Forsan Salaf

Beranda » Headline » Anugerah Yang Disia-siakan

Anugerah Yang Disia-siakan


bhy rokok
Urwah bin Zubair r.a telah kehilangan salah satu kakinya ketika ia mendapat berita tentang kematian putranya. Dia kemudian berseru : “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Jika Engkau telah mengambil sesuatu maka Engkau pun telah memberikan banyak hal. Dan jika Engkau telah mengujiku dengan kesulitan, Engkau juga telah merawatku dan menyelamatkanku. Engkau telah anugerahkan kepadaku dua tangan dan dua kaki, sedangkan Engkau hanya mengambil satu diantaranya. Engkau telah karuniakan aku dengan empat orang putra, dan Engkau hanya mengambil kembali seorang diantaranya”.

Saya terkesima tatkala pertama kali membaca kisah Urwah diatas. Bagaimana mungkin seseorang begitu rela dan ridlo ketika harus kehilangan satu kaki. Ia pun harus menggunakan tongkat sepanjang sisa hidupnya. Tanpa satu kaki, saya berani menjamin kita akan kehilangan sekian puluh persen kebahagian yang selama ini mewarnai kehidupan ini. Jangankan satu kaki atau satu jari, kehilangan satu ruas jari saja tidak akan mudah diterima dan bisa membawa depresi yang berkelanjutan.

Tetapi lebih mengherankan lagi ketika Allah memberikan fisik yang sehat dan kuat kepada kita secara cuma-cuma, lalu kita mencampakkannya begitu saja. Dengan sengaja kita merusak dan menyakiti tubuh ini. Ironisnya seringkali perbuatan itu kita lakukan atas dasar nafsu belaka. Kesehatan, kebugaran dan keselamatan, semuanya adalah bagian dari dunia yang telah menjadi hak milik kita. Tapi, mungkin kita tidak menyadari telah memiliki semua itu kemudian cenderung mempermainkannya. Seakan kita lupa bahwa semua itu adalah pemberian Allah ―sebuah amanah untuk menjaganya― dan betapa semua itu mengelilingi kita dari atas dan bawah, bahkan sebenarnya dari segala arah.

Perhatikan lebih teliti seberapa sering kita dengan sengaja melukai tubuh ini. Ribuan asap racun dari tembakau sengaja kita masukkan dalam paru-paru. Belum lagi bagi para pecandu narkoba yang memasukkan zat-zat sedatif yang membuat tubuh kecanduan. Bagaimana mungkin kita bisa mensyukuri nikmat tubuh ini ketika dengan pikiran jernih pun kita masih mendzaliminya ?

Mungkin selama ini racun yang sering kita dengar dalam rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbonmonoksida, padahal rokok telah terbukti memiliki kira-kira 4000 jenis racun. Beberapa diantaranya adalah zat-zat yang dipakai dalam bahan bakar industri kimia dan obat-obatan. Dari 4000 racun tersebut 8 diantaranya dipastikan sebagai bahan karsinogenik atau pencetus timbulnya kanker. Yang termasuk dalam golongan tersebut adalah Urethane, Dibenzacridine, Polonium-210, Vinyl Chloride, Benzopyrene, Pyrene, Naphthylamine dan Cadmium. Cadmium adalah salah satu bahan yang dipakai dalam pembuatan accu mobil. Tidakkah hati kita terbuka untuk merenungkan hal ini?

Ammonia yang terdapat dalam rokok adalah zat yang sama yang bisa kita temukan dalam pembersih lantai. Zat ini dapat tertumpuk dalam darah dan mengakibatkan deposit yang besar dalam hati. Dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan gangguan saraf pusat. Sementara itu Arsenic dapat kita temukan dalam racun semut putih yang biasa dijual untuk racun tikus. Tidak kalah bahayanya, Methanol yang dipakai sebagai bahan bakar roket juga terdapat di dalam rokok. Pada dosis yang besar Methanol dapat menyebabkan kebutaan dan gangguan respiratory center (pusat pengatur pernapasan) dalam batang otak.

Pada awal abad 20 pelaksanaan hukuman mati di Eropa masih menggunakan Hidrogen Cyanida (HCN). Manusia hanya bisa bertahan dalam waktu dua menit ketika HCN sudah mencapai jantung. Sungguh amat merugi para perokok karena ternyata HCN adalah salah satu kandungan yang juga terdapat didalam rokok. Disamping semua yang tersebut diatas masih banyak zat-zat lain seperti Toluene (pelarut industri), Butane (bahan bakar korek api), Napthalene (kapur barus) dan Asetone (pelarut cat). Amat mengerikan bukan ?

Di dunia dipastikan ratusan orang meninggal tiap hari akibat rokok. Penyebabnya mulai dari kanker nasofaring (tenggorokan), kanker paru, COPD (chronic obstructive Pulmonary disease), stroke, jantung koroner, advanced buerger disease dan penyakit berbahaya lainnya. Selain itu tingkat kesakitan penderita rokok juga amat tinggi mulai dari cacat bayi, gangguan jantung dan paru, penyakit arteri perifer oklusif, impotensi, insomnia, gangguan penglihatan hingga gangguan psikosomatis (kejiwaan). Benar-benar tidak ada alasan sedikit pun bagi kita untuk tetap mengkonsumsinya. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 195 : ” Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Lantas bagaimana hukumnya bila kita tahu akan bahaya rokok ? tentu hal ini menyisakan tanda tanya yang besar. Memang sampai sekarang belum ada hukum yang jelas, namun tetap saja kita dalam kerugian yang besar. Pada dasarnya dengan sengaja memasukkan benda maupun zat yang dapat mencederai tubuh kita sendiri tergolong suatu penganiayaan diri atau zulm. Mudah-mudahan kita diberi Allah predikat sebagai orang-orang yang ingat akan diri-Nya. ”Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Ali Imran : 135)

Saya membayangkan hidup ini adalah seperti sungai, yang kemudian terpecah menjadi sekian banyak anak sungai. Tugas kita adalah memilih anak sungai mana yang paling baik untuk kita lalui agar kita tidak tersesat sampai di hilir. Oleh sebab itu Allah memberikan akal dan pikiran agar kita bisa memprediksi jalan hidup ini dengan barang-barang yang haq. ”Sebuah Pilihan”― mungkin adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan hidup ini. Lalu setelah sekian anak sungai terbentang di hadapan kita dan setelah sekian banyak petunjuk tentang kebaikan terhampar didepan, masihkah kita tersesat dan memilih jalan yang bathil ? Berfirman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 100 : ”Katakanlah: Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”

Pada akhir ayat ini Allah menghadapkan firman-Nya kepada orang-orang yang berakal sehat, yang dapat membedakan antara baik dan buruk, antara yang bermanfaat dan yang mudarat, agar mereka tidak terpedaya oleh bermacam-macam godaan setan yang senantiasa ingin menjerumuskan manusia kepada kejahatan dan kesengsaraan. Keteguhan iman di tengah-tengah kemaksiatan yang beraneka ragam. Itulah yang dapat membawa mereka kepada kebahagiaan dan keberuntungan dunia dan akhirat.

Belum lagi kita saksikan anak-anak muda yang terbelenggu dalam jeratan narkoba dan minuman keras. Jenis dan cara yang dipakai bermacam-macam pula. Mereka senantiasa hidup dalam ”kenikmatan” yang mencelakai. Putauw, sabu-sabu, morfin, methadon, diazepam, alkohol dan obat-obat sedatif lainnya jika dikonsumsi dalam waktu tertentu hampir selalu menyebabkan gangguan dan penyakit. Alkohol misalnya, penggunaan zat ini terbukti dapat meningkatan prevalensi penyakit kanker organ pencernaan terutama lambung dan usus sebesar 30%. Disamping itu kasus gangguan hati berat seperti Hepatitis (alcohol induced hepatitis) sangat sering ditemukan pada pecandu alkohol.

Sementara itu, obat-obatan sedatif yang riskan menyebabkan ketergantungan mempunyai efek yang amat menyedihkan. Craving ―suatu keadaan ketergantungan obat dimana penderita merasa sangat ingin memakai obat― menjadi salah satu momok bagi penderita. Pada keadaan ini seluruh tubuh akan merasa sangat sakit disertai gangguan otonom seperti peningkatan denyut jantung, keringat hebat, susah buang air kecil, keluarnya cairan dari lubang-lubang alam dan depresi yang berat. Gejala seperti ini bisa timbul sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah tidak lagi menggunakan narkotika.

Selain itu, penggunaan narkotik dengan jarum suntik meningkatkan kemungkinan infeksi penyakit menular seperti HIV/AIDS dan Hepatitis B. Di Surabaya tercatat lebih dari 100 orang yang terdiagnosa pasti sebagai kasus AIDS. Sementara kasus yang tidak dilaporkan diperkirakan dapat mencapai sepuluh kali lipat dari jumlah tersebut. Jumlah ini membuat Surabaya sebagai kota dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbesar ketiga di Asia Tenggara setelah Chiang Mai (Thailand) dan Jakarta. Diantara penderita-penderita itu hampir 70% diantaranya disebabkan karena penggunaan jarum suntik narkoba. Melebur ke dalam dunia narkotika, dengan alasan apa pun, sama saja dengan bunuh diri.

Pada kenyataannya manusia memang makhluk yang congkak. Ketika merasa tubuh dan fisiknya sehat ia seenaknya saja memperlakukan tubuh ini tanpa sedikit pun merasa bersalah. Seakan tubuh ini memang sudah ada dengan sendirinya tanpa sentuhan kekuasaan Allah. Lalu apa bedanya kita dengan Raja Namrud ? Ia yang biasa dikenal dengan Nebuchadnezzar pernah berkata : ”Akulah yang menentukan kehidupan dan akulah yang memutuskan kematian.” Ia mencoba memakai busana yang bukan miliknya dan mengaku memiliki suatu kemampuan yang sebenarnya tidak ia miliki, karena itu sempurnalah kehancurannya.

Oleh karena itu, meninggalkan hal-hal yang dapat menyakiti tubuh ini adalah cara yang cerdas untuk meraih keindahan hidup dan ketentraman hati. Cintailah tubuh ini dengan merawatnya benar-benar. Sungguh pemberian Allah yang satu ini tak ternilai harganya. Organ yang Anda punya adalah salah satu benda termahal di dunia, maka biasakanlah menjaganya dengan baik.

Bisakah Anda membayangkan diri Anda berjalan tanpa kaki? Apakah Anda menganggap enteng kenikmatan sehat padahal kenikmatan itu tidak mungkin dirasakan oleh sekelompok orang karena penyakit yang mereka derita? Bayangkanlah kemampuan mendengar dan melihat yang dianugerahkan kepada kita. Apakah Anda bersedia menukarnya dengan emas sebesar gunung Uhud? Lihatlah kulit Anda yang sehat dan bersyukurlah Anda terbebas dari penyakit yang mungkin sewaktu-waktu dapat menyerang.

Kita telah dianugerahi banyak sekali pemberian dari-Nya, namun tetap saja kita tidak bersyukur dengan sengaja merusaknya. ”Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (Ar-Rahman : 13)


2 Komentar

  1. abihasan mengatakan:

    Allahumma a’inna ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik..

    Laa ilaaha illa anta, SubhaanaKa inni kuntu minazhzholimiin..

  2. abdulloh mengatakan:

    Maha suci Allah yang telah menciptakan berbagai macam dan ragam orang dengan kebiasaan mereka. Tapi ada sedikit pertanyaan sederhana untuk saudara kita yang masih enggan untuk meninggalkan rokok, yaitu:

    1. Siapakah pemimpin manusia di dunia dan akhirat?
    2. Apakah kita ingin mencontoh beliau?
    3. Apakah kita rindu dan cinta kepada beliau?
    4. Apakah kita ingin di akui sebagai umat beliau?
    5. Benarkah orang kelak di hari kiamat akan dikumpulkan dengan orang yang dicintainya?
    3. Adakah riwayat bahwa beliu itu perokok, atau sekedar mencicipi rokok (untuk menghilangkan rasa penasaran)..?
    4. Trus siapa yang anda tiru dengan anda merokok?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: