Forsan Salaf

Beranda » Majelis Ifta' » Hukum Masturbasi

Hukum Masturbasi

gAssalamualaikum Wr Wb
Kepada : Forsan Salaf
Saya pernah ngobrol2 dengan teman masalah hubungan suami istri. Salah satu teman saya membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa  “perempuan lebih dapat merasakan kenikmatan hubungan seks dengan menggunakan alat seks (vibrator)”. Pertanyaan kami adalah bagaimana hukumnya? dan bagaimana hukumnya perempuan masturbasi tetapi dengan suaminya?

Sukron, Wassalamuálaikum Wr Wb

Dari : Fachri Assegaf

FORSAN SALAF menjawab :

Waalaikum salam Wr. Wb.

Masturbasi atau onani hukumnya haram bagi laki-laki maupun perempuan, baik dengan alat (vibrator) seperti dalam pertanyaan atau dengan lainnya. Kecuali jika masturbasi tersebut dilakukan oleh suami dengan tangan istrinya atau sebaliknya maka hukumnya halal selama bukan untuk memecah selaput keperawanan. Jika dilakukan suami untuk memecah selaput dara istri maka hukumnya haram baik dengan jari suami atau benda lainnya.

الصاوي على شرح تفسير الجلالين / 3 / 112

(قوله: كالإستمناء باليد) اي فهو حرام عند مالك والشافعي وابي حنيفة فقال احمد بن حنبل يجوز بشروط ثلاثة ان يخاف الزنا والا يجد مهر حرة او ثمن امة وان يفعله بيده لا بيد اجنبي او اجنبية

إعانة الطالبين – (ج 3 / ص 388)

(قوله: أو استمناء بيدها) أي ولو باستمناء بيدها فإنه جائز.وقوله لا بيده: أي لا يجوز الاستمناء بيده، أي ولا بيد غيره غير حليلته، ففي بعض الاحاديث لعن الله من نكح يده. وإن الله أهلك أمة كانوا يعبثون بفروجهم وقوله وإن خاف الزنا: غاية لقوله لا بيده، أي لا يجوز بيده وإن خاف الزنا. وقوله خلافا لاحمد: أي فإنه أجازه بيده بشرط خوف الزنا وبشرط فقد مهر حرة وثمن أمة (قوله: ولا افتضاض بأصبع) ظاهر صنيعه أنه معطوف على قوله لا بيده، وهو لا يصح: إذ يصير التقدير ولا يجوز استمناء بافتضاض، ولا معنى له. فيتعين جعله فاعلا لفعل مقدر: أي ولا يجوز افتضاض: أي إزالة البكارة بأصبعه. وفي البجيرمي ما نصه: قال سم ولا يجوز إزالة بكارتها بأصبعه أو نحوها، إذ لو جاز ذلك لم يكن عجزه عن إزالتها مثبتا للخيار لقدرته على إزالتها بذلك.


5 Komentar

  1. dani mengatakan:

    ass..wr..wb

    Saya perna nikah sirri tp skrg uda pisah(cerai):
    pertanyaan saya:

    onani ini haram tapi mohon saran nya???
    saya susah mengontrol nafsu saya,saya diluar negri juga sulit mendapatkan pasangan yang cocok

    pertanyaan ke Dua:

    apa sama dosa nya Onani dengan Berzina?
    (saya tunggu jawaban anda secepatnya terimakasih)

  2. forsan salaf mengatakan:

    @ dani,
    1. Untuk mengontrol nafsu, ada tips yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu : menikah dan sering berpuasa, sebagaimana dalam hadits :
    يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
    ” wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu untuk menikah (biaya pernikahannya), maka bersegeralah melaksanakannya, karena itu lebih menutup mata (dari memandang haram), dan menjaga kemaluan (dari perbuatan haram). dan barang siapa yang tidak mampu (biaya pernikahan), maka berpuasalah karena puasa menjadi tameng (dari perbuatan haram) baginya”
    Oleh karena itu, dalam permasalahan anda jika anda tidak, maka bersegeralah untuk menikah dengan pasangan yang sesuai, dan jangan menunda2 agar tidak terjerumus pada perbuatan haram.

    2. Dosa onani jelas tidak sama dengan zina dikarenakan ancaman Allah dan Rasulullah pada perbuatan zina sangat banyak. Namun, onani-pun tidak luput dari ancaman, Rasulullah SAW bersabda :
    لعن الله من نكح يده.وإن الله أهلك أمة كانوا يعبثون بفروجهم
    ” Allah melaknat orang yang menikahi tangannya (onani/masturbasi), dan sesungguhnya Allah SWT telah memusnahkan suatu kaum, karena mereka bermain2 dengan kemaluan mereka”.
    Tinggalkanlah onani / masturbasi karena itu semua dapat mendatangkan murka Allah yang bisa menjadi adzab yang sangat pedih.
    mudah2an Allah senantiasa menjaga kita dan anda dari segala kemaksiatan dan dosa yang kecil maupun besar, Amin.

  3. forsan salaf mengatakan:

    @ sihab, anda menampilkan pendapat-pendapat yang lemah bahkan tidak mu’tabar, ini sudah tidak sesuai dengan tatacara berfatwa yaitu mengedepankan pendapat ygn kuat. Solusi adalah mencarikan jalan agar orang bisa mengikuti pendapat yang kuat, bukan malah menjadikan orang sembrono dalam beramal, kecuali jika dalam keadaan darurat, maka menggunakan pendapat yang lemah dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kami mohon maaf tidak dapat meng-approve komentar anda. Jika anda ingin komentar, maka silahkan dengan membawa pendapat yang kuat.

  4. Nisa mengatakan:

    Assalamu’alaikum.. Maaf,, ana mau tanya.. Mengapa masturbasi yg dilakukan suami untuk memecah selaput dara istri hukumnya
    haram?? Jazakumullah Khair..

  5. forsan salaf mengatakan:

    @ Nisa, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Bagi suami tidak boleh melakukan masturbasi untuk memecah selaput dara istri dikarenakan ketidakmampuan suami untuk memecahkan selaput dara istri ketika berhubungan intim menjadi salah satu sebab munculnya khiyar (pilihan) bagi istri untuk meminta faskh (dibatalkannya) pernikahannya. Sehingga jika diperbolehkan, maka tidak akan menjadi sebab untuk khiyar karena pasti semua laki-laki bisa memecah selaput dara istri jika hanya menggunakan jemarinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: