW

  10. ahmad assegaf mengatakan:

    @qomi’ut tughyan:
    afwan mas kalau berdiskusi jganlah asl keluar kata kita harus mengkaji penafsiran seseorang biar sesuatu yang kita keluarkan itu bisa dipertanggung jawabkan…..!orang syiah menyakini bahwa 12 imam itu adalh washy(penerus) rasul tapi tidak boleh menganggap sampai kerosulan maupun kenabian karena nabi muhammad adalah penutup para nabi dan rasul.jadi imam al bagir syiah maupun sunni itu yidak ada yang tau hanya dia dan allah walaupun ada sejarah yang menyatakan dia syiah/dia sunni kita harus hormati para sejarawan itu…..!tapi kenapa orang yang menikuti 12 imam yang 12 orang itu bkan orang2 biasa yang mereka mengatasnamakan syiah mereka dimusuhi,teror bahkan ada yang mengkafirkan……….kita harus mengkritik diri kita sendiri bukan malah mensalahkan pendapat yag stu dengan yang lain………….!

  11. ahmad assegaf mengatakan:

    @muhibbin

    afwan mas saya pingin kritik comment mas diatas….!saya mau tanya apakah bner syiah mengajarkan tentang pencacian terhadap sahabat,atau itu haya orang2 yang mengatasnamakan syiah yang dia tidak pernah mengetahui apa syiah,bagaimana akhlaq yang diajarkan madzhab syiah lalu dia mencela sahabat……….?oleh karena itu kita bedakan mana yang namanya madzhab dan persorangannya,madzhab syiah tidak mengajarkan pembencian/pencelaan terhadap sahabat mereka mengajarkan untuk menghormati shabat sperti abubakar,umar,ustman,dll hanya menurut saya mereka menyakini bahwa imam ali penerus nabi muhammad karena banyak hadist yang diriwayatkan ulama ternama sunni dan syiah yang menganggap sayyidina ali sbgi pengganti nabi seprti khutbah rasul di ghudir khum yang beliau sebelum khutbah beliau mendapat wahyu suratAl Maaidah (QS5:67)
    “Wahai Rasul, sampaikanlah (balligh) apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan maka engkau tidak menjalankan risalah-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir

    lalu beliau mnyampaikan hadist yang artinya” “Siapa yang menjadikan aku sebagai kekasihnya maka menjadikan Ali sebagai kekasihnya.”

    alau rasul berdoa “Ya Allah! Cintailah orang yang mencintai Ali, dan musuhilah orang yang memusuhi Ali, tolonglah orang yang menolong Ali, dan tinggalkanlah (abaikanlah) orang yang meninggalkan (mengabaikan) Ali

    kalau kita main buta2 an dan fanatik2 kan ya g la ktemu…………..!

  12. Aladin mengatakan:

    Blh donk aladin ikutan…
    @ ahmad :
    1.mau tau donk mas ahmad,apa emang ada dalil dr qur’an/hadist klo 12 org itu adlh sbg wasiy ?
    2.dlm peristiwa godir khum,nabi menyebutkan kata “maula” utk imam ali,tlg mas kamus yg mana yg menunjuk kan maula itu artix PENGGANTI ?

  13. Abdullah Anang mengatakan:

    Amerika Serikat yg Nasrani Sudah sampai ke Bulan bahkan India yang Hindu pun sudah sampai ke bulan, sebentar lagi Cina yg Konghucu pun akan menyusul. orang-orang kurang kerjaan ini masih urusan Sunnah-Syi’ah dan rebutan Imam. tidak memajukan orang Islam malahan memundurkan ke zaman batu. sampai kapan orang-orang ini bisa sadar.

    Begini saja, gak usah rebutan imam, sebaiknya rebutan saja meniru akhlaqul karimah imam tsb. terus terang saja kalau masih saling membenci dan hasut-hasutan lalu mengaku pengikut imam siapa saja maka itu pembohong kelas berat, penipu dan penyamun.

    ummat Islam sudah cukup terbelakang jangan ditambah-tambah lagi dengan urusan mazhab yang bukan konsumsi orang awam. ulama harus menyadarkan hal ini dan bukan malahan menjadi bahan bakar untuk mengobarkan permusuhan.

    Sistem pendidikan kepada ummat zaman ini sudah salah kaprah. seharusnya diarahkan untuk memperbaiki gerak gerik hati dan akhlaq. bukan untuk diarahkan keperdebatan yg bukan urusan orang awam.

    zaman ini banyak orang yg nampak sholeh, semua ritual-ritual agama diikuti tujuan utama bukan untuk memndapatkan akhirat tapi hanya untuk mendapatkan dunia dan nama ditengah masyarakat. zaman ini banyak orang yg nampak sholeh tapi muamalahnya ditengah masyarakat sangat buruk. suka menipu, suka mengakali orang-orang dhaif, zalim terhadap sesama muslim bahkan sesama kerabat dan yang lebih celaka tidak senang kalau ada orang senang. buruk terhadap orang tua, tidak membayar zakat apalagi mau mengeluarkan shodaqoh. ilmu fiqih hanya dibuat kolaburasi untuk tetap munumpuk harta. ummat Islam sudah cukup menderita kemiskinan bagaimana mengentasnya?

    para pengusaha muslim dengan keuntungan usaha puluhan / ratusan juta bahkan milyaran perbulan sementara karyawannya digaji dibawah UMR yg tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan masih harus minta santunan ke masyarakat, apa ini bukan bentuk kezaliman terang-terangan. ini suatu bentuk pembudidayaan kemiskinan abadi. ini kewajuban ulama menyadarkan orang-orang begini. bukan malah mengelus-ngelusnya agar tetap tidak sadar.

    Sistem tatanan masyarakat zaman ini telah amburuk, dunia tidak membutuhkan ulama debat, tidak membutuhkan ulama menyebar teror dan tidak membutuhkan ulama penyulut kebencian atau cacimaki.

    dunia saat ini membutuhkan ulama yg bisa memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat, yang bisa menimbulkan rasa saling mencintai, rasa saling perduli kepada sesama manusia. menghormati hak-hak manusia, menjauhkan dari penindasan. agama bukan hanya ritual belaka. agama harus menselaraskan hablun minallah dan hablun minnannas. ibadah bagus kayak apa saja tapi tidak mempunyai rasa kasih sayang terhadap sesama manusia maka akan sia-sia

    para habib, leluhur kalian cukup berjasa menyebarkan Islam di negeri ini, kalian jangan mengoyak-ngoyaknya dengan cakar-cakaran sendiri dengan unjuk kemampuan debat untuk cari populeritas murahan. debat kalian sudah basi dan masyarakat sudah jenuh mendengarnya. apakah leluhur kalian yg membangun dan kalian yg akan merobohkannya? jika kalian cinta kepada leluhur kalian stop debat dan bangunkan ummat ini agar bermuamalah yang benar

    semoga menjadi bahan renungan buat tukang-tukang debat tidak berguna

  14. muhammadon mengatakan:

    waduh kalau saya terus terang, saya adalah pecinta ahlul bait, pecinta 12 imam dan semua keturunan nabi SAW.

  15. muhammadon mengatakan:

    maaf saya teruskan… kalau untuk membenarkan syiah imamiyah saya jelas gak mau.
    kalau antum wahai sayidi ahmad assegaf masih sangsi dengan isi madzhab syiah yang sebenarnya coba antum pelajari kitab-kitab syiah dan video-video syiah baik dari indonesia maupun yang orisinil dari iran. antum akan menemukan kebenaran bahwa memang syiah itu adalah madzhab yang wiridannya seusai sholat bukan bertasbih tetapi mencaci. saya lihat sendiri ulama’ mereka menganjurkan yang demikian. ntar tak kirimi filenya kalau antum mau

  16. ahmadon mengatakan:

    wah… wah…. gini bib ya antum jangan percaya deh ama bualan orang-orang syi’ah yang ngaku-ngaku baik.
    mereka kan mempercayai kebaikan taqiyah (pura-pura).
    jadi jangan sampai antum ato sapa saja jadi korban mereka.

  17. bukan syi'i mengatakan:

    mas2 mbak2, terutama yg berkata syi’ah tdk membenci sahabat2 Rasuk SAW. Sy undang anda utk datanag ke sini:
    http://www.yahosein.com/vb/showthread.php?p=479714
    silahkan baca dan nikmati pemandangan “mulut”2 org syi’ah.

  18. muhibbin mengatakan:

    @ abdullah anang, anda lagi berpidato atau berkomentar ? berangkat aja ke bulan dahulu, kami akan menyusul anda. Kalo anda katakan pembahasan ini adalah kembali ke zaman batu berarti ilmu anda melebihi habib Ali bin Abi bakar Assakran, habib Abdullah AlHaddad, habib Abdurrahman AlMasyhur dan lain2. tau diri aj mas tu lebih baik….
    habaib ini sekarang di cakar2 oleh orang2 syi’ah, sehingga mereka berpecah . bukan cakar2an mas…kami dahulu adlah satu, kami berpecah karena kedatangan penyakit syi’ah.

    @ Ahmad assegaf, di kitab karangan orang syi’ah yang mana mengecam orang2 yang membenci shohabat?, yang kami baca justru semua kitab syi’ah adalah kecaman bahkan pemurtadan kepada para sahabat bahkan istri2 Nabi. atau anda kurang memahami syi’ah dengan sebenarnya.

  19. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang :
    Org amerika,india n jepang sdh sampai bulan,terus knp ? Bisa disayang allah gitu.
    Klo g usah memperdebatkan,itulah sebenarx hakikat penipu n penyamun.krn diam akan kebenaran.lantas apa guna nya ilmu ?
    Bagaimana dg hadist nabi IDZA DHOHAROTIL FITAN FAL YUDHIRIL ALIM ILMAH ?
    Bkn kan fitnah dlm agama paling bsr nya fitnah ?
    Bagaimana dg al kafi juz 1 atau 3 yg mengatakan “ketika nabi meninggal smua sahabat murtad kecuali 3 org(abu dzar,salman alfarisi n miqdad bin aswad)”.bkn kan ini paling kejamx fitnah yg mengatakan smua sahabat murtad trmasuk imam ali ?
    Pantas aja anda bicara spt itu,orang kiblat anda amerika,india n china bkn kpd sumber dalil yg benar.

  20. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang:
    Para ulama’ tdk lah berdebat,tp mrk membentengi dr masyarakat dr kesesatan.
    Saya bertanya: jika ada org di dpn anda menyobek alqur’an,apa reaksi anda diam saja/melarang n menasehatix! Sama dg ulama,ketika dlm al-kafi disebutkan smua murtad kcuali 3 org,ulama ahlus sunnah membentengi masyarakat akan fitnah yg kejam ini agar tdk ikut2an,jadi bkn brdebat ulama,melainkan MEMBENTENGI.
    2.anda jg mengatakan skrg ini diperlukan tatanan hdp yg baik bukan saling serang sesama muslim/cakar2an ?
    Jwb: bagaimana bisa kehidupan akan baik sedangkan pemahaman dlm agamax Salah,bkn kah smua berasal n brsumber dr agama.jika benar dlm agama pasti akan teratur kehidupannya.jd sekali lagi ulama tdk berdbat,tp MEMBENTENGI & MENGATUR KEHIDUPAN MASYARAKAT AGAR LBH BAIK.

  21. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang:
    Anda mengatakan jgn sampai merobohkan apa yg tlah dibangun oleh leluhur? Jwb: ini sangat benar,cuma ana mau tanya: 1.apakah ada satu ucapan aja dr leluhur yg mncaci sahabat ?
    Lihat dlm hadist yg diriwayatkan oleh imam turmudzi “idza fa alat ummati khomsa ‘asyrota khoslah halla bihal bala’.langsung aja yg ke 15 “IDZA LA’ANA AKHIRU HADZIL UMMATI AWWALAHA FAL YARTAQIBU INDA DZALIKA RIIHAN HAMRO’ AU KHOSAFAN AU MASKHON”.trnyata penyebab musibah dlm hadist adlh umat yg akhir melaknat yg awal yakni golongan shbat.ya inilah yg menyebabkan tatanan kehidupan hancur !

  22. Abdullah Anang mengatakan:

    Bagi saya tidak penting urusan mazhab, mau mazhab apa saja terserah yang penting jadi orang yg berguna ditengah masyarakat, tidak menyakiti orang dan tidak membenci orang.

    mau masuk surga tidak ditanya mazhabnya apa?
    kalau hoby debat mazhab silakan saja terus debat, saya hanya ingin menyadarkan bahwa itu adalah sia-sia saja.

    yg penting bukan rebutan imam
    tapi meneladani sifat-sifat mulia para imam
    mau orang syiah atau orang sunni ngaku pengikut imam ini dan imam itu, habib ini atau habib itu gak ada gunanya kalau belum bisa memiliki / meneladani sedikit saja sifat mulia para imam atau para habib yg mulia.
    pengakuan-pengakuan itu semua sia-sia dan itu biasanya cara mengikuti orang awam.

    sekarang ini yang penting, bagaimana mengentas orang islam dari kemiskinan dan kebodohan bukan debat mazhab kayak orang kurang kerjaan.

    yang penting zaman ini bukan ilmu tatacara ngelabrak syiah, tapi bagaimana mengentas kebodohan dan kemiskinan. mewujudkan keadilan. pemerataan kekayaan. syiah diurusi 14 abad tidak habis-habis dan tidak tambah menyusut malahan tambah banyak, mau jadi jagoan sendiri membabat syiah yah? percuma gagal nanti.

    urusin saja hal-hall yg lebih penting
    jika seorang pengusaha muslim berpenghasilan Rp 100 jt / bulan punya 30 karwayan yg digaji rata-rata kurang dari Rp 1 jt, adilkah hal ini menurut Islam? siapa yg harus menyadarkan pengusaha itu?
    apakah perlu pengusaha muslim itu mengeluarkan lagi Rp 30 jt agar karyawannya hidup lebih layak?

    saat ini terlalu banyak pembudidayaan kemiskinan dengan cara2 kezaliman membayar gaji karyawan di bawah kehidupan layak sementara sepengusaha hidup mewah dan menghambur-hamburkan uang sementara para ulamanya diam bahkan rajin duduk dengan mereka tanpa nasehat akan hak-hak karyawan tsb. ulama diributkan oleh debat kusir mazhab dan lupa untuk memperingatkan pentingnya tatanan kehidupan ummat ini dengan penuh keadilan

  23. forsan salaf mengatakan:

    @ abdullah anang, mohon jangan keluar dari pembahasan. Pertanyaan yang harus dijawab, syi’ah yang mencaci bahkan memurtadkan shahabat gimana pendapat anda ? apakah benar itu adlah ajaran ahlu bait ? apkah yang dicantumkan di dalam kitab Al-Kafi itu benar ucapan-ucapan ahlu bait yang suci ? sederhana kan…..tolong dijawab !….

  24. muhammadon mengatakan:

    @abdullah anang
    sebenarnya ini bukan tempat perdebatan. dan forum forsansalaf ini saya yakin tidak dibuat hanya untuk berdebat. tapi ini adalah forum ilmu, ada yang bertanya dan ada yang menjawab. dan adminnya saya yakin adalah orang-orang yang ahli dalam bidangnya. kalau forsansalaf disuruh membahas pengusaha itu jelas bukan tempatnya kecuali jika ada yang bertanya tentang agama yang berhubungan dengan pengusaha tersebut. jadi anda gak perlu menyalahkan, karena justru itu berarti anda mengajak ke perdebatan baru.
    kalau anda bukan termasuk simpatisan syi’ah itu alhamdulillah. tetapi anda tidak perlu menghujat orang-orang yang berusaha menunjukkan kebohongan dan kejahatan syi’ah karena mereka hanya bertujuan menunjukkan yang haq agar orang lain tidak terjerumus ke jurang tersebut.

  25. wong Djowo mengatakan:

    ********DICARI…!!!********

    SAUDARA2 SYIAH yang bisa menjawab pertanyaan2 BERIKUT dengan JUJUR dan ILMIYAH….

    =SOAL-SOAL YG SYIAH TIDAK BISA MENJAWABNYA=

    1.Apa emang ada dalil dr qur’an/hadist klo 12 imam itu adlh sbg wasiy ?
    2.Dlm peristiwa godir khum,Nabi menyebutkan kata “maula” utk imam Ali, lalu kamus mana yg menunjukkan maula itu artix PENGGANTI ?
    3. Kitab syi’ah mana yg melarang dan mengecam orang2 yang membenci shohabat?,
    4.Adakah satu saja ucapan leluhur yg menganjurkan mencaci sahabat ?
    5. jika syi’ah yang mencaci bahkan memurtadkan shahabat, apakah benar itu adlah ajaran ahlu bait ?

    sebetulnya bbrp org syiah/simpatisanx uda njawab, tp jwbnnya, selain kesana kemari dan PANJANG smwmya DISCONECT.. ada ttg pergi k bulan.. ttg gaji karyawan di bwh UMR dsb… setiap ditanya pindah ke topik lain..

  26. muhammadon mengatakan:

    jawabannya jelas bahwa mereka semua itu bohong

  27. Aladin mengatakan:

    @ikhwan syi’i: Saya sangat setuju sekali org yg paling brguna adlh org yg mempunyai manfaat,bisa memberikan yg trbaik n tdk mmbuat resah kpd masyarakat.begitu juga sebalikx org yg paling jelek adlh org yg sering mmbuat resah masyarakat.keresahan itu sangatlah byk macamx,namun yg paling bsr adlh mmbuat keresahan aqidah masyarakat dg menyebarkan serta mengajarkan sesuatu yg tdk pernah tertera dlm alqur’an,hadist maupun kalam dr para salaf.oleh krn itu saya menganggap forum spt ini sangatlah positif n sangat mendukung utk menghilangkan keresahan yg ada pd masyarakat dg cara mendiskusikan n membahasnya bersama2 dg benar dan dari sumber2 otentik yg bisa diterima oleh smua kalangan,dlm arti ktb tsb tdk khusus utk 1 golongan namun bisa ditela’ah oleh smuax.sbgmana dlm alqur’an “wa jadil hum billati hiya ahsan”.
    Jd ini bkn ajang brdebat/pamer ilmu,tp ajang utk meluruskan saudara yg sdg trsesat.bkn berarti saya misalx yg paling lurus.namun yg jalanx lurus bisa diketahui dg memaparkan dalil yg benar baik dr alqur’an,hadist maupun kalam salafunas solihin/leluhur.tdk bs kita mengatakan yg paling benar apa katanya allah,krn opini yg spt ini akan berdampak dg apa yg di bw oleh nabi jg blm tentu benar,krn yg benar apa kata allah.
    Jd nabi tdk keluar dr dunia kcuali sdh dijelaskan smuax oleh nabi mana yg benar n mana yg salah.bkn juga kita berebut imam,kita hanya ingin meluruskan saudara yg tlah salah dlm memahami ttg imam2 yg mana mrk adlh lentera dunìa.
    Jd sekali lagi ini bkn ajang brdebat,tp AJANG UTK MENGHILANGKAN KERESAHAN MASYARAKAT DG CARA MENDISKUSIKAN SECARA BERSAMA PERMASALAHAN2 DLM AGAMA.
    setuju ??

  28. Aladin mengatakan:

    Apa yg lain juga setuju ?

  29. Aladin mengatakan:

    Mana ni ikhwan-ikhwan ?

  30. muahmmadon mengatakan:

    semua setuju beb. pada taslim

  31. Abdullah Anang mengatakan:

    gini aja ga usah rebutan imam
    coba baik yg sunni maupun yg syi’i menulis tentang kata-kata hikmah dari sayyidina Muhammad Albagir, masing-masing 10 kata-kata hikmah.
    ayo coba mana yang duluan syiah ato sunni?

  32. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang:
    Kan udah dibilang,g ada yg perlu diperebutkan.klo cuma menulis sangat2 prcuma,yg paling penting adlh bagaimana kita mengamalkan hikmah2x dan suatu amal yg di dicintai oleh imam muhammad al-baqir.trmasuk yg di cintai oleh imam muhammad al-baqir spt yg di sbtkan dlm ktb syarh a’iniyah karya hb ahmad bin zen al-habsy hal 21 ” kana imam muhammad al-baqir yuhibbus syaikhoini aba bakrin wa umaro r.a wa yatawallahuma”.
    Ini sesuatu yg paling di cintai oleh beliau,gmn klo kita smua nya mengamal kan yg di cintai oleh imam muhammad al-baqir ? Setuju ?

  33. Abdullah Anang mengatakan:

    bagaimana ngamalkan hikmah2nya kalau hikmahnya tidak tertulis. coba tulis 10 saja hikmahnya agar bisa kita amalkan

  34. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang: Disamping hikmahx bagus utk di amalkan,sifat2 beliau juga bgs utk ditiru spt cintax beliau kpd syd abu bakr n syd umar.jd jgn hikmahx aja,tp semua yg brhubungan dg beliau bgs utk di amalkan !
    Kemudian mslh amal ibadah itu pribadi masing2.
    Ana ingatkan kembali,bhwsanx forum ini adlh FORUM DISKUSI AGAMA.spt yg kita diskusikan misalx”knp org syi’i memurtadkan para sahabat? apa alasanx ? Dr mana dalilx ?
    Jadi ini adlh forum pembahasan agama dg ilmiah,bkn utk menulis hikmah.klo utk menulis hikmah,bkn imam muhammad baqir aja yg punya hikmah,ratusan bahkan ribuan ulama baik dr kalangan ahlul bait dan yg lainx sama2 punya hikmah.
    Klo anda menginginkan tulis menulis hikmah,bkn disini forumx,kita minta aja pada admin utk menyiapkan kolom bg yg mau krm kalam2 hikmah.

  35. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang:
    Klo anda menginginkan tulis menulis hikmah,bkn disini forumx,kita minta aja pada admin utk menyiapkan kolom bg yg mau krm kalam2 hikmah.
    Yg saya tau ini adlh FORUM DISKUSI PERMASALAHAN DLM AGAMA.
    @admin:bener g mas admin?

  36. forsan salaf mengatakan:

    @ mas aladin, benar sekali disini hanya untuk FORUM DISKUSI PERMASLAHAN AGAMA dan di kupas serta di bahas secara ilmiah pula, bukan hanya dari sekedar mendengar dari orang lain atau mengacu dari pemikiran sendiri.
    kami mohon kepada semua yang ikutan comment dalam forum ini untuk menyertakan dasar perkataannya atau dalilnya bukan hanya sekedar argument diri sendiri atau bahkan berbicara yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan permasalahan yang di bahas….

  37. muhibbin mengatakan:

    @ abdullah anang, kalo anda gk mampu dalam forum ini, undang dong ustad2 Anda bergabung, bukan pake jurus melarikan diri kayak gitu……

  38. muhammadon mengatakan:

    wa ana ma’akum ya habaib

  39. Othman mengatakan:

    @all :
    Saya kira yg cinta dg ahlul bait hanya org syi’i,diajak ikut kpd imam 12 msh tanya dalilx..
    G usah pake dalil dech,anjing aja ikut ashabul kahfi msk surga,masa ikut ahlil bet msh tanya dalil,kalah ma anjing aja…

  40. Aladin mengatakan:

    @othman:
    Pantas sekali anjing msk surga,yg di ikuti jelas arahx.
    Sdgkan anda org syi’i ikut ahlil bait itu sangat bagus sekali,namun yg kalian lakukan sesuatu yg tdk prnh diajarkan sama sekali oleh ahkul bait spt pemurtadhan sahabat,allah memiliki sifat bada’ yg seakan2 allah sangat bodoh n tdk tau dg apa yg trjadi.blm lg ajaran mut’ah yg tdk prnh dilakukan ahlil bait.wal hasil byk skali yg tdk diajarkan n di amalkan oleh imam 12 trnyata dilakukan oleh org syi’i.payaaah..,

  41. muhammadon mengatakan:

    setuju.
    mereka memang payah………

  42. Abdullah Anang mengatakan:

    kata imam ghazali “larilah dari perdebatan seperti lari dari kejaran singa”

    kata sayidinah Jakfar Shodiq :”orang yg ahli ibadah tidak akan mencapai hakikat keimanan sampai dia meninggalkan perbuatan membaga-banggakan diri, sekalipun ia benar.”

    belaiu juga berkata : “Jauhilah perdebatan karena ia membekas dihati, menghasilkan kemunafikan dan menciptakan sakit hati.”

    seorang ulama, setelah lama mengamati orang-orang yang suka berdebat ia berkata : “Meskipun saya sadari sepenuhnya, bahwa kepandaian beradu argumentasi seperti itu belum tentu menghasilkan kebenaran yang hakiki.”

    “Dan bila Tuhanmu menghendaki, tentu semua orang yang berada di bumi akan beriman.” (QS, Yunus 10;99)

    “Seandainya Allah menghendaki tentu Ia akan memberi hidayah kepada seluruh ummat manusia.” (QS, Ar-Ra’d 13;31)

    Semoga ada yang bisa sadar dengan saran-saran ini

  43. wong Djowo mengatakan:

    Kang Abdullah Anang
    lari dari perdebatan itu bagus..
    Tapi kalo lari karena gak bisa njawab itu namanya KONYOL.. apalagi bawa dalil segala..
    trus napa larinya baru sekarang mas???
    Seharusnya Anda tanya sama yang mengerti.. bukan malah melarikan diri dan menganggap bodoh orang-orang yang mengerti..
    فاسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون
    Kami mohon pada forsan salaf untuk tidak meladeni orang-orang yang tidak konsisten agar dialog tetap berjalan ilmiah..

  44. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang: lari dr prdbatan maksudnya jika tdk ada faedahnya,namun jika brfaedah itu adlh positif,itu mksud imam ghozali.bkn kah dlm al-qur’an allah menganjurkan “WA JADILHUM BILLATI HIYA AHSAN”.

  45. Abdullah Anang mengatakan:

    mas, jangan marah, saya kan cuma saran, mau diterima monggo ora ditirima ya ora opo-opo

    “Allah berfirman : “Dan sekiranya engkau berlaku kasar maka mereka pasti sudah bertebaran darimu dengan keras hati.” (QS 3: 158)

    Rasul saw bersabda: “sifat pemarah itu buruk; dan orang yang terburuk diantaramu adalah pemarah / pemberang”

    beliau saw bersabda: “Wahai putra Abdul Muttalib, sesungguhnya kamu tak akan mampu memuaskan manusia dengan uangmu; karena itu temuilah mereka dengan wajah ceria dan perilaku gembira”

    kata sayidinah Jakfar Shodiq:
    “Keramahan dan akhlaq baik memakmurkan bumi dan memperpanjang umur”
    beliau juga berkata:
    “Orang yang paing sempurna kemampuan nalarnya di antara manusia adalah orang yag mempunyai akhlaq yang baik”

  46. Aladin mengatakan:

    @abdullah anang:
    Saya ingatkan kembali,ini adlh forum diskusi.lihat ketika tulis menulis hikmah,g ada yg respon.lbh baik hikmah anda disusun dg rapi kemudian krm kan ke milis ini agar ditampilkan pd kolom hikmah.
    Klo diskusi,byk yg akan merespon anda.

  47. martono hadikusno mengatakan:

    jangan menyia-nyiakan ilmu dan pungutlah ilmu dari mana pun sumbernya, jika tidak bermanfaat pada orang lain akan bermanfaat pada dirimu sendiri

  48. martono hadikusno mengatakan:

    Korps Garda Revolusi Iran Dibom, 20 Orang Tewas

    Minggu, 18 Oktober 2009 | 17:16 WIB
    TEHERAN, KOMPAS.com-Sekitar 20 orang tewas termasuk para perwira senior militer Pasukan Garda Revolusi Iran dalam serangan bom bunuh diri di kota Pisheen, provinsi Sistan-Baluchistan, Iran tenggara, Minggu (18/10).

    Kantor Berita Fars melaporkan serangan ini paling banyak menimbulkan korban jiwa di Iran dalam beberapa tahun terakhir. Kota Pisheen terletak dekat perbatasan dengan Pakistan.

    Serangan itu terjadi ketika para perwira Garda Revolusi itu sedang bersiap-siap melakukan rapat antara para pemimpin lokal masyarakat-masyarakat Sunni dan Syiah. Seorang pria yang membawa bom dililitkan di tubuh meledakkan diri. Beberapa kepala suku dan sejumlah perwira Garda Revolusi termasuk di antara yang tewas.

    “Dalam aksi teroris ini, Jenderal Noor Ali Shooshtari, deputi komandan pasukan darat Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Zadeh, komandan Garda Revolusi provinsi Sistan-Baluchistan, komandan Garda Revolusi kota Iranshahr dan komandan satuan Amir al Momenin tewas,” kata kantor berita tersebut.

    Ketua Parlemen Ali Larijani mengonfirmasikan kematian para perwira itu dalam satu pengumuman di parlemen yang disiarkan televisi. Iran sebelumnya menuduh kelompok Sunni Jundallah (Tentara Tuhan) melancarkan serangan-serangan reguler di provinsi yang berbatasan dengan Afganistan dan Pakistan itu.

    Sistan-Baluchistan adalah tempat tinggal etnik minoritas Baluchistan yang menganut paham Sunni. Jundallah menentang keras pemerintah Iran yang dikuasai kelompok Syiah.

  49. forsan salaf mengatakan:

    @ semua peserta diskusi, kami menyediakan website ini untuk tujuan kajian ilmu dan diskusi ilmiah, bukan untuk tujuan lainnya. Oleh karena itu, kami mohon untuk tidak mengirimkan komentar yang berbau politik atau yang lainnya.

  50. muhammadon mengatakan:

    wah-wah-wah…. kayaknya diskusi tentang sayyidina Muhammad Al-Baqir harus ditutup nih kalau komentnya kayak gini..

  51. forsan salaf mengatakan:

    @ ikhwani, kami rasa diskusi ini harus kami tutup karena komentar yang masuk sudah keluar dari asal pembahasan, kami mohon ikhwani bisa mengikuti pada artikel yang lainnya.

  52. shadiq al khirid mengatakan:

    assalamualikum wr wb

    knpa kalian semua salin g mengkafirkan,????
    habib umar bilang kalo syiah itu tdak sesat dan kafir barangf siapa yg mnghukumi sawdarnya sesama mukmin kafir maka dirinyalah yg kafir..

    DALANG DI BELAKANG INI ADALAH WEBSITE INI YG MENGADU DOMBA ANTAR UMMAT MUHAMMAD,,

    imam muhammad al baqir as adlah imam seluruh ummat bukan hanya milik syiah dan sunni…

    janganlah kalian berdebat karena berdebat itu haram,marilah kita diskusi sama sama agar ketauan yang salah yg mana

  53. elfasi mengatakan:

    @ mas admin, diskusi ini kn udah ditutup, ni rupanya masih ada aj yang gk paham masalah ini.
    @ shadiq alkhirid, ana rasa website ini dibuka bukan untuk mengadu domba umat muslimin untuk saling debat, tp untuk saling berbagi ilmu dan slg berwasiat kpd yang benar ” ATTAWAASHU BIL HAQ” n ngasih tau orang2 yang msh gk ngerti kyk antum. memang dr mana bukti anda menyatakan bahwa hb Umar menganggap syi’ah yang mengkafirkan para shahabat menuduh istri Nabi Sayyidina A’isyah berzina tidak sesat ?
    mohon antum klarifikasi lg ucapan antum ” barang siapa yg mnghukumi sawdarnya sesama mukmin kafir maka dirinyalah yg kafir “, bukankah syi’ah yg terlebih dahulu mengkafirkan orang yg dg jelas2 muslim bhkan dgn nash al-qur’an, bearti anda sendiri yg menghukumi bahwa syi’ah itu kafir, karena telah mengkafirkan orang muslim apalagi sahabat Nabi yg di nash langsung oleh Allah dlm al-qur’an sbg muslim..?
    cermati n pikirkan dulu mas…? ni yg mana yaa… yg salah ? apa website ini salah klo memberitahu n ngajari orang gk tau semacam antum perkara yg haq..?

  54. BENCI SYI'AH mengatakan:

    emang orang syiah itu ada yang jadi wali g siiih ????!!!!!

  55. musyoma mengatakan:

    assalamualikum…

    sudah-sudah…
    sia-sia berdiskudi dengan orang yang keras hatinya..
    yang jelas memang HARAM mengkafirkan sesama Muslim… tapi… apa SYIAh yang jelas-jelas melenceng masih bisa dianggap MUSLIM???
    lagipula jika mengacu kepada topik diatas (tentang rebutan imam)..
    kita ikutin saja apa kata Abdullah Anang..
    mari kita ikutin ajaran Beliau para imam..dan sudah jelas banget Imam Muhammad Al-Bagir sangat tidak PRO dengan syiah..

    “katakanlah yang benar adalah benar, walau itu menyakitkan”

  56. alwafa' biahdillah mengatakan:

    @ shadiq alkhirid,
    Kami segenap alumni Hadramaut khususnya alumni pesantren Darul Musthofa merasa keberatan dan sangat tidak setuju atas pernyataan antum yang mengatas namakan guru kami Al Habib Umar bin Hafidh, bahwa beliau telah membenarkan dan tidak menganggap syi’ah sebagai golongan yang sesat sebagaimana perkataan antum “Habib Umar bilang kalo syiah itu tidak sesat dan kafir. barang siapa yg menghukumi saudarnya sesama mukmin kafir maka dirinyalah yg kafir..”
    Oleh karena itu kami klarifikasi pernyataan Anda karena para habaib Hadramaut termasuk di antaranya “Habib Ali Masyhur bin Hafidh, Habib Salim As-syathiri, Habib Umar bin Hafidh dan lain2” justru menasehati 7 orang sayyid yang beraliran syi’ah ketika kunjungan ke Hadramaut untuk kembali ke jalan para salaf. Ini menjadi indikasi bahwa syi’ah bukanlah aliran yang benar alias ” SESAT”.
    UNTUK MEMPERKUAT PERNYATAAN INI, KAMI SERTAKAN SURAT YANG LANGSUNG DITANDATANGANI OLEH 8 HABAIB HADRAMAUT TERSEBUT. klik di sini

  57. bang jo mengatakan:

    assalammualaikum….semuanya . kayanya kalo mencari kebenaran ngak adahabisnya tentang agama,imam,mahzab dan tetek bengek kembali aja ke alquran dan hadist rasul……kamua aja yg bodoh mau di bohongin orang arab

  58. elfasi mengatakan:

    @ bang jo, tolong jangan asal komentar n asal celetuk aja, tolong klarifikasi lagi pernyataan anda di atas “kamu aja yg bodoh mau di bohongin orang arab “, apa maksud pernyataan anda tersebut ? .. apa kaitannya ama orang arab ? perlu nt ketahui Rasulullah, Nabi kita pembawa risalah dari Allah tu orang arab, apa anda juga di bohongi oleh Rasulullah ? gimana mau kembali ke Al-Qur’an n Hadits klo nt merasa dibohongi orang arab yang berarti mencakup pada Rasulullah juga….
    tolong jgn asl keluarkan kata2 atau tulis kata2 tanpa dipikir lebih dulu ….ingat segala amal kita baik ucapan n perbuatan yang mencakup tulisan kita akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah….!
    n ingat juga, yang membawa islam ke Indonesia sehingga mayoritas penduduk Indonesia islam yaitu wali songo dan mereka itu orang arab, apa anda dibohongi mereka sehingga anda menjadi muslim…….?
    pikir dulu mas… atau bang….. terserah deh…..

  59. muhibbin mengatakan:

    @ bang jo, saya rasa yang tepat jangan katakan jangan mau dibohongin orang arab, tapi JANGAN MAU DIBOHONGI ORANG PERSI (IRAN), tu lebih tepat, karena aslafus sholeh banyak dari arab sebagaimana yang dikemukakan oleh saudara elfasi….

  60. baqais mengatakan:

    assmlkm,;mas wong jowo saya mendapatkan jawbn anda dari org syiah dan ini jwbnya;
    # utk hadits 12 pemimpin ada di dalam shahih bukhari Kitab al-Ahkam ada 3 hadits ..dan di shahih muslim bab al-imarah ada 9 hadits… silahkan diperiksa mas…!!!!

    # “maula” dlm hadits al-ghadir itu artinya al-aula bis syai’…

    # ttg sahabat silahkan baca riwayat ini :
    “Dari Aisyah ra bahwa ia berkata kpd Marwan, Aku mendengar Rasulullah saaw berkata kepada ayahmu (Hakam) dan kakekmu (Abu al-Ash bin Umayyah).. kalian adalah pohon terkutuk dalam al-Quran (Q.S. al-Isra : 60).” (Tafsir Dur al-Mantsur 4, hal. 191).

    “Al-Hakam minta izin kepada Rasulullah saaw dan beliau mengizinkannya sambil bersabda, “semoga Allah melaknatnya dan yang keluar dari sulbinya kecuali yg mukminnya dan betapa sedikitnya mereka. Mereka itu tukang makar dan menipu. mereka diberi dunia, tetapi diakhirat tidak mendapat bagian.” (Mustadrak Sahihain, 4. hal. 481)

    – dan lebih jauh silahkan anda cek lebih lanjut dalam kitab shahih bukhari dan shahih muslim..ttg para sahabat di telaga haudh…!!!..wallahu a’lam
    mohon mas di kaji ulang dan ditunggu sanggahannya dari mas wong jowo,sekian terima kasih

  61. Anggodo tobat mengatakan:

    @baqais: 1.kok bisa org syi’i yg benci dg syd aisyah meriwayatkan hadist darinya ?
    2.coba tlg tunjuk kan dimana maula itu artinya al aula bis syai’ ?
    3.ada dr syi’ah pada komentar yg atas mengatakan maula itu pemimpin artinya ? Mana yg benar antara anda dan dia.
    4.tolong nash hadistx di tampil kan baik yg ada di bukhori n muslim agar yg lain tau.dan nanti kita kaji bersama apa benar spt yg anda maksud artinya.
    trims…

  62. baqais mengatakan:

    mas ana ini bkan syiah soalnya ana bwain pertanyaan mas wong jowo ke syiah dan di jawabinnya kayak bgitu,,,jdix ana minta mas2 pada jawabin tu lagi biar ana nanti kasi tau ke orang2 syiah,,sekian

  63. elfasi mengatakan:

    @ baqais, klo anda bukan orang syi’ah ana sangat bersyukur sekali, tapi klo bisa anda jangan cuman menyampaikan pertanyaan ke mereka, tapi ajak mereka untuk ikutan di forum ini, anda bisa memantau dan menilai mana yang benar dan sesuai dengan para salafus sholeh dan mana yang telah salah jalannya dan meninggalkan jalan salaf..?
    tu akan lebih baik dan bisa lebih bermanfaat bagi kita semua dan semua orang muslim…..

  64. BENCI SYI'AH mengatakan:

    assalamualaikum ………
    kok pekataannya tambah ngawur gini ya??
    pakai nyebut2 orang arab segala?????
    sayamau tanya dan tolong dijawab khi !!!
    wali songo itu banyak orang arabnya bukan?
    yang mengislamkan orang indonesia arab bukan ?
    yang masukkan nenek moyang kamu ke islam arab bukan ?
    waduh mas tolong dipikir lagi kalau berbicara ya….
    kalu rosokan bisa di daur ulang , papi kalau omongan jelek bisa diapain ya ???
    wassalamualaikum

  65. anggodo tobat mengatakan:

    @ dicari orang syi’ah se-dunia yg bisa jwb :
    1.kok bisa anda orang syi’ah ikut imam ali padahal imam ali sendiri menurut kitab hadist anda al-kafi juz 8 hal 245 hadist ke 241 adalah termasuk orang kafir:
    SEMUA SAHABAT SEPENINGGAL NABI MURTAD KECUALI 3 ORANG SAJA,YAKNI MIQDAD BIN ASWAD,ABU DZAR AL-GIFARI DAN SALMAN AL-FARISI.
    apa emang ada dalam ajaran islam,orang kafir jadi imam dari orang islam ? yang kedua riwayat ini sangat tidak masuk akal sekali karena tiga2 nya berasal dari persi smua.bok yo dari negara mana kek biar gak ketauan bohongnya.

  66. abuqnan mengatakan:

    Bang Admin, sy mohon ijin utk ikut urun rembug meskipun telat khusunya mengenai kebiasaan syiah melaknat sahabat dg mengutip beberapa hadits Rasulullah SAW:
    Ada beberapa hadits tentang laknat peristiwa Rasulullah SAW kepada sahabat yg sering digunakan oleh org syiah sebagai justifikasi atas kebiasaan mereka dalam melaknat para sahabat yg menurut mereka telah melakukan kesalahan besar sehingga harus dilaknat. Salah satu yg paling sering disampaikan, hadits menganai Marwan bin Hakam dan ayahnya Hakam bin Abil ‘Ash.
    Semua hadits yg matannya berisi hujatan kepada Marwan bin Hakam adalah lemah. Berkata Adzdzhabi: Hadits yg berisi hujatan kepada marwan adalah tidak shohih (lihat: Siyar a’lam nubala’ 2/108). Dalam tarikh Adzdzhabi, beliau berkata: ada beberapa hadits yg diinkari tentang melaknat Marwan, semuanya tidak dapat dijadikan sebgai hujjah. (lihat Tarikh Adzdzahabi: 2/96).
    Salah satu yang sering disampaikan org2 syiah tentang laknat kepada Marwan adalah riwayat dari Annasa’I dari jalur Muhammad bin Ziyad: Ketika Mu’awiyah membai’at putranya, berkata Marwan: “ini adalah sunnah Abu Bakar, dan umar RA”, lalu Abdurrahman bin Abu Bakar berkata: “ini adalah sunnah hiroql dan qoyshor”. Lalu Marwan berkata: ini adalah orang yang Allah swt menurunkan ayat والذي قال لوالديه أف لكما. Kemudian terdengar oleh A’isyah RA , lalu berkata: telah berbohong Marwan, demi Allah bukan dia, jika kamu mau aku menyebutkan untuk siapa diturunkan ayat itu akau akan menyebutkannya, akan tetapi Rasulullah SAW telah melaknat Abu Marwan (Hakan bin Abi ‘Ash ) dan Marwan saat itu masih dalam tulang iganya, maka marwan adalah bagian dari laknat Allah.
    Dari sanad hadits ini Adzdzahabi dalam Talkhisul Mustadrok berkata: Dalam hadits ini ada yg terputus (sanadnya) karena Muhammad tidak pernah mendengar dari ‘Aisya RA. Muhammad bin Ziyad tidak meriwayatkan dari “aisyah kecuali melalui perantara. Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab Ittihaful Maharoh 17/282 berkata: “Muhammad Bin Ziyad tidak pernah menjumpai Aisyah RA, dia terputus”. Hadits diats juga dituturkan oleh Imam Bukhori tetapi tanpa menyebutkan perkataan Aisyah RA, ini juga menjadi illat (unsur yg melemahkan).
    Jika kita anggap hadits ini benar adanya, dalam hadits ini Aisyah Ummul mukminin menyampaikan bahwa kejadian laknat itu berlangsung ketika Marwan bin Hakam masih dalam tulang iga ayahnya (Hakam), berarti laknat Rasulullah SAW kepada ayah Marwan (Hakam) terjadi sebelum lahirnya Marwan. Marwan dilahirkan setelah Hijrah yaitu th 2 H. Sementara Hakam bin Abil ‘Ash masuk Islam pada tahun 8H. Dengan demikian, laknat tersebut terjadi ketika masih kafir dan menjadi salah satu yang memusuhi Islam. Demikian sebagaimana penjelasan Adzdahabi dalam kitab Siyaru A’lamin Nubala’ 5/3.
    Hadits lain yg sering di kutip oleh org2 syiah adalah haidits yg diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari jalur Hammad bin Salamah dari Atho’ bin Saib dari Abi Yahya berkata:” aku berada diantara Hasan dan Husain dan Marwan, Husain dan marwan saling mecela, kemudian Hasan menghentikan Husain, lalu Marwan berkata: Ahlul bait terlaknant semuanya. Kemudian Hasan marah dan berkata: “Apakah kamu mengatakan ahlul bait semuanya dilaknat? Maka demi Allah, Allah telah melaknat ayah kamu atas lisan nabi kamu sedang kamu masih berada dalam iga ayahmu. Hadits ini lemah karena Atho’ bin Sa’ib tidak kuat ingatannya. (lihat: Majma’ Zawaid10/66). Adzdzahabi berkata: Abu Yahya ini adalah Annakho’I, aku tidak mengetahuinya.
    Di sisi lain, hadits ini bertentangan dengan fakta sejarah, dimana Hasan dan Husain shalat bermakmum kepada Marwan. Ali bin Husain bahkan meriwayatkan hadits dari Marwan dan marwan meriwayatkan hadits dari Ali Bin Abi Thalib. Berkata Imam Syafi’i: Telah menceritakan kepadaku Hatim bin Isma’il dari Ja’far bin Muhammad Asshodiq dari ayahnya Albaqir bahwa Hasan dan Husain shalat di belakang marwan (menjadi makmum) dan tidak mengulangi shalatnya dan menganggap sah shalatnya. Lihat: Albidayah wan Nihayah 8/257.

    Kalo ada org syiah yg nanggepi akan bersambung…….

  67. wong Djowo mengatakan:

    Assalamualaikum..
    Ni wong djowo mw ngasih nilai PR yg baru dikerjakan sdr Baqais.. walaupan beliau bukan syiah. (Alhamdulillah, semoga beliau tetap pada aqidah AHLUSSUNNAH dan Insya Allah ini bukan TAQIYAH.. Amiin!!)
    Cuma pesen satu mas.. Kalo KOMENTAR Jangan Pake MAKELAR..

    Soal no (1) Saudara belum nunjukin hadits-haditsnya seperti permintaan Sdr. Anggodo tobat

    Soal no (2) saudara belum bisa membuktikan di kamus mana “maula” berarti al-aula bis syai’
    ana kuatir itu hanya karangan, yang jelas dalam ilmu lughat tidak pernah dikenal wazan MAF’AL bermakna AF’AL, maka mustahil MAULA bermakna AULA. Bisa dicek mulai Lisanul Arab sampe lisanul djowo…🙂

    Soal no 3, 4 dan 5 tidak dijawab, silakan diliat kembali pertanyaanx..

    Tapi jangan kuatir, Sekalipun bukan jawabn komentar antum ttp ana tanggapi..

    Riwayat sayyidah Aisyah dalam Tafsir Durr al-Mantsur di atas sama sekali bukan dalil pembenar untuk mencaci sahabat..

    Alasannya:
    1. Maksud pohon terkutuk menurut mayoritas mufassirin adalah pohon zaqqum. Ini juga disebut dalam Tafsir Durr al-Mantsur yang Antum kutip, tepatnya pada Juz 5/306 dan 15/145
    2. Dalam Tafsir Assyaukani Juz 3/236 disebutkan “Pada hadits tersebut terdapat kejanggalan, Bisa saja ayah Alhakam tidak me ….. masa kenabian
    3. Dalam tafsir ibn katsir Juz 5/84 disebutkan, “Pendapat bahwa pohon terkutuk adalah Bani Umayyah adalah Ghorib dan Dhoif, Riwayat ini dari Muhammad bin Alhasan bin Zabalah. Sanad ini DHOIF JIDDAN (sangat lemah) karena Muhammad bin Alhasan bin Zabalah itu pendapatnya tidak bisa dipakai dan gurunya juga sangat Dhoif. Karenanya Ibu Jarir memilih pendapat bahwa yang dimaksud pohon terkutuk adalah pohan zaqqum. Ini MENURUT KESEPAKATAN AHLI TAKWIL”

    وهذا السند ضعيف جداً فإن محمد بن الحسن بن زبالة متروك، وشيخه أيضاً ضعيف بالكلية، ولهذا اختار ابن جرير أن المراد بذلك ليلة الإسراء، وأن الشجرة الملعونة هي شجرة الزقوم، قال لإجماع الحجة من أهل التأويل على ذلك أي في الرؤيا والشجرة، )تفسير ابن كثير ج: 5 ص: 84(

    Ana tunggu yah.. jangan ngelantur kemana-mana sebelum ngejawab 5 pertanyaan di atas…

    @ Anggodo tobat: orang2 SYIAH jangan dikasih soal lagi..
    kasihan mereka.. PRnya gak selesai selesai.. hiks..😦

  68. baqais mengatakan:

    terima kasih sekali mas jawabanya,,ana msih tolibul ilmi jg..g taqiyah kok..saya sering berdebat dgn orng syiah buatan yahudi tu…mdah2an jawbannya bsa buat ngebantah orng syiah…
    mas wong jowo ada pertanyaan lagi ne dari syiah,,,

    # Perlu anda ketahui bahwa hadits al-Ghadir adalah hadits mutawatir yg diriwayatkan dari banyak jalur dan dicatat dlm kitab ahlus sunnah misalnya

    Didalam kamus2, kata “maula” mamiliki banyak padanan kata, misalnya Kamus al-Munjid atau Mu’jam al-wasith disana ada disebutkan 20 makna misalnya al-Rab, al-Malik,sayyid,..dll..

    Sedangkan al-Amini dlm kitabnya al-Ghadir hal. 419 mengumpulkan 27 padanan makna “maula” sbb : al-Rab, al-‘am, ibn al-‘am, al-ibn, ibn al-ukht, al-mu’tiq, al-mu’taq, al-abd, al-malik, al-tabi’, al-mun’am alaih, as-syarik, al-halif, ash-shahib, al-jar, al-nazil, al-Shihru, al-Qarib, al-mun’im, al-faqid, al-waliy, al-aula bi al-syai, al-Sayid ghairu al-malik wa al-mu’tiq, al-muhib, al-nashir, al-mutasharrif fi al-amr, al-mutawalli fi al-amr…

    Kemudian Apakah “maula” bisa dimaknai “aula” …???

    Itu bukan hal yang baru, puluhan ulama berpendapat bahwa “maula” bermakna “aula” atau salah satu maknanya. diantara adalah al-Kalbi, al-Farra, az-Zajjaj, Abu Ubaidah, Sibt Ibnu jauzi, abul Faraj Ibnu Jauzi, Ibnu Yazidi, Zamakhsyari, al-Baidhawi, ats-Tsa’labi, dll….. Baca Selengkapnya

    Sebagai informasi..anda lihat aja ya dlm Tafsri al-Kabir karya al-Razi pd saat dia membahas Q.S. al-Hadid : 15..disana al-Razi mengutip pernyataan al-Kalbi, az-Zajjaj, al-Farra dan Abu Ubaidah bahwa kalimat “maulakum” bermakna “aula bikum”..!!!!

    Ibnu Yazidi dlm kitabnya Gharib al-Quran wa Tafsiruhu, hal. 177 juga menyebutkan bahwa makna “hiya maulakum” adalah “aula bikum”….

    Jadi makna “maula” dalam hadits al-Ghadir adalah org yg paling berhak memimpin…

    Dan perlu anda ketahui bahwa hadits ini mutawatir dan diriwayatkan dari puluhan jalur periwayatan….selain itu Imam Ali sendiri sering menegaskan ttg keimamahannya tersebut…misalnya dlm peristiwa Rahbah dimana Imam Ali meminta persaksian para sahabat yg hadir ttg Ghadir Khum, maka mereka memberi kesaksian berkisar antara 5 sampai 30 orang. anda misalnya bisa lihat daam Musnad Imam Ahmad jilid 4.
    mas ini semua pertanyaan dari syiah saya habis debat di suatu forum jadi minta tolong di jawabin lagi y mas spya syiah tdk nyesatin umat,,syukron..

  69. baqais mengatakan:

    asmlkm..terima kasih kpd mas abuqnn dan mas wong jowo..amien…amien mdah2an qta di lindungi dari aqidah syiah,,,mas saya dapat pertanyaan lagi ne sama orang2 syiah tolong di jawabin lagi y,,,tpi kayakx riwayatx sebagian ada yang dusta ne,,tapi mas2 kaji aja lag deh,,,ne pertanyaanx;

    #Kita ambil dari at-Thabari, Malik Bin Nawairah Bin Hamzah al-Ya’rubi sudah Islam dan saudaranya, Rasul menunjuknya sebagai petugas pengumpul shadaqah bani Yarbu’. Setelah Rasul saaw. wafat, meluas kemurtadan di antara kabilah-kabilah. Abu Bakar, mengutus Khalid Bin Walid untuk memadamkan fitnah tersebut, tapi Khalid sangat berlebihan. Khalid membunuh sahabat-sahabat Nabi saaw. termasuk Malik Bin Nawairah, tidak sampai di situ, Khalid kemudian menzinahi istri Malik Bin Nawairah (yakni tanpa menunggu iddahnya)…. Baca Selengkapnya

    Abu Bakar dan Umar berbeda keras dalam kasus ini, Umar bersikeras agar Khalid Bin Walid dihukum berat. Umar berkata kepada Khalid “Kamu telah membunuh seorang muslim, lali engkau memperkosa istrinya! Demi Allah, akan kurajam engkau! (lih.Tarikh Ibn Atsir, dan Wafayat al-‘A’yan Ibn Khalikan Abu Bakar alih-alih menghukum Khalid, Khalid dia malah diberi gelar saif Allah al-madzlul. Umar, setelah menjabat sebagai khalifah, memecat Khalid dan melantik Abu Ubaidah untuk menggantikan Khalid (lih. Sirah a’lam an-Nubala 3/236).

    Sa’ad Bin Ubadah, Hubab bin al-Mundzir bin al-Jamuh al-Anshari, tidak membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. Amirul Mukminin Ali as, al-Abbas, ‘Uthbah bin Abi Lahab (juga anggota Bani Hasyim lainnya), Abu Dzar, Salman al-Farisi, al-Miqdad, ‘Ammar bin Yasir, Zubair, Khuzaimah bin Tsabit, ‘Amr bin Waqadah, Ubay bin Ka’ab, al-Bara’ bib ‘Azib. Semuanya pada mulanya menolak membaiat kepada Abu Bakar. Sejarah mencatat, malah sebagian dari mereka, seperti Sa’d bin Ubadah dan Hubab al-Munzdir, malah terbunuh secara rahasia. (lih.Shahih Bukhari dan Muslim, Tarikh at-Tabari, al-‘Iqd aldan al-Kamil Ibn Katsir).

    Lihat juga pertengkaran Sayyidah Fathimah az-Zahra, penghulu para wanita seluruh alam, putri belahan jiwa Rasulullah, dengan Abu Bakar. Semua mengetahui pertengkaran tersebut.(lih.Shahih Bukhari 3/36 – 4/105, Muslim 2/72, Musnad Ahmad bin Hanbal 1/6, al-Imamah wa as-Siyasah Ibn Qutaibah).

    Sebenarnya masih sangat banyak yang telah tercatat dalam sejarah tentang prilaku sahabat, sebagaimana yang dilaporkan Muslim tentang sahabat pada masa Umar Bin Khattab yang menjual Khamar (lih.Shahih Muslim 5/41 bab Tahrim al-Khamer) tidak hanya sebatas itu, sahabat tersebut juga, suka menumpahkan darah orang-orang yang tak berdosa dan para pengumpul Qur’an (lih.Tarikh at-Thabari 3/176).

    Aisyah Binti Abi Bakar melaknat Utsman (lih. Tarikh at-Thabari 4/459, an-Nihayah Ibn Atsir 5/80), Mu’awiyah melaknat dan memerintahkan setiap khatib jum’at dan imam shalat untuk melaknat Ali bin Abi Thalib, dan kedua cucu Rasulullah saaw, al-Hasan dan al-Husain di atas minbar dan dalam qunut shalat. Umar dan Abu Bakar melaknat Sa’id Bin Ubadah ketika ia masih hidup. Dan masih banyak lagi dalam sejarah, para sahabat melaknat sebagian sahabat yang lain dan berlepas diri dari yang lain.
    To make long story short, Sebagaimana yang telah al-Qur’an dan Sunnah telah wajibkan, menghormati sahabat dan memposisikan mereka pada derajat yang tinggi merupakan suatu kelaziman. Tapi selain itu, kedua sumber hukum Islam ini juga memerintahkan kepada kita untuk menilai sesuai dengan kapasitas mereka.

    Menghukumi mereka adil secara keseluruhan adalah sangat berseberangan dengan sikap ilmiah dan bertentangan dengan sejarah, dan secara tidak langsung meragukan kebenaran nas. Bahkan syi’ar tersebut terbukti benar-benar bertentangan dengan nas-nas dan hadits Rasulullah saaw yang jelas. Al-Qur’an mengajarkan kita, wa la tus-alu ‘amma ka nu ya’malun –kalian tidak akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang mereka lakukan- bukan, wa la tas-alu ‘amma kanu ya’malun –janganlah kalian bertanya terhadap apa yang mereka lakukan###
    saya tunggu jawabanx lagi buat jawabin orang2 syiah,,syukron y mas,,,

  70. baqais mengatakan:

    mas katax orang syiah sahabat nabi pada murtad dgn membawakan hadits ini.kayakx dusta lage ne orang2 syiah..

    Ketika aku (Rasulullah saww) sedang berdiri, tiba-tiba datang sekelompok orang yang kukenal. Lalu keluarlah seorang diantara kami dan berkata, “Mari”. Aku bertanya, “Kemana?” “Ke neraka, demi Allah.” Jawabnya. “Apa kesalahan mereka?” Tanyaku. “Mereka telah murtad setelahmu dan berbalik dari kebenaran, dan kuperhatikan tiada yang tersisa melainkan sedikit sekali, seperti sekelompok unta yang tersisih.”
    (Shahih Bukhori, Jil. III Hal. 32 – Jil. IV Hal. 94-96, 156; Shahih Muslim, Jil. VII Hal. 66)

    Abu al-Qasim al-Baghawi dan Abu Bakar Asy-Syafi’i dalam kitab­nya al-Fawaid, juga Ibnu Asakir meriwayatkan dari Aisyah dia berkata, ‘Tatkala Rasulullah meninggal kemunafikan muncul dimana-mana, sedangkan orang-orang Arab murtad dari Islam. Adapun orang-orang Anshar melarikan diri (tidak memihak). Andaikata hal-hal yang menimpa ayahku menimpa gunung-gunung, niscaya ia akan menghan­curkannya. Dan tidak satu masalah pun dimana orang-orang berbeda pendapat kecuali ayah saya akan datang untuk memecahkan per­soalan itu…

  71. muhammadon mengatakan:

    kayaknya orang SYIAH ini bukan mencari jalur terang deh.
    saya yakin tujuan mereka hanya untuk mengkaburkan bukan menjelaskan.
    buktinya pertanyaan-pertanyaan dari wong Djowo BELUM TERJAWAB SEMUA malah bawa pertanyaan-pertanyaan baru.
    satu-satu donk mas.. jawab dulu pertanyaan-pertanyaan itu kemudian silahkan bawa pertanyaan baru untuk kita bahas.
    kalau cuma saling bertanya dan tidak ada yang jawab ini pengkaburan masalah namanya.
    ingat Bung..ini forum diskusi ilmiah..

  72. abuqnan mengatakan:

    Baca postingan baqais sy jd tertawa sendiri, sy membayangkan seorang guru SD yg sedang mendekte murid2nya. Jadi kyknya org2 disini mau dia dekte dg tamrinat dia. Kalo gini caranya, diskusi ini jd gak berbobot, hanya satu arah. jd bikin males nanggepinya.
    Kalo baqais emang mau nanya2, silahkan datang aja langsung, jangan mendekte begini. ….

  73. wong Djowo mengatakan:

    Mas baqais…
    Kalau anda mengambil dalil dari Tafsir al-Razi dalam surat Al Hadid, itu namanya BUNUH DIRI.
    Karena Imam al-Razi menjelaskan hal itu justru untuk menyanggah pendapat orang-orang Syiah.. sayang sekali Anda memotong teks kitab dan tidak menyebutnya secara lengkap.. Bukankah ini sebuah pengkhianatan ilmiah??.
    Kemungkinannya cuma dua. Bisa jadi anda tidak amanah, atau anda tidak bisa baca kitab..
    Coba disimak teks lengkapnya….

    …{ مَأْوَاكُمُ النار هِىَ مولاكم وَبِئْسَ المصير }
    قال الكلبي : يعني أولى بكم ، وهو قول الزجاج والفراء وأبي عبيدة ، واعلم أن هذا الذي قالوه معنى وليس بتفسير للفظ ، لأن لو كان مولى وأولى بمعنى واحد في اللغة ، لصح استعمال كل واحد منهما في مكان الآخر ، فكان يجب أن يصح أن يقال : هذا مولى من فلان كما يقال : هذا أولى من فلان ، ويصح أن يقال : هذا أولى فلان كما يقال : هذا مولى فلان ، ولمّا بطل ذلك علمنا أن الذي قالوه معنى وليس بتفسير ، وإنما نبهنا على هذه الدقيقة لأن الشريف المرتضى لما تسمك بإمامة علي ، بقوله عليه السلام : « من كنت مولاه فعلي مولاه » قال : أحد معاني مولى أنه أولى ،

    Terjemahnya:
    Al kalabi memberi makna أولى بكم, ini juga pendapat Az-Zujaj, al Fara’ Abu Ubaidah. Dan ketahuilah, apa yang mereka sebutkan tadi hanyalah menjelaskan kandungan kalimat tersebut (neraka memang lebih layak untuk mereka), bukan menafsiri lafadnya (maksudnya bukan berarti lafad maula bisa diartikan aula). Karena kalau MAULA dan AULA artinya sama, tentu siapa pun bebas memakai lafad MAULA dan AULA, dan keduanya bisa saling menggantikan. Sehingga هذا مولى من فلان bisa diartikan sama dengan
    هذا أولى من فلان “orang ini lebih utama dari fulan”. Dan هذا أولى فلان bisa diartikan sama dengan هذا مولى فلان

    Setelah jelas bahwa pemberian makna seperti itu batil.. maka kita faham bahwa kalimat AULA mereka ungkapkan hanyalah menjelaskan kandungan kalimat tersebut (neraka memang lebih layak untuk mereka), bukan menafsiri MAULA. Kami jelaskan hal ini secara detail karena ketika Syarif Murtado condong pada imamah Sayidina Ali, dia berdalih « من كنت مولاه فعلي مولاه » dan mengatakan bahwa Maula bisa bemakna AULA”

    Udah jelas khan…
    Imam Fakhru Rozi menyimpulkan bahwa pemaknaan maula menjadi aula dalam hadis ghodir khum dengan dalil ayat { مَأْوَاكُمُ النار هِىَ مولاكم وَبِئْسَ المصير }terlalu memaksa, demi membenarkan pendapat mereka, sekalipun tidak sesuai dengan kaidah lughat dan tidak bisa dipraktekkan. Sedangkan Nabi SAW adalah Afsohul Arab.

    Yang terakhir, tolong diingat.
    ORANG-ORANG SYIAH belum menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya. Tapi malah ngasih banyak pertanyaan baru.
    Kita faham ini trik lama orang syiah. Kalo udah kepepet mereka akan lari dari pembahasan sambil ngajak mbahas masalah-masalah lain sehingga kebodohan mereka tertutupi.. ini udah banyak yang ngerti..
    KHUSUS untuk Anda.., kalo memang bukan SYIAH mulai sekarang sebaiknya Anda berhenti jadi Makelar.
    OKE..!!?? 🙂🙂

  74. elfasi mengatakan:

    wah….tambah rame aja…….mo ikutan comment ni….
    @ baqais, emang benar ama yang dikatakan wong jowo, klo anda mengambil dalil dari tafsir arRozi, anda justru bunuh diri….
    pernyataan anda di atas menmpilkan riwayat dari sayyidatina Aisyah dia berkata, “‘Tatkala Rasulullah meninggal kemunafikan muncul dimana-mana, sedangkan orang-orang Arab murtad dari Islam. Adapun orang-orang Anshar melarikan diri (tidak memihak). Andaikata hal-hal yang menimpa ayahku menimpa gunung-gunung, niscaya ia akan menghan­curkannya. Dan tidak satu masalah pun dimana orang-orang berbeda pendapat kecuali ayah saya akan datang untuk memecahkan per soalan itu…”
    ni yang mo kami tanyakan ama mas, tolong dijawab dengan jujur ya…:

    1. orang syi’i kan memurtadkan sydt A’isyah, kenapa masih mo meriwayatkan hadits darinya hanya untuk membenarkan pendapat mereka biar bisa mengkafirkan banyak sahabat ? apa diperbolehkan seperti ini pada akidah syi’ah..?
    2. hadits itu tidak bisa menjadi dalil untuk memurtadkan sahabat terdekat Nabi seperti Syd Abi Bakar, Umar, Utsman dan lainnya, malah justru memperkuat pendapat ahlussunnah bahwa syd Abi bakar tidaklah murtad bahkan menjadi orang yg di cintai Allah, sebagaimana firman ALlah dalam surat almaidah ayat 54 :
    ” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
    karena justru syd Abi bakar yang pertama maju untuk memberantas orang murtad setelah wafatnya Nabi, berarti dia adalah orang yang dicintai Allah, masa’ masih dikatakan murtad…? baca selengkapnya pada tafsir ar-Rozi
    3. klo anda bukan syi’ah (insya Allah dan mudah2an aja….) ana mo tnya apa ada beda antara TAQIYYAH dan PENGHIANATAN/KEDUSTAAN menurut syi’ah…?
    4. klo memang syiah menganggap imamah setelah Nabi hanya untuk Syd Ali dengan nash Qur’an bahkan menganggap orang yang tidak mengakui keimamahan syd Ali murtad,trus gimana dgn baiatnya sayyidina Ali kepada syd Abi Bakar walaupun menurut sebagian ulama’ setelah 6 bulan, apa anda akan menganggap syd Ali jg murtad krn menyalahi nash Al-Qur’an ?..
    tolong dijawab ya. mas…… n jangan cuman jd makelar .. klo anda bukan syi’ah suruh aj orang syi’ahnya ikutan di forum ini….

  75. baqais mengatakan:

    syukron mas atas jawabanx dan smoga ini bsa buat ngejawab orang2 syiah… akh muhammadon dan abuqnan syukron bt usulanx,,,ana bkan mau tamrin org2 dsni,,,
    ana skrg berada d luar negeri lg mau ngelaksanain haji,,,
    jdix ana blm bsa merujuk k kitab2 orng syiah dan kitab2 kita,,,
    kalo ana plang ke indonesia insya allah ana langsung menghubungi antum2 sekalian untuk bertanya..
    maaf ne mas2 kalo ngerepotin antum2 dengan pertanyaan saya…
    akh wong jowo ana bermaksud bkan untuk menjadi makelar,,,ana cma mnta bantuin jawaban kalo ada ktab2x insya allah ana cri sndri jawabanx,,
    skali lage syukron atas bntuanx…

  76. alex mengatakan:

    wong jowo;saya akan menjawab pertanyaan anda satu persatu,,,tunggu saja..saya akan melanjutkan pembahasan maula di atas..

    > anda dgn mengutip penjelasan al-Razi mempersoalkan bahwa kalau “MAULA” dan AULA artinya sama, tentu siapa pun bebas memakai lafad “MAULA” dan AULA, dan keduanya bisa saling menggantikan. Sehingga هذا مولى من فلان bisa diartikan sama dengan
    هذا أولى من فلان “orang ini lebih utama dari fulan”. Dan هذا أولى فلان bisa diartikan sama dengan هذا مولى فلان

    # Saya jawab :

    Fakta telah menyebutkan bahwa sudah umum dan amsyhur dikalangan ahli bahasa dan ahli tafsir yg berpendapat bahwa “maula” bermakna “al-aula”, seperti yg telah dijelaskan di atas…bahkan seorang teolog Sunni yakni at-Taftazani dalam kitab Syarah al-Maqasid hal. 289 mengatakan bahwa al-Maula bermaksud al-Mu’tiq, al-halif, al-Jar, ibn al-‘am, al-nashir, wa “al-aula bit-thasarruf”….

    Kemudian, soal penggunaan bergantian antara “maula” menjadi “aula” ….maka perlu anda ketahui bahwa tidak selamanya kata yg memiliki arti tertentu dengan mudah ditukargantikan..dalam bahasa arab, banyak kata yg memiliki arti tertentu tetapi tidak sembarangan ditukargantikan..misalnya : kata “ghair dan “illa” yag berarti “selain”…. atau misalnya utk bertanya dengan menggunakan kata “Hal” dan “alif/hamzah” sbg istifham….
    …Begitu pula dgn kata “Hatta” dan “ila” yang berarti “tujuan” (ghayah)..yg mana kita ketahui bahwa “ila” tidak dapat dijadikan kata ganti.

    Jadi, penggunaan “maula” dalam arti “aula” adalah umum dikalangan para ulama dan persoalan “shighat tafdhil” tidak menjadi masalah… hal ini terlalu dipaksakan utk membantah syiah..!!!!..al-Razi biasa melakukan hal2 seperti itu dalam tafsirnya, utk membantah pendapat syiah, insya allah jika ada kesempatan akan kita lihat teknik2 al-Razi seperti ini dalam membantah syiah…

    Dan perlu anda ketahui, bahwa hadits al-Ghadir juga ada datang dgn kalimat “al-aula” seperti diriwayatkan oleh at-Thabrani : “Man kuntu aula bihi fa aliy waliyah” ..(dalam Mu’jam al-Kabir : 5/185).

    Jadi..jangan mengangap orang bunuh diri atau anda belum memahaminya dan mengambil mentah2 pendapat al-Razi..afwan

  77. baqais mengatakan:

    elfasi;oke ana akan ajak tu syiah ke forum ini,,,mdahan dia berani…

    jawaban dari syiah msalah maula:::

    > anda dgn mengutip penjelasan al-Razi mempersoalkan bahwa kalau “MAULA” dan AULA artinya sama, tentu siapa pun bebas memakai lafad “MAULA” dan AULA, dan keduanya bisa saling menggantikan. Sehingga هذا مولى من فلان bisa diartikan sama dengan
    هذا أولى من فلان “orang ini lebih utama dari fulan”. Dan هذا أولى فلان bisa diartikan sama dengan هذا مولى فلان

    # Saya jawab :

    Fakta telah menyebutkan bahwa sudah umum dan amsyhur dikalangan ahli bahasa dan ahli tafsir yg berpendapat bahwa “maula” bermakna “al-aula”, seperti yg telah dijelaskan di atas…bahkan seorang teolog Sunni yakni at-Taftazani dalam kitab Syarah al-Maqasid hal. 289 mengatakan bahwa al-Maula bermaksud al-Mu’tiq, al-halif, al-Jar, ibn al-‘am, al-nashir, wa “al-aula bit-thasarruf”….

    Kemudian, soal penggunaan bergantian antara “maula” menjadi “aula” ….maka perlu anda ketahui bahwa tidak selamanya kata yg memiliki arti tertentu dengan mudah ditukargantikan..dalam bahasa arab, banyak kata yg memiliki arti tertentu tetapi tidak sembarangan ditukargantikan..misalnya : kata “ghair dan “illa” yag berarti “selain”…. atau misalnya utk bertanya dengan menggunakan kata “Hal” dan “alif/hamzah” sbg istifham….
    …Begitu pula dgn kata “Hatta” dan “ila” yang berarti “tujuan” (ghayah)..yg mana kita ketahui bahwa “ila” tidak dapat dijadikan kata ganti.

    Jadi, penggunaan “maula” dalam arti “aula” adalah umum dikalangan para ulama dan persoalan “shighat tafdhil” tidak menjadi masalah… hal ini terlalu dipaksakan utk membantah syiah..!!!!..al-Razi biasa melakukan hal2 seperti itu dalam tafsirnya, utk membantah pendapat syiah, insya allah jika ada kesempatan akan kita lihat teknik2 al-Razi seperti ini dalam membantah syiah…

    Dan perlu anda ketahui, bahwa hadits al-Ghadir juga ada datang dgn kalimat “al-aula” seperti diriwayatkan oleh at-Thabrani : “Man kuntu aula bihi fa aliy waliyah” ..(dalam Mu’jam al-Kabir : 5/185).

    Jadi…saya yg sedang bunuh diri atau anda belum memahaminya dan mengambil mentah2 pendapat al-Razi…
    afwan…wallahu a’lam

  78. elfasi mengatakan:

    @ baqais, dari mana anda memutlakkan kata MAULA bermakna AULA ? bahasa arab itu ada kaidahnya dan dalam kaedah bahasa arab tidak ada wazan MAF’AL bermakna AF’AL,
    Kalo ditempat kami belajar masalah itu dah dipelajari semenjak ibtida’…
    Adapun ayat هي مولاكم bermakna اولى بكم itu hanya dari segi maksud bukan tafsiran kalimat MAULA bermakna AULA…..
    Klo yang anda contohkan illa ,ghoiru dan lain2 itu memang ada dalam kaedah bahasa arab..
    Perlu anda ketahui, kami bukanlah makan mentah2 tapi kami makan yang sudah masak.. kalo anda cuman berkhayal makanan karena itu gak kenyang2
    Pesan kami, belajar bahasa arab yang baik biar gak salah mengartikan n jangan buang2 waktu karena dengan kaedah itu semua menjadi ilmu yang pasti bukan karangan semata…

  79. baqais mengatakan:

    mas2..tu orang syiahx kykx dah muncul diats…namax alex
    ana simak aja deh diskusix,,,

    jawaban org syiah tentang pertanyaan mas anggodo tobat;;
    ##Imam Ali bin Abi Thalib as itu..bukan sahabat, tetapi pemimpin/imamnya para sahabat….!!!!!!
    … Baca Selengkapnya
    Belajar sejarah dulu mas…. biara kenal sama sahabat Abu Dzar dan Miqdad bin Amr…shg gak asal nyebut semuanya org Persi…… ntar ketahuan gak baca sejarah para sahabat……#####
    dari syiah ne…

    saran saya buat temen2 sunni di forum ini;
    mas angodo tobat,,mas wong jowo,,mas elfasi,,,mas abuqnan…lebih baik kita fokuskan ke pembahasanx satu persatu untuk msalah maula..jangan beri soal lagi org syiah br diselesaikan dlu jgn berpindah ke soal yg laen…

  80. abuqnan mengatakan:

    Terlepas dari perdebatan mengenai apakah dalam kamus arab ditemukan kaliam maula bermakna aula, ada ketidak tepatan jika kalimat maula yg terdapat dalam hadits ghodir khum diartikan aula. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan kembali redaksi lengkap hadist ghadir khum berikut dg keseuaian arti yg tepat:
    من كنت مولاه فعلي مولاه, اللهم وال من والاه وعاد من عاداه.
    “Barangsiapa yg menjadikan aku sebagai maulanya (penolong), maka ‘Ali juga sebagai maulanya. Ya Allah cintailah org yg mencintainya dan musuhilah orang yg memusuhinya”.
    Maka tampak jelas bahwa kalimat maula dalam hadits di atas tidak mungkin diartikan aula, sebab jika demikian artinya akan “kacau”.
    Bagi yg masih ngotot, silahkan coba anda artikan selengkapnya hadits di atas dan silahkan posting disini.
    @baqais:
    saran anda bener, mestinya satu topik dibahas tuntas dulu baru lompat yg lain. Tp emang salah satu kebiasaa org syiah, kalo terdesak dia akan alihkan paembahasan pd topik lain (sy gak tahu disini ada org syiah atau nggak).

  81. alex mengatakan:

    elfasi;> anda berkata :

    “Adapun ayat هي مولاكم bermakna اولى بكم itu hanya dari segi maksud bukan tafsiran kalimat MAULA bermakna AULA…..”… Baca Selengkapnya

    – Apa maksudnya nih…???????? anda paham gak yg sedang anda utarakan ini..????

    #saya mulai tersenyum membaca tulisan anda..!!!.. Kalau mau kasih komentar, sebaiknya anda pahami dulu jalan ceritanya…!!!..jgn asal tulis komentar aja…ntar ketahuan belang ente….

    # Coba anda perhatikan..saya bawakan kepada anda 27 makna “maula”, biar anda paham ada beragam makna “Maula”…kemudian, kita harus menentukan dari makna2 tsb, mana yg lebih sesuai dalam konteks hadits Ghadir Khum…???….

    Sederhananya, kita bukan mau mendudukkan wazan “Maf’al” menjadi “af’al”….tetapi “af’al” (aula) itu merupakan arti atau makna “maf’al” (maula)……perhatikan penafsiran yg disebutkan diatas, “Maulakum” adalah bermakna “aulabikum”…!!!!

    Apakah anda mau menuduh al-Kalbi, Al-Farra, az-Zajjaj, Ibnu Yazidi, Baidhawi, Abu Ubaidah.. dll..yg menyebutkan “maulakum” adalah “aulabikum” …tidak tahu wazan kata tersebut…???..karena memang bukan wazannya yg jadi perhatiannya…????..wallahu a’lam.

    Saya katakan dgn memperhatikan beberapa hal seperti bunyi hadits2 lainnya, konteks kalimatnya..dll… maka, makna “maula” dalam hadits ghadir khum itu lebih tepat dimaknai “aula bi syai”..atau “aula bittasharruf”, yakni yg paling layak memimpin…itu adalah arti kata utk “maula”, bukan kedudukan wazannya…!!!!

    Jadi..kita memang bukan sedang membicarakan perubahan kata dlm bahasa, atau kedudukan wazannya, tetapi membicarakan makna dari kata…{sama misalnya jika anda mencari wazan “maula” menjadi : al-Rab, al-‘am, ibn al-‘am, al-ibn, ibn al-ukht, al-mu’tiq, al-mu’taq, sayid, malik,..dll … jgn anda cari kedudukan wazannya, karena sampai mati gak ketemu..}

    Makasih mas atas nasehatnya..insya allah sejak kecil sampai hari ini sy senantiasa belajar terus, karena saya sadar ilmu saya jauh dari sempurna…… semoga anda juga rajin belajar…. atau mungkin anda sudah “berilmu tinggi” shg merasa cukup dgn ilmu yg ada..

    Kenapa sy bilang anda makan mentah2 hal ini…karena, sy udah baca duluan penolakan hadits al-Ghadir ini dgn berbagai tekniknya seperti yag diajukan Ibnu Taymiyah, al-Razi, ad-Dahlawi, Ibnu Katsir, Ibnu Hajar al-Haitsami,..dll ….dan para ulama syiah pd dasarnya juga sudah menjawabnya……
    Selain itu, pertanyaan2 dan komentar anda diatas, sebelum anda ajukan diforum diskusi ini… sudah lebih dulu diajukan org lain kpd saya dibeberapa forum diskusi, atau dikirim oleh teman utk dijawab…
    Saya teringat..Imam Ja’far Shadiq as berkata :..”banyak org membawa fikih tetapi tidak fakih” …..al-Quran menyebutnya seperti “keledai membawa kitab2″….afwan

  82. abuqnan mengatakan:

    @alex yg (katanya) sdh kenyang debat ttg syi’ah:
    jadi antum blm ngerti perbedaan antara tafsir ma’na dg tafsir lafadz ?? subhanalloh!!!!!! katanya sdh kenyang baca tafsir2 arrozi dll. sy jd ketawa terbahak2 baca posting ente wk..wk…wk…wk…wk.

  83. aladin mengatakan:

    rame juga ya disini,ikutan dongggggggg
    @ alex :

    قال الكلبي : يعني أولى بكم ، وهو قول الزجاج والفراء وأبي عبيدة ، واعلم أن هذا الذي قالوه معنى وليس بتفسير للفظ ،

    disini kan bisa anda fahami bahwasannya kalibi,zajjaj,farra’ n abi ubaidah mengartikan MAULA dengan AULA hanya dari segi harfiah saja bukan dari segi tafsir dari hadist tersebut.
    وَفِي شَرْحِ الْمَصَابِيحِ لِلْقَاضِي : قَالَتْ الشِّيعَةُ المولى هُوَ الْمُتَصَرِّفُ وَقَالُوا مَعْنَى الْحَدِيثِ أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَسْتَحِقُّ التَّصَرُّفَ فِي كُلِّ مَا يَسْتَحِقُّ الرَّسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّصَرُّفَ فِيهِ . وَمِنْ ذَلِكَ أُمُورُ الْمُؤْمِنِينَ فَيَكُونُ إِمَامُهُمْ ، قَالَ الطِّيبِيُّ : لَا يَسْتَقِيمُ أَنْ تُحْمَلَ الْوِلَايَةُ عَلَى الْإِمَامَةِ الَّتِي هِيَ التَّصَرُّفُ فِي أُمُورِ الْمُؤْمِنِينَ لِأَنَّ الْمُتَصَرِّفَ الْمُسْتَقِلَّ فِي حَيَاتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ هُوَ لَا غَيْرُهُ فَيَجِبُ أَنْ يُحْمَلَ عَلَى الْمَحَبَّةِ وَوَلَاءِ الْإِسْلَامِ وَنَحْوِهِمَا اِنْتَهَى كَذَا فِي الْمِرْقَاةِ .
    saya teliti di tafsir2 g ada yang mentafsirkan maula dengan imamah kecuali orang syi’ah saja yg mentafsirkannya.dalam ilmu tafsir kita g bisa mengikuti arti harfiah dari suatu kalimat karena belum tentu artinya seperti itu menurut ulama tafsir.karena ulama tidak mentafsirkan ayat melainkan warid dari hadist2 rosululoh s.a.w.seperti dalam hadist :
    من فسر القرآن بغير علم فليتبوأ مقعده من النار

  84. elfasi mengatakan:

    @ Alex, wah gak paham juga nih…ngomongnya aj sering ikut forum….
    Kaedah arab tidak memberlakukan wazan MAF’AL bermakna AF’AL, Adapun dalam ayat itu menggunakan tafsir bil ma’na (pengambilan makna/maksud ayat yang tepat) bukan tafsir bil lafdhi, sehinga gak bisa diberlakukan secara mutlak untuk kalimat2 lainnya…
    pendapat ALFARRA, AZZAJJAJ dan lain2 itu hanya dalam konteks ayat tersebut dimana mereka menggunakan tafsir bil ma’na sebagaimana yang dikemukakan oleh imam ArRozi :
    والثاني : قال الكلبي : يعني أولى بكم ، وهو قول الزجاج والفراء وأبي عبيدة ، واعلم أن هذا الذي قالوه معنى وليس بتفسير للفظ ، لأن لو كان مولى وأولى بمعنى واحد في اللغة ، لصح استعمال كل واحد منهما في مكان الآخر

    ( ana rasa anda bisa baca dan artikan sendiri di atas, klo gk bisa ngartikan bilang aja entar ana kirim komment lagi untuk terjemahannya)
    jelas sekali pernyataan ArRozi bahwa kata ” MAULA” bermakna ” AULA” adalah penafsiran bil ma’na buka bil lafdhi, jadi gk bisa diberlakukan secara mutlak untuk semua kata termasuk dalam mengartikan hadits ghodir khum…
    saran ana kalo liat kamus liat juga dalil pengambilannya. dalam kamus kan dijelaskan bahwa MAULA bermakna AULA itu dari penafsiran ayat, dan telah kita ketahuia itu tafsir bil ma’na bukan bil lafdhi karena gak sesuai dengan kaedah bahasa arab, oleh karena itu gak bisa diberlakukan secara umum…
    mas…apa anda menemukan di kamus bahwa MAULA dalam hadits ghodir khum yang bermkna AULA…?
    klo ada satu aj.. mas beri tahu kami…
    karena inilah kami katakan kami telah makan yang sudah masak….. dan kami anggap anda cuman berangan2 makanan yang gk ada di depan anda……

  85. forsan salaf mengatakan:

    @ wong jowo, baqais dan Alex, saya kira ada kesalahpahaman diantara kalian semuanya,
    Sdr wong jowo, mengatakan tidak benar kalo MAULA dari kata AULA, karena menyalahi kaedah lughoh (itu benar).
    Sdr baqais dan alex mengatakan bahwa MAULA bukan dari kata AULA tapi bisa berarti AULA sebagaimana bisa berarti mamluk, mu’tiq, halif dan lain2nya (kalimat mutarodifah) (itu benar dalam sebagian ahli lughoh)
    Oleh karena itu, jangan emosi semuanya, yang paling penting benarkah hadits
    من كنت مولاه فعلي مولاه
    adalah dasar untuk imamah sayyidina Ali setelah Rasulullah SAW.
    @ anggodo tobat, cobalah lebih teliti untuk megungkapkan sejarah, karena Abu Dzar Alghifari turunan Kinanah dan Miqdad bin Aswad adalah Al-Kindi, keduanya adalah Arab.

  86. fuad alkatiri mengatakan:

    DASAR SYIAH,YA GITU LAH,…..QT CUKUP SATU SJ G PERLU PANJANG2,,,KL EMANG KENYATAAN NYA SEPERTI YANG DITUDUHKAN ORANG2 SYIAH,,,,KNP PARA HABAIB YANG JELAS2 MEREKA PANUTAN UMAT INI G PERNAH MENYATAKAN SEPERTI YANG DINYATAKAN ORANG2 SYIAH,PDHAL ILMU MEREKA G PERLU DIRAGUKAN LAGI,,, SEMISAL BELIAU HABIB ABDULLOH AL HADDAD,MAKANYA KL YANG BERANGGAPAN KURANG BAGUS KPD PARA SALAH SATU SHOHABAT SJ,APABL DIA HABAIB,MAAF PARA HABAIB,,,,MAKA KEMBALILAH PADA JALAN DATUK2MU YANG PENUH TAKDIM PD SEMUA SHOHABAT,BUKANKAH SAYYIDUNA AHMAD BIN ISA HIJRAH DARI BASROH IRAQ KRN AKIDAH SEMISAL SYIAH INI??????BILA YANG BERANGGAPAN KURANG BAGUS KPD PARA SALAH SATU SHOHABAT SJ BUKAN DARI HABAIB SEPERTI QT,,MAKA JAGA MULUT QT JNG KURANG AJAR,,,JNG NGANDALKAN PENGETAHUAN QT KRN BERAPA BESAR PENGETAHUAN QT DIBANDING MEREKA PARA DURRIYAH ROSUL PARA HABAIB ,,DAN INI BUKANLAH FANATIK BUTA,,,KRN QT TDK AKAN MENGUCAPKAN HAL INI KECUALI KRN PARA PEMIMPIN UMAT INI KHUSUSNYA PARA HABAIBNYA G PERNAH MENGUCAPKAN SEPERTI YANG DIUCAPKAN DAN DITUDUHKAN ORANG2 SYIAH SEMISAL HBB ABDULLOH AL HADDAD,ALFAGIIHIL MUQODDAM ATAU YANG LAIN NYA PARA ORANG2 PILIHANNYA ALLOH PADAHAL ILMU MEREKA G PERLU DIRAGUKAN LG,,,JNG SOK QT ILMIAH MEMBAHAS ILMU TAPI KENYATAANNYA ILMU QT DANGKAL,,,,G ADA APA2NYA DIBANDINGKAN MEREKA PARA PEMIMPIN UMAT INI,,,,SEKALI LG MAAF PARA HABAIAB,,,,SEMOGA QT MENDAPAT BAROKAH DR MEREKA SELAKU KETURUNAN YANG BERSAMBUNG DNG ROSUL,,,,

  87. muhammadon mengatakan:

    yup setuju dengan Fuad

  88. alex mengatakan:

    wong jowo dan elfasi;Kalau anda cermati..penjelasan2 saya di atas sudah cukup utk membantah pendapat anda ini…tapi sbg niat baik diskusi sy akan tanggapi lagi beberpa poinnya..

    # Anda mengutip kembali dari al-Razi. Coba anda perhatikan yg tertulis dalam tafsir al-Razi tsb :…

    al-Kalbi, al-Zajjaj, al-Farra, dan Abi Ubaidah menegaskan bahwa “Maulakum” berarti “aulabikum”……
    pendapat 4 ahli bahasa itu pd dasarnya sudah cukup menjadi bukti bagi anda, bahwa “Maula” bermakna “aula”…

    Dan saya tdk perlu membincangkan lagi komentar al-Razi, karena telah sya jawab di atas…

    @ Anda berkata :..
    > disini kan bisa anda fahami bahwasannya kalibi,zajjaj,farra’ n abi ubaidah mengartikan” MAULA” dengan” AULA” hanya dari segi harfiah saja bukan dari segi tafsir dari hadist tersebut…

    # saya jawab :..
    – Lho kok anda bingung….memang al-Kalbi, al-Zajjaj, al-Farra dan Abi Ubaidah..sedang membahas tafsir Q.S. al-Hadid : 15…bukan sedang membahas hadits al-Ghadir…

    Saya mengutip mereka utk membuktikan pd anda bahwa “Maula” itu diantara maknanya adalah “Aula”……karena pertanyaan anda diatas adalah makna “maula” dalam kamus2 atau menurut para ahli…!!! atau anda udah lupa dgn pertanyaan anda sendiri…????

    Singkatnya..pembahasan kita adalah ttg makna “maula” yg memiliki banyak arti (sampai 27 makna yg telah saya tuliskan)…..dan salah satunya adalah berarti “aula”….dan arti itu sudah terbukti dipakai oleh para ahli bahasa dan ahli tafsir serta lainnya…dengan demikian menafsirkan “MAULA” dalam hadits al-Ghadir menjadi “AULA” bukanlah tanpa dasar… wallahu a’lam.

  89. FUAD ALKATIRI mengatakan:

    KETIKA DITANYAKAN KPD MUTHANNA BIN HASAN BIN ALI BIN ABI THOLIB TTG HADIST “MAN KUNTU MAULAHU FA ALIYYUN MAULAHU”ITU MERUPAKAN NASH PENGANGKATAN IMAM ALI SBG KHALIFAH,BILA RASULULLAH WAFAT?,BELIAU MENJAWAB:APABILA YANG DIMAKSUD RASULULLAH ITU KEKHALIFAAN SESUDAHNYA,MAKA BELIAU AKAN BERKATA DENGAN JELAS SBB:HAI ORANG2,INI ADALAH PENGGANTIKU YANG AKAN MEMIMPIN KALIAN SESUDAHKU,MAKA DENGARKANLAHDIA DAN PATUHI.
    KEMUDIAN LANJUTCUCU IMAM ALI TSB:SAYA BERSUMPAH DEMI ALLOH,ANDAI KATA ALLOH&ROSULNYA MENUNJUK&MEMILIH ALI UNTUK MENDUDUKI JABATAN KHALIFAH TSB&KEMUDIAN ALI TIDAK MELAKSANAKANNYA,MAKA BELIAU ADALAH ORANG PERTAMA YANG MENINGGALKAN PERINTAH ALLOH&ROSULNYA.
    Ketika penanya bertanya lagi::Tidakkah Rosulullah pernah berkata:”Man kuntu maulahu fa aliyyun maulahu?”Beliau pun langsung menjawab:”Demi Alloh,apabila yang dimaksud Rasululloh itu mengenai ke khalifaan,mk beliau akan berkata dng terang&jelas,sbg mana beliau menjelaskan mengenai sholat&zakat,dan akan berkata:”Hai orang2 sesungguhnya Ali adalah pemimpin kalian sesudahku&dia yang akan meneruskan perjuanganku”
    Itulah jawaban cucu Imam Ali mengenai hadist tsb&sekaligus sbg petunjuk dr beliau mengenai tdk adanya wasiat dr Rasulullah SAW mengenai pengganti beliau.
    Andai kata maksud hadist tsb sbg penunjukan&pengangkatan Imam Ali sbg kholifah bila Rosul wafat,sbg mana diyakini oleh pengikut Ibin Saba’,mk pasti hadist tsb akan menjadi poko pembahasan dlm pertemuan di Sagifah Bani Saidah,sedang kenyataannya tdk satu orang pun yang menyebut2 hadist tsb.Hal mana krn hadist tsb memng tidak ada hubungannya dng kekhalifaan&faham yg demikian itu sdh menjadi keyakinan kaum muslimin saat itu termasuk keyakinan Imam Ali&ahlul bait yg lain.

  90. alex mengatakan:

    lanjutan;Anda berkata :
    > jelas sekali pernyataan ArRozi diatas bahwa kata ” MAULA” bermakna ” AULA” adalah penafsiran bil ma’na buka bil lafdhi, jadi gk bisa diberlakukan secara mutlak untuk semua kata termasuk dalam mengartikan hadits ghodir khum…

    # Saya Jawab :…..

    – Tentang komentar al-Razi sudah sy jawab pada pembahasan2 sebelumnya diatas…jd tdk sy ulangi lg..
    – Apa alasannya bahwa “Maula” dalam hadits al-Ghadir tidak bisa diartikan “Aula”…????..

    Bahkan kalau kita perhatikan berbagai qarinahnya..maka sangat jelas bahwa “Maula” dalam hadits al-Ghadir sangat layak diartikan dengan “Aula”..Misalnya :
    1). Sabda ini dideklarasikan Nabi saaw secara umum dgn mengumpulkan Ratusan ribu sahabat.. ini merupakan tanda “pengumuman yg sangat penting ttg Imam Ali as”.
    2). Sebelum bersabda “Mankuntu …dst”, Nabi saaw memulai dgn menegaskan terlbih dahulu bahwa dirinya adalah “aula” dgn kalimat “alastu aula bikum min anfusikum”..(Bukankah aku lebih berhak/utama terhadap kamu daripada diri kamu sendiri?!..setelah penegasan ini kemudian Rasulullah saaw mengaggandengkan “Maula Ali as” dengan “Maula dirinya”…”Siapa yg menjadikan aku ‘maulanya’, maka Ali adalah maulanya’..!!!
    3). Nabi saaw menyebut dirinya “maula”, bukankah sangat layak jika kita mengartikan “maula” pd hadits ini adalah “aula” (yang utama)….atau apakah menurut anda Nabi saaw bukan “aula”..???
    4). Setelah deklarasi ini, para sahabat mengucapkan selamat kpd Imam Ali bahwa dirinya adalah “Maula mereka dan maula seluruh mukmin dan mukminah”…seperti yg diucapkan Umar bin Khattab :..”Selamat wahai Ibn Abu Thalib, engkau sekarang menjadi maulaku dan maula setiap mukmin”….

    masih banyak tanda2 lainnya yg mengindikasikan bahwa “Maula” dalam hadirs al-Ghadir berarti “aula” seperti turunnya ayat2 al-Quran sebelum atau sesudah sabda tsb, hadits yg menggunkan lafadz “aula” bukan “maula”…dll
    wallahu a’lam.

  91. alex mengatakan:

    aladin;@Anda berkata :
    > saya teliti di tafsir2 g ada yang mentafsirkan ”MAULA” dengan imamah kecuali orang syi’ah saja yg mentafsirkannya.

    #Saya Jawab :…
    – ya gak apa2 mas..bukankah perbedaan itu indah…. sebab kalau ulama2 tafsir itu mengartikan dgn imamah, maka mau tidak mau mereka dan anda tentunya harus membenarkan tafsiran mazhab syiah..

  92. alex mengatakan:

    #Dengan poin2 diatas maka jelaslah bahwa “maula” dalam hadits
    al-Ghadir berarti “aula”….hal ini juga diakui oleh beberapa ulama sunni seperti :
    – Syamsuddin Sibt Ibnu Jauzi dalm kitabnya “Tazkirah al-Khawas” hal. 31-38 saat membahas hadits “Man kuntu maulahu”, dia menyebutkan berbagai makna “maula” dan kemudian menunjukkan bahwa “maula” dalam hadits tersebut dapat berarti “aula” dan hal itu dibenarkan…begitu pula dgn pendapat Abul Faraj Yahya bin Said ats-Tsaqafi al-Isbahani…. Baca Selengkapnya
    – Ibnu hajar al-Haitsami dalam kitabnya Sawaiq al-Muhriqah, hal. 26 juga menegaskan bahwa “maula” dalam hadits al-Ghadir bermakna “aula” dapat dibenarkan, tetapi kita menolak jika hal itu diartikan sbg “imamah”.

    Jadi, jelaslah bahwa “maula” dlm hadits al-ghadir bermkana “aula”…..dan karena hal itu sangat jelas, maka anda seperti berepa ulama sunni mencoba mengalihkannya bahwa “aula” tidak dapat dimaknai “imamah”..

  93. alex mengatakan:

    abuqnan;;> anda berkata :
    “Barangsiapa yg menjadikan aku sebagai maulanya (penolong), maka ‘Ali juga sebagai maulanya. Ya Allah cintailah org yg mencintainya dan musuhilah orang yg memusuhinya.”.
    Maka tampak jelas bahwa kalimat maula dalam hadits di atas tidak mungkin diartikan aula, sebab jika demikian artinya akan “kacau”…. Baca Selengkapnya

    #Saya jawab :

    – Perlu anda ketahui, kata “aula” umumnya perlu tambahan (shilah), makanya setelah menganlisi berbagai qarinah dimaknai dengan “aula bithasarruf” yg menunjukkan kpd kepemimpinan….dengan demikian artinya :
    “Siapa yg menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya. Ya Allah, pimpinlah/bimbinglah siapa yg menjadikan Ali sbg pemimpinnya dan musuhilah org yg memusuhinya”…

    #Sekarang sy mau tanya… bagaimana anda mengartikan hadits tsb….????
    من كنت مولاه فعلي مولاه, اللهم وال من والاه وعاد من عاداه.

    wallahu a’lam.

  94. elfasi mengatakan:

    @ alex, wah…kok gak ngerti juga ya…anda memahami seperti itu dari baca kitab atau cuman dengar dari ustad syi’ah anda karena anda gk bisa baca kitab….
    mas, ngartikan itu harus pake kaedah bahasa bukan cuman ngecocokin ama pemikiran dan keyakinan anda sendiri…
    anda menolak pendapat arRozi dgn tanpa dasar spt ini… trus ilmu anda spt apa..? brarti anda sudah merasa lebih alim daripada imam arRozi…?

    mas anda mengartikan ““Siapa yg menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya. Ya Allah, pimpinlah/bimbinglah siapa yg menjadikan Ali sbg pemimpinnya dan musuhilah org yg memusuhinya”…”
    justru arti anda ini yang kacau….. mau tau kacaunya dari mana ? ni mas ana kasih tau..
    – kalo mas artikan pemimpin, berarti Nabi waktu itu sudah mengangkat seorang pemimpin, padahal tidak ada dan tidak boleh ada pemimpin umat selama masih ada keberadaan Nabi.
    – kenapa dalam kata اللهم وال من والاه anda mengartikannya dengan ” pimpinlah/bimbinglah” .harusnya anda mengartikan ” jadikanlah pemimpin orang yang menjadikan Ali sebagai pemimpin”
    oleh karena itu artian spt anda ini sangat kacau…….
    mungkin krn orangnya udah kacau kali…….
    – klo anda menganggap itu pemimpin, yang mau ana tanyakan, apakah hadits itu berarti sayyidina Ali adalah pemimpin langsung setelah Nabi..?

    koreksi lagi mas….mumpung yang lain belom komentar…

  95. muhammadon mengatakan:

    wah… wah… wah… kok pada morat marit ngartikan waalaa dalam do’a nabi اللهم وال من والاه
    kalau waalaa diartikan memimpin maka arti yang seharusnya:
    ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang memimpin Imam Ali.
    tul gak?

  96. abuqnan mengatakan:

    Alex:Sekarang sy mau tanya… bagaimana anda mengartikan hadits tsb….????
    من كنت مولاه فعلي مولاه, اللهم وال من والاه وعاد من عاداه.

    wallahu a’lam.

    Lha ente kan udah baca tuh artinya dalam postingan ana. Justru terjemahan versi ente yg kacau balau. Anak yg baru belajar jurmiyah aja bakalan bisa menilai kalo arti versi ente “kacau”.
    Sekali2 mbok ya ente cantumkan teks dr kitab2 yg ente nukil itu, biar semua yg disini bisa tahu, pemahaman ente bener apa salah.
    Trims.

  97. alex mengatakan:

    elfasi;# Adakah komentar sy diatas yg salah menurut anda yg merasa ahli bahasa Arab…???

    Kalau mau jago2an baca kitab, atau klu anda mau tahu kemampuan baca kitab….silahkan anda cari saja anak Arab Saudi yg masih SMP..kemudian ajaklah ia lomba membaca kitab2…anda pasti ketinggalan….tapi jangan tanya apakah dia paham akan kitab2 tsb..?????..jadi gak perlu di forum diskusi seperti ini mas…karena disini yg penting adalah apakah paham atau gak apa yg dibacanya….???
    Maaf mas ditempat sy gak ada ustadz syiah…!!!…dan soal “pujian2″ anda kpd saya yg anda anggap bodoh ini gak perlu sy jawab..karena tdk sesuai dgn diskusi kita..”
    Sekarang mari kita cek apakah terjemahan sy itu salah…atau anda yg merasa ahli bahasa Arab tidak memahaminya..!!!
    > Anda mengajukan tiga keberatan atas terjemahan sy sbb :
    – keberatan pertama :…
    1). kalo mas artikan pemimpin, berarti Nabi waktu itu sudah mengangkat seorang pemimpin, padahal tidak ada dan tidak boleh ada pemimpin umat selama masih ada keberadaan Nabi.

    # Saya akan jawab keberatan pertama sbb :
    1). Memang nabi saaw harus menunjuk pemimpin selagi masih hidup, karena klu sudah wafat, tidak mungkin mengangkatnya lagi… penunjukkan itu merupakan hal lumrah, dan utk memberitahukan bahwa Imam Ali as menjadi pemimpin sebagaimana Rasul saaw menjadi pemimpin mereka…hanya saja kepemimpinan Imam Ali as secara faktual berlaku pasca Rasul saaw wafat…hal ini diperkuat pula dgn adanya riwayat2 yg menyebutkan “ba’di” (setelahku) dalam hadits al-Ghadir di atas…”Siapa yg menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya setelahku” (Lihat Bidayah wannihayah : 7/349)

    Jadi..pd dasarnya tidak ada persoalan double kepemimpinan..karena pemegang kepemimpinan yg faktual pd saat itu adalah Nabi saaw sedangkan kepemimpinan Imam Ali berlaku faktual pasca Nabi saaw…atau saat itu ia menjadi wakil utama Nabi saaw yg berpijak pd otoritas Nabi saaw…seperti halnya banyak Nabi pd saat yg sama..seperti Nabi Ibrahim as, Ismail as, Ishak as, Luth as..atau Nabi Musa dan Nabi Harun as…itulah makanya sering dikatakan bahwa jika ada pemimpin secara bersamaan, maka satu yg memegang kepemimpinan dan yg lainnya diam (membantu)… seperti halnya Nabi Musa menjadi pemimpin yg memegang kepemimpinan dan Nabi Harun menjadi pembantunya…ingat hadits manzilah yg mengatakan … “engkau (Ali) seperti Harun disisi Musa as, hanya saja tidak ada nabi setelahku”….
    keberatan kedua :
    2)- kenapa dalam kata اللهم وال من والاه anda mengartikannya dengan ” pimpinlah/bimbinglah” .harusnya anda mengartikan ” jadikanlah pemimpin orang yang menjadikan Ali sebagai pemimpin”..oleh karena itu artian spt anda ini sangat kacau…….mungkin krn orangnya udah kacau kali…….
    … Baca Selengkapnya
    #Saya Jawab :
    – Coba anda tunjukkan dimana salah dan kacaunya penerjemahan tsb…????? makanya coba anda cermati lagi deh konteks kalimatnya.. dan saya mau tahu bagaimana anda menerjemahkanya….???
    ——————————

    @Keberatan anda yg ketiga :
    3).- klo anda menganggap itu pemimpin, yang mau ana tanyakan, apakah hadits itu berarti sayyidina Ali adalah pemimpin langsung setelah Nabi..?
    #Saya Jawab :
    – betul mas..Imam Ali pemimpin langsung setelah Nabi saaw

  98. elfasi mengatakan:

    @ alex, tolong klo bisa tampilkan juga lafdhnya pada kitab albidayah wan nihayah yang menunjukkan lafdh BA’DI setelah lafdh من كنت مولاه فعلي مولاه, jgn cuman arti aj entar ketahuan lho..klo anda mengada2…….
    anda mengatakan “Coba anda tunjukkan dimana salah dan kacaunya penerjemahan tsb…????? “, nih ana kasih tau kacaunya mas biar skalian anda dan yang lainnya tau klo anda gk bisa ngartikan hadits tersebut.
    > kacaunya terlihat dari tidak ada kecocokan antara artian anda antara lafdh ” اللهم وال ” dengan lafdh ” من والاه ” :
    – klo anda mengartikan lafdh ” من والاه ” dengan ” orang yang menjadikan Ali pemimpin “ yang berarti makna lafdh ” يوالي – والي ” menjadikan pemimpin, harusnya anda artikan juga pada lafdh ” اللهم وال من والاه ” dengan ” ya Allah jadikan pemimpin orang yang menjadikan Ali pemimpin” . Berarti menjadi jelas, Nabi justru mendoakan pendukung Ali yang akan menjadi pemimpin bukan syd Ali, sehingga artian spt ini justru menolak pandangan anda tentang keimamahan syd Ali.
    – klo anda mengartikan lafdh ” اللهم وال ” dengan “ ya Allah pimpinlah/bimbinglah “ yang berarti makna lafdh “والى – يوالي ” membimbing/memimpin, harusnya anda artikan juga pada lafdh ” من والاه ” dengan ” orang yang membimbing/memimpin syd Ali” sehingga makna lengkapnya “ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang memimpin/membimbing syd Ali” . artian justru menyatakan Nabi mendoakan pada pemimpin syd Ali dan menolak pandangan anda juga. Ini sudah dinyatakan oleh mas muhammadon diatas…
    gimana mas….udah paham blom kacau anda dalam ngartikan hadits tsbt…..makanya belajar dulu kaedah arab biar gk salah ngartikan atau anda sebenarnya tau arti yang sesungguhnya cuman anda hanya memaksakan agar menunjukkan syd Ali yang menjadi kholifah langsung setelah Nabi wafat…

    > anda menjawab pertanyaan ana ” betul mas..Imam Ali pemimpin langsung setelah Nabi saaw”
    – klo jawaban tanpa dasar spt ini semua pasti bisa mas….
    yang ana mau dengan dalil yang jelas ada apa gak…..

  99. wong Djowo mengatakan:

    # masih menyimak….
    @ alex
    anda belum menanggapi muhammadon
    kalau waalaa diartikan memimpin maka arti
    اللهم وال من والاه
    seharusnya:
    ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang memimpin Imam Ali.

  100. alex mengatakan:

    elfasi&abuqnan; , saya sudah jawab 3 keberatan yg anda ajukan atas terjemahn saya di atas (silahkan anda perhatikan kembali)…. dan silahkan anda cek diskusi kita adakah saya menghindar dari persoalan….

    kemudian..anda tidak menjelaskan dimana kesalahan saya dalam menerjemahkan hadits tersebut…

    # Saya sudah baca terjemahan anda dan hanya meyakinkan kembali…ini terjemahan anda :
    من كنت مولاه فعلي مولاه, اللهم وال من والاه وعاد من عاداه.
    “Barangsiapa yg menjadikan aku sebagai maulanya (penolong), maka ‘Ali juga sebagai maulanya. Ya Allah cintailah org yg mencintainya dan musuhilah orang yg memusuhinya..

    # Sekarang coba anda perhatikan kutipan berikut ini dari Kitab Bidayah wan nihayah Ibnu Katsir Juz 5. hal. 230 sbb :

    ورواه النسائي أيضا من حديث إسرائيل عن أبي إسحاق عن عمرو ذي أمر.قال نشد علي الناس بالرحبة فقام أناس فشهدوا أنهم سمعوا رسول الله يقول يوم غدير خم:

    ” من كنت مولاه فإن عليا مولاه. اللهم وال من والاه، وعاد من عاداه. وأحب من أحبه، وابغض من أبغضه وانصر من نصره ”

    afwan..
    wallahu a’lam.

  101. abuqnan mengatakan:

    Alex:
    Maungkin yg ingin anda sampaikan, riwayat ini menunjukkan kesalahan saya dalam mengartikan kalimat “maula”, sebaliknya riwayat ini semakin memperkuat pendapat anda mengenai makna yg tepat utk kalimat maula
    Versi lain hadits ghodir khum yang anda kutip dari bidayah wan nihayah itu adalah riwayat org syi’ah, jadi tidak mengherankan kalo kemudian memperkuat pendapat anda sebagai sesama syi’ah.
    Dibawah ini sy kutip selengkapnya dalam bidayah wannihayah:

    ورواه ابو العباس بن عقدة الحافظي الشيعي عن الحسن بن علي بن عفان العامري عن عبدالله بن موسى عن قطن عن عمرو بن مرة وسعيد بن وهب وعن زيد بن نتيع قالوا سمعنا عليا يقول في الرحبة فذكر نحوه فقام ثلاثة عشر رجلا فشهدوا ان رسول الله قال من كنت مولاه فعلي مولاه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه واحب من احبه وابغض من أبغضه وانصر من نصره واخذل من خذله

    Dalam kitab Jami’ul masanid wal marosil juz:16 hal. 263.Desbutksn: Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar. Ibnu Hajar Al-Asqolani berkata: Akan tetapi sanad hadits ini diriwayatkan dari orang syi’ah.
    Dengan demikian sy merasa tdk perlu mengomentari lebih jauh mengenai versi hadits ini, karena sy lebih berpegang kepada riwayat yang lebih dapat dipercaya.
    Tetapi utk menghormati antum yg sdh susah payah menukil riwayat ini, sy akan sedikit memberi catatan.
    Angap aja riwatyat ini benar dan dapat diterima (sekali lagi “anggap aja”) kalimat واحب من احبه وابغض من أبغضه وانصر من نصره bisa saja bermakna yg sama utk menguatkan kalimat2 sebelumnya, ini lumrah dalam bhs arab, dalam alqur’an sering kali kalimat yg berbeda dg makna yg sama diulang utk memperkuat, sprt : فاعفوا واصفحوا . dll.
    Terima kasih.

  102. aladin mengatakan:

    @ alex :
    # coba korelasikan arti maula yg menurut anda pemimpin dengan lanjutan hadistnya,apakah cocok ???
    # dan apa memang ada dari syarah-syarah hadist(bkn dari tafsiran kita sendiri) yang menunjukkan maula dalam hadist tersebut berarti pemimpin????
    # kalimat maula dalam hadist tersebut menurut anda bersal dari kata WILAYAH atau WALAYAH ??????

  103. elfasi mengatakan:

    @ alex, masih blom tau dan blom nyadar juga ya..kesalahannya dimana…..
    klo mo tau inti kesalahannya, yaitu ” anda mentafsirkan hanya satu sisi, yaitu hanya menganggap syd Ali yang menjadi kholifah langsung setelah Nabi, tidak yang lainnya”..
    persepsi ini yang menjadikan anda buta hingga gak bisa mengartikan hadits dengan benar dan gak sadar akan kesalahannya…
    mas, mana permintaan ana untuk menampilkan hadits من كنت مولاه dimana belakangnya ada lafdh بعدي nya…..
    kok yang ditampilkan gak ada …? apalagi katanya mas abuqnan riwayat orang syi’ah sendiri.. yang fair dong mas klo mau cari kebenaran….

  104. alex mengatakan:

    elfasi&aladin &abuqnan;saya akan jawab prtanyaan anda poin perpoin;
    @Anda berkata :
    > kacaunya terlihat dari tidak ada kecocokan antara artian anda antara lafdh ” اللهم وال ” dengan lafdh ” من والاه ” :… Baca Selengkapnya
    1). klo anda mengartikan lafdh ” من والاه ” dengan ” orang yang menjadikan Ali pemimpin “ yang berarti makna lafdh ” يوالي – والي ” menjadikan pemimpin, harusnya anda artikan juga pada lafdh ” اللهم وال من والاه ” dengan ” ya Allah jadikan pemimpin orang yang menjadikan Ali pemimpin” . Berarti menjadi jelas, Nabi justru mendoakan pendukung Ali yang akan menjadi pemimpin bukan syd Ali, sehingga artian spt ini justru menolak pandangan anda tentang keimamahan syd Ali..

    # Saya jawab :
    – perlu anda ketahui lafadh “maula” atau ‘wali’ itu bisa dimaknai dgn dua model yg berarti “pemimpin/pembimbing” yg merupakan wazan fa’iil, yg berarti faa’il, .. dan juga bisa berarti “yang dipimpin/dibimbing”…dimana fa’iil bermakna maf’ul, seperti qatil yg berarti maqtul…

    Karena itu utk menerjemahkan sesuatu jangan hanya melihat teksnya tetapi lihat juga konteksnya…shg tahu saat berhubungan dgn kata2 yg mirip dimana meletakkan satu arti dan dimana meletakkan arti yg lainnya..

    Dengan melihat konteks hadits maka terjemahan tersebut tidak keliru, “Siapa yg menjadikan Aku pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya, Ya Allah pimpinlah/bimbinglah org yg menjadikan Ali pemimpinya, dan musuhilah org yg menjadikan Ali musuhnya”..

    Jadi terjemahan itu gak ada kelirunya mas…silahkan anda cek lagi atau tanya dgn para ahli bahasa apakah terjemahn saya salah..???…

    > anda berkata :…
    – klo jawaban tanpa dasar spt ini semua pasti bisa mas….
    yang saya mau dengan dalil yang jelas ada apa ngak ne?????…..

    #Saya jawab..
    – gimana toh mas…kita lagi diskusikan ttg kepemimpinan Imam Ali as…jadi dalilnya yg sedang kita bicarakan ini yaitu hadits al-Ghadir…klu anda mau dalil yg lain ntar saya kasih tahu kalau mau atau kita bicarakan setelah membahs hadis ini… jd runtut persoalannya….dan dalil hadits ghadir khum berikut ini sangat jelas alasannya :

    نزلنا مع رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم عند غدير خم ، فبعث منادياً ينادي ، فلمّا اجتمعنا ، قال : ألست أوْلى بكم من أنفسكم ؟ ! قلنا : بلى يا رسول الله ! قال : ألست ؟ ألست ؟ قلنا : بلى يا رسول الله ! قال : من كنت مولاه فإنّ عليّاً بعدي مولاه ، اللّهمّ والِ من ولاه وعادِ من عاداه.

    فقال عمر بن الخطّاب : هنيئاً لك يا ابن أبي طالب ، أصبحت اليوم وليّ كلّ مؤمن »

    – terjemahan anda yg terakhir itu baru kacau, karena tidak sesuai dgn konteks awalnya, “mankuntu maula…dst”

    # Sekedar mengingatkan anda tugas anda belum anda selesaikan menerjemahkan hadits yg sy tulis di atas :..

    ” من كنت مولاه فإن عليا مولاه. اللهم وال من والاه، وعاد من عاداه. وأحب من أحبه، وابغض من أبغضه وانصر من نصره

    selamat bekerja
    afwan..
    wallahu a’lam.

  105. aladin mengatakan:

    @alex : jwban ana kok blm di jwb ???????????????
    # kalimat maula dalam hadist tersebut menurut anda bersal dari kata WILAYAH atau WALAYAH ??????

  106. alex mengatakan:

    abuqnan;;# yg anda harus perhatikan riwayat tersebut diterima oleh ulama2 sunni, seperti dikatakan Ibnu Hajar al-Haitsami bahwa perawinya tsiqah meskipun syiah…jadi alasan anda menolaknya karena ada org syiah tertolak ..!!!…

    # Perkataan anda bahwa hal itu memperkuat, hal itu tidak selaras dgn pemaknaan awalnya, karena itu kalau anda paksakan artinya akan tumpang tindih sebab ada dua kata yg berbeda yg artinya anda samakan, padahal huruf athaf itu berfungsi utk membedakan yg diathafkan…shg arti anda menjadi : “Cintailah org yg mencintainya, musuhilah org yg memusuhinya, cintailah org yg mencintainya…..”… Baca Selengkapnya

    jadi contoh anda ttg فاعفوا واصفحو
    tidak mengena karena kalimat itu juga tidak semestinya diartikan sama, yakni “maafkanlah dan maafkanlah:..tetapi misalnya diartikan “maafkanlah dan ampunilah”…shg penerjemahannya menjadi baik dan sesuai dgn konteksnya…jadi walaupun ada kemiripan arti tetapi tetap dibedakan dalam kalimat agar ia berfungsi sbg penguat…
    aladin;;
    # Soal makna “maula” sudah kita bicarakan berulang kali di forum ini, jd tidak perlu saya komentari lagi…silahkan anda cek lagi di atas..

    afwan
    wallahu a’lam.

  107. wong Djowo mengatakan:

    Alex sahabatku..🙂🙂🙂

    Tak baik emosi begitu…
    Tak usah lah cari ahli bahasa segala… biar saya jelasin.. alex denger baik-baik yah..!
    Anda ingin membedakan والى yang fiil madhi dengan fiil amrnya yaitu وال
    Dengan alasan lafad وليّ berwazan فعيل yang bisa bermakna Yang memimpin dan yang dipimpin. Dalil Anda lafad قتيل bisa bermakna قاتل dan مقتول

    # SAYA JELASKAN
    Sekalipun قتيل bisa bermakna قاتل dan مقتول tapi ini tidak bisa diterapkan pada fiil madinya…
    Apa mungkin fiil madi قَتَلَ diterjemahkan MEMBUNUH dan DIBUNUH?
    gak mungkin ada khan?..
    Kalo ada sebut sumbernya sekaligus teksnya…

    Jangan curang lagi yah..!

    alex belajar lagi yang rajiin ya…

  108. abuqnan mengatakan:

    Alex:
    “yg anda harus perhatikan riwayat tersebut diterima oleh ulama2 sunni”

    Abu Dawud assijistani dan Abu Hatim Ar-Rozi menilai hadits ini batal. Abu Musa sebagaimana dikutip Ibnu Atsir dalam Usdul Ghoyah menyatakan bahwa hadits ini sangat gharib. (usdul ghoyah. juz ll. hal. 65.)

    Al-Haytsami dalam majma’ zawaid juz 9. hal. 130 mengatkan bahwa salah satu perowi hadits ini adalah perowi hadits shohih kecuali Fithr bin kholifah.

    Lalu siapakah Fithr bin kholifah ?
    Adzdzahabi berkata dlm siyar a’lam nubala’ juz. 7. hal.27 berkata:

    وَعَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ قَالَ: مَا تَرَكْتُ الرِّوَايَةَ عَنْ فِطْرٍ إِلا بِسُوءِ مَذْهَبِهِ.
    وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ: سَأَلْتُ أَبِي عَنْ فِطْرٍ، فَقَالَ: ثِقَةٌ، صَالِحٌ الْحَدِيثِ، حَدِيثُهُ حَدِيثُ رَجُلٍ كَيِّسٍ إِلا أَنَّهُ يَتَشَيَّعُ.
    وَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ: تَرَكْتُهُ عَمْدًا، وَكَانَ يَتَشَيَّعُ وَكُنْتُ أَمُرُّ بِهِ بِالْكُنَاسَةِ فِي أَصْحَابِ الطَّعَامِ، وَكَانَ أَعْرَجَ، فَأَمُرُّ وَأَدَعُهُ مِثْلَ الْكَلْبِ.

    Walhasil, hadits ini dari segi sanad ada masalah, terutama menyangkut perawi syi’ah.

    Jadi mhn maaf sy tdk akan terlalu menanggapi lbh jauh hadits ini kecuali hanya sambil lalu saja.

  109. elfasi mengatakan:

    @ alex, mas klo nampilkan hadits tolong tampilkan juga riwayatnya n dari kitab mana ?
    hadits yang anda tampilkan di atas emang benar2 ada di kita albidayah wan nihayah pa tidak ? anda ini menukil langsung dari kitabnya atau anda hanya mengambil hadits dari orang2 syi’ah yang tidak bertanggung jawab dengan membuat hadits sendiri (hadits maudhu’) ?
    gak takut ta entar dipertanggung jawabkan di hadapan Allah, apakah gak pernah dengar hadits ” مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ ”
    mas yang ikut forum ini rata2 orang berilmu n bisa baca kitab, klo anda bilang dari satu kitab mereka bisa ngecek langsung, klo kenyataannya mereka gak nemuin hadits yang anda tampilkan..berarti anda telah mengada2 hadits Nabi..
    wal’iyadu billah min dzalik

  110. Abu Alawy mengatakan:

    @Mas Admin : Saya rasa perdebatan belakangan ini sudah beralih ke pembahasan yang baru, jadi kalau bisa mas Admin membuat tema baru seperti yang di perdebatin di atas (masalah Hadist Ghodrkum dalam makna “MAULA” )karena kalau kita terusin, akan ada pembahasan baru lagi dan tidak akan selesai. Cukup kita sudah bisa melihat atas tangapan orang Syi’ah / orang yang pura-pura jadi Sunni, mereka bukan fokus terhadap pembahasan namun mereka membuat pembahasan baru untuk mengalihkan dari pembahasan yang sebenarnya, buktinya sudah jelas mereka tidak bisa menunjukkan kalau al-Imam Muhammad Bagir bermazdhab Syi’ah.

    @Syi’ah : Jika kalian berkeyakinan kalau al-Imam Muhammad Bagir penganut Syi’ah, berikan dalilnya dunk, jangan comment diluar pembahasan, bener ga’ mas admin???

  111. Abu_Rayyan mengatakan:

    Buat Pak admin (forsansalaf), abuqnan, wong djowo, aladin, elfasi dan yang lain (yg sepaham) … dan
    Buat Pak Alex dan yang lain (yg sepaham) …
    Saya sudah baca comment2x dari awal (Pak Husin, 12 Sept ’09, 14.45) sampai paling akhir (Pak abuqnan, 19 Nov ’09, 14.36)
    Hasilnya apa ??? Masing2x punya pendapat yg diyakini oleh masing2x adalah benar, kitab yg dirujuk pun berbeda, kira2x bisa ga ya ketemu / klop jadi sepaham? Hanya ALLAH yg maha mengetahui dan mengatur. Ya ALLAH berilah hidayah kepada kami untuk selalu berada di jalan-MU. Dan berilah kebaikan kepada kami semua atas “perbedaan” diantara kami, karena semua terjadi karena kehendak-MU, Engkau maha pengasih dan penyayang. Amin …

  112. baqais mengatakan:

    abu rayyan;bca lagi yg bener enak banget blg masing2 bener…syiah itu ushulnya bda bgt sma sunni…ini forum untuk cari kebenarnya mas…syiah sdah jelas2 kesesatannya…
    perhatikan lagi mas diskusinya,,ntar jga ketauan spa yang bener spa yg salah,,,

  113. baqais mengatakan:

    abu alawy; ye mas sabar aje ntar jga satu2 di bahas…pembahasannya keluar dari juduk qta orang dulu yg mulai{sunni}…syukur2 aje ada syiah yg mau diskusi dan ngomentarin,,,biasanya pada takut n kabur kalo di ajak komentar..

  114. alex mengatakan:

    mas2;;perhatikan ini;;
    ##1. Kalau hadis diatas tdk bs dterima dgn alasan sanadnya brasal dri syi’ah, sy lihat bnyak sekali hadis2 serupa di kitab2 hadis lain sprt musnad ahmad bin hambal, dgn sanad2 yg berbeda, bgaimana ni.. Syukron

    ##2. pengambilan hadis2 dri sanad2 syiah sprtinya tdk brmasalah, karena ulama hadis sprt imam Bukhari saja bnyk meriwayatkan dari sanad syiah, misalnya abdul razak (122 hadis), bisa dcek di mizanul i’tidal jld 2,hal 610, dsna dsebutkan sebuah riwayat dmana abdul razak tdk menyukai penyebutan Muawiyah anak abu sufyan dlm majlisnya, adakah sunni tdk menyukai muawiyah, atau sy salah arti, tolng coba mas cek.. Syukron

    ##3. Masalah maula diartikan penolong atau pembimbing, apa tdk menunjukkan keutamaan Ali juga mas? Krn sbgaimana Rasul adlh penolong kaum muslim, kaum muslimin juga harus mengganggap Ali sbg penolongnya, dan Rasul mendoakan musuhilah org yg memusuhinya.

    Nah skrg kita lihat bgmn posisi Rosul sbg penolng kaum muslimin, Rosul penolng mereka dr kegelapan jahiliyah, penolong org2 yg lemah dan trzalimi, org yg brmusuhan dll, tentu demikian pula kaum muslim diminta Rosul untuk mengganggap Ali, hal ini dikuatkan dgn hadis2 lain sprt hadis kedudukan ali sama dgn kedudukan Nabi Harun disisi Nabi Musa, bgmn mnurt ente semuanya…kaji lagi ya…

  115. alex mengatakan:

    aladin;;# Makanya mas anda sya suruh tanya sama yang ahli bahasa, apakah terjemahan saya salah…??? …dan biar lebih jelas bagaimana cara menerjemahkannya yg baik dgn membedakan penggunaan wazan dan makna kalimat dalam konteksnya penggunaanya serta kalimat tertentu….jadi seperti anda akui bahwa fa’iil, yg berarti faa’il, .. dan juga bisa bermakna maf’ul, seperti “qatiil yg berarti qaatil atau maqtul…”..lho kemudian ente lompatkan kepada fiil madhi atau ke lainnya…. sebab penerjemahan itu tidak semata-mata merujuk ke wazan bahasa Arab, tetapi pada konsep2, makna2 yg sesuai konteksnya dan berbagai indikasi ilmiah lainnya.. dll…. jadi saya harap anda memperhatikan dgn cermat konteks pembicaraan dlm diskusi…jadi kita gak muter2 seperti yg terjadi pd kasus makna “maula” sebelumnya….yg anda coba menolak “maula” menajdi “aula” dgn mengajukan persolan wazan “Mafal” dan afal”….

    Lagian, kalau memperhatikan penerjemahan saya dgn anda itu…pd dasarnya perdebatan kita pd persolan makna yg sesuai utk “maula”, dan “wali”.. anda mengartikannya sbg “penolong” dan “cinta”…saya mengartikannya sbg “pemimpin/pembimbing yg utama”……. Baca Selengkapnya

    # Jadi sy rasa kalau mau memaknainya..anda cukup lihat kamus2 bahasa Arab sepeti Qamus al-Muhith, asas al-Balagah karya Zamakhsyrai, kamus munjid, lisan al-arab..dll atau tafsir2 al-Quran yg telah saya sebutkan sebelumnya dlm diskusi ini….sekalian anda belajar utk rajin baca2 buku..biar gak nanya aja..!!!!

  116. al mengatakan:

    abuqan&elfasi&wongjowo;;
    1. Kalau hadis diatas tdk bs dterima dgn alasan sanadnya brasal dri syi’ah, sy lihat bnyak sekali hadis2 serupa di kitab2 hadis lain sprt musnad ahmad bin hambal, dgn sanad2 yg berbeda, bgaimana ni.. Syukron

    2. pengambilan hadis2 dri sanad2 syiah sprtinya tdk brmasalah, karena ulama hadis sprt imam Bukhari saja bnyk meriwayatkan dari sanad syiah, misalnya abdul razak (122 hadis), bisa dcek di mizanul i’tidal jld 2,hal 610, dsna dsebutkan sebuah riwayat dmana abdul razak tdk menyukai penyebutan Muawiyah anak abu sufyan dlm majlisnya, adakah sunni tdk menyukai muawiyah, atau sy salah arti, tolng coba mas cek.. Syukron

    3. Masalah maula diartikan penolong atau pembimbing, apa tdk menunjukkan keutamaan Ali juga mas? Krn sbgaimana Rasul adlh penolong kaum muslim, kaum muslimin juga harus mengganggap Ali sbg penolongnya, dan Rasul mendoakan musuhilah org yg memusuhinya.

    Nah skrg kita lihat bgmn posisi Rosul sbg penolng kaum muslimin, Rosul penolng mereka dr kegelapan jahiliyah, penolong org2 yg lemah dn trzalimi, org yg brmusuhan dll, tentu demikian pula kaum muslim diminta Rosul untuk mengganggap Ali, hal ini dikuatkan dgn hadis2 lain sprt hadis kedudukan ali sama dgn kedudukan Nabi Harun disisi Nabi Musa,
    bgmn mnurt mas2,,di kaji ulang lagi ya,,, Syukron

  117. alex mengatakan:

    wong jowo;;Makanya mas anda sya suruh tanya sama yang ahli bahasa, apakah terjemahan saya salah…??? …dan biar lebih jelas bagaimana cara menerjemahkannya yg baik dgn membedakan penggunaan wazan dan makna kalimat dalam konteksnya penggunaanya serta kalimat tertentu….jadi seperti anda akui bahwa fa’iil, yg berarti faa’il, .. dan juga bisa bermakna maf’ul, seperti “qatiil yg berarti qaatil atau maqtul…”..lho kemudian ente lompatkan kepada fiil madhi atau ke lainnya…. sebab penerjemahan itu tidak semata-mata merujuk ke wazan bahasa Arab, tetapi pada konsep2, makna2 yg sesuai konteksnya dan berbagai indikasi ilmiah lainnya.. dll…. jadi saya harap anda memperhatikan dgn cermat konteks pembicaraan dlm diskusi…jadi kita gak muter2 seperti yg terjadi pd kasus makna “maula” sebelumnya….yg anda coba menolak “maula” menajdi “aula” dgn mengajukan persolan wazan “Mafal” dan afal”….

    Lagian, kalau memperhatikan penerjemahan saya dgn anda itu…pd dasarnya perdebatan kita pd persolan makna yg sesuai utk “maula”, dan “wali”.. anda mengartikannya sbg “penolong” dan “cinta”…saya mengartikannya sbg “pemimpin/pembimbing yg utama”……. Baca Selengkapnya

    # Jadi sy rasa kalau mau memaknainya..anda cukup lihat kamus2 bahasa Arab sepeti Qamus al-Muhith, asas al-Balagah karya Zamakhsyrai, kamus munjid, lisan al-arab..dll atau tafsir2 al-Quran yg telah saya sebutkan sebelumnya dlm diskusi ini….sekalian anda belajar utk rajin baca2 buku..biar gak nanya aja..!!!!

  118. alex mengatakan:

    abuqnan;;# sekarang soal perawi syiah Fithr bin Khalifah….
    Coba anda sebutkan kenapa dia di cacatkan oleh ulama para pencacatnya …????? apakah karena kesyiahannya…??? pencacatan seperti ini tak layak menggugurkan hadits…..

    # Saya katakan bahwa Fithr diterima oleh para ulama sunni..ini saya bawakan sebagiannya :

    1. Ibnu Hajar asqalani dlm Taqrib at-Tahzib juz : 2 hal. 16 menyebutkan ttg Fithr bin Khalifah sebagai org yg jujur :

    فق فطر بن خليفة المخزومي مولاهم أبو بكر الحناط بالمهمله والنون صدوق رمي بالتشيع من الخامسة مات بعد سنة خمسين ومائة

    2. Ibnu Abi hatim dalam kitabnya Jarh wa Ta’dil hal. 90 no. 511 mentsiqahkannya dan mengutip pendapat2 ulama lainnya juga seperti Imam Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Main sbb :

    فطر بن خليفة الخياط أبو بكر مولى عمرو بن حريث الكوفى روى عن عمرو بن حريث وابى الطفيل وابى خالد الوالبى روى عنه يحيى بن سعيد القطان ووكيع بن الجراح وعبيد الله بن موسى وابو نعيم سمعت ابى يقول ذلك، نا عبد الرحمن انا عبد الله بن احمد بن محمد بن حنبل فيما كتب إلى قال (سألت ابى عن فطر بن خليفة فقال ثقة صالح الحديث، وقال ابى كان فطر عند يحيى يعنى ابن سعيد ثقة، انا أبو بكر بن ابى خيثمة فيما كتب إلى قال – 1) سمعت يحيى بن معين يقول فطر بن خليفة ثقة، حدثنى عبد الرحمن قال سألت ابى عن فطر بن خليفة فقال صالح كان يحيى القطان يرضاه ويحسن القول فيه ويحدث عنه

    3. Ibnu Hibban dalam kitabnya ats-Tsiqat juz 7 no. 10279 berkata ttg Fithr bin Khalifah sbb :
    فطر بن خليفة الخياط من أهل الكوفة كنيته أبو بكر يروى عن أبى الزبير روى عنه يحيى القطان والكوفيون مات سنة ثلاث وخمسين ومائة وقد قيل إنه سمع أبا الطفيل فإن صح ذلك فهو من التابعين

    4. Ibnu Hajar dalam Tahzib at-Tahzib vol. 8 bab ttg “nama Fitr” no 550, menyebutkan banyak ulama yg mengakui kredibilitasnya seperti Imam Ahmad, Yahya bin said, Ibnu main, An-Nasai, Ibnu Hibban dan Ibnu Saad…dll..
    … Baca Selengkapnya
    قال عبد الله بن أحمد بن حنبل عن أبيه ثقة صالح الحديث قال وقال أبي كان عند يحيى بن سعيد ثقة وقال بن أبي خيثمة عن بن معين ثقة وقال العجلي كوفي ثقة حسن الحديث وكان فيه تشيع قليل وقال أبو حاتم أبو صالح الحديث كان يحيى بن سعيد يرضاه ويحسن القول فيه ويحدث عنه وقال أبو داود عن أحمد بن يونس كنا نمر على فطر وهو مطروح لا نكتب عنه وقال النسائي لا بأس به وقال في موضع آخر ثقة حافظ كيس وقال محمد بن عبد الله الحضرمي مات سنة خمس ويقال سنة ثلاث وخمسين ومائة روى له البخاري مقرونا قلت وقال بن سعد كان ثقة إن شاء الله تعالى ومن الناس من يستضعفه وكان لا يدع أحدا يكتب عنه وكانت له سن عالية ولقاء وقال الساجي صدوق ثقة ليس بمتقن كان أحمد بن حنبل يقول هو خشبي مفرط قال الساجي وكان يقدم عليا على عثمان وكان يحيى بن سعيد يقول حدث عن عطاء ولم يسمع منه وقال الساجي وقد حكى وكيع أن فطرا سأل عطاء وروى أيضا عن رجل يقال له عطاء رأى النبي صلى الله عليه وسلم وقال السعدي زائغ غير ثقة وقال الدارقطني فطر زائغ ولم يحتج به البخاري وقال أبو بكر بن عياش ما تركت الرواية عنه إلا لسوء مذهبه وقال أبو زرعة الدمشقي سمعت أبا نعيم يرفع من فطر ويوثقه ويذكر أنه كان ثبتا في الحديث وقال بن أبي خيثمة سمعت قطبة بن العلاء يقول تركت فطرا لأنه يروي أحاديث فيها إزراء على عثمان وذكره بن حبان في الثقات وقال وقد قيل أنه سمع من أبي الطفيل فإن صح فهو من التابعين وقال النسائي في الكنى حدثنا يعقوب بن سفيان عن بن نمير قال فطر حافظ كيس وقال بن عدي له أحاديث صالحة عند الكوفيين وهو متماسك وأرجو أنه لا بأس به

    5. Silahkan juga anda Mausuah Aqwal al-Imam Ahmad bin Hambal karya Sayid Abul Maathi an-Nuri jilid 3 no. 2141.

    فطر بن خليفة المخزومي، مولاهم، أبو بكر الحناط، الكوفي.
    (*) قال عبد الله بن أحمد: سألت أبي عن فطر بن خليفة، فقال: ثقة، صالح الحديث، حديثه حديث رجل كيس، إلا أنه يتشيع. .
    (*) وقال عبد الله: حدثني أبي. قال: حدثنا يحيى، عن الربع بن مسلم، قال أبي: كان فطر عند يحيى ثقة، ولكنه خشبي مفرط.
    (*) وقال الساجي: صدوق ثقة، ليس بمتقن، كان أحمد بن حنبل يقول: هو خشبي مفرط.

    Begitulah beberapa keteranagn ulama sunni ttg Fithr bin Khalifah……bahkan seperti dijelaskan di atas bahwa Fithr bin Khalifah termasuk rawi Bukhari dan dan kitab2 sunan ….. apakah hal ini belum cukup utk anda..???? Allah berfirman :…”Sesungguhnya bukan mata yg buta tetapi hati di dalam dada”…

    afwan
    wallahu a’lam.u

  119. wong Djowo mengatakan:

    @ Alex,
    He..he…
    gak ngaruh mas.. mau KATSIR KALAM tetp aja anda gak bisa nunjukin sumbernya…
    yg ngerti bhs Arab ngerti kalo anda sedg pengin ngacir…

  120. Kopral mengatakan:

    Alex KALO GAK NGERTI DIAM!…

  121. abuqnan mengatakan:

    Alex:
    Sy koreksi, Imam Bukhori tidak mau mengambil riwayat dari Fithr kecuali jika disertai dg pendukung, Dlam kitab yg anda kutip disebutkan:
    وقال الدارقطني: فطر زائغ ولم يحتج به البخاري.

    Semua yg anda kutip sbnrnya sdh sy baca sebelumnya. Kalo anda mau teliti, anda akan berkesimpulan, bahwa riwayat hadits dari Fithr bermasalah, perowi hadits shihah tdk mau menggunakan jalur Fithr. Dengan demikian, klaim anda bahwa ulama sunni menerima, tidak sepenuhnya benar.
    Mohon di teliti ulang. Terima kasih.

  122. wong Djowo mengatakan:

    PARA PENGUNJUNG BISA SAKSIKAN BERSAMA
    Bahwa Alex Gak Bakalan Bisa Nerjemahkan
    اُقْتُلْ مَنْ قَتَلَهُ

    (Uqtul man Qotalahu)

    Silakan terjemah dg makna Qootil dan Maqtuul seperti cara anda menerjemah وَالِ مَنْ وَالاَهُ
    SELAMAT MENYAKSIKAN..!

  123. alex mengatakan:

    all;;;jadi sy rasa sudah cukup bukti utk anda ttg Fithr bin Khalifah…maka wajar saja kalau anda menjawabnya sambil lalu saja….karena kalau anda baca buku2 ulama sunni, maka akan ketahuan ternyata fithr bin khalifah adalah perawi yg kredibel…..hehehe

    # Soal “wilayah” dan “walayah” ente mau pilih manapun tidak akan mengubah posisi yg telah saya jelaskan…karena “al-wilayah” dan al-walayah” itu sama maknanya dan keduanya …silahkan ente cek dalam kamus yg cukup mudah didapat seperti Kamus al-Munjid….itu makanya saya katakan pertanyaan anda ini muter2…tapi agar ente senang aja..saya pilih “walayah”.

    # Mas coba ente baca2 lagi di atas…saya gak terbiasa ngeles, insya Allah saya jawab sesuai kemampuan saya……atau anda sendiri yg mulai ngeles, dgn alasan ngasi komentar sekedarnya…, minta teks2 aslinya, muter2 di soal makna “maula”, “aula”, “wilayah” ..dll….hehehe

    Coba ente ingat2 berapa banyak komentar saya belum anda jawab….dan jawabsn2 anda yg muter2…

  124. alex mengatakan:

    all;;jadi sy rasa sudah cukup bukti utk anda ttg Fithr bin Khalifah…maka wajar saja kalau anda menjawabnya sambil lalu saja….karena kalau anda baca buku2 ulama sunni, maka akan ketahuan ternyata fithr bin khalifah adalah perawi yg kredibel…..hehehe

    # Soal “wilayah” dan “walayah” ente mau pilih manapun tidak akan mengubah posisi yg telah saya jelaskan…karena “al-wilayah” dan al-walayah” itu sama maknanya dan keduanya …silahkan ente cek dalam kamus yg cukup mudah didapat seperti Kamus al-Munjid….itu makanya saya katakan pertanyaan anda ini muter2…tapi agar ente senang aja..saya pilih “walayah”.

    # Mas coba ente baca2 lagi di atas…saya gak terbiasa ngeles, insya Allah saya jawab sesuai kemampuan saya……atau anda sendiri yg mulai ngeles, dgn alasan ngasi komentar sekedarnya…, minta teks2 aslinya, muter2 di soal makna “maula”, “aula”, “wilayah” ..dll….hehehe

    Coba ente ingat2 berapa banyak komentar saya belum anda jawab….dan jawabsn2 anda semua yg muter2…

  125. aladin mengatakan:

    @alex :
    1.semua orang pasti sepakat bahwa imam ali adalah seorang imam dalam islam.dan juga semua setuju dengan pendapat anda bahwasannya hadist “ghodir” menunjukkan keutamaan sayyidina ali,namun kalau istidlal dg hadist tersebut bahwa imam ali sebagai kholifah sangatlah jauh.knp ?
    ketika syd abu bakar,umar n ustman jadi kholifah sayyidina ali diam aja,sedangkan ketika mu’awiyah yang mau mengambil nya beliau langsung menanggapinya dengan serius sampai terjadi peristiwa yang maklum. klo emang imam ali berhak sejak pertama,knp gak di ambil mulai zaman syd abu bakar,kok malah nunggu sampai zamannya mu’awiyah ?
    2.anda harus konsisten dg jawaban anda,jangan seperti ini : saya pilih walayah aja agar menyenangkan anda !!! bukan spt ini jwban mas.klo mau mentafsirkan gak usah memaksakan kehendak sendiri.atau pakai indikasi2 segala.apa guna nya kitab syarah hadist begitu banyak,gak tau lagi ya klo anda محدث(muhdist)!
    yg kedua:apa tujuan ulama dalam bhs arab menyusun kaedah2, tashrif dll ? bukan nya tak lain tujuannya untuk bisa memahami dan mentafsirkan al-qur’an,hadist de el el secara benar.contoh nya ولي berasal dari walayah dan والي berasal dari wilayah.bukan begitu tujuan ada nya ilmu lughoh utk memahami bahasa ???????
    3.kok beraninya anda bawa hadist musa dan harun sebagai penguat kholifah ?? coba baca sejarah,nabi harun jadi kholifah nabi musa dalam masalah apa ? di waktu hidup nya nabi musa atau setelah meninggal nya ? hadist satu belum selesai mau membawa orang2 utk nanggapi hadist musa dan harun ! payaaaaaaaaaaah.

  126. wong Djowo mengatakan:

    PARA PENGUNJUNG, SAAT INI KITA TENGAH MENYAKSIKAN ALEX LAGI
    MUTER2 UNT LARI DARI PERTANYAAN KAMI

    @alex
    mau lari kemana lagi..
    Anda blm nJawab pertnyaan ana

  127. Acong mengatakan:

    @Alex dan sekutunya :

    Hadist ghodirkhum jelas bukan penunjukkan imam ali sbg kholifah spt apa yg diyakini oleh org syiah….hadist ini diucapkan oleh Rosulullah SAW krn pd saat itu ada perselisihan antara Sayyidina Ali KW dh sahabat buraidah r.a dan rombongan yg diutus Rosullulah ke Yaman krn sahabat buraidah r.a membagi2kan pampasan perang yg masih ada sekembalinya dr yaman utk menemui Rosulullah SAW dimekkah krn beliau SAW pada saat itu sedang melakukan haji wada’dg maksud agar kelihatan rapi ktk bertemu yg lain pd saat masuk kota mekkah sedang sydna Ali KW pd saat itu sedang menemui Rosulullah SAW utk melapor krn beliau adl pimpinan rombongan yg diangkat oleh rosulullah SAW ke Yaman & sbg wakilnya sementara Sydna Ali mengangkat sahabat Buraidah r.a tsb…melihat hal yg dilakukan buraidah tsb sydna Ali marah dan menyuruh mrk mengembalikan lg pampasan perang yg sudah dibagikan…..sydna Ali kw berpendapat yg berhak membagikan pampasan perang tsb adl Rosulullah SAW…maka buraidah r.a melapor kpd rosulullah SAW krn beliau dan rombongan kecewa dg yg dilakukan sydna Ali KW…oleh krn itu krn Rosulullah SAW megetahui yg dilakukan sydna Ali kw adl benar maka beliau SAW mengucapkan hadist “Man Kuntu MAulaahu Fa Aliyun Maulaahu…Barang siapa yg menganggap aku adl pemimpinnya maka terimalah ali sbg pemimpin”…yg berati bahwa kalau mereka memang menganggap Rosulullah SAW adl pemimpin mereka maka imam Ali kw hrs diterima sbg pemimpin mereka(Dlm konteks beliau sbg pemimpin rombongan TIDAK LEBIH…sesuai dg sebab dikatakannya hadist tsb)…..sbgmn yg telah dijelaskan diatas bahwa sydna ali diangkat oleh Rosullullah SAW sbg pimpinan rombongan ke Yaman…(baca kitab Al Bidayatul Hidayah oleh Ibn Kastir)…inilah konteks yg hrs kita pahami bukan sbgmna yg diartikan oleh org syiah…kalimat yg bermakna khusus diartikan utk umum(yakni diperluas utk umum) persis sbgmn org wahabi salah satunya mereka mentafsiri ayat
    Qur’an ttg ahlul kisa’ mereka mengatakan ahlul kisa’ itu tdk hanya org 5 saja(Rosulullah SAW, sydtna Fatimah r.a,sydna Ali bin Abi Tholib kw, sydna Hasan r.a, sydna Husain ra) ttp mereka menambah dr 5 org tsb yg salahsatunya seluruh istri2 nabi SAW….krn itu dlm mengartikan dan mentafsiri ayat AlQur’an dan hadist jangan diartikan menurut pemikiran diri sendiri sbgmn yg disabdakan rosulullah SAW “Man Fassaral Qur’ana birokyih fal yatabawwak maq’adahu finnar yg artinya Barang siapa yg mengartikan Qur’an sesuai pemikirannya sendiri maka terimalah neraka sbg tempat tinggalnya ” dlm istilah lain dia telah BOKING tempat dineraka.

    Dalil yg lain yg menunjukkan hadist ini bukan penunjukan imam Ali kw sbg kholifah stlh Rosulullah adalah sbgmn yg difatwakan imam Nawawi r.a dlm fatwanya yg bernama “Almasailul Mansturoh” cetakan Darul-Fikr halaman 181…lafadz maulaa itu jangan diartikan hanya sebatas pemimpin krn beliau menyebutkan menurut ahli bahasa makna maulaa bisa mencakup 20 arti makna contohnya Tuhan,penolong,mun’im(pemberi nikmat),mu’tik(org yg membebaskan),pencinta, dll, bahkan beliau menukil perkataan Imam Syfi’i r.a yg menyatakan bahwa “yg dimaksud Nabi SAW dg sabdanya tsb adl pertolongan atau perlindungan dlm islam sbgmn Firman Alalah SWT surat Muhammad ayat 11 yg artinya(Yang Demikian Itu Sesungguhnya Allah Adalah Pelindung Orang-Orang Yang Beriman dan Karena Sesungguhnya Orang-Orang Kafir itu Tiada Mempuyai Pelindung)”

    shg diakhir fatwanya imam Nawawi r.a menyimpulkan bahwasanya Ali adl Maulaa(pelindung,penolong,pecinta) keduanya yaitu (Sydna Abu Bakar dan Sydna Umar R.anhuma) dan begitu juga sebaliknya sydna Abu Bakar dan Sydna Umar r.anhuma adl Maulaa(pelindung,penolong,pecinta) Sydna Ali kw dan imam Nawawi r.a mengatakan dan tdk harus berarti dg disebutkannya 1 org menafikan atau meghilangkan yg lain.

  128. Sang Bingung mengatakan:

    PEMBERITAHUAN: Bagi yang namanya Alex dimohon segera memenuhi permintaan Wong Jowo. Biar kita yakin bahwa keilmuan jenengan benar2 mumpuni, dan tidak asal komen. kaef jenengan mengartikan:

    اُقْتُلْ مَنْ قَتَلَهُ

    Skor sementara: Wong Jowo 2 VS 0 Alex

  129. abuqnan mengatakan:

    Alex:
    kalo anda mengkalim fithr adalah perowi yg krediblle tdk sepenuhnya benar, baca baik2 penjelasan dr kitab2 yg anda nukil. sy sdh capek utk menukil ulang meskipun dg cara copy paste.

    Sekedar mengingatkan, anda belum menjawab tantangan saudara wong jowo utk mengartikan اُقْتُلْ مَنْ قَتَلَهُ menggunakan pendekatan gramatika versi anda.
    Terima kasih.

  130. elfasi mengatakan:

    @ alex, anda kok tambah lama tambah lucu gini…..
    > Anda katakan “ sebab penerjemahan itu tidak semata-mata merujuk ke wazan bahasa Arab, tetapi pada konsep2, makna2 yg sesuai konteksnya dan berbagai indikasi ilmiah lainnya..”
    Mas saya kira anda ngerti bahasa arab..eh…..gak taunya payah kayak gini… harusnya kami yang minta anda untuk tanya ke ahli bahasa arab mas…
    Yang namanya terjemahan harus betul2 memandang dari segi bahasanya, gimana pemakaian kalimatnya, wazannya dll…bukan pake indikasi2 gitu…indikasi itu cuman bisa memperkuat arti (dari segi bahasa), bukan untuk terjemahan…..
    Coba tanya ahli bahasa seujung dunia…mana ada fi’il yang seperti fa’iil sehingga bisa bermakna “faa’il” atau bermakna “ maf’ul” ????. … pasti diketawain mas…
    Klo fa’iil memang bisa untuk “ mubalaghoh” atau bermakna “ fa’il” dan juga bisa bermakna “ maf’ul” seperti “ qotiil” bisa bermakna “ qootil atau “ maqtul”..tapi gak bisa faedah ini diberlakukan pada fi’il madhi seperti pada hadits ghodir khum… pikir lagi n belajar lagi mas….klo gak bisa jawab sendiri ajak ustad2 yang kata anda pinter untuk ikutan di forum ini..jangan paksain diri kayak gini….
    > anda juga mengatakan “ Masalah maula diartikan penolong atau pembimbing, apa tdk menunjukkan keutamaan Ali juga mas? Krn sbgaimana Rasul adlh penolong kaum muslim, kaum muslimin juga harus mengganggap Ali sbg penolongnya, dan Rasul mendoakan musuhilah org yg memusuhinya. “
    – mas, sebenarnya kami bukanlah menolak hadits ghodir khum dengan مولى diartikan “penolong” kami sangat setuju dan ini memang menunjukkan keutamaan syd Ali tapi bukanlah sebagai nash bahwa syd Ali adalah kholifah langsung setelah Rasulullah SAW… karena gak sesuai dalam segi artian/terjemahan seperti yang anda sampaikan…
    @ forsan salaf, kami harap alex gak usah ikut dalam forum ini, gak level……
    Dari awal udah gak konsisten, bukan ilmiah, maksain makna..
    @ para pengunjung, anda liat bagaimana orang syi’ah ternyata dangkal ilmiahnya, itupun gak insaf.

  131. muhammadon mengatakan:

    @ all pengunjung. Anda bisa nilai manakah artian yang paling tepat dari hadits ghodir khum berikut :
    1. Barang siapa aku sebagai penolongnya, maka Ali sebagai penolongnya. Ya Allah tolonglah orang yang menolong syd Ali, dan musuhilah orang yang memusuhi syd Ali”
    2. Barang siapa aku sebagai pemimpinnya, maka Ali sebagai pemimpinnya. Ya Allah jadikan pemimpin orang yang menjadikan Ali sebagai pemimpin.
    3. Barang siapa aku sebagai pemimpin/pembimbingnya, maka Ali sebagai pemimpin/pembimbingnya. Ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang membimbing/memimpin Ali.
    4. Terjemahan alex : “Barang siapa aku sebagai pemimpinnya, maka Ali sebagai pemimpinnya. Ya Allah pimpin/bimbinglah orang yang menjadikan Ali pemimpinnya dan musuhilah orang yang memusuhi Ali “…..disini ada perbedaan makna dalam satu kalimat yang keduanya tidak ada kesesuaian yaitu lafdh وال diartikan dengan “bimbinglah”, namun pada lafdh “ والاه “ diartikan “menjadikan pemimpin”
    Anda bisa tau bahwa alex gak bisa untuk menterjemah hadits tersebut dengan benar karena gak ada kesesuaian antara makna lafdh وَالَى dengan lafdh وَالِ ……yang seharusnya bisa ada kesesuaian diantara keduanya jika diartikan sebagai menolong, tapi dia tidak memperhatikan hal itu akan tetapi hanya memakai indikasi2 aj bukan dengan kaedah dalam memaknai bahasa arab, akhirnya jadinya kacau dalam segi ilmu bahasanya……

  132. muhibbin mengatakan:

    @ all pengunjung,
    Udah lama ni muhibbin gak tampil, ni ana mau tampil lagi. Kalo kita baca dari atas kita bisa simpulkan beberapa hal :
    1. Alex dan orang syi’ah lainnya tidak bisa menjawab tentang hadits Marwan bin Hakam.
    2. Alex dan orang syi’ah lainnya gak bisa menterjemahkan hadits ghodir khum dengan benar yang sesuai dengan kaedah bahasa arab.
    3. Alex dan orang syi’ah lainnya gak bisa menjawab permintaan elfasi yaitu menunjukkan hadits ghodir khum dengan tambahan lafdh بعدي beserta refrensi kitab dan halamannya (mungkin takut ketahuan kebohongannya dan mengada2 dalam hadits).
    4. Alex dan orang syi’ah lainnya gak bisa memberikan dalil bahwa imam Muhammad Albagir syi’ah, namun berbelit ke permasalahan hadits ghodir khum saja, dan itupun gak bisa membahasnya secara ilmiah.
    5. Alex dan orang syi’ah lainnya, gak bisa memberikan dalil bahwa hadits ghodir khum menunjukkan tentang kekhalifaan syd Ali langsung setelah Nabi.
    6. Alex dan orang syi’ah lainnya, gak bisa jawab permintaan saudara Wong Jowo untuk menterjemahkan kalimat اُقْتُلْ مَنْ قَتَلَهُ .
    Ni smua jadi bukti klo orang syi’ah cumin bisa memberikan komentar dan menuduh macam2 tapi gak bisa membahasnya secara ilmiah dan menunjukkan kalo ilmu orang2 syi’ah dangkal…
    Ini yang bisa saya simpulkan. Wallahu a’lam bisshowab, wassalam……..

  133. alex mengatakan:

    abqnqn;;wah makin rame nih…
    Sorry bro…sy harus jihad tuk cari nafkah dulu baru buka coment ini
    # lho gimana toh mas..kok sya disuruh bahas kitab2 yg sy nukil….atau ente gak tahu nih keterangan dari an-Nsai, Ibnu Main, Imam Ahmad, Ibnu Hajar..dll…atau gak tahu artinya..makanya tanya sama teman2 disebelah biar diartiin….klu memang gak bisa juga ntar sy bantuin terjemahin..
    wong jowo;;
    # Kita ini sedang bahas hadits al-Ghadir dan sy sudah jelaskan
    # Itulah mas maka saya suruh anda tanya sama ahli bahasa, ttg terjemahan itu….!!!sekalian belajar bahasa arab dan teknik menerjemah….jadi biar tahu sy yg ngacir atau ente yg gak paham penjelasan saya….!!!

    # waw muter2 lagi nih ente..!! tapi gak apa2..sy paham kok..ente mau cari bandingan terjemahan…nih sy ikuti permainan ente…itu artinya : .. “perangilah siapa yg memeranginya”…..

  134. alex mengatakan:

    aladin# Menurut anda siapa yg diperintahkan Nabi saaw utk menjadikan Ali maulanya” ….???? agar kita tahu siapa yg tidak melaksanankan perintah Nabi…???….jadi jangan terbalik mas…!!!

    saya kasih ilustrasi…anda diperintahkan guru anda utk belajar sama si Ucok…dan si Ucok udah siap utk mengajar anda, tetapi anda mengangkat diri anda jadi guru menggantikan si ucok…!!!… pertanyaannya si Ucok yg tidak mengerjakan perintah guru atau anda yg tidak melaksanakan pesan guru…????… Baca Selengkapnya

    Kemudian…apa menurut anda perjuangan dan mempertahankan hal itu itu…???? apakah hanya perang atau bisa dgn cara lainnya….???

  135. aladin mengatakan:

    @alex : mas alex,punya saya DIATAS blom di jwb koq malah bertanya lg…….
    ya udah ana jwb punya nt dulu:
    1.semua sepakat dalam hadist ghodir adalah menunjukkan kebesaran dan kemuliaan dari imam ali kw,namun semua ulama’ selain syi’i sepakat tidak ada indikasi2 dlm hadist tersebut yang menunjukkan khilafah dari imnam ali.
    2.yang salah adalah si murid krn tdk nurut dg perintah gurunya.disini saya juga bisa ambil kesimpulan bahwasannya orang syi’i juga sangat2 salah,nabi aja tidak mengatakan imam ali jadi kholifah tapi anda dan sekutu anda mengatakan hadist tersebut adalah tentang khilafah,bkn kah ini penyelewengan terhadap nabi……..
    MAS ALEX,TLG SOAL SAYA DI ATAS DI JWB ?” JGN NAMBAH SOAL LAGI,GAK SELESAI2,KITA BAHAS SATU2 MAS………

  136. forsan salaf mengatakan:

    @ alex, maaf jika anda ingin masih bergabung dalam website kami, maka bawakan secara ilmiah bukan berdebat tanpa dasar atau menang-menangan karena kami melihat akhir-akhir ini pembahasan anda mulai keluar dari jalur ilmiah. Ketahuilah mentafsirkan hadits dengan tidak benar termasuk dalam kategori hadits من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
    mohon jangan main-main dengan ayat dan hadits…!!!!

  137. alex mengatakan:

    elfasi;;> Coba tanya ahli bahasa seujung dunia…mana ada fi’il yang seperti fa’iil sehingga bisa bermakna “faa’il” atau bermakna “ maf’ul” ????. … pasti diketawain mas…

    # Saya jawab :…..
    – hihihi…maaf ya sy ketawa lagi nih…siapa yg bilang “fi’il” seperti “fa’iil” atau “maf uul”….?????

    Semua org tahu mas…fi’il itu bukan fa’il tetapi membutuhkan fa’il dan juga bisa ada maf’ul nya….(gak perlu anda sampai ke Saudi belajar itu mas..).

    coba ente baca lagi baek2 tulisan sy diatas (ini sy ingatkan lagi)…yg saya katakan adalah bahwa : …..wazan fa’iil, bisa bermakna faa’il dan bisa bermakna maf’uul. Seperti lafaz qotiil bermakna maqtuul.

    ini sy kutipkan lagi ucapan sy diatas :
    – “perlu anda ketahui lafadh “maula” atau ‘wali’ itu bisa dimaknai dgn dua model yg berarti “pemimpin/pembimbing” yg merupakan wazan fa’iil, yg berarti faa’il, .. dan juga bisa berarti “yang dipimpin/dibimbing”…dimana fa’iil bermakna maf’uul, seperti qatiil yg berarti maqtuul..” …

    tahukah anda kapan fa’iil itu bermakna faail dan kapan bermakna “mafuul”..????

    Kemudian ente lompat ke fi’il “qatala”….makanya saya bilang ente muter2 dan bebicara gak sesuai konteks diskusi…
    biar tidak berpanjang kata mari kita lihat teknik penerjemahnnya..biar anda paham…dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia…pd sesi berikutnya…!!! wallahu a’lam.

  138. alex mengatakan:

    muhammadon;mari kita analisis terjemahan saya dan terjemahan anda :..

    Rasulullah saaw bersabda :……
    ” من كنت مولاه فإن عليا مولاه. وال من والاه، وعاد من عاداه.

    # Terjemahan sy yg anda kutip sbb :

    “Barang siapa aku sebagai pemimpinnya, maka Ali sebagai pemimpinnya. Ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang menjadikan Ali pemimpinnya dan musuhilah orang yang memusuhi Ali”..

    Mengapa diterjemhakan demikain..??? terjemahan di atas
    a). Prase pertama من كنت مولاه فإن عليا مولاه
    berarti Rasul saaw dan Imam Ali as jelas bermakna pemimpin/org yg memimpin atau yg paling layak membimbing/pembimbing (aula bittasharuf)….itu berarti “siapa yg menjadikan Rasul pemimpinya, maka dia menjadikan Ali sebagai pemimpinnya”

    dgn demikian tidak mungkin menjadikan Rasul dan Imam Ali pd posisi “yg dipimpin/yg dibimbing”……hal ini sudah sangat jelas.

    b). Prase kedua berhubungan dgn doa وال من والاه، وعاد من عاداه… maka memiliki beberapa kemungkinan arti yg bisa dipertimbangkan seperti yg anda ajukan :
    1. Ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang membimbing/memimpin Ali……
    2. Ya Allah pimpinlah/bimbinglah orang yang menjadikan Ali pemimpinnya…..

    Terjemahan yg no. 1 itu tidak mungkin dilakukan karena tidak sesuai dgn prase awalnya yg menempatkan posisi Imam Ali as sbg “pemimpin” bukan “org yg dipimpin”…jadi “man walahu” tidak mungkin diartikan “Org yg memimpin Ali”…!!!!

    dengan demikian terjemahan yg sesaui adalah terjemahan yg no. 2….dimana “man walahu” diartikan “org yg menjadikan Ali pemimpin”…hal ini sesuai dgn prase pertama menegaskan “siapa yg menjadikan Rasul saaw pemimpinnya, maka ia harus menjadikan Ali sbg pemimpinnya”….
    Dan terjemahan no. 2 inilah yg saya pilih sesuai dgn konteks kalimat dan berbagai indikasi (qarinah) yg telah sy jelaskan sebelumnya……semoga anda yg pintar bahasa arab dan lagi di tanah arab bisa memahaminya.”…..itulah makanya anda saya suruh ente bertanya pd org2 yg ahli bahasa dan biasa menerjemahkan….wallahu a’lam.

    selanjutnya akan saya koreksi terjemahan ente…meskipun ente belum menerjemahkan riwayat yg ada tambahannya yg saya bawakan dari Ibnu Katsir di atas…???
    terjemahan anda yg kedua adalah :..
    2). “Barang siapa aku sebagai penolongnya, maka Ali sebagai penolongnya. Ya Allah tolonglah orang yang menolong syd Ali, dan musuhilah orang yang memusuhi syd Ali”

    #Saya Jawab :
    – seperti halnya ketrangan sy diatas, mak prase pertama menegaskan bahwa Imam Ali as adalah penolong…dan bukan yg ditolong”

    – Adapun pd prase kedua ttg doa, anda tetap konsisten mengartikannya dgn “pertolongan”,. Secara asumtif kita juga bisa menerjemhaknnya dgn dua makna :
    1. “man walahu” berarti “org yg menolong Imam Ali as.
    2. “man walahu” berarti “org yg ditolong oleh Imam Ali as.

    Dari dua asumsi diatas, kelihatan anda memilih terjemahan pertama dgn mengatakan “tolonglah orang yg menolong sayidina Ali as……persolannya disini muncul dua asumsi lagi :

    a. Imam Ali as menempati posisi yg ditolong…ini berarti Imam Ali bukan penolong seperti disebutkan pd prase pertama yaitu “Ali sebagi penolongnya”…..dengan demikian prase pertama dan kedua tidak memiliki kesesuaian..

    b. Imam Ali tetap menempati posisi “penolong” dan org2 diharuskan menolong Imam Ali as agar “posisinya sbg penolong” semakin kuat….hal ini dgn jelas mengindikasikan lagi2 “kepemimpinan Imam Ali as”.

    Begitulah mas, maksud saya bahwa dalam menrjemahkan itu, selain sisi bahasa dan wazan perlu juga memperhatikan berbagai indikasi ilmiah agar kita dapat melaukan diksional atau memilih kata yg tepat sasaran, dan mengungkap maksud dari teks tsb….wallahu a’lam.

  139. aladin mengatakan:

    @alex: anda ini kebanyakan asumsi,klo emang ada asumsi,asumsi dari anda atau dari ulama’,klo emang dari ulama di ktb apa dan halaman brp,klo dr anda sndri sih males ana,soalx sama2 bkn ulama’nya,makax pake ktb jwb terjemahanx? sdh maklum ketika ada ayat atau hadist pastinya kita mengartikan menurut ulama’.tp anda ini tetap aja dengan terjemahan anda sndri.dari kemarin2 kita kan minta terjemahan keseluruhan hadist tersebut dari para pensyarah nya.bukan potongan kalimatnya maula yg bisa berarti aula.yg saya minta makna keseluruhannya dan di ktb mana disebutkan ada yg memaknai pemimpin?
    klo emang blh mengartikan dengan potongan2 aja,akhirnya anda mengartikan klmt ضرب dlm surat yasin dengan memukul krn punya artian spt itu jg.SEKALI LAGI MINTA TERJEMAHAN ULAMA’ KESELURUHAN DARI HADIST TSB.BKN PAKE ASUMSI+INDIKASI+KEHENDAK SNDRI.

  140. wong Djowo mengatakan:

    Alhamdulillah, akhirnya alex muncul juga.. sekalipun masih sempoyongan
    (gk sadar kalo masuk perangkap)

    Para pengunjung jangan kepincut dengan omongan ALEX yg berbusa-busa.. dan asumsinya yang panjang lebar (luas dalam)..
    dari jawaban beliau ini pengunjung bisa menilai sendiri kemampuan alex..

    skrang kita simak baik2 jawaban beliau:
    وال من والاه
    (Waali man Waalaahu) diterjemahkan:
    pimpinlah/bimbinglah org yg menjadikan Ali pemimpinnya
    (ALEX, 19 November 2009 at 01:57)

    اُقْتُلْ مَنْ قَتَلَهُ
    (Uqtul man Qotalahu) diterjemahkan:
    “perangilah siapa yg memeranginya”…..
    (ALEX, 22 November 2009 at 08:07)

    # pada (Waali man Waalaahu)
    FIIL AMR diterjemahkan pimpinlah (dari kata MEMIMPIN)
    sedangkan FIIL MADHI diterjemahkan MENJADIKAN PEMIMPIN (berarti dia dipimpin)
    SANGAT BEDA…!!

    DALIL alex : ini sama dengan QATIIL yg bisa bermakna qaatil dan maqtul…-ALEX 19 November 2009 at 01:57)

    # pada (Uqtul man Qotalahu)
    FIIL AMR diterjemahkan perangilah (dari kata BERPERANG)
    sedangkan FIIL MADHI diterjemahkan MEMERANGI.
    SAMA PERSIS…!!

    kok bisa GAK SAMA yah… padahal contoh QATIIL ini ana buat dari contoh alex sendiri..
    sungguh mengenaskan.. Hiks…

    @Para Pengunjung
    inilah saat-saat si Alex yg licin masuk perangkap. Beliau NYUNGSEP dalam perangkap yg dibuatnya sendiri ..
    istilah kerennya SENJATA MAKAN.. NYONYA he..he..

  141. tgk mengatakan:

    Assalaamu’alikum buat semua…

    mas Alawi jangan bingung, demikian juga buat lainnya termasuk moderator, kenapa diskusi ini lari topik, jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan atau sebaliknya, ada pertanyaan yang tidak dijawab, atau jawaban tidak ada pertanyaan… dll. ada beberapa sebab:

    1. Para arif seperti wong jowo, elfasi, abuqnan dll yang kasi komentar udah kena kibul sama sang makelar ‘baqais’ alias Eta Baqais yang sedang ‘haji’.

    2. diskusi di forum ini sebenarnya adalah “Diskusi bayangan” dari diskusi yang sebenarnya antara Eta Baqais (disini dengan nick name ‘baqais sang makelar’) dengan salah seorang dosen Candiki Repantu di Facebook miliknya dalam topik “Hadis Maula”, berhubung karena Eta Baqais sang makelar pingin dikatakan pinter dan cerdas, dia mengkopipastekan semua jawaban dan pertanyaan antum menjadi jawaban dan pertanyaanya kepada dosen itu, dengan penambahan2 komentar2 yang tidak senonoh, jadi jelas jawaban Candiki (yang dialiaskan Alex disini oleh sang makelar) yang dikopipastekan disini tidak sesuai dengan topik pembahasan di situs ini, juga tidak sesuai dengan jiwa komentator disni.

    makanya jika diperhatikan jawabannya lari-lari, buat baqais, kok ga diundang aja langsung kemari orangnya, kok mesti ente makelarin pake alex segala, takut ketahuan nipu ya… ente penyebar fitnah

  142. baqais mengatakan:

    tgk;;emang gue pikirin,,,jgn sok tau keadaan ana dmna…
    yg jelas syiah pada kelabakan tdk bsa jwb soalx org2 d forsan…
    penyebar fitnah dari mane??
    biasa kebiasan orang orang syiah kalo udah kalah lari dari pembahasan,,
    dosen sesat liberal+syiah dikalahin sama forum forsan…

    si dosen di undang forum sni mna berani…tkutlah orang dsni smuax terpelajar,..

  143. sandi mengatakan:

    @ All

    ini ada artikel yang mengupas kelemahan klaim Syi’ah atas hadits Ghadir Khum, mungkin bisa dikaji :

    http://alfanarku.wordpress.com/2009/10/12/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-1/

    Salam

  144. Musa mengatakan:

    wadoh.. padahal kita berniat ngundang mas Eta ke sebuah seminar debat-sunni syiah di Bandung, rupanya semua jawabannya dari situs ini, mungkin undangannya bisa dialihkan ke forsansalaf.com nich

  145. muhibbin mengatakan:

    @ Baqais alias Alex, alias Etabaqais, Allah yahdik…..nt kalo koment dengan ngotot kayak orang syi’ah beneran aja…namun alhamdulillah akhirnya ketahuan kalo anta minnaa..
    ahlan wasahlan wa marhaban…
    cuman yang kita harapkan mereka (orang2 syi’ah) bisa masuk dalam website ini bukan dengan perantara gini…..karena itu kami harapkan nt bisa ngajak mereka untuk masuk kedalam perangkap kita di website ini…..OKE..!!!

  146. tgk mengatakan:

    justru itu masalahnya gas.. ente sudah buat kita sunni malu dengan komentar-komentar yang tidak senonoh, juga tidak fair, padahal kalau ditanggapi dengan baik hasilnya kan juga baik buat tambah amal ibadah, disamping itu jujur-jujur aja kenapa sih, ngapain pakek bilang itu jawaban ente kalau memang dari ustad-ustad disni.

    masalahnya kita bukan hanya pada menang debatnya atau tidak gas, tapi cara kita juga harus baik dong.. saya kembalikan ke moderator disini deh, saya rasa yang lain juga sepakat kalau diskusi ini dilanjutin, tapi tentu dengan fair, biar kalau menang juga keren..

  147. baqais mengatakan:

    tgk&musa;;ya wes all orang syiah di undang ksni smuax,,,g ada yg berani…
    tafadool d lanjutin sma ust2…pasti orang syiah bklan nolak dgn 1000 alsan,,,
    bktikan kalo emang syiah beneran ayo komentar di forum ini..

    muhibbin;;aminn…syukron…mdahan antum jdi muhibbin shodiqan..

  148. baqaais mengatakan:

    tgk;;wes nt g usah manas2in ae,,,ana g prnah blg itu jwbn dari ana sndri,,,ente bwain ae dosen syiah ke forum ini…di tunggu g pake 1000 alsen,,,ok,,

  149. forsan salaf mengatakan:

    @ tgk, pintu forsan salaf selalu terbuka untuk menerima siapa saja berdiskusi di sini dengan catatan harus ilmiah. oleh karena itu, anda mau berdiskusi sendiri atau mengajak teman2 anda disini kami akan selalu terbuka untuk mencari satu kebenaran….

  150. Abu-abu mengatakan:

    Maaf baru mau nimbrung…dan maaf pula tdk bisa baca komen2 di atas yg seabrek.

    @forsansalafy

    Menurut sy tdk pentinglah mengklaim Imam Muhammad AlBaqir milik siapa. Silakan saja, setiap kelompok boleh mengklaim. Toh AlBaqir sendiri tdk pernah menyatakan bahwa Beliau Syiah dan bukan Ahlussunnah atau Ahlussunnah dan bukan Syiah. Yang paling penting adalah bagaimana Imam Suci ini bisa menjadi teladan dan panutan kita dalam bersikap dan berprilaku.

    Sy sering bertanya-tanya kepada mereka2 yg kerap mengecam Syiah dan mengklaim sesat ajaran ini. Apakah betul mereka sdh membaca dan mempelajari ajaran Syiah dari sumber yg haq? Ataukah mereka hanya mengikuti doktrin2 syaikh/ustadz mereka dalam menilai Syiah? Jika menilai sebuah golongan hanya karena ucapan & prilaku pengikutnya sungguh ini tdk fair. Cobalah kita tengok sejenak di Indonesia yang mayoritas Ahlussunnah. Hitunglah betapa banyaknya dari mereka yang melakukan kemungkaran? Betapa banyaknya dari mereka mendurhakai Allah swt? Tidak sedikit pula dari mereka yg tampak begitu alim dan shaleh? Apakah lantas kita menilai bahwa Ahlussunnah waljamaah ini fasik/sesat? Logika ini mestinya mudah utk dipahami.

    Kemudian mengenai Abdullah bin Saba’. Ini pun sdh sering disanggah oleh kelompok Syiah bahwa tidak ada bukti sama sekali bahwa tokoh ini adalah pencetus dan pendiri Syiah. Karena jika demikian halnya maka kita akan menemukan catatan2 mengenai ucapan2 orang ini di buku2 Syiah sebagai pedoman mereka. Namun sampai hari ini kita tidak menemukan catatan2 tsb. Berbeda dgn klaim mereka thd Imam Ali dan para Imam Suci yang lain yg ucapan2 mereka banyak dimuat di kitab2 rujukan mereka.

    Saya berharap kepada saudara2 utk menghentikan tuduhan2 dan fitnah yg tdk berdasar ini thd kelurusan Syiah.

    Akhirnya sy ingin mengatakan;
    Jika mereka sesat, maka Masjidil Haram tdk akan memberi keleluasaan utk menerima mereka.
    Jika mereka sesat, maka Mufti Mesir tdk akan menyediakan ruang bagi rakyatnya utk memilih Syiah sebagai mazhab mereka.
    Jika mereka sesat, maka MUI telah jauh2 hari menyetujui pensesatan Syiah oleh kelompok Wahabi.

    Salam

  151. 455394F mengatakan:

    ass, apabila benar imam bagir bukan syiah lalu madzhab apakah imam bagir…………?
    apabila imam bagir bermadzhab ahlussunnah lalu beliau mengikuti imam sapa syafii,hanafi,hambali maliki…………..?

    lalu apabila madzhab ahlussnnah lahir pada zman nabi,kenapa nabi tidak memberi petunjuk agar muslimin mengikuti madzhab ahlussunnah,karena nabi adalah pemimmpin semua zaman,beliau tahu apa yang akan terjadi pada zaman setelah nabi wafat……>!

  152. 455394F mengatakan:

    fosalan salaf yang terhormat……!kita sebaiknya jgan saling mengklaim madzhab imam bagir,ayo kita semua berhenti berdebat tentang syiah-sunni cukup kita telah terkena racun israel kita tidak sadar kalau zionist telah merusak akal kita coba kita lihat di irak dulu syiah sunni bersatu tidak ada pertikaian tp stelah israel dan usa masuk berubah irak menjadi negara adu domba,ayo kita sesaat bersatu antara sunni dan syiah,coba kita rasakan bagiman indahnya persatuan,banyak umat muslim yang membutuhkan tangan kita lihat negara palestina sangat membutuhkan tangan saudara2 sesama muslim,tp saudara2 muslim yang lainnya sedang asyik berdebat,bersteru,berselisih tentang madzhab,
    ayo kita sadar semua KEPADA MADZHAB SYIAH :hentikan semua cacian2 yang di pertangtengkan oleh saudara2 kita dr ahlussunnah…..!ibadah kita tidak ada ukurannya dengan ibadah parasahabat walaupun ada kesalahan yang tidak perlu dipermasalahkan karena manusia adalah tempatanya lupa
    KEPADA MADZHAB AHLUSSUNAH:ayo kiat perkuat persatuan antar sesama,ayo kita memaksimalkan men stop sesat menyesatkan,kafir mangkafirkan,bertkai,berdebat hanya untuk madzhab,walupun berdebat adala hak dari setiap orang tetapi kita lihat saudra2 kita banyak memerlukan pertolongan kita

    apabila ini ide berjalan saya yakin islam menjadi kuat dan disegani di dunia,islam menjadi islam yang didambakan oleh rasullah saw

    kalau ada comment dari saudara kita dimanapun saya sangat akan menerima dengan senag hati atau ada masukan tentang persatuann itu kami sangat memerlukannya unutuk mewujudkan persatuan bersama a……………!

  153. al beni mengatakan:

    @ 455394f

    INGAT..!!!
    ASWAJA DAN SYIAH TIADA MUNGKIN BERSATU!!

    Pembataian dan penghianatan yang di lakukan orang SYIAH terhadap ahlussunah..

  154. elfasi mengatakan:

    @ 455394F, Imam Muhammad Al-Bagir bukanlah seorang muqollid (yang mengikuti Imam mujtahid) tapi beliau seorang mujtahid mutlak sehingga tidak bermadzhab kepada satupun. Namun karena pendapat beliau tidak terbukukan dalam satu kitabpun baik oleh beliau sendiri atau murid beliau, maka madzhab beliau dianggap tidak mu’tabar.
    Adapun para salafus sholeh, mereka mengambil sanad dari datuk2 mereka hingga bersambung kepada Imam Muhammad Al-Bagir berupa amaliyah yang disebut dengan Thoriqoh, sedangkan masalah furu’ syar’iyah mereka mengambil dari salah satu a’immah arba’ah yang sudah terpercaya dikarenakan pendapat mereka semua terbukukan baik oleh mereka sendiri atau murid2 mereka.
    Yang perlu kita pertanyakan: adakah kitab kumpulan pendapat Imam Muhammad al-Bagir yang dikarang oleh beliau sendiri atau murid2 beliau ? dan apa landasan /dasar orang2 yang mengaku bermadzhab jakfari atau bermadzhab Muhammad al-Bagir tanpa referensi yang akurat ?

  155. 455394F mengatakan:

    @ al beni siapa bilang tidak bisa bersatu,coba anda tau yang anda maksudkan pembantaian bukan dilakukan oleh syiah maupun sunni,kt telah terkena racun zionis yang selalu menyenangi perseteruan dan adu domba,kenapa sama2 mengakui islam sebagai agamanya,muhammad sbg rasul nya,al quran sbgai kitabnya,lailahaillaah sbgai simbol dan naungannya,kiblat sebagi kiblatx aneh kan kan kalau kita tidak bisa bersatu…..!
    apa sih keburukan dan efeknya kalau kita bersatu

  156. orang_awam mengatakan:

    mau nanya..kalau semua syiah itu sesat..mengapa ulama azhar mengatakan tidak semua syiah sesat..ada 200 ulama azhar yg mengatakan tidak semua syiah sesat…termasuk pandangan yusuf qardawi mengatakan tidak semua syiah sesat..tolong dijawab ya pak ustaz..kalau semua syiah itu sesat,kenapa masih dibenarkan mengerjakan haji di makkah? apa kerajaan saudi mau untung aja???

  157. muhibbin mengatakan:

    @ 455394F, jika anda menginginkan persatuan antara syiah dan sunni, coba anda jawab :
    Apakah bisa bersatu antara orang yang mengkafirkan/melaknat syd Abu Bakar, Umar dan sydt A’isyah dengan yang mencintai mereka ? atau antara orang yang mengkafirkan syd Ali (khowarij) dengan yang mencintai beliau ? padahal mereka mengimani Allah, Muhammad Rasulullah, Qiblatnya sama, Kitab sucinya sama, simbol agamanya laailaha illallah
    kira2 bisa bersatu gak ya……???
    Ana tunggu jawabannya segera.. OKE

  158. aldin mengatakan:

    @orang_awam :
    saya baru tau ada 200 ulama’ al-azhar yg menyatakan syi’ah tidak sesat,coba dong naskah ulama2 tersebut tampilkan disini,apa emang benar ?
    adapun tentang syekh yusuf qordowi,saya menghormati keluasan ilmu nya,namun banyak dari pendapat2 beliau yang sering berbeda dengan jumhur dan beliau sendiri adalah seorang budayawan.jadi klo mau ngambil fatwa ulama a’sriyah tolong di teliti siapa yg berfatwa,syekh buthi kah,atau syekh wahbah dan yang semisal nya .
    masalah kok gak dilarang haji,itu urusan mereka . tanpa kita berasumsi saudi mengambil keuntungan apa gak,intinya syi’ah adalah ajaran yang bersebrangan dengan para imam 12 itu sendiri.

  159. 455394F mengatakan:

    muhibbin anda kan mengatakan bahwa syiah mengkafirkan sahabat,itu kan individu bukan dari syiah secara keutuhan banyak syiah kok yang tidak mengkafirkan sahabat,jd memandang jangan dengan kacamata kebencian

    okkkk

  160. muhibbin mengatakan:

    @ 455394F, anda tidak menjawab pertanyaan kami, tapi anda berusaha mengkaburkan permasalahan.
    Kami menghimbau kepada anda untuk membaca kitab2 mereka, tapi anda katakan tidak perlu. Akan tetapi, anda tetap ngotot ada syi’ah yang tidak mengecam sahabat. Baik jawab pertanyaan ana berikutnya, syi’ah yang mana yang anda maksud ? di kitab syi’ah mana keterangan bahwa sahabat adalah orang2 pilihan ? kitab apa yang telah anda baca dari kitab2 syi’ah ? orang yang anda temui itulah yang disebut individu tapi dari kitab2 standart merekalah anda bisa mengetahui syi’ah secara utuh.
    Maaf mas, tidak ada kami memandang dengan kebencian, tapi dengan penelitian. Oleh karena itu, klo anda punya mata pandanglah kitab2 mereka untuk diteliti, kecuali jika anda tidak punya mata atau anda buta pasti anda percaya dengan segala yang anda dengar.
    SELAMAT MEMPELAJARI….!!!!!!!

  161. El_Muhibbin mengatakan:

    Dan kalo antum antum orang syi’ah atau diluar syi’ah pengen tau syi’ah itu sebenarnya seperti gimana bisa tanya langsung ke
    Habib Thohir Al-Kaff (tegal)dan Habib Thohir Al-Kaff ini mempunyai kitab rujukan dari aliran syi’ah yang sesat ini ,dan kitab itu adalah:

    1.Al Kaafi
    2.Al Istibshor
    3.Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
    4.At Tahdziib

  162. El_Muhibbin mengatakan:

    Dan sekarang ana mau menanyakan juga kepada orang syi’ah yang suka menggembar gemborkan yg memakai ajarannya ahlil bait.

    Di thirqohnya ahlil bait yang mana yang menghina dan memurtadkan shahabat…?
    Di thariqah ahlil bait yang mana yang mengatakan bahwa mushaf (Al-Qur’an) kurang…?
    Dan ana juga mau tanya apakah anda tau gimana sbenrnya kitabnya orang syiah itu…?

    olong jawab,kalo tidak berarti benar kalo syi’ah itu udah sesat…?

  163. nurulhuda mengatakan:

    tolong jawab untuk saya..ada tak syiah yang tidak sesat..syiah apa??

  164. Javad Al-Kadzim mengatakan:

    Saya akan membuktikan kebenaran syi’ah dengan bermubahalah (Jika anda percaya Alloh). Saya tantang orang yang anti sy’iah untuk bermubahalah. Biarlah Alloh yang menjadi hakim pertentangan kita. “Jika syi’ah sesat, Alloh akan mencabut nyawa saya saat ini juga.” Ini saya lakukan karena saya percaya 100% syi’ah benar. Balas.

  165. muhibbin mengatakan:

    @ javad al-kadzim, mas gak perlu bermubahalah udah jelas klo syiah itu gak bener, baca ja kitab2 syiah jangan cuman dengar dari ustad2 anda !! liat tu kitab ALKAFI, AL-ISTIBSHOR, MAN LAA YAHDHURUHUL FAQIH, FASHLUL KHITOB. anda akan tau sendiri gimana ajarannya syiah.
    klo belum tau jangan langsung memastikan kebenarannya mas…….

  166. El_Muhibbin mengatakan:

    sy melihat kebencian2 antum trhdp syiah luar biasa,sy melihat antum menilai syiah di sisi khilafiyah sj.pdhal banyak ajaran2 mereka yg pantas utk diikuti (inikan testimoni antum)

    jawaban ana:

    Ana disini tidak menerangkan masalah khilafiah atau furui’yyah,tapi yang ana bahas disini adalah masalah usul ( tauhid dan aqidah )

    Di Al-Kaafi juga diteranagkan adanya kekurangan ayat di Al-Qur’an.

    Apakah ini yang ana maksud dengan Khilafiyah…?

    apalg anda menyamakan ajaran mereka sprti yahudi,ini sy anggap kelewat batas,(inikan juga testimony antum)

    ini jawabannya:

    Habib Salim Bin Jindan mengatakan persamaannya antara aliran syi’ah dengan Yahudi.Sebenarnya ajarannya syi’ah adalah dari orang yahudi yang bernama ‘Abdullah bin Saba’ (orang yahudi).

    klu kita juga mengkritisi hadits2 dr ahlu sunnah ada jg hal2 yg bertentangan dg alquran n akal(ini kan testimony antum)

    ini jwabannya:

    Anda kan orang yang paling pinter menyelipkan sesuatu yang tidak ada di Haditsnya Imam Bukhari trus orang syiah menyelipkan meyelipkan itu,trus mereka (orang-orang syi’ah) kritik dari pada itu.

    4.Alquran,sampai skrg tdk terbukti mrk memiliki quran yg beda,dgn quran yg ada,lain dg injil atwpun taurat,jd anda terlalu melebih2kan atw anda memiliki quran versi mereka?( ini kan testimony antum)
    Ana jawab:

    Al-Kaafi juz2 hal 634, disini diterangkan (di AL-Kaafi) bahwa Al-Qur’an yang sebenarnya turun adalah 17.000 ayat bukan seperti Ulama-ulama dan Orang-orang Ahlusunnah Wal Jama’ah meyakininya bahwa Al-Qur’an adalah 6.666 ayat tidak kurang dan tidak lebih.

    Dan memang orang-orang syi’ah membaca Al-Qur’an seperti kita sekarang,tapi mereka tetap berkeyakinan Al-Qur’an itu ada kekurangannya dan setelah Munculnya Imam Mahdi A.s (versinya orang syi’ah) yang dimana Al-Qur’an itu yang ditulis oleh Sayyidina ‘Ali R.a yang Mushaf itu Dinamakan Mushaf Fatimah.

    Ulama Syi’ah yang bernama Husein bin Muhammad At-Thobasi mengarang kitab-kitab yang nama : Faslul Khitab Fi Tahrib Fi Kitab Rabbil Arbab (dan kitab ini adalah tulisan tangan dan Ustasz saya juga punya kitab ini dan kitab ini cukup tebal )
    Dikitab itu dijelaskan bahwa Al-Qur’an benar-benar ada kekurangnnya
    Apakah ini masih kurang jelas buat antum…?

    5.salh menyampaikan wahyu,ini fitnah trhdp syiah imamiyah.
    sy menyampaikan ini jgn sampai anda trjbk dlm hal hal iktilaf yg tdk ada akhir,yg di untungkan hanyalh antek2 yahudi dlm melemahkan islam

    Jawaban ana

    Na’am,itu ada di Al-Kaafi,bahkan setalah Nabi Muhammad Sudah meniggal Malaikat Jibril A.s tetap mengirimkan wahyu…

    Ini adalah perkataan Ulama Syi’ah tentang 4Kitab rujukan mereka itu:

    Bahwa paling baiknya dari pada kitab-kitab yang menulis tentang syi’ah ini atau hadits-hadits syi’ah ini adalah empat kitab dan itulah rujukan daripada Syi’ah imamiyah
    Baik dalam masalah usul maupun dalam masalah furu’ daripada masa dahulu sampai sekarang ini yaitu Al-Kaafi,At-tahdzaiib,Al-Istibshor, Wa Man Laa Yahdurul Al Faqih dan hadits-hadits yang terdapat pada kitab-kitab ini (yang ana sebutin diatas) mutawatir (definisi mutawatir menurut Ulama Ahlusunnah Wal Jama’ah adalah hadistnya diriwayatkan lebih dari enam perawai Hadits).Isi kandungannya dari hadits-hadits itu pasti akan keshohihannya, sedangkan (dikeyakinan orang-orang syi’ah) kitab Al-Kaafi itu paling agung paling lama paling baik.

    Ustadz Husein Al-Habsyi mengirim surat kepada Sayyid Muhammad bin ‘Alwi Al-Maliki yang dimana menerangkan isi kesohihan dari Al-Kaafi,itu sebelum Al-Kaafi udah ada yang punya dan Ustadz ana punya surat yang dikirim Ustadz Husein Al-Habsyi ke Sayyid Muhammad bin ‘Alwi Al-Maliki,tapi yang anehnya setelah orang-orang Ahlusunnah Wal Jama’ah memiliki dari kitab Al-Kaafi malah mereka bilang itu tidak ada di Al-Kaafi,bohong,dusta, bahkan mereka sampai ngomong kalo isi di kitab Al-Kaafi itu tidak semuanya shohih (ajiib…..)

    Dan di Aqidahnya orang syi’ah disebutkan :Tidak beragama orang yang tidak bertaqiyah

    Dan sekarang ana mau nanyak juga sama antum,apakah antum punya kitab rujukan kitab orang syi’ah (Al-Kaafi)…?

    Kalam Al-Habib Abdullah Bin ‘Alwi Al-Haddad ( Shohibur Ratib ): Anda mengkritik para sahabat,berarti menghancurkan ini agama. Sekarang ana mau nanyak sama orang-orang syi’ah Antum-antum init au agama darimana kalo bukan dari sahabat nabi…?

    Sekarang ana mau nanyak sama orang orang syi’ah:

    1. Apakah Al-Habib Abdullah Bin ‘Alwi Al-Haddad tidak kenal sam Sayyidina Ja’far Ash_shodiq R.a…?

    2. Apakah Al-Habib ‘Umar bin ‘Abdur Rahman tidak kenal dengan Sayyidina Muhammad Al-Bagir R.a…?

    3. Apakah Al-Habib ‘Abdu Rahman Assegaf tidak kenal dengan Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin R.a…?

    4. Apakah cumin antum-antum ini (orang syi’ah) saja yang cinta kenapda meraka…?

    Kitab Orang Syi’ah adalah :

    1. Al-Kaafi ditulis oleh (Muhammad ibn Ya’kub al Kulaini) Wafat ( 329 H)
    2. Man la Yahdurul Faqih ditulis oleh ( Muhammad ibn ‘Ali ibn Babawaih al-Qummi) Wafat ( Wafat 381 H )
    3. At Tahdziib Ahkam Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi ( 310 H )
    4. Al Istibshor Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi ( 310 H )

    Jawab pertanyaan semuanya itu…?

  167. fatimah al haddar mengatakan:

    SUNGGUH SEMAKIN ORANG MENFITNAH AQIDAH KAMI SYIAH IMAMIYAH,KAMI SEMAKIN YAKIN DENGAN AJARAN YANG LURUS INI YG D BAWA OLAEH AHLULBAYT AS.
    APABILA TIDAK ADA FITNAH,MAKA WAJIB BAGI KAMI UNTUK MERAGUKAN AJARAN YANG KAMI JALANI,,
    SUNGGUH APABILA TIDAK ADA FITNAH ,CACIAN SERTA MAKIAN TERHADAP SYIAH,ITUY TDAK WAJAR….

    ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ALIHI MUHAMMAD

  168. imamhusein mengatakan:

    kalo Syiah ngaku saja SYIAH…!

  169. dayak mengatakan:

    @ Javad Al-Kadzim said:

    Saya akan membuktikan kebenaran syi’ah dengan bermubahalah (Jika anda percaya Alloh). Saya tantang orang yang anti sy’iah untuk bermubahalah. Biarlah Alloh yang menjadi hakim pertentangan kita. “Jika syi’ah sesat, Alloh akan mencabut nyawa saya saat ini juga.” Ini saya lakukan karena saya percaya 100% syi’ah benar. Balas.
    jwb : sya ini gak faham dg orang syi’ah, setiap mereka tdk mampu ber-argument pasti mengajak mubahalah, saya prnh dialog dg mrk, ketika g mampu jwb dia ngajak mubahalah n berkata klo emang syi’ah salah saya minta kpd allah agar kulit saya dirubah wrn hitam.
    agama itu penuh dg hujjah2 dari al-qur’an,hadist,ijmak n qiyas. ketika hujjah kita lemah knp gak ngaku aja klo salah, daripada sumpah segala. tunjukkan dong dalil2 yg kuat n valid klo emang syi’ah itu benar. dan bagaimana sikap anda dg penyimpangan yg ada di l-kafi dll nya, harus tegas dong menyikapix. klo salah ya katakan aja salah. agama bukan main2 mas, agama ini harus di pelajari dg benar n di ambil dr ahlix. jg sembarangan ada kitab jelasin masalah ahlul bait langsung di ikuti. jgn taqlid buta, tapi taqlid dg mengikuti juga dari mana pengambilan hukumx.

  170. khrzk mengatakan:

    Forsansalaf…
    Bagus2, artikel-artikel yang diusung sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang pelik di Masyarakat. Semoga semakin kokoh dalam membentengi umat dari paham/aliran yang menyimpang.

  171. forsan salaf mengatakan:

    @ khrzk, Amin.. mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi kita dan semua umat islam, Amin

  172. aldj mengatakan:

    kenapa pemikiran anda2 mesti terkotak2 dgn syiah n sunni.
    klu anda ahlusunnah meyakini bhw imam muhammad albaqir adlh dr ahlusunnah,maka anda patut bangga bhw salah satu orang dr ahlusunnah menjadi salah satu imam dr syiah.
    begitu jg dgn syiah,anda2 jg patut bangga.
    jgn sprt wahabi yg justru bertolak belakang pandangannya trhdp imam2 dr ashlulbait.

  173. elfasi mengatakan:

    @ aldj,

    klu anda ahlusunnah meyakini bhw imam muhammad albaqir adlh dr ahlusunnah,maka anda patut bangga bhw salah satu orang dr ahlusunnah menjadi salah satu imam dr syiah

    Imam Muhammad al-Bagir memang seorang imam yang layak untuk jadi panutan, tapi bukan untuk diklaim sebagai imam syi’ah karena bisa jadi anda katakan ajaran melaknat sahabat bahkan mengkafirkannya sebagai ajaran beliau….makanya, forsansalaf membela beliau sampai membuatkan artikel t’ntang ini…
    thank’s buat forsansalaf… sukses selalu

  174. dayak mengatakan:

    @ aldj : hallo….. ketemu lagi
    saya g ingin basa-basi, klo emang salah kembali aja ke jalan yg benar g usah bawa dalil2 segala, toh dalil anda lemah smua nya. klo imam muhammad baqir seorang sunni yg menjadi panutan syi’ah saya g bangga sekali,karena sang imam hanya jadi tameng belaka utk propaganda nafsu nya n sembunyi dibalik imam seraya mengaku pengikut ahlul bayt namun akhlaq,ilmu n mutaba’ah nya gak sama. tp saya akan bangga klo mereka orang syi’ah mengenal sang imam dg baik2 dan mereka kembali n mengikuti jalannya .

  175. aldj mengatakan:

    @elfasi
    syiah mengklaim bhw imam muhammad albaqir adalah salah satu imam mereka krn mereka memiliki alasan tertentu.
    kenyataannya yg tdk bisa anda pungkiri bhwsanya mereka syiah memiliki ajaran2 yg disampaikan oleh beliau,bisakah anda memberikan kpd sy beberapa ajaran yg diberikan oleh imam muhammad albaqir,n seberapa besar ajaran beliau yg anda ikuti?
    kt anda:
    bisa jadi anda katakan ajaran melaknat sahabat bahkan mengkafirkannya sebagai ajaran beliau
    kt sy:
    sy msh heran dgn anda,knp anda tdk bisa memahami bedanya kata2 membolehkan n ajaran.
    contoh bolehkah rosul murka?
    klu boleh,apakah murka adalah ajaran rosul?
    soal pengkafiran…
    sepanjang pengetahuan sy syiah tdk pernah mengkafirkan sahabat,hati2 ya dgn fitnah

    @dayak
    salam…
    sepanjang kita berdiskusi andalah yg tdk bisa mematahkan argumen sy,
    tp ketika sy mematahkan argumen anda,anda malah menghindar n tdk pernah mengakui kesalahan anda.
    kt anda dalil sy lemah semua? yg mana?
    kt anda:
    kembali aja ke jalan yg benar
    kt sy:
    apa anda tau yg mana itu jln yg benar?
    jelaskan ke sy.
    kt anda:
    karena sang imam hanya jadi tameng belaka utk propaganda nafsu nya n sembunyi dibalik imam seraya mengaku pengikut ahlul bayt namun akhlaq,ilmu n mutaba’ah nya gak sama.
    kt sy:
    itukan kata anda,
    kt anda:
    tp saya akan bangga klo mereka orang syi’ah mengenal sang imam dg baik2 dan mereka kembali n mengikuti jalannya .
    kt sy:
    ajaran imam muhammad albaqir mana yg anda ikuti?
    fiqh…anda pake fiqh siapa
    tafsir quran?
    anda punya kitab ahlak dr beliau?
    tauhid?
    tunjukan kesaya dgn dalil yg jelas bhw anda mengikuti jalannya
    jangan cuma selogan….
    mengucapkan alaihsalam kpd mereka aja kalian makruhkan
    salam….

  176. mahrus mengatakan:

    @aldj
    saya seorang ahlusunnah,kalau menilik dari komentar anda,sejujurnya saya pun tidak pernah menerima ajaran2 dari imam muhammad albaqir,apalagi mentaati.
    tapi antum sendiri ada memiliki?

  177. elfasi mengatakan:

    @ aldj, jika anda meminta ajaran Imam Muhammad al-Bagir dari ana, maka ana katakan gak perlu dari kitab tapi bisa langsung kita lihat dari akhlak dan ahwal para salaf, khususnya para habaib Hadramaut karena mereka mewarisinya dari abah ke abah hingga Imam Muhammad al-Bagir dan terus ke Rasulullah SAW. Sebagaimana yang dikatakan oleh al-Habib Abdullah al-Haddad :

    ثَبَتُوا عَلَى قَدَمِ الرَّسُوْلِ وَصَـحْبِهِ # وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ فَسَـلْ وَتَتَبَّعِ
    “ mereka (para salaf) tetap pada sunnah Rasulullah, para sahabat, dan tabi’in, maka bertanyalah dan ikutilah “
    وَمَضَوْا عَلَى قَصْدِ السَّبِيْلِ اِلَى الْعُلاَ # قَدَمًا عَلى قدم بجد اوزع
    “mereka telah berlalu atas jalan yang menuju kemuliaan (derajat di sisi Allah), setapak demi setapak dengan semangat yang kuat “

    Inilah mas yang kita ikuti, gak perlu pakai riwayat pun kita bisa mengenal ajaran para Imam2 dari amaliah para salaf yang langsung bersambung ke para Imam2 tersebut, bukan dengan riwayat tapi tidak valid bahkan dipalsukan dari kebenaran…….
    Mas, anda memang harus cinta ama Imam Muhammad al-Bagir, tapi orang yang cinta tidak akan rela dengan segala bentuk pemalsuan dinisbatkan kepada beliau.. coba anda perhatikan riwayat yang dinisbahkan kepada Imam Muhammad al-Bagir berikut : (nash aslinya bisa anda klik disini )
    عن ابي جعفر عليه السلام قال : كان الناس اهل الردة بعد النبي صلى الله عليه وآله وسلم الا الثلاثة : فقلت فمن الثلاثة ؟ فقال : المقداد بن الأسود ، وابو ذر الغفاري وسلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم
    Dari Abi Ja’far (Imam Muhammad al-Bagir)berkata :” orang2 sepeninggal Rasulullah menjadi murtad kecuali tiga orang“, aku bertanya :” siapakah tiga orang itu ?, lalu beliau menjawab :” Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salman Al-Farisi “
    عن ابي جعفر عليه السلام قال : ما كان ولد يعقوب انبياء ؟ فقال : لا ولكنهم كانوا اسباط اولاد الأنبياء ولم يكن يفارقوا الدنيا الا سعداء تابوا وتذكروا ما صنعوا ، وان الشيخين فارقا الدنيا ولم يتوبا ولم يتذكرا ما صنعا بأمير المؤمنين عليه السلام فعليه لعنة الله والملائكة والناس اجمعين
    Dari Abi Ja’far (Imam Muhammad al-Bagir) berkata :” apakah anak2 Nabi Ya’qub menjadi Nabi ?, beliau (Imam Muhammad al-Bagir) menjawab :” tidak , tapi mereka cucu dari para Nabi, mereka meninggal dalam keadaan selamat, telah bertaubat atas apa yang diperbuat, sedangkan syaikhoin ( Abubakar dan Umar) keduanya mati dalam keadaan belum bertaubat atas apa yang telah diperbuat kepada Amiril mukminin (syd Ali)
    Ni mas, apa anda mempercayai dua riwayat di atas dari Imam Muhammad Al-bagir ?? Bukankah sangat jelas sekali di dua riwayat itu bahwa beliau menyatakan syd Abubakar dan syd Umar kafir bahkan seluruh sahabat murtad kecuali hanya tiga orang di atas ??
    Sungguh sangat ironis sekali jika dua riwayat itu dari beliau, tapi beliau menikahi cucu syd Abubakar as-Siddiq seperti yang dalam artikel di atas ?? akankah beliau menikahi cucu dari orang yang sangat beliau benci bahkan beliau kafirkan ??
    Jika anda tidak membenarkan dua riwayat di atas dari beliau, akankah anda masih mengklaim beliau sebagai Imam Syi’ah dan mengakui yang di kitab2 syi’ah seperti al-Kafi (kitab rujukan orang syiah) sebagai ajaran beliau ??
    Pemalsuan2 oleh orang syi’ah semacam inilah mas yang menjadikan kita orang ahlussunnah wal jamaah tidaklah bangga bahkan tidak menerima jika beliau diklaim sebagai Imam Syi’ah.

  178. aldj mengatakan:

    @elfasi
    trims anda sdh tanggapi tulisan sy dgn baik.
    mdh2an ini ttp berlangsung
    kt anda:
    jika anda meminta ajaran Imam Muhammad al-Bagir dari ana, maka ana katakan gak perlu dari kitab tapi bisa langsung kita lihat dari akhlak dan ahwal para salaf, khususnya para habaib Hadramaut karena mereka mewarisinya dari abah ke abah hingga Imam Muhammad al-Bagir dan terus ke Rasulullah SAW.
    kt sy:
    bkn maksud sy mengecilkan arti habaib2 dr hadramaut,tp jwban anda adalah subjektif,dr kalangan syiahpun bisa sj mengatakan seperti itu,tp sy sangat heran dgn kata2 anda yg mengatakan tdk perlu.apa ini sekedar berdalih krn anda tdk memilikinya?
    sangat mengherankan apabila syiah memiliki ajaran2 mulia dr mereka n mentaatinya,kemudian anda mencela mereka.

    dr tulisan anda sangat jelas bhwsanya anda tdk mengenal ttg imam muhammad albaqir,bgmn mungkin orang sprt anda tdk mengenal ttg beliau kemudian mengatakan bhw beliau layak menjadi panutan??

    kt anda:
    Sebagaimana yang dikatakan oleh al-Habib Abdullah al-Haddad :

    ثَبَتُوا عَلَى قَدَمِ الرَّسُوْلِ وَصَـحْبِهِ # وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ فَسَـلْ وَتَتَبَّعِ
    “ mereka (para salaf) tetap pada sunnah Rasulullah, para sahabat, dan tabi’in, maka bertanyalah dan ikutilah “
    kt sy:
    sekali lg dgn tdk mengecilkan keutamaan beliau.
    bukankah dalil yg sangat kuat,yaitu ucapan rosul ttg hadits tsaqalain
    yaitu alquran n ittrati ahlulbaiti(rosul)
    sedang alquran mengatakan taatlah kalian kpd allah,rosul n ulilamri minkum
    cukuplah jelas alquran n hadits tsb sedang keduanya berbeda dgn ucapan habib abdullah alhadad,dgn husnudhon sy ke habib abdullah alhadad menurut sy ini bukan ucapan dr beliau.

    mengenai riwayat yg dinisbah kan imam muhammad albaqir,
    sy heran keanda n yg membenci syiah,anda telah memfitnah bhw syiah menganggap sahabat kafir,
    padahal kitab tsb mengatakan MURTAD(berpaling),apakah anda tdk tau perbedaan antara keduanya?
    jelas sekali bhw murtad sangat berbeda dgn kafir.
    murtad yg dimaksud bknlah murtad terhadap allah n rosulnya,murtad disini
    berkenaan dgn pembaitan mereka trhdp imam ali.
    menurut syiah,mereka(abubakar n umar)adalah orang pertama yg membaiat imam ali,pd peristiwa khaidr kum,tp setelah wafat rosul mereka berpaling(murtad).
    Sedang mengenai sampai wafatnya mereka belum bertaubat,krn memang mereka tdk pernah mengembalikan yg bukan haknya mereka kpd imam ali.

    perkawinan antara keturunan abubakar dgn imam ja’far,ini bknlah suatu indikasi bhw ini suatu pembenaran,bhwsanya antara abubakar n imam ali tdk ada masalah.

    anda tdk menyanggah sy antara membolehkan n ajaran,apakah krn anda sdh menerima argumen sy?

    salam damai…

  179. dayak mengatakan:

    @ aldj :
    1. sepanjang kita berdiskusi andalah yg tdk bisa mematahkan argumen sy,
    tp ketika sy mematahkan argumen anda,anda malah menghindar n tdk pernah mengakui kesalahan anda.
    jwb : apa gak kebalik anda bicara, bkn kah anda yg tidak bisa memberikan dalil sama ana. Saya Cuma diskusi mslh di bawa ini aja ma anda tapi sampai skrg anda msh g bisa membawakan dalil yg kuat dan membantahnya :
    – masalah akal hanya ngomong doang tapi gak bisa mengartikan, sedangkan saya sudah memenuhi permintaan anda dg mengartikan dan membawakan pendapat imam munawi. Giliran anda utk mengartikan dan manunjukkan syahid dr hadist tsb ttg keimanan , sampai skrg g ada jwban. Maz…. ana lama g nongol bkn apa, org syi’ah yg diskusi gak level dg ana. Maaf,,, bkn ana sombong, ana ingin ustadz anda yg gabung disini.
    – Salah membawa dalil tentang akal dg membawa surat al-imron , sampai skrg juga tidak mau mengaku salah padahal sudah saya bawakan tafsirnya waktu itu.
    – Ditanya tentang pengkafiran di al-kafi, jawaban nya sampai skrg Cuma itu aja “ saya memakluminya” anak tk bisa jwb memaklumi, tp memaklumi krn gak bisa .
    – Anda tanya tentang ma’rifah kpd allah, saya sudah menjawab nya dg dalil.
    2. kt sy:
    ajaran imam muhammad albaqir mana yg anda ikuti?
    jwb : ajaran beliau yg ana ikuti adalah beliau tidak pernah mengkafirkan orang muslim apalagi sahabat2 nabi spt di al-kafi , apalagi syd abu bakar n umar yg dikafirkan. Maka nya dari sisi ini saya curiga dg al-kafi krn ini bkn ajaran sang imam. Nenek imam muhammad bagir aja cucu syd abu bakar, g mungkinlah imam ali zaenal abidin nikah sama cucu orang yg murtad !
    sekarang saya ingin bertanya kpd anda satu saja :
    1. apa imam muhammmad bagir pernah melaknat orang muslim ?????

  180. elfasi mengatakan:

    @ all pengunjung, klo dibandingkan antara ahlussunnah dan pengikut/pengagum syi’ah seperti ALDJ, maka akan tanpak beberapa perbedaan. So, ana mau menampilkan perbedaan itu sebagai berikut :
    PERBEDAAN AHLUSSUNNAH DAN ALDJ/SYI’AH/ORANG YANG BERTAQIYYAH
    1. AHLUSSUNNAH : mengetahui dan mengikuti perkataan dan ajaran al-habib Abdullah al-Haddad.
    ALDJ : tidak mengetahui dan tidak pernah membaca kalam beliau, bahkan mengingkarinya.

    2. AHLUSSUNNAH : mengakui kekhalifaan syd Abubakar, syd Umar, syd Utsman dan syd Ali.
    ALDJ : hanya mengakui kekhalifaan syd Ali.

    3. AHLUSSUNNAH : mengakui bahwa syd Abubakar, syd Umar, syd Utsman sahabat dan islam.
    ALDJ : mengakui bahwa mereka murtad karena merebut kekhafiaan syd Ali. (wah.. aneh sekali… berarti syd Ali menjadi pelopor kemurtadan mereka karena telah membaiat mereka…???)

    4. AHLUSSUNNAH : murtad dan kafir sama (sama2 keluar dari islam).
    ALDJ : murtad tidak sama dengan kafir……..(lucu sekali…..).

    5. AHLUSSUNNAH : kekhalifaan syd Ali bukan termasuk dari rukun iman.
    ALDJ : kekhalifaan syd Ali termasuk rukun iman… (aneh orang menetang rukun iman tidak dihukumi kafir …?? ).

    6. AHLUSSUNNAH : ajaran para Imam ahlil bait adalah thoriqoh yang diambil langsung oleh para ahlul bait dengan mencontoh amalan orang tua mereka hingga bersambung pada Nabi SAW.
    ALDJ : ajaran para Imam ahlul bait adalah apa yang ada dalam kitab seperti al-Kafi (berarti orang syi’ah tidak mengikuti ahlul bait tapi mengikuti al-Kulaeni pengarang al-Kafi yang bukan termasuk ahlul bait ).

    So, kita akan mengikuti yang manakah….????

  181. aldj mengatakan:

    @dayak
    semua tulisan anda tlah sy sanggah,coba anda bc tulisan anda banyak yg anda tdk sanggah.
    soal diskusi kita ttg hadits imam ali,terlihat jelas apa yg sy tulis tdk berbeda dgn apa yg forsan tulis.
    soal akal n ilmu sdh sy jelaskan,kesimpulan sy trhdp anda,anda tdk mengerti ttg akal.krn anda menganggap akal berkonotasi negatif.
    pdhal akal adalah salah satu unsur terpenting dr diri manusia,anda tdk akan mendapatkan ilmu yg sempurna klu anda tdk memiliki akal yg sempurna.
    akal adalah tempat dimana ilmu bersemayan,anda tdk bisa memisahkan keduanya.
    akal adalah pembeda mana yg baik n yg buruk
    akal adalah sarana anda utk bisa mengenal diri kemudian mengenal allah.
    sdh sy jelaskan sebagian ttg akal ke anda.tolong jelas kan ke sy ttg akal.
    tp sy harap bkn diform ini.tp diform yg sebelumnya.
    ..pengkafiran dialkafi
    silahkan anda sanggah tulisan sy diatas,sy ragu apa anda2 memiliki kitab tsb.paling2 anda mengutip dr kitab2 wahabi(kelompok tanduk setan dr najed)
    membedakan antara murtad n kafir sj tdk bisa,
    ..imam muhammad albaqir,
    dr tulisan anda ttg beliau terlihat jelas bhw anda tdk mengenal ttg beliau.
    anda lebih mengenal seorang imam syafi’i dr pd beliau,anda lebih mengenal bukhari dr beliau,anda lebih mengenal penafsir2 quran yg lain dr pd beliau
    pd hal mereka semua tdk ada artinya dgn beliau.
    sedang kelompok lain yg jauh lebih mengenal beliau dr anda,dan menjdkannya sebagai imam n kemudian mentaatinya setaat2nya sbgm mana perintah allah utk mentaati ulilamri minkum.lalu anda2 mengatakan mereka adlh orang2 fasiq n sesat,menyedihka….
    ini krn kalian membaca kitab2 yg menghasut ttg mereka.

    kt anda:
    imam. Nenek imam muhammad bagir aja cucu syd abu bakar, g mungkinlah imam ali zaenal abidin nikah sama cucu orang yg murtad !
    kt sy:
    inilah contoh fanatik buta,n tdk melihat sejarah.
    rosulpun menikahi cucu2 yg neneknya seorang kafir n musyrik,imam husin menikahi seorang keturunan dr penyembah api(persia).jd pernikahan tsb tdk mengindikasi bhw antara imam ali n abubakar tdk ada mslh.
    kt anda:
    sekarang saya ingin bertanya kpd anda satu saja :
    1. apa imam muhammmad bagir pernah melaknat orang muslim ????
    kt sy:
    silahkan anda berdiskusi dgn sy di prihal laknat

    @elfasi
    anda jgn ngorol ngidul dulu,sanggah sj tulisan sy.
    anda tdk perlu mengintimidasi sy dgn mengatakan sy syiah,sehingga mrk2 yg sprt anda memberikan prasangka buruk trhdp sy,shingga mereka tdk membcnya dgn akal tp dgn hawa nafsu
    jwb pertanyaan sy sj.klu perlu sedikit sy rinci
    1.adakah anda lihat hadits n quran menunjukan perbedaan dr ucapan habib abdullah alhadad(?)?
    2.samakah antara murtad n kafir?
    3.apakah anda betul2 mengenal imam muhammad albaqir?sbgm mna anda mengenal orang2 yg sy sebutkan di@dayak(atas)
    4.adakah dlm riwayat2 bhw abubakar n umar telah berbaiat ke imam ali di ghaidrkum(haji wada).
    5.bisakah anda membedakan kata membolehkan n mengajarkan?

  182. hairan mengatakan:

    betulkah murtad tidak sama dengan kafir..?? aku pelik dan hairan..selama nie aku paham bahawa murtad tu beerti terkeluar dari islam,yakni kafir…. bahaya juga putar belit org syiah nie..

  183. aldj mengatakan:

    @hairan
    silahkan baca quran salah satunya,Qs;almaidah 54
    klu anda tdk faham,jgn katakan orang lain putarbelit.
    sy tdk pernah membawa2 syiah atw sunni,diskusi sy utk kebenaran

  184. elfasi mengatakan:

    @ hairan, memang begitulah kenyataannya, jika anda masih kurang yakin, silahkan anda baca komentar2 ALDJ di artikel berikut : BENARKAH IMAM MUHAMMAD AL-BAGIR SYI’AH, ASYURA’ HARI BERKABUNG, BILA SYI’AH JADI WALI NIKAH, AHLUL BAIT PENEBAR RAHMAT BUKAN LAKNAT, maka akan tampak sekali perbedaannya dan tampak bahwa jawaban dari aldj putar belit belaka, tidak berdasar pada dali2 yang jelas…

  185. aldj mengatakan:

    @elfasi
    anda jwb sj pertanyaan sy n jgn putarbelit

  186. elfasi mengatakan:

    @ aldj, sungguh lucu klo anda bertanya “apakah anda mengenalImam MUhammad albagir ?”, justru karena kami mengenal beliau kami menentang adanya penipuan2 dan pembelokan2 yang dilakukan oleh orang syi’ah dengan menisbahkan kepada beliau, dan sebaliknya andalah sebenarnya yang tidak mengenal pribadi beliau sehingga anda terima segala yang dinisbahkan kepada beliau lalu anda telan mentah2 begitu saja….. anda begitu percaya dengan khobar yg dibawa oleh al-Kulaeni dalam al-kafi-nya, padahal bukan seorang ahlul bait dan bukan pula murid dari Imam Muhammad al-bagir…..

    Alhamdulillah, ana terlahir dari keluarga sunni dan dididik untuk mengikuti ajaran ahlul bait dengan meneladani akhlak dan ajaran orang tua kami, para leluhur dan salafus sholeh kami (para habaib) yang tidak diragukan lagi kebenarannya dan bersambungnya kepada Imam MUhammad albagir, tidak seperti anda yang lebih percaya kepada al-Kulaeni dari pada para salaf, lebih percaya yang di al-kafi dr pada perkataan salaf sperti al-Habib Abdullah al-Haddad, dll….
    -salam damai-

  187. aldj mengatakan:

    @elfasi
    1.anda bicara berdasakan prasangka,pd hal sy membuka peluang diskusi dg anda n dayak prihal alkafi.
    2.prihal imam muhammad albaqir sy katakan anda tdk mengenalnya krn anda hanya berucap sj mengenal tp tanpa dasar/dalil
    andai sj anda memiliki kitab alkafi,sangat banyak ucapan2 mulia dr beliau yg anda bisa lebih mengenal ttg beliau.tp syg anda mendptkan ucapan2 beliau hanya dr nukilan2 dr kitab2 wahabi,yg jelas2 mereka adalah pembenci ahlulbait,sehingga mereka meberikan tafsiran2 yg salah atas ucapan beliau.salah satunya tafsiran mereka bhw syiah mengkafirkan sahabat,alquran syiah berbeda.
    hadits:”barang siapa yg tdk mengenal imamnya pd zamannya,maka matinya mati dlm keadaan mati jahiliyah”.
    3.anda menggugat pribadi kulaeni dgn mengatakan beliau bkn ahlulbait n bkn murid imam baqir.
    klu seperti itu yg anda katakan,justru ahlusunnah diposisi yg sangat lemah, banyak ulama2 ahlusunnah yg ilmu mereka dijadikan dalil tp ternyata mereka tdk berhub sama sekali baik ilmu maupun nasab dgn ahlulbait,bahkan cendrung membenci n memusuhi.
    sekedar sy ingatkan bhw habaib2 yg anda maksudkan bkn lah ahlulbait yg dimaksudkan dlm alquran al ahzab 33.
    4.ttg posisi anda sbg ahlusunnah,buat sy itu hak anda.dgn dekatnya anda dgn kalangan habaib2 itu sdh hal yg baik.
    5.soal hb abdllah alhaddad,sebaiknya anda mengkaji lebih dlm,apakah ucapan2 beliau yg bertentangan dgn dalil quran n hadits adlh murni dr beliau?
    menurut sy ucapan beliau(?) yg bertentangan dgn alquran n hadits adalah bag dr manipulasi oleh orang2 yg tdk senang dgn keberadaan syiah dgn mengatas namakan beliau utk menentang dalil2 kuat syiah,agar para habaib2 tdk menyebrang ke syiah,krn segan n menghormati beliau
    6.klu anda tdk ingin sy katakan berprasangka,jwb sj pertanyaan sy diatas.
    salam damai

  188. elfasi mengatakan:

    @ aldj, maaf mas, klo anda mengira ana membawakan riwayat Imam al-Bagir di kitab al-Kafi hanya nukilan dari wahabi maka anda salah,….. ana punya kitabnya n ana baca dimana disitu banyak sekali riwayat2 yg sangat tidak pantas keluar dari lisan para imam2 ahlul bait spt Imam Ali Zainal Abidin, Imam Muhammad al-Bagir, imam Ja’far as-Shodiq dll…… buktinya kami bawakan scan kitab aslinya
    Mas, anda kan mengakui keutamaan dan kemuliaan para Imam, apakah anda ridho dengan pengkafiran sahabat/ adanya kekurangan ayat al-Qur’an dinisbahkan kepada beliau…????. karena inilah, kami sangat menentang syi’ah krn penisbahanan yang tidak pantas dengan kemuliaan mereka. Mas, justru sebaliknya ana meragukan kecintaan anda kepada mereka, buktinya anda tidak tergerak sedikitpun dengan riwayat2 semacam itu, tp justru membela…….

    Anda katakan :”anda menggugat pribadi kulaeni dgn mengatakan beliau bkn ahlulbait n bkn murid imam baqir. klu seperti itu yg anda katakan, justru ahlusunnah diposisi yg sangat lemah, banyak ulama2 ahlusunnah yg ilmu mereka dijadikan dalil tp ternyata mereka tdk berhub sama sekali baik ilmu maupun nasab dgn ahlulbait,bahkan cendrung membenci n memusuhi. sekedar sy ingatkan bhw habaib2 yg anda maksudkan bkn lah ahlulbait yg dimaksudkan dlm alquran al ahzab 33.”
    Mas, ana mau tanya n tolong dijawab :” yang dikatakan ahlul bait menurut anda itu siapa saja ??. dan yang dimaksud di ayat al-Ahzab itu hanya berlaku untuk siapa saja ???.
    Klo anda katakan kenapa ahlussunnah khususx kalangan habaibx bahkan al-Habib Abdullah al-Haddad dalam fikihnya lebih memilih Imam Syafi’i bukan kepada Imam Muhammad al-Bagir, alasanx singkat karena gak ada kitab karangan mereka sendiri yang menulis tentang fikih n lainnya, klo pun ada hanya riwayat yg ditulis oleh orang yang bukan murid beliau sendiri spt al-kulaeni yg sudah diselipi dgn pemalsuan2 berlabelkan ahlil bait…. apakah kitab spt ini layak dipercaya untuk diikuti…????

    Anda katakan :” menurut sy ucapan beliau(?) yg bertentangan dgn alquran n hadits adalah bag dr manipulasi oleh orang2 yg tdk senang dgn keberadaan syiah dgn mengatas namakan beliau utk menentang dalil2 kuat syiah,agar para habaib2 tdk menyebrang ke syiah,krn segan n menghormati beliau”.
    Mas, dari sisi mana ucapan alhabib Abdullah al-Haddad bertentangan dengan al-Qur’an n sunnah ?? emang pemahaman anda spt apa ???. apakah jika beliau mengatakan klo habaib mengikuti para sahabat dan tabi’in dinyatakan telah menentang al-Qur’an dan sunnah ???
    Klo anda gak tau soal perkataan dan kitab2 beliau gak usah menuduh yg gak2 mas, tambah menunjukkan anda tidak berdalil sama sekali….. perkataan beliau itu tercantum dalam qosidah ‘ainiyahnya yg disyarahi oleh murid kesayangan beliau alhabib Ahmad bin Zein Al-Habsy…
    Saran ana :” baca dulu baru komentar……!!! jangan2 anda yg membela syi’ah (karena gak pernah mengakui syi’ah) gak punya kitab al-Kafi apalagi membacax, tp anda dapatkan dari orang lain aja……..
    Salam damai…

  189. aldj mengatakan:

    @elfasi
    andai sj anda memiliki kitab alkafi,semestinya anda kagum dgn kitab tsb.
    sy msh berkeyakinan anda tdk memilikinya,krn tafsiran anda ttg sahabat n alquran persis tafsiran dr kaum wahabi,yg sll memberi kesan buruk trhdp ahlulbait rosul,bhkan rosul sendiri.
    1.sahabat
    anda msh belum faham beda antara murtad n kafir,sekali lg murtadnya sbgian ummat bada wafat rosul adlh berkenaan dgn baiat mereka trhdp imam ali,tp mereka berpaling
    Qs;alimran 144.
    Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
    2.Quran
    sebenarnya justru dalil2 dr ahlusunnahlah yg mengatakan bhw quran tdk lengkap.
    coba anda perhatikan baik2 kalimat di alkafi,apakah disitu dikatakan alquran atw wahyu?apakah anda bisa bedakan antara wahyu n alquran?
    syiah jelas2 menolak ttg dalil bhw quran tdk lengkap,tp justru ahlu sunnah dikitab shahih bukhari mengatakan alquran tdk lengkap,bahkan umar mengatakan hal tsb.
    3.ahlulbait
    berdasarkan asbabunnuzulnya,ahlulbait pd waktu itu adalah ali,fatimah,hasan n husein.
    menurut ulama ahlusunnah mereka sajalah yg ahlulbait.
    menurut ulama syiah 9 imam berikutnya jg termasuk ahlulbait.
    sedang yg lainnya dikatagorikan ittrah kemudian dzuriyat.
    4.kt anda:
    Klo anda katakan kenapa ahlussunnah khususx kalangan habaibx bahkan al-Habib Abdullah al-Haddad dalam fikihnya lebih memilih Imam Syafi’i bukan kepada Imam Muhammad al-Bagir, alasanx singkat karena gak ada kitab karangan mereka sendiri yang menulis tentang fikih n lainnya
    kt sy:
    anda sungguh2 naif,apakah menurut anda ilmu2(fiqh)mereka telah hilang? bkn kah hadits rosul mengatakan bhw kita harus berpegang kemereka?dgn statment anda sprt itu sama sj anda katakan bhw ucapan rosul adalah omong kosong.atw anda katakan sanad keilmuan habib abdullah terputus
    ketika anda tdk memiliki ilmu2 dr mereka jgn anda memvonis bhw ilmu mereka tdk ada lg.
    5.habib abdullah alhadad
    anda lihat tanda(?) itu artinya sy sangsi apakah itu ucapan beliau,n itu artinya sy husnudhon trhdp beliau.anda2lah yg kadang saking fanatik buta yg akhirnya mlh melemahkan posisi beliau.
    lihat lah dalil quran n hadits ttg siapa yg mesti di ikuti bada rosul
    tp anda tulis bhw habib abdullah mengikuti hal yg berbeda
    ini bunyi tulisan anda:
    “ mereka (para salaf) tetap pada sunnah Rasulullah, para sahabat, dan tabi’in, maka bertanyalah dan ikutilah “
    knp habib abdullah tdk mengatakan:
    “mereka ttp pd sunnah rosul yaitu berdasarkan alquran n ittrati ahlulbaiti(rosul)”
    manakah dalil yg benar menurut anda,yg sy tulis ataw yg anda tulis,tolong jwb n hilangkan dulu fanatik buta anda,spy anda bisa melihat mana yg benar n krn ini dalilnya sangat jelas jgn anda sprt yg lainnya(imam nawawi)main taqwil kpd sesuatu yg sdh jelas lalu merubah arti yg sebenarnya.
    6.syiah
    maaf ya..ilmu itu bisa dimana sj,ketika kita membuka mata n hati kita maka buat sy tdk ada aliran2
    sy hanya seorang yg mencoba utk mengikuti ajaran rosul,yaitu berdasarkan sunnah rosul utk mencintai ahlulbait n sll mencoba utk mengikuti jalan mereka,klu ilmu itu sy dptkan dr ahlusunnah maka sy ambil,begitu pula dr syiah.
    anda mesti tau alquran n ahlulbait adalah satu2nya cara utk selamat,tp sadikit sekali yg menyadari,sbgian hanya berucap sj mengikuti mereka,tp jln yg dipakai bkn jln dr mereka,
    anda lihat salah satunya imam nawawi memakruh kan ucapan alihsalam,bgmn beliau saking membela musuh2 ahlulbait,lalu mengaburkan keutamaan ahlulbait
    anda bisa lihat,bgmn bukhari sedikit sekali memngeluarkan riwayat2 ttg keutamaan ahlulbait,pdhal kitab2 lain mengeluarkannya,sprt ttg hadits tsaqalain.
    anda lihat bgmn sejarah mengungkap ulama2 ahlusunnah yg sholeh(an nasa’i) terbunuh secara keji dikarnakan membela n mengutamakan ahlulbait dr yg lainnya.
    cobalah anda buka matahati anda,bhw ada segolongan ummat(wahabi) n yahudi ingin menjauhkan ummat ini dr ahlulbait,ini sdh berlangsung ribuan tahun,bahkan disaat2 akhir hidup rosul hal ini sdh terjadi.
    ini dikarnakan mereka tau apabila ahlulbait menjadi pegangan ummat maka islam ini akan jaya.

    salam damai..

  190. elfasi mengatakan:

    @ aldj, anda said :” andai sj anda memiliki kitab alkafi,semestinya anda kagum dgn kitab tsb” ===mas, dari mana bisa kagum, dengan kitab yg telah menisbahkan sesuatu yg gak layak pada Imam Muhammad al-Bagir dan imam2 yg lain…??? mas, ahlussunnah tuh justru orang yg ingin mensucikan kemuliaan para imam ahlil bait dari segala yg gak layak dgn kemuliaan mereka, tidk spt anda yg justru teracuni dgn orng yg ingin menghancurkan kemuliaan mereka dgn menisbahkan sesuatu yg bisa merusak kemuliaan mereka….

    Qs;alimran 144. “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

    == mas, orang yg berbalik ke belakang dalam ayat itu gak kafir ya tp hanya murtad…???
    Lagi2 jgn bawa tafsiran sendiri, nt menghujat Imam Nawawi dgn takwilannya, tp anda lebih parah lg udah gak ada ilmu spt Imam Nawawi tp berani mentafsiri dgn pikiran anda sendiri….. lihat tafsirnya mas…..

    berdasarkan asbabunnuzulnya,ahlulbait pd waktu itu adalah ali,fatimah,hasan n husein. menurut ulama ahlusunnah mereka sajalah yg ahlulbait. menurut ulama syiah 9 imam berikutnya jg termasuk ahlulbait. sedang yg lainnya dikatagorikan ittrah kemudian dzuriyat.

    Wah berarti 9 imam tu bukan itrah Nabi ya dan bukan pula dzurriyat….?? trus dalil 9 imam berikutx aja yang termasuk ahlil bait tu mana mas….tunjukkan satu aja ??
    Mas, klo anda mau tau, ahlussunnah tidaklah membatasi ahlulbait hanya pada syd Ali, sydt Fatimah, syd Hasan dan syd Husein, tp kami menyebut mereka sebagai ahlil kisa’, sedangkan ahlul bait adalah semua keturunan dari mereka yaitu keturunan syd hasan dan syd husein… so, para habaib yg ada ini semuanya dikategorikan sbg ahlulbait.

    anda sungguh2 naif,apakah menurut anda ilmu2(fiqh)mereka telah hilang? bkn kah hadits rosul mengatakan bhw kita harus berpegang kemereka?dgn statment anda sprt itu sama sj anda katakan bhw ucapan rosul adalah omong kosong.atw anda katakan sanad keilmuan habib abdullah terputus. ketika anda tdk memiliki ilmu2 dr mereka jgn anda memvonis bhw ilmu mereka tdk ada lg.

    Mas, anda yg mengklaim mengenal betul ajaran Imam Muhammad al-Bagir, coba tunjukkan satu aja sumberx dari kitab beliau sendiri…. paling tidak kitab yg langsung ditulis oleh murid beliau..(ana tunggu,,,)
    ana gak mengatakan ilmu mereka hilang, makanya kita tetap katakan mengikuti ajaran beliau tp bersifat thoriqoh inilah yg saya katakan diambil dari ayah ke ayah hingga para Imam dan bersambun ke Rasul, sedangkan ilmu syari’atnya (madzhab) harus dengan sumber yg bisa terpercaya dan tertulis…bukan cuman riwayat yg gak valid spt hny riwayat2 saja lalu diikuti semuanya walaupun penuh dgn pembelokan dan pemalsuan….

    lihat lah dalil quran n hadits ttg siapa yg mesti di ikuti bada rosul, tp anda tulis bhw habib abdullah mengikuti hal yg berbeda, ini bunyi tulisan anda: “ mereka (para salaf) tetap pada sunnah Rasulullah, para sahabat, dan tabi’in, maka bertanyalah dan ikutilah “ . knp habib abdullah tdk mengatakan: “mereka ttp pd sunnah rosul yaitu berdasarkan alquran n ittrati ahlulbaiti(rosul)”

    Sungguh aneh sekali, klo anda gak paham perkataan beliau jngan ikut ngomentari beliau mas tapi tanya aja dulu apa benar tu perkataan hb Abdullah alhaddad… pernyataan anda sangat mengindikasikan bahwa orang yang mengikuti sahabat (termasuk hb Abdullah alhaddad dan para salaf) adalah orang yang salah… inilah bukti kebencian anda pada para sahabat, dan dari sinilah letak perbedaan ahlussunnah khususnya para habaib dgn anda n orang2 syi’ah…. kita tetap mengikuti para imam ahlul bait tp tidak melupakan para sahabat yg telah berjuang bersama Rasulullah dgn segalanya…
    Oleh karena itu, sungguh lucu sekali.. orang spt anda yang dari awal komentarx tanpa dalil yg jelas, mentafsiri al-Qur’an dan hadits dgn pikiran sendiri, lalu menghujat ulama’2 besar spt Imam Bukhori dan imam Nawawi dan anda begitu berani menuduh mereka bermaksud menghilangkan keutamaan ahlul bait.. anda hanya bisa komentar tnp membaca kitab2 mereka, makanya anda sangat tidak mengenal pribadi mereka, dr ilmu saja orang bisa mengenal siapa anda dan siapa mereka mas,
    Klo anda katakan kami orang ahlussunnah telah terpengaruh oleh wahabi yg bertujuan menjauhkan kami dari ahlul bait, maka ana katakan wahabi hanya penyakit yg baru muncul sejak muhammad bin abdilwahab aja, bukan ribuan tahun yg lalu… yg justru telah ada ribuan tahun yg lalu adalah kaum rofidhi yg ingin merusak nama baik ahlul bait dan ingin mengkafirkan para sahabat dgn berlabelkan cinta ahlulbait, buktinya tidak ada dari dulu habaib kita spt hb Abdullah alHadad, syekh Abubakar bin Salim, dll yg mengikutina… inilah bukti nyata bahwa ajaran ahlulbait tidaklah mengajarkan kebencian apalagi mengkafirkan para sahabat, tp ajaran ahlul bait adalah menampakkan kemurnian ajaran Rasul yaitu akhlak yg mulia…..
    -salam damai-

  191. aldj mengatakan:

    @elfasi
    ….kitab2 syiah
    semakin jelas buat sy anda tdk memiliki kitab2 tsb,
    perbedaan yg jelas,ulama2 syiah ketika mereka mengkritisi kitab2 ahlusunnah mereka sdh mempelajari kitab2 ahlusunnah,sebagian kitab2 tsb mereka puji dan dijadikan dalil pembenaran sebagian lg mereka kritisi n mereka tolak sbg dalil
    berbeda dgn anda hanya mengambil dr kitab2 yg membenci keberadaan merka kemudian anda memberi kesimpulan yg menyeluruh,
    dr sini sj anda sdh lain dalam mendalami ilmu islam.
    …..murtad
    maaf anda tdk mengetahui perbedaan kafir n murtad.
    satu contoh buat anda
    apabila rosul memberikan perjanjian kpd anda kemudian anda menerima perjanjian tsb,tp setelah beliau wafat anda lalu melanggar perjanjian tsb,apa lalu anda akan dikatakan kafir?pdhal perjanjian tsb tdk berhub dgn keimanan anda trhdp syahadatain.
    …ahlulbait
    sy baru dengar bhw habaib(semua keturunan hasan husein)adlh ahlulbait,ada dalilnya ga ya..?
    hati2 ya anda sdh temasuk yg menyetuji bbrp habaib fasiq n sesat.artinya anda katakan bbrp ahlulbait fasiq n sesat.
    kt anda:
    Mas, anda yg mengklaim mengenal betul ajaran Imam Muhammad al-Bagir, coba tunjukkan satu aja sumberx dari kitab beliau sendiri…. paling tidak kitab yg langsung ditulis oleh murid beliau..(ana tunggu,,,)
    kt sy:
    nah jelaskan anda tdk memiliki kitab2 syiah,
    anda sendiri punya ga kitab2 yg ditulis oleh murid beliau?
    kt anda:
    ana gak mengatakan ilmu mereka hilang, makanya kita tetap katakan mengikuti ajaran beliau tp bersifat thoriqoh inilah yg saya katakan diambil dari ayah ke ayah hingga para Imam dan bersambun ke Rasul,
    kt sy:
    sdh jelas scr tdk langsung anda katakan bhw ilmu mereka hilang,krn anda tdk memiliki bukti kuat,
    sedang ajaran yg bersambung dr bapa ke bapa sd rosul,orang2 syiah yg memiliki nasab sama pun bisa mengatakan hal yg sama sprt anda,ini yg sy katakan argumen anda subjektif.
    anehnya mereka syiah memiliki kitab2 yg berisi ucapan2 ahlulbait anda tolak,hanya krn berbeda faham dgn anda,logika apa ini?
    kt anda:
    sedangkan ilmu syari’atnya (madzhab) harus dengan sumber yg bisa terpercaya dan tertulis…bukan cuman riwayat yg gak valid spt hny riwayat2 saja lalu diikuti semuanya walaupun penuh dgn pembelokan dan pemalsuan….
    kt sy:
    nah aneh kan,anda tdk memiliki ilmu syareat dr mereka,n anda lalu memakai syareat yg lain(imam syafii mungkin),lalu kemana syareat mereka?
    sedang ada kitab lain yg menyatakan ada ko syareat ahlulbait,lalu dgn seenak perut mengatakan ada pembelokan n pemalsuan.tanpa anda pelajari scr mendalam tp hanya mengutip dr kitab2 wahabi ttg syiah.
    sekali lg dimana logika brfikir anda?
    kt anda
    pernyataan anda sangat mengindikasikan bahwa orang yang mengikuti sahabat (termasuk hb Abdullah alhaddad dan para salaf) adalah orang yang salah… inilah bukti kebencian anda pada para sahabat
    kt sy:
    sungguh anda sangat naif,
    sy bisa sj jg mengatakan ke anda bhw anda membenci ahlulbait.
    anda bicara fanatik,sedang sy bicara dalil,ketika sy ungkapkan dalil,n ternyata dalil tsb tdk memuat sahabat didlmnya itu bkn berindikasi bhw sy membenci sahabat,
    apa menurut anda tdk cukup ucapan rosul ttg hadits tsaqalain?dgn menambah2 kan yg lain.
    itu krn anda tdk mengenal ahlulbait lalu anda memakai yg lain,tp klu anda mengenal mereka,cukuplah apa yg dikatakan rosul,utk berpegang ketsaqalain sj

    ..bukhori n imam syafii
    jgn anda katakan bhw ketika ada sesuatu yg salah dr mereka lalu kita katakan menghujat mereka.
    anda fanatik buta.
    sy bisa buktikan ke anda bhw ada hadits2 dr bukhari yg bertentangan dgn alquran n sunnah rosul,pdhal ulama2 ahlusunnah sdh memberi label shahih.
    manusia bisa salah,kecuali orang2 yg sdh dipelihara oleh allah,yg mereka tejaga dr kesalahan.
    maaf sedikit melenceng,
    mesti diakui bhw orang2 sprt anda kelewat fanatik trhdp sahabat n ulama2 anda.sadar atw tdk,krn ke fanatikannya rela menghina rosul demi memuliakan sahabat n ulama2

  192. elfasi mengatakan:

    @ aldj, lama2 tambah keliatan lucu diskusi dgn anda…. ana minta dalilnya tp anda berusaha untuk mengalihkan pertanyaan dgn memberika pertanyaan balik…. gk usah berbelit mas, jawab aja :
    1. Mana dalil anda bahwa ahlil bait hanya terbatas pada 9 Imam itu tp tidak pada smua keturunan yg lainnya…??
    2. Bukti ajaran Imam Muhammad al-Bagir yg valid dan dapat dipercaya khususnya kitab beliau sendiri atau karangan murid beliau langsung….???
    apakah anda menganggap kitab al-kafi sbg bukti valid anda akan ajaran beliau….padahal selisih kurun keduanya sangat jauh ? Imam Muhammad al-bagir wafat tahun 112 H, sdangkn al-kulaeni tahun 329 H, ataukah kitab “MAN LAA YAHDHURUHUL FAQIH “ karangan Ibn Babawaih meninggal thn 381 H ??
    mas, seandainya ana bawakan kitab alkafi dihadapan anda, pasti anda akan menolak dan mengatakan itu bukan alkafi kitab kami..???

    bukhori n imam syafii, jgn anda katakan bhw ketika ada sesuatu yg salah dr mereka lalu kita katakan menghujat mereka.anda fanatik buta. sy bisa buktikan ke anda bhw ada hadits2 dr bukhari yg bertentangan dgn alquran n sunnah rosul,pdhal ulama2 ahlusunnah sdh memberi label shahih.

    Mas, emang dr mana kesalahan mereka,..??? orang2 bakal ketawa anda menyalahankan ulama’ selevel Bukhori n Imam Syafi’i…. lha wong anda gak ngerti ttng dalil kyk gitu mau menyalahkan imam Bukhori ahli hadits yg telah diakui oleh para ahli hadits ratusan tahun lalu…
    Klo anda katakan orang sunni telah tercemar penyakit wahabi, justru andalah telah terkena wabah albani sama menghujat imam Bukhori n mengontari riwayat beliau….. ???

    @ forsansalaf, mohon seleksi kembali komentar2 yg masuk n jgn sembarang mengapprove krn dr jawaban aldj sungguh sangat jauh dari maksud, ditanya dalil, tp justru ingin mengalihkannya dgn melontarkan pertanyaan. Klo ini diteruskan bakal jauh dari yg anda inginkan dalam mendiskusikan artikel yg anda buat..
    Sekali lagi, buat mas admin, jika anda ingin artikel anda tetap konsist dgn diskusi ilmiahnya, jgn sembarang approve n selalu berikan teguran ke smua pihak yg komentarx dah keluar dari jalur atau hny komentar sndiri tnpa dalil… terima kasih smoga diperhatikan,….

  193. forsan salaf mengatakan:

    @ elfasi, terima kasih atas kritikannya, kami akan lebih menyeleksi lagi komentar-komentar yang masuk.
    @ aldj dan all pengunjung, kami harap komentar-komentar anda di artikel kami ilmiah dan syarat dengan dalil yang jelas bukan pendapat pribadi.
    Kepada saudara aldj, kami minta anda bisa memberikan bukti-bukti yang jelas akan pendapat anda tentang ajaran Imam Muhammad al-Bagir, referensi kitab beliau sendiri atau karangan murid beliau langsung. Dan kami minta juga anda sebutkan dalil tentang pembatasan ahlil bait pada 9 Imam itu saja dan tidak pada yang lainnya, agar diskusi kita tidak terkesan debat kusir belaka yang tidak ada sedikitpun titik temunya.
    Atas segala perhatian dan gabungannya, kami ucapkan terima kasih.

  194. aldj mengatakan:

    @elfasi n forsan
    baiklah sy akan berikan anda dalil
    menurut gol syiah seorang imam hrslah maksum,sehingga qs;al ahzab 33 diperuntukan bagi mereka,begitu pula di alwaqiah
    dari dalil ahlusunnah sendiri jg menyebutkan ttg jumalah tsb
    .shahih muslim
    diriwayat kan dr jabir bin samurah,”nabi saw berkata.’mslh tdk akan berakhir,sampai berlalu 12 khlifah
    sebagian dalil dgn tambahan “semua dr bani qurays”
    ini sy tampilkan satu dalil dr ahlusunnah,pdhal msh banyak lg dalil yg sama.

    dalil dr syiah
    dlm Tadzkirah al khawwash,hal 121-122 bab vi
    syu’bah n saad bin al hajja meriwayatkan dr hisyam bin yazid,bhw ia berkata,
    “aku,abu dzar,salman,zaid bin arqam sedang duduk bersama rosul,beliau lalu bersabda,’allah menciptakan ku n ahlulbaitku dr satu cahaya,7rb thn sblm adam diciptakan.lalu allah memindahkan cahaya kami kesulbi adam dan setelahnya kami berpindah2 dr sulbi orang2 suci ke rahim2 yg suci pula.
    “wahai rosulullah ,lalu dimanakah anda n ali saat itu?dan dlm bentuk apa? tanya ku,kami dlm rupa cahaya dibwh ARSY n bertasbih memuji Nya,kemudian beliau melanjutkan,”ketika aku di mi’rajkan kelangit n sampai ke shidratul muntaha,jibril berpamit kpd ku,aku berkata,’jibril kekasih ku,engkau tdk akan menyertaiku?,’wahai muhammad aku tdk dapat melampaui batas ini’,apabila aku melakukannya maka sayapku akan terbakar’.jwb jibril.Aku lalu memasuki alam penuh cahaya yg tiada batas,
    Allah lalu berfirman kpd ku,”wahai muhammad Aku menengok ke bumi n memilihmu menjadi nabi.kemudian aku tengok keduakalinya n aku memilih ali sebagai washi,pewaris ilmu n pemimpin setelah mu.Aku akan mengeluarkan keturunan suci dr sulbi kalian dan mereka akan menjadi khasanah ilmu Ku.bila bukan karna kalian,Aku tdk menciptakan dunia,akhirat,surga n neraka.apakah engkau ingin melihat mereka?,Ya jwb ku,
    lalu ada suara yg menyuruhku mengangkat kepala.ketika aku mengangkat kepala,
    aku melihat cahaya ali,hasan,husein,ali bin husein,muhammad bin ali,jafar bin muhammad,musa bin jafar,ali bin musa,muhammad bin ali,ali bin muhammad,hasan bin ali,n al hujjah bersinar bagai gemintang.
    aku lalu bertanya,’tuhan ku siapakah mereka n siapa ini?.wahai muhammad mereka adalah para imam suci setelah mu,yg berasal dr sulbi mu.sedang dia adalah hujjah yg akan memenuhi bumi dgn keadilan,n pelipur lara kaum mukmin.”
    “Demi ayah n ibu kami,Anda telah mengatakan sesuatu hal yg aneh n menakjubkan,kata kami.
    beliau lalu bersabda,”dan yg lebih aneh adlah mereka yg mendengar hal ini dari ku,namun mereka murtad setelah beroleh bimbingan dr ku,mereka akan mengusik keturunan ku n aku tdk memberikan syafaat kpd mereka.

    Ini sj dulu dalil yg sy berikan n masih banyak lg dalil yg diberikan oleh syiah ttg 12 imam ini
    utk spy tdk terlalu melebar n krn terlalu panjang jwbn yg sy tulis maka poin ini dulu yg sy jwb.
    sekarang sy bertanya ke anda mana dalil anda bhw ahlulbait adalah juga djuriat n habaib sekarang ini?

  195. aldj mengatakan:

    @elfasi
    ttg bukhari,anda ini sangat2 naif sdh sy katakan apabila kita mengkritisi sesorang maka ini wajar2 sj,tp bkn berarti menghujat
    ini sy bwkan dalil dr bukhari ttg kelengkapan alquran
    silahkan anda buka,krn sy malas utk menulisnya.
    1.shahih bukhari jild 8 hal 209-210
    2.shahih bukhari vol 9 hal 212,antara hadits 9281 n 9282
    3.shahi bukhari hadits 585
    4.dan banyak lg yg lainnya
    selain mslh quran jg msh banyak hal2 lain yg bisa kita kritisi.
    adakah sy menghujat beliau?
    jgn anda membela mati2an kitabnya lalu anda melanggar dalil2 quran
    saran sy hilangkan fanatik buta anda.

  196. elfasi mengatakan:

    @ aldj,

    menurut gol syiah seorang imam hrslah maksum,sehingga qs;al ahzab 33 diperuntukan bagi mereka, begitu pula di alwaqiah. dari dalil ahlusunnah sendiri jg menyebutkan ttg jumalah tsb

    Mas, ana ingin tau dari anda tentang sifat maksum sebagaimana yg anda klaim pada 12 imam tersebut. Gimana pengertian maksum menurut syi’ah, apakah mereka sama dengan para anbiya’ ??

    diriwayat kan dr jabir bin samurah,”nabi saw berkata.’mslh tdk akan berakhir,sampai berlalu 12 khlifah. sebagian dalil dgn tambahan “semua dr bani qurays”

    nash hadits itu selengkapnya sbg berikut :
    عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ هَذَا الْأَمْرَ لَا يَنْقَضِي حَتَّى يَمْضِيَ فِيهِمْ اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً قَالَ ثُمَّ تَكَلَّمَ بِكَلَامٍ خَفِيَ عَلَيَّ قَالَ فَقُلْتُ لِأَبِي مَا قَالَ قَالَ كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ
    Dari jabir bin samuroh berkata, :” aku bersama ayahku mendatangi Rasulullah SAW lalu aku mendengar Beliau berkata :” agama ini tidak akan sirna (kiamat) hingga ada diantara mereka 12 kholifah, “ kemudian beliau berkata lirih, lalu aku tanyakan kepada ayahku :” apa yang Rasulullah katakana ?”. Ayahku menjawab :” kesemuanya dari kaum Qurays”
    Dari Hadits di atas yg anda buat hujjah akan 12 imam syi’ah, ada kejanggalan :
    1. Dalam hadits dinyatakan dengan kalimat “ KHOLIFAH” bukan “IMAMAH”.
    2. Rasulullah menyatakan “ kesemuanya dari qurays” dan tidak menyatakan “kesemuanya dari keturunanku/ahlubaitku”, sehingga tetap memasukkan keempat khulafa’ur rosyidin (syd Abubakar, Umar, Utsman dan syd Ali )…..

    Adapun hadits dari golongan syi’ah, maka sangat jelas sekali bahwa hadits itu hanya diriwayatkan oleh orang2 syi’ah dan tidak ada seorang pun dari perowi hadits ygn meriwayatkannya, shingga tidak bisa untuk dibuat hujjah….krn sangat memungkinkan berupa hadits mau’dhu’…
    Satu lagi, ana mau ingatkan, tolong ditampilkan bukti dari kitab Imam Muhamamad al-Bagir sendiri atau murid beliau langsung biar kita bisa mempercayainya….

  197. aldj mengatakan:

    @elfasi
    sdh sy katakan bhw sanya dalil 12 imam/ahlulbait adalah menurut syiah,klu ahlu sunnah menganggapnya shahih tentu tdk ada yg nama nya ahlusunnah,kecuali orang2 yg dibutakan hatinya.
    Anda bisa bayangkan klu ternyata dalil dr syiah itu adalah benar,apa jadinya anda semua??
    jd klu memang tdk ada dalil di ahlusunnah ttg hal tsb,ya tdk apa2 klu anda tdk mengakuinya.
    tp toh antara kedua dalil tsb ada korelasinya,yaitu sama2 mengakui adanya 12 khalifah/imam,yg kedua2nya dr qurays
    sbelum sy jwb pertanyaan anda lg sy mau bertanya ttg prihal yg sama,spy kita tuntaskan dulu mslh 12 orang ahlulbait,spy tdk melebar
    1.tunjukan ke saya bhw anda memiliki nama,siapa2 saja 12 orang tsb,sesuai dgn dalil ahlusunnah
    2.tunjukan ke sy dalil bhw habaib2 skrg jg adalah ahlulbait,ini pertanyaan awal sy.
    sy harapkan anda tdk membuat koment2 yg menghasut
    @forsan
    knp anda tdk memuat dalil2 dr sy bhwsanya bukhari dalam shahihnya jg melakukan kesalahan terutama riwayat ketidak lengkapan alquran.
    ini sdh yg kedua kalinya dgn hal yg sama.
    spy pembaca tau bhw apa yg mereka tanyakan sdh sy jwb.

    salam damai

  198. aldj mengatakan:

    @lfasi
    tambahan buat anda.
    dalil 12 khalifah kan dr ahlusunnah,makanya sy katakan bhw ahlusunnah menganggap bhw ahlulbait itu hanya empat.
    mengenai khalifah n imamah,pertanyaannya adalah
    apakah perbedaan imamah n khalifah?
    terserah jwbn tsb menurut anda atw menurut dalil ahlusunnah

  199. dayak mengatakan:

    @ aldj ; minal aidin…….. lama tak jumpa.
    ana mau tanya : lebih afdhol mana imam 12 dg para nabi-nabi ??????

  200. ibnul farisi mengatakan:

    asmlkm,,,
    saudara2 kami yg yg ada di forsansalaf ini ada org syiah yg pernah ana undang ke forum ini tp dia mengatakan pernah mengirim komentar yg katany;;;Setelah saya tulis panjang lebar, ternyata saya tertipu oleh kalian dan muncul keterangan seperti ini:

    Mohon maaf, karena ada sedikit masalah pada server kami, mohon untuk mengirimkan pertanyaan anda secara manual ke email kami : forsansalaf@gmail.com

    Pertanyaan anda akan segera kami jawab. Terima kasih

    Popularity: 29% [?]

    Kalau pertanyaan2 dan jawaban saya kirim ke email tersebut, ya sama juga dengan lelucon karena akan kalian hapus dan tidak mungkin kalian tayangkan, waduh ini habib baru nantang debat sudah tidak punya tata cara dan sudah menipu…..

    dan orang ini pernah mengaku mengajak hbb salim syathiri brdebat dia berkata;;
    ana sempat mengajak H salim debat saat H salim mengajar di madinah di pesantrennya H zen bin Smith, itu sengaja ana lakukan karena H salem pernah menyerang Syiah saat musim haji dengan modal kebodohan.

    —————DAN INI PERTANTAAN DAN KOMENTARNYA———-

    Pertama saya tidak pernah tahu situs forsan kecuali dari pemakai nama Ibnul Farisi, pemakai nama itu juga menyatakan bahwa orang-orang syiah tidak sanggup membantah article berjudul “Benarkah Imam Muhammad

    Al-Bagir Syi’ah ?”

    Ternyata setelah saya baca article tersebut sangat panjang, untuk itu sengaja saya copy-paste bagian awal article untuk mengetahui, Apakah article yang panjang tersebut ditulis oleh orang yang memiliki pengetahuan atau tidak.

    Pemakai nama Ibnul Farisi juga kerab menulis orang syiah sebagai pencaci-maki sahabat, tuduhannya tidak jauh dari apa yang tertulis di article Forsan Salaf. Membantah tuduhan dari orang yang hatinya dihiasi oleh Dengki dan musuh pada syiah tidak akan membuahkan hasil, untuk itu saya sertakan pula riwayat Hadist dari Shahih bukhari dan Shahih Muslim yang jelas menuduh Rasul saw sebagai pencaci-maki sahabat, Jadi menurut keyakinan kaum aswaja, bukan hanya orang syiah yang mencaci-maki sahabat, melainkan Rasul saw juga sama dan tuduhan mereka kepada Rasul saw tertulis di dalam kitab Shahih yang menjadi Rujukan ajaran para pendusta.

    حدثنا زهير بن حرب حدثنا جرير عن الأعمش عن أبي الضحى عن مسروق عن عائشة رضي الله عنها قالت: دخل على رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلان. فكلماه بشيء لا أدري ما هو. فأغضباه. فلعنهما وسبهما. فلما خرجا قلت: يا رسول الله! من أصاب من الخير شيئا ما أصابه هذان. قال “وما ذاك” قالت قلت: لعنتهما وسببتهما. قال “أو ما علمت ما شارطت عليه ربي؟ قلت: اللهم! إنما أنا بشر. فأي المسلمين لعنته أو سببته فاجعله له زكاة وأجرا . مسلم

    Dari Aisyah ra, berkata:Datang kepada Rasul saw dua Lelaki, Maka keduanya berkata kepada-Nya tentang sesuatu yang saya (Aisyah) tidak mengetahui apa yang dikatakan, Maka keduanya telah membuat Rasul saw marah, Maka Rasul saw mencaci-maki keduannya. Pada saat mereka berdua keluar, Aku (Aisyah) berkata: Semoga telah terjadi sesuatu yang baik, Apa yang telah terjadi pada kedua orang tadi? Rasul berkata: “Apa itu” ? (kata Aisyah), Aku berkata: Kedua orang tadi telah engkau kutuk dan telah engkau caci-maki keduanya.

    Rasul saw berkata: Apakah engkau (Aisyah) tidak mengetahui syarat yang aku minta dari Tuhan-Ku?

    Aku (Rasul saw) berkata: Ya Allah, aku ini hanya seorang manusia, maka siapapun orang Islam yang aku kutuk dan aku caci-maki, jadikanlah (kutukan dan caci-makiKu) untuk dia sebagai Zakat dan Pahala. / Shahih Muslim.

    حدثنا محمد بن عبد الله بن نمير حدثنا أبي حدثنا الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة، قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “اللهم إنما أنا بشر. فأيما رجل من المسلمين سببته، أو لعنته، أو جلدته.

    فاجعلها له زكاة ورحمة”. مسلم

    Dari Abi Hurairah.

    Rasul saw berkata: Ya Allah, Sesungguhnya aku hanyalah manusia, Maka siapa pun lelaki dari Muslimin yang aku caci-maki atau aku kutuk atau aku jera,Maka jadikanlah semua itu untuknya sebagai zakat dan rahmat. / Shahih Muslim.

    حدثنا ‏‏أحمد بن صالح ‏، حدثنا : ‏‏إبن وهب ‏‏قال : أخبرني : ‏‏يونس ‏، عن ‏ ‏إبن شهاب ‏قال : أخبرني : ‏سعيد بن المسيب ‏، عن أبي هريرة رضي الله عنه:أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: (اللهم فأيما مؤمن سببته، فاجعل ذلك له قربة إليك يوم القيامة). البخاري

    Dari Abi Hurairah.

    Bahwa dia (Abu Hurairah) mendengar Nabi saw berkata: Ya Allah, Siapa saja orang Mu’min yang Aku caci-maki, maka jadikan (caci-makian-Ku) itu sebagai pendekatnya kepada-Mu di hari Kiamat. / Shahih Bukhari.

    Komentar:

    Menurut pengalaman, kaum aswaja / para pengikut Abu Hasan Al-Asy’ari, lebih yakin akan kebenaran riwayat Hadist yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, Karena menolak atau meragukan kebenaran riwayat Bukhari dan Muslim akan membuat mereka semakin tidak memiliki pegangan, (ter-ombang ambing), itulah yang membuat mereka tidak mau peduli walau riwayat tersebut jelas-jelas menghina Rasul saw, selagi tertulis dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, maka mereka yakini kebenarannya.

    Firman Allah swt yang artinya:

    Dan sesungguhnya engkau (Muhammad saw) benar-benar berbudi pekerti yang Agung. (Al-Qur’an. Surat Al-Qalaam, Ayat 4).

    Apakah pemakai nama “Ibnul Farisi” masih juga mengharap saya menjawab tulisan Forsan Salaf?, Setelah dia baca Tiga Hadist yang menurut para pengikut Abu Hasan Al-Asy’ari Hadist tersebut Shahih hanya karena bersumber dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (kitab rujukan Salman Rushdie dan JIL).

  201. aldj mengatakan:

    @dayak
    minalaidin,maaf baru bls
    maaf sy tdk jwb pertanyaan anda,krn bukan disini,silahkan di imamah

  202. elfasi mengatakan:

    @ Ibnul Farisi, mas, coba anda tanyakan kepadanya, dapatkah dia memahami hadits tersebut ??, jika tidak bisa memahami, maka sungguh dangkal sekali pengetahuannya…
    liat bagaimana Rasulullah SAW berkata: “ Ya Allah, aku ini hanya seorang manusia biasa, maka siapapun orang Islam yang aku kutuk dan aku caci-maki, jadikanlah (kutukan dan caci-makiKu) untuk dia sebagai Zakat (penyuci dosanya) dan Pahala.”.
    Dimana jelas sekali dalam hadits di atas, kemarahan dan cacian Nabi, beliau akui sebagai sifat manusiawinya, dan bukanlah semata2 karena beliau benar2 marah yang merasuk ke hati beliau karena yang demikian adalah mustahil pada diri Rasulullah yang telah disucikan hatinya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, hadits ini sama sekali tidak menyatakan bahwa cacian dan laknat sebagai ajaran beliau. Terbukti juga bagaimana beliau menyesali atas apa yang keluar dari mulut beliau dengan mendo’akan orang yang pernah beliau caci, agar caciannya menjadi penghapus dosa dan menjadi pahala baginya. Sehingga sungguh sangat berbeda dengan apa yang anda maksud dan ajaran anda….

  203. ali jibril assegaf mengatakan:

    Orang yang arif melihat aib-aib dirinya, sedang orang yang lalai melihat aib-aib manusia lain.
    ahlulkisa_raikhannahdliyin

  204. adirose mengatakan:

    Pake logika lah, Wali Songo yg sebar Islam ke Indonesia itu keturunan Nabi Muhammad semua & silsilah nya jelas, kalo mereka Syiah, di Indonesia muslimnya 99% bakal Syiah.

    Syiah rampok nama Ahlul-Bait cuma buat kepentingan segelintir orang di Iran buat sesat umat Islam. Rakyat Iran sendiri pun pada benci Arab, kalo udah benci Arab gimana mau cinta Islam.

    Ini keluarga keturunan Nabi masih hidup & tonton sendiri dehh dia itu siapa.

    The 34th Grandson of Prophet Muhammad (saw) | Shaykh Muhammad Al-Yaqoubi

    youtube.com/watch?v=iXLIpgQd81g

    Buat yg masih awam & baru ikut2an Syiah baca dulu buku ini jika mau mengenal lebih mendalam tentang Syiah.

    Silahkan Anda bisa baca buku yang ditulis oleh Dr.Sayyid Musa al-Musawi (mantan tokoh besar Syiah lulusan sekolah tinggi Ahlul-Bait di Qom), beliau akhirnya bertaubat dan meninggalkan ajaran Syiah.

    Bukunya berjudul “Kenapa Aku Meninggalkan Syiah”. e-book size 3,8mb only, Link PDF: http://bit.ly/15sqddT

    Semoga anda & kita semua diberi petunjuk jalan yang lurus….Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: